Indonesia
NovelToon NovelToon
Waiting For You

Waiting For You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Liyahv07

karya ini mengandung cerita luar, dan murni imajinasi author sendiri, jadi bijaklah dalam membaca . 👇


Almeta Annora dan Aric Marson Edbert adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. hubungan mereka sudah lama berjalan dan selalu terlihat baik baik saja, namun sebuah kejadian membuat hubungan mereka hancur. Aric memutuskan Annora dan mencoba menjauh dari Annora, sedangkan Annora sendiri selalu berusaha ingin bertemu dengan Aric, karena ingin menjelaskan kejadian yang diapun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan membuat jalina kasih mereka harus terputus. hingga sampai dimana sebuah kebenaran datang kepada mereka.
apakah yang terjadi? ayo ikuti kisah mereka😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liyahv07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Tugas Simpanan

kucuran air dingin membasahi tubuh tegap Aric. Memijat pangkal hidungnya dengan pelan merasakan kepalanya yang berdenyut apalagi pusat intinya yang lebih berdenyut sakit akibat ulah Annora yang memancingnya, dan kini dia malah tidur tanpa memikirkan koneksi dari perbuatannya.

Setengah jam yang lalu Annora terus menggoda Aric bahkan Annora dengan berani memegang milik Aric saat mereka berdua tengah saling mencerup bibir masing-masing. Namun, tak lama kemudian Annora jatuh tertidur meninggalkan Aric yang sudah terlanjur di penuhi gairah dan mengakibatkan dirinya kini basah kuyup di bawah air yang mengalir dari shower. Mungkin, Aric bisa saja melampiaskan rasa inginya itu dengan menyentuh Annora yang sedang tertidur. Namun, Aric bukanlah pria brengsek yang akan melakukan hal semacam itu.

Kini Aric sudah keluar dari kamar mandi dan segera masuk kedalam ruang ganti untuk memakai bajunya. Setelahnya dia kembali ke tempat tidur dimana Annora kini telah tertidur dengan nyenyak sehingga tubuhnya meringkuk.

Aric mendekat secara perlahan menarik selimut hingga sepundak Annora yang terbuka, dan setelahnya dia hanya diam terus memandangi wajah Annora yang sedikit sembab. Dia tadi tidak begitu memerhatikan wajah Annora, hingga kini dapat di lihatnya bahwa Annora sepertinya habis menangis.

"Aku ingin memilikimu dengan cara melukaimu lebih dulu Annora." guman Aric, lalu setelahnya dia merebahkan dirinya dan masuk kedalam selimut yang sama, menarik tubuh Annora, mendekapnya penuh kehangatan.

"Selamat tidur," ucapnya mencium kening Annora.

******

Annora kembali bekerja ke toko buku dan disana dia hanya termenung membuat teman temannya yang melihat jadi saling melirik seakan bertanya-tanya ada apa dengan Annora.

"Annora, apa kau baik baik saja?" tanya teman laki lakinya sembari meletakan buku di rak lemari buku.

"Ya, aku baik baik aja Ar." jawab Annora kepada teman laki-lakinya yang bernama Aran.

"Tapi wajahmu kusut sekali." tunjuk Aran kepada wajah Annora.

"Aku hanya kelelahan, kau tahu sendiri kan, dari sini aku harus bekerja di hotel." ucap Annora menghela napasnya dengan kasar.

"Ya, aku tahu Annora. Jangan terlalu lelah dan makanlah tepat waktu! Kau terlihat semakin kurus." ucap Aran membuat Annora mengangguk dan mengucapkan terimakasih.

Setelah itu Annora berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah buku untuk memastikan bahwa buku buku terlihat rapi.

Setelah seharian di toko buku, pada sore harinya Annora pulang dan seperti biasa dia akan langsung ke hotel untuk mengerjakan pekerjaan keduanya. Disana dia sudah bertemu dengan teman temannya dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Hingga pukul sepuluh malam Annora keluar dari gedung hotel .

Ketika dirinya hendak mencari taxi, mobil yang sangat di kendalanya tiba-tiba berhenti di depannya, dan tanpa menunggu perintah Annora masuk kedalam mobil itu mendudukkan dirinya di samping kursi kemudi. Setelah mengenakan sabuk pengaman Annora memandang keluar dan menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.

"Cape?" tanya Aric menoleh ke arah Annora yang sedari tadi terus terdiam. Bahkan, Annora sebenarnya mendiaminya sedari pagi.

"Tidak, hanya mengantuk." jawab Annora dan memejamkan matanya, membuat Aric kembali terdiam dan fokus mengemudikan mobilnya.

Sesampainya di apartemen mereka berdua masuk. Annora langsung menuju dapur dan mengeluarkan bahan bahan masakan dari dalam lemari es, sedangkan Aric mendudukkan dirinya di sofa dan sesekali memerhatikan pergerakan Annora hingga tak lama dia menghampiri Annora.

"Kau belum makan?" tanya Aric, membuat Annora menoleh ke arahnya.

"Belum." jawab Annora. Tangannya mencuci brokoli lalu setelah bersih memasukkan kedalam air yang sudah mendidih.

"Bukankah di hotel selalu menyediakan makanan untuk pelayan, kenapa kau tidak makan?" tanya Aric lagi.

Annora terdiam dan sedikit mengela napas. "Aku sengaja tidak makan, karena aku ingin makan masakanku sendiri." jawab Annora berbohong. Karena kebenarannya tadi dia tidak sempat makan karena terus melakukan perintah dari pelayan senior yang sangat tidak menyukainya.

"Kalau begitu masak sedikit banyak, karena aku juga belum makan." ucap Aric menyandarkan tubuhnya di kabinet dan memandangi wajah Annora yang kini fokus memasak setelah menganggukan kepalanya.

Saat memandangi wajah Annora Aric selalu teringat masalalu mereka berdua. Betapa bahagianya dulu mereka. Saling mencintai dan mempercayai hingga adanya kejadian itu semuanya benar-benar hanya menjadi kenangan. Namun, saat ini Aric ingin itu kembali terulang, tapi dengan dirinya membuat Annora merasakan sakit yang dirasakan dirinya telebih dahulu.

"Annora." panggil Aric. Dia lebih mendekat kepada Annora dan kini memeluk pinggang Annora dari arah belakang yang mana membuat Annora kaget.

"Aric aku sedang memasak." ucap Annora.

"Tidak apa apa, lanjutkan saja!" perintah Aric. Sedangkan dirinya kini masih memeluk Annora bahkan meletakkan dagunya di pundak Annora dan sesekali menciumnya.

"Apa kau tidak gerah di depan kompor menggunkan ini?" tanya Aric, dan dengan perlahan dia membuka cardigan yang di kenakan Annora, hingga kini Annora hanya mengenakan tanktop.

"Aric kalau begini aku malah kedinginan." ucap Annora merasa risih dengan penampilannya sekarang, apalagi Aric terus memeluknya bahkan kini Annora merasakan bibir Aric terus menciumi leher dan pundaknya yang terbuka, hingga membuat napasnya tak menentu.

"A-arichh, lepas!" ucap Annora mendorong kepala Aric dari lehernya.

"Lanjutkan saja memasaknya! Aku akan diam." ucap Aric dia menghentikan ciumannya namun tidak dengan pelukannya.

Sedangakan Annora kembali melanjutkan masaknya walaupun sedikit kerepotan karena Aric terus menempeli dirinya hingga maskan yang di buatnya selesai, dan kini mereka berdua sudah duduk di kursi meja makan dan memakan masakan yang telah di masak Annora.

Mata Aric sedari tadi tak bisa lepas dari Annora. Apalagi Annora hanya mengenakan tanktop hingga belahan dada Annora yang membusung terlihat, membuat dirinya merasakan hasrat kelelakiannya. Sedangkan Annora memakan makannya dengan diam tanpa melihat Aric hingga kini makanan itu habis, dan saat hendak berdiri ucapan Aric membuatnya tertegun.

"Kau tahu tugas seorang simpanan yang sebenarnya itu seperti apakan Annora. Mereka bisa memuaskan orang yang menyimpannya!" ucap Aric.

"Annora menoleh kepada Aric dan menatap mata pria yang masih sangat dicintainya.

"Apa kau mau melakukan itu dengan wanita bekas sepertiku?" tanya Annora. Namun, di dalam hatinya terdapat gumpalan rasa sakit yang sedang menusuk nusuk detak dadanya.

"Kau hanya simpanan kenapa aku tidak mau" jawab Aric. "Lagipula aku hanya butuh kenikmatan bukan cinta," ucapnya lagi. " Jadi berikan itu untuku," lanjutnya.

Annora mantap mata Aric yang juga sedang menatapnya. Dia ingin menangis, namun menahanya tidak ingin terlihat lemah. Karena memang benar dirinya sekarang hanya simpanan yang akan selalu dekat dengan Aric walaupun itu hanya semantara.

"Aku akan memberikan itu semua untukmu Aric. Aku akan menjadi pemuas napsumu. Tapi, nanti stelah aku siapa. Aku butuh persiapan dan stelah aku siap aku sendiri yang akan mendatangi dirimu dan memberikan tubuhku." ucap Annora.

Aric tertegun saat mendengar ucapan Annora, hingga kini matanya bergulir melihat kedua mata Annora yang terlihat berembun.

"Aku sangat menunggunya." ucap Aric.

"Terimakasih." ucap Annora dan setelah itu dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah dapur untuk mencuci piring dan peralatan masak. Sedangakan matanya sudah berair, menjatuhkan air matanya yang sudah tak bisa lagi di tahannya.

Bersambung......

1
Lies Atikah
jadi gak suka 22 nya gak jelas banget yang 1 nyakitin merendahkan atas nama cinta yang 1 lagi pasrah dengan kebodohan nya tau ah jadi menyebal kan
Lies Atikah
cinta boleh tapi bodoh jangan di pelihara jadi simpanan ih murah x mana harga dirimu jangan lah mendingan pergi
Lies Atikah
dalam hati Aric kecewa harus dapat bekas . dia menjaga nya tapi orang lain mengambil nya enak kali orang itu aku juga kecewa kasian si Aric buat kejadian sebenar nya tidak seperti itu thor au ah
🌸ALNA SELVIATA🌸: Hai kk cantik, mampir juga ya di novel "Wanita Bercadar dan CEO"
total 1 replies
Yoyoh Rokayah
lanjuy thor
🌸ALNA SELVIATA🌸: Hai kk cantik, mampir juga ya di novel "Wanita Bercadar dan CEO"
total 1 replies
bunda dad
Calista... sungguh2 kamu ya 🤮🤮
🐈 Kitty Lover 🐈
yg sekarang kak
lebih greget, lebih nyebelin aricnya 🤣
🐈 Kitty Lover 🐈
otewe baca ulang
Liyahv07: silahkan sayang
total 2 replies
bunda dad
si Aric kebiasan emosi aja trs, apa2 tu di omongin baik2 😤
𝐈𝐬𝐭𝐲
Annora pasti kuat, semangat Annora...
𝐈𝐬𝐭𝐲
cerita sekarang aric kejam thor...
Liyahv07: cuma sedikit😅
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
wah ceritanya berubah total ya thor dri sebelumnya
Liyahv07: biar yang baca ulang enggak ngerasa baca lagi🤣🤣
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
otw baca ulang thor
Liyahv07: oke di tunggu ya belum selesai semua baru 3 eps aku lagi usaha cepetin😁
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjut thor ceritanya bagus... semangat thor..
𝐈𝐬𝐭𝐲
aku lebih suka pov author saja.. 🤭
Liyahv07: Aku baru revisi ulang ya kak kalau mau lebih nyambung bacanya dari awal lagi🥲 tapi sabar soalnya aku benar-benar akan rombak semua part😆
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
thor ceritanya bagus bgt, tapi boleh kasih saran gak thor, mendingan pake pov author aja jgn pake pov annora atau pov eric jadi berasa ceritanya di ulang², sekali lagi maaf ya thor🙏
Liyahv07: Oke aku coba pertimbangkan ya mohon dukungannya, terimakasih udah memberi saran 🥰🥰
total 1 replies
bunda dad
kebusukan Calista kapan kebongkar 😤
bunda dad
ohh begitu awal muka nya hubungan mreka kandas
bunda dad
masih penasaran, masalah apa yang bikin mreka putus
Liyahv07: Gara gara annora ketauan Aric ngumpetin Cd😆
total 1 replies
bunda dad
aku datang, maree kita berpetualang 😁
bunda dad
sukses sll thor
Liyahv07: Aminnn makasih bun🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!