Indonesia
NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32 Julukan Terakhir

Dua minggu kemudian setelah penaklukan kuil kuno. Tempat itu menjadi lebih tenang dati sebelumnya. Keadaan jauh lebih tenang dan terasa damai.

Kabar tentang penaklukan itu pun menyebar ke seluruh benua. Lembaran perkamen koran sihir terbang dibawa burung-burung kurir, jatuh di meja-meja kedai, istana, hingga markas tentara bayaran. Judulnya dicetak dengan tinta merah menyala yang berkedip.

"SANG PENYELAMAT KUASAI 5 ELEMEN DI KUIL BINTANG"

"KALAHKAN 2 PUTRA JENIUS TANPA MEMBUNUH"

"JULUKAN BARU: PENGUASA SEGALA ELEMEN"

Di bagian bawah kertas, tertera angka fantastis yang membuat semuaɓ pembunuh bayaran menelan ludah. Hadiah buronan naik jadi sepuluh juta koin emas. Sebuah harga yang bisa membeli satu kerajaan kecil beserta isinya.

"Benar-benar lima elemen sihir? Sebenarnya siapa sosok ini? Kenapa selalu ada kejutan yang tidak terduga?" ucap seorang penyihir pengelana di sebuah kedai makan.

"Entahlah. Kudengar dia seorang perempuan. Tidak diketahui asal-usulnya," sahut yang lain menimpali.

Perbincangan didominasi oleh ketenaran Eliya. Dia yang merangkak dari jurang kematian, berhasil membangun nama dan sangat terkenal meski tak ada yang tahu asal-usulnya.

Jauh di kerajaan Ignis, di pusat kota Ashfall yang selalu dihujani debu vulkanik, atmosfer terasa mencekam. Di dalam aula istana megah berbahan batu obsidian, lembaran koran itu remuk di lantai.

"Lima elemen? Sampai hari ini tak ada satu pun yang mampu menangkap penyihir itu. Dia merupakan ancaman bagi benua kita. Bagaimana jika dia adalah penyihir kegelapan? Yang Mulia, sejak dulu, manusia tidak ada yang mampu menampung semua kekuatan elemen sihir. Jika memaksa, tubuhnya akan lebur menjadi abu," ucap salah satu menteri terlihat cemas.

Lord Ignis meremas cawan emasnya, api merah menguar dari sela-sela jari dan menari-nari penuh emosi. Tak menyangka akan ada hari di mana seseorang dikabarkan menjadi penguasa.

"Maksud Anda bagaimana? Apakah penyihir itu menggunakan sihir terlarang? Atau dia penyihir gelap yang berpura-pura? Kudengar benua Nocthus bergerak," timpal yang lain membuat aula besar itu mendadak hening dan dipenuhi ketegangan setelah mendengar tentang Nocthus.

"Ke-kegelapan? Apakah akan terjadi perang?"

Aula besar kerajaan Ignis berguncang, bukan karena gempa, tapi karena rasa takut yang tiba-tiba datang menyusup ke dalam hati mereka. Saat Nocthus terbangun, kegelapan akan menelan seluruh dunia Aethervan.

Sementara di dalam sebuah kamar yang megah, Seraphina pun menerima kabar itu. Membaca dengan teliti setiap huruf yang tercetak di sana. Tangannya meremas kertas perkamen itu, api biru menguar dan membakarnya menjadu abu.

"Mustahil! Tidak ada manusia yang mampu melakukan itu. Dia pasti penyihir kegelapan. Dia penyihir jahat," katanya menggeram.

Emosi di dalam dirinya meledak, membakar kesadaran. Seraphina jatuh pingsan. Tubuhnya ambruk ke atas karpet beludru setelah membaca berita itu. Syok dan rasa tidak percaya melumpuhkan kesadarannya.

"Nona!" Para pelayan istana panik, segera meminta pengawal memindahkan Seraphina ke atas ranjang.

Kembali ke aula kerajaan Ashfall, di atas takhta, sang penguasa menatap lurus dengan mata membara penuh amarah. Lord Ignis memerintahkan dengan suara menggelegar yang menggetarkan dinding kastel aula itu.

"Tangkap hidup-hidup penyihir itu. Bagaimanapun caranya. Gunakan seluruh pasukan bayangan! Aku tidak peduli soal bayaran. Aku hanya ingin melihatnya berlutut di hadapanku!" katanya.

Energi sihir menguar semakin kuat hingga menghancurkan cawan emas di tangannya. Seorang jenderal maju, tingkat kekuatannya berada di bawah Lord Ignis itu sendiri.

"Baik, Yang Mulia!" katanya seraya berbalik pergi sembari mengenggam pedang yang tersampir di pinggangnya.

****

Sementara itu, dunia luar seolah sedang bergolak, atmosfer di dalam sebuah tenda sederhana, justru terasa sunyi dan dingin. Tenda tersembunyi ini didirikan di dalam hutan berkabut, tak jauh dari kuil kuno bintang.

Lima orang anak muda duduk melingkar di depan api unggun. Aroma teh herbal yang mulai mendingin menguar di udara. Mereka semua menatap sebuah peta kuno yang membentang di atas meja kayu bundar. Peta itu menunjukkan batas-batas wilayah benua yang kini tampak seperti garis-garis pembantaian.

"Berikutnya apa?" tanya Kael. Jari-jarinya mengetuk meja kayu dengan gelisah. Dia selalu menjadi orang pertama yang tidak sabar untuk bergerak.

Eliya menatap lingkaran-lingkaran merah yang sudah ditandai di atas kertas perkamen tebal itu. Perlahan, ia menutup peta, menggulungnya dengan gerakan pasti. Lalu, mengikatnya dengan tali kulit. Ia menatap mata rekan-rekannya satu per satu.

"Berikutnya bukan lagi berburu inti sihir," katanya, memecah keheningan.

Suaranya terdengar lebih berat dari biasanya. Ada beban besar yang kini resmi berpindah ke pundak gadis itu.

Kael, Rayn, Elio, dan Darian menahan napas secara bersamaan. Mereka tahu arti dari tatapan Eliya.

"Berikutnya adalah perang yang sesungguhnya," sambung Eliya.

Keheningan kembali menyergap. Kata 'perang' bukan lagi sekadar latihan atau simulasi di akademi. Ini adalah pertaruhan nyawa yang sesungguhnya. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang mundur. Kilat tekad justru terpancar dari mata mereka. Mereka siap mengikuti Eliya, bahkan jika harus ke neraka sekalipun.

"Kita datangi desa-desa yang mati itu. Mencari tahu apa yang terjadi di sana," katanya lagi.

"Kemungkinan di sana ada jejak sihir kegelapan yang tertinggal. Kegelapan sudah mulai bergerak. Kita tidak boleh lengah sedikit pun," tambah Rayn mengingatkan.

"Sepertinya kita harus mengirim pesan ke kekerajaan kita masing-masing. Agar mereka bersiap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi," timpal Elio diangguki semua orang.

"Eliya, siapa sebenarnya dirimu? Apakah kau berasal dari salah satu empat kerajaan besar ini?" tanya Darian tiba-tiba.

Rayn melirik Eliya, hanya dirinya yang tahu tentang asal-usul gadis itu. Eliya tersenyum, ia menggelengkan kepala.

"Aku tidak tahu. Yang aku tahu ketika membuka mata, aku berada di jurang gelap Lembaran Naga," jawab Eliya membuat tercengang Elio dan Darian.

Jurang Lembaran Naga, siapapun yang jatuh ke dalamnya tidak pernah selamat. Mereka menatap Eliya dengan tatapan yang sulit diartikan. Meneguk saliva untuk membasahi tenggelam yang tiba-tiba mengering.

Tiba-tiba, sebuah suara bergema di dalam kepala Eliya. Suara yang dalam, bergaung, dan membawa hawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.

Zharvion kembali memberi peringatan, "Nocthus sudah bangun sepenuhnya."

Deg!

Jantung Eliya berdegup kencang mendengarnya. Segel itu telah retak. Kekuatan kegelapan purba yang tertidur selama ribuan tahun kini telah membuka matanya. Waktu mereka sudah tidak banyak lagi. Jika Nocthus berhasil mengumpulkan seluruh kekuatannya, benua tempat mereka tinggal akan musnah.

Eliya mengepalkan tangan. Merasakan aliran energi mistis yang bergolak di bawah kulitnya. Angin, api, air, tanah, udara, dan petir. 6/7. Hanya satu elemen lagi, dan ia akan mencapai puncak kesempurnaan. Tapi untuk saat ini, enam elemen sudah lebih dari cukup untuk memulai pembalasan.

Ia berdiri dari duduk, menatap jauh ke cakrawala di mana malam telah larut dan badai mulai bergemuruh di langit.

"Waktunya kita berburu Iblis."

Perjalanan panjang mereka yang penuh darah baru saja dimulai. Dan kali ini, mereka bukan lagi mangsa yang melarikan diri. Mereka adalah pemburu.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!