Indonesia
NovelToon NovelToon
Merayu Gadisku

Merayu Gadisku

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:191.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naira_W

Sean tak pernah menyangka kalau ia akan jatuh pada pesona wanita yang dianggap remeh. Alisa Rianda wanita yang selalu dihindarinya pada saat acara-acara yang dihadirinya. Wanita yang dianggapnya mudah jatuh pada pria kaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Praja Randika??

Malam ini kami semua berkumpul di depan rumah mbak Las, tadi sore ada warga yang memberikan sekarung jagung untuk mas Adi. Rupanya ini hal biasa di rumah mbak Las. Mas Adi menjabat menjadi lurah empat tahun yang lalu. Menggantikan Lurah yang lama karena meninggal dunia.

Saat mas Adi menjadi lurah, warga merasakan banyak kemajuan. Baik segi fasilitas maupun infrastruktur. Bahkan saat ini sudah ada fasilitas kesehatan dengan fasilitas dan tenaga medis yang lumayan lengkap.

Mas Adi sendiri merupakan lulusan universitas ternama di ibu kota. Karena dia menikah dan bekerja di sana maka mas Adi jarang pulang. Setelah istri pertama nya meninggal, dia memantapkan diri kembali dan mengurus orang tuanya yang sudah sepuh.

Dengan bantuan dari teman-temannya di kota Mas Adi banyak mendapat bantuan untuk mengembangkan desa baik dari pihak pemerintah maupun swasta.

Beda sama Lurah yang dulu, cuma memikirkan dirinya sendiri dan sombong.

Ingat hal itu Alisa menjadi geram, saat Alisa meminta bantuannya untuk menyelidiki kasus kecelakaan kak Praja. Dia menolak dan malah menuduh kak Praja lah yang membunuh anaknya. Karena kak Praja meninggal di mobil bersama bang Raka. Dan memang saat itu kak Praja yang mengendarai mobilnya.

Bahkan saat Alisa meminta tolong membawa ibu ke rumah sakit di kota karena sakitnya semakin parah, dia hanya berkata itulah karma karena anak ibu mengambil nyawa anaknya.

Hello..... Ibu dan aku juga kehilangan kakak. Orang yang kami sayangi dan selalu menjadi kebanggaan keluarga

Aroma jagung yang dibakar di indra penciumanku. Kulihat Mas Adi, Sean dan sopir Sean sibuk membakar dan membumbui jagung dengan saos dan kecap.

Alika bermain di tenda-tenda an yang ku beli, dan minta dipasang di halaman rumah tak jauh dari kami. Saat Dira membawa oleh-oleh aku pun tersentil membelikan oleh-oleh untuk mbak Las dan anaknya. Aku membelikan mbak Las tiga buah daster. Bukan barang mahal, bahkan ku yakini suaminya mampu membelikan yang lebih bagus dari ini.

Namun ada kesenangan tersendiri, membelikan sesuatu untuk orang yang kita sayangi dari hasil kerja keras kita.

"Li, besok jadi kan kamu ke makam ibu sama kakakmu?" tanya mbak Las matanya sambil mengawasi Alika. Memang anak satu itu tidak pandai diam, selalu membuat ulah yang bikin orang geleng kepala.

Mbak Las memberi nama Alika karena dia selalu rindu padaku, dan saat tau kalau mengandung anak perempuan, mbak Las meminta pada suaminya untuk memberi nama Alika.

" Jadilah mbak. Li udah siap kok, sekarang Li udah ikhlas mbak dan melupakan luka masa lalu. Li juga mau bahagia menatap masa depan Li." kataku sambil memandangi Sean yang mengipasi bara api. Sean seperti tau dipandangi olehku menatapku tak berkedip sambil tersenyum lembut membuat aku meleleh.

Mas Adi yang melihat hal itu langsung menepuk bahunya. Dan berkata sesuatu padanya dan diangguki oleh Sean.

"Kamu cinta sama Sean, Li? Mbak lihat di sayang banget sama kamu. Sampai rela menemani kamu pulang. Apa karena dia juga kamu mau pulang??"

"Bisa dibilang begitu mbak. Kisah kami hampir sama kehilangan keluarga dengan tragis, dalam waktu berdekatan. Dia belajar menutup lukanya dan bangkit mbak."

"Orang tua Sean sudah gak ada?"

Alisa mengangguk, "Orang tua dan kakak kembarnya. Bahkan kakaknya meninggal karena bunuh diri. Depresi"

"Ya Allah... Kalian kok bisa sama gitu. Mungkin ini takdir Li, Sean dan kamu ditakdirkan bersama-sama menyembuhkan luka kalian"

Aku diam dan berpikir mungkin benar yang dikatakan mbak Las, kami ditakdirkan untuk saling mengisi kekosongan di hati kami karena ditinggal orang yang kami sayangi.

