Indonesia
NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Keesokan harinya di Sukomakmur, sinar matahari pagi mulai hangat menyinari ruko laundry. Aruni dan Larasati sedang sibuk menata pakaian pelanggan yang sudah rapi terlipat. Suasana di dalam ruko yang biasanya tenang mendadak pