Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.8 Ke kantor catatan sipil

"Siapkan mobil segera," perintah Leon pada asistennya lewat ponsel pribadinya.

Dan tak berapa lama kemudian assisten pribadi Leon sudah berdiri di depan pintu ruang kerja Leon dia mengetuk pintu itu dengan perlahan dan setelah mendapat perintah masuk dari Leon asisten itupun kemudian masuk ke dalam ruang kerja Leon.

"Mobilnya sudah siap Tuan," ucap asisten itu pada Leon.

"Hm," sahut Leon yang kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati kursi Luna.

"Ayo ke kantor catatan sipil sekarang," ajak Leon pada Luna dengan datar.

"Baik Tuan," kemudian Luna beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Leon dari belakang.

"Tante Luna...!!" teriak Emily dari ruang tengah saat melihat Luna keluar dari ruang kerja papanya itu.

Luna dan Leon menghentikan langkahnya, Luna menunggu Emily yang sedang berlari ke arahnya "Tante Luna mau ke mana?" tanya Emily ketika sudah berada di hadapan Luna.

Luna berjongkok dan mengusap lembut rambut Emily kecil sambil berkata padanya "Tante Luna mau keluar sebentar sama papanya Emily," ucap Luna tersenyum hangat.

"Gak boleh, Tante Luna gak boleh ke mana-mana," Emily mencekal lengan Luna dengan erat dengan muka cemberut.

"Sebentar saja Emily....setelah urusan dengan papa Emily selesai Tante Luna bakal balik ke sini lagi nemenin Emily main lagi kayak tadi ya," Luna membujuk sambil mengusap rambut keriting Emily.

Emily mengerutkan kedua alisnya sambil mendongakkan kepalanya menatap Leon yang berdiri di hadapannya "Pasti papa mau kembalikan Tante Luna ke rumahnya! Iya kan?!" ucap Emily marah pada Leon.

"Sst...sayang, Emily gak boleh bentak-bentak gitu sama orang tua, tidak sopan," ucap Luna dengan halus pada Emily.

"Biarin aja, papa jahat!" Emily mulai menangis memeluk perut Luna, Luna melingkarkan lengannya ke kepala Emily yang sedang menangis itu.

"Emily, ini urusan orang dewasa. Jadi kamu tidak boleh ikut campur, kamu tunggu saja di rumah bermain sama Bibik," ucap Leon sedikit tegas.

Luna menatap Leon, Luna tidak setuju dengan cara Leon yang menghardik Emily begitu "Maaf Tuan, Sebaiknya suara tuan lebih dilembutkan sedikit kalau sedang berbicara dengan anak kecil supaya dia tidak merasa dipojokkan dan di salahkan," ucap Luna membuat hati Leon ciut.

"Emily sayang...yang tadi di katakan papanya Emily itu benar, ini urusan orang dewasa urusan Tante Luna sama papanya Emily jadi...anak kecil tidak boleh ikut...Emily ngerti kan...?" ucap Luna dengan lembut sambil mengusap kepala Emily.

Emily melepaskan cengkeraman tangannya pada lengan Luna "Iya Tante Luna...Emily mengerti, tapi janji Tante Luna bakal balik lagi ke sini ya...?" ucap Emily sedih menatap Luna.

Luna tersenyum dia mengangkat tubuh mungil Emily dan menggendongnya "Tante Luna janji akan balik lagi ke sini temani Emily lagi sampai Emily bosan sama Tante Luna," Luna memencet hidung Emily dengan sayang.

"Janji?" Emily mengangkat jari kelingkingnya tepat di wajah Luna dan Luna pun mengangkat jari kelingkingnya menautkan ke jari kelingking punya Emily sambil berkata "Janji," Emily tersenyum lalu dia pun turun dari gendongan Luna dan kembali masuk ke ruang tengah di temani Bibik.

Leon yang memperhatikan sikap lembut Luna dan cara dia membujuk serta menenangkan Emily sempat membuat hatinya terkesiap karena Luna mempunyai kelembutan dan kehangatan yang sama dengan mamanya Emily ,istrinya yang sudah meninggal tiga tahun yang lalu itu.

Luna memperhatikan Emily sambil bernapas lega, lalu dia dan Leon pun melangkah lagi menuju ke mobil yang di parkir di halaman depan rumah Leon.

Setibanya di mobil dengan segara assiten pribadi Leon membukakan pintu mobil itu untuk Luna dan Luna pun masuk ke dalam mobil mewah milik Leon tersebut duduk di kursi tengah bersebelahan dengan Leon yang sudah masuk terlebih dahulu.

Luna sedikit canggung duduk di sebelah Leon tapi dia berusaha untuk setenang mungkin, kemudian asisten pribadi Leon itu mulai mengemudikan mobil itu meninggalkan kediaman sang mafia menuju ke kantor catatan sipil.

Sepanjang perjalanan menuju ke kantor catatan sipil antara Leon dan Luna tidak ada komunikasi sedikit pun, pikiran Luna campur aduk membayangkan nanti kalau dia sudah menikah dengan Leon sang mafia itu dan dia harus masuk dan menjalani kehidupan yang ekstrim menjadi istri mafia meski itu hanya berlangsung selama satu tahun.

Mobil mewah Leon berhenti tepat di depan kantor catatan sipil, Leon dan Luna pun turun dan masuk ke dalam kantor tersebut. Leon langsung berjalan menuju ke ruang pendaftaran nikah dan Luna mengikutinya dari belakang.

Petugas pendaftaran nikah itu mempersilahkan Leon dan Luna duduk di kursi yang ada di hadapannya, Leon dan Luna pun duduk di kursi itu sambil menunggu proses nikah mereka selesai.

Tak butuh waktu lama akhirnya petugas itu menyodorkan dua buku nikah yang masing-masing bertuliskan buku nikah suami dan buku nikah istri.

Jemari Luna bergetar pelan saat meraih buku nikah bersampul hijau muda itu. Ada perasaan asing yang mendadak menyeruak membasahi dadanya. Hanya dalam hitungan detik, selembar kertas bertinta emas ini telah mengubah statusnya secara hukum, ia bukan lagi sekadar wanita malang yang dikejar-kejar penderitaan, melainkan istri sah dari seorang pimpinan mafia yang paling ditakuti.

Ia melirik ke samping. Leon tampak sangat tenang, seolah prosesi pernikahan ini tak lebih dari sekadar penandatanganan dokumen bisnis biasa. Tanpa sepatah kata pun, pria itu memasukkan buku nikah bagian suami ke dalam saku dalam jas hitamnya, lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Ambil milikmu," ujar Leon dingin, menatap Luna dari ketinggian posturnya yang tegap. "Proses kita di sini sudah selesai."

Luna mengangguk pelan, menyembunyikan buku nikahnya ke dalam tas lusuh miliknya. Setiap langkah kaki yang mengiringi mereka keluar dari gedung kantor catatan sipil terasa amat berat. Sinar matahari siang yang terik menyambut mereka di luar, namun tak sedikit pun sanggup menghangatkan hawa dingin yang menguar dari tubuh pria di sampingnya.

Seorang pengawal bersetelan serba hitam membukakan pintu mobil mewah yang sudah bersiap di tepi jalan. Sebelum melangkah masuk ke dalam kabin, Luna sempat menengadahkan wajahnya menatap langit luas. Hatinya membisikkan doa lirih, berharap keputusan nekat ini adalah awal dari keselamatan bukan justru pintu masuk menuju neraka yang lebih kelam.

"Masuk," perintah Leon singkat .

Luna menarik napas panjang, menguatkan sisa-sisa keberanian di dalam dirinya, lalu melangkah masuk menembus kegelapan kaca mobil yang siap membawanya ke takdir baru.

Mobil mewah itupun meluncur membelah keramaian jalan siang itu, Luna kembali terdiam dia tidak berani mengeluarkan sepatah katapun, suasana dingin menyelimuti ruangan mobil mewah itu.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!