"Sayang, ini jagungnya. Masih panas.. hati-hati" kata Sean membawa jagung bakar untuk Alisa

"Jadi Li aja yang dibawain. Mbak gak gitu?" kata mbak Las pura-pura merajuk

"Punya mbak dibawakan mas Adi tuh, tadi katanya biar dia yang bawa sendiri buat istri tercintanya." kata Sean sambil menunjuk dengan bibirnya, mas Adi yang membawa jagung bakar untuk mbak Las dan Alika.

"Nih dek, mas udah kipasin jadi gak terlalu panas" kata mas Adi menyerahkan jagung pada mbak las

"Diihhh... So sweet banget mas Adi sama mbak Las." kataku

"Mas mu ini juga manis loh sayang. Nih mas tiup-tiupin jagungnya biar gak panas lagi" kata Sean tak mau kalah membuat semua orang tertawa.

Aku merindukan suasana seperti ini. Kehangatan ini, aku merindukan kebahagiaan ini.

***

Pagi ini kami semua mengunjungi makam ibu dan kakak. Aku sudah hampir menangis saat di perjalanan. Mas Adi dan mbak Las berjalan di depan kami saat melewati jalan setapak menuju makam.

Dadaku berdetak semakin kencang, tanganku dari tadi digenggam Sean sampai tak sadar kalau aku meremas tangan Sean.

Dan saat kami berhenti, di depan sebuah makam yang terawat dan bersih. Makam ibu, aku menangis dan bersimpuh di makam ibu. Meminta ampun karena egois tak pernah mengunjunginya.

"Bu, maafin Li ya. Aku memang bandel ya Bu, gak datang-datang ngunjungin ibu. BuLi minta maaf... Li kangen Bu."

Aku menangis tersedu-sedu, mbak Las memeluk tubuhku dari samping menenangkannya.

"Bu... Li sekarang udah mandiri Bu, gak manja lagi. Li udah bisa punya rumah Bu, kayak yang dulu ibu bilang. Kalau Li punya rumah nanti ajak ibu ke rumah Li.Tapi gimana Li ajak ibu sekarang."

"Sayang, tenang ya..." kata pelan dia mengelus kepala ku.

"Bu, Li mau ngenalin seseorang Bu. Sean, dia yang bujukkin Li pulang ke sini Bu. Mau kenalan sama calon mertua katanya Bu. Restui Li Bu supaya Li bisa bahagia Bu. Li udah ikhlas ibu lebih nemenin kakak."

Setelah membaca doa, kami pun berjalan menuju makam yang terletak beberapa petak dari tempat ibu. Makam kakak dan ibu memang tidak bersebelahan. Hanya dipisahkan dua makam.

Dan disini lah kami, makam kakak kesayanganku, lelaki kebanggaan keluarga kami.

"Praja Randika???" kata itu keluar dari mulut Sean. Tatapan bingungnya membuat kami bertanya apakah Sean mengenal kak Praja.

1
Fitri Yah
rugi g baca
Syaefulhidayat Jomblo selalu
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/keren banget novelnya
Leonel Messi
Buruk
Fitri Yah: kok bisa kamu bilang novel ini buruk padahal dari sekian banyak novel ini salah satu cerita paling luar biasa loh
total 1 replies
Sri Muryati
Luar biasa
Ita Mariyanti
kuereen bgt critanya Thor 👍👍👍👍 ternyata d karya BLP mu Sean pny 6 anak looo yuk smngt lnjut yaaa 🥰🥰😍😍❤️❤️😘😘😘🤗🤗🤗
Ita Mariyanti
Thor blm end kan ini.....pls lnjut smpk lairan jg Senja gadis 🙏🙏🙏
Ita Mariyanti
welcome to the world bebi Senja 🤗🤗🤗
Ita Mariyanti
Be Jonathan 🤮🤮
Ita Mariyanti
g semudah itu Ferguso
Ita Mariyanti
buagus bgt critanya Thor bnrn ❤️❤️❤️👍👍
Ita Mariyanti
bpk mu Li mw mnta maaf
Ita Mariyanti
🤦🤦🤦 Sean.... Sean....
Ita Mariyanti
🥺🥺🥺🥺🥺pak Yudha
Ita Mariyanti
Aldoooo....👍👍👍
Ita Mariyanti
🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂 ibu negara d garai.....kluar lah taring nya
Ita Mariyanti
🤣🤣🤣😂😂😂 Rendi cr mati 😁😁
Ita Mariyanti
Dira yo Ren.....
Ita Mariyanti
obsesi bkn cinta kui
Ita Mariyanti
mg g kehilangan Sean junior 🤲🤲
Ita Mariyanti
bnr2 kyk Devi ll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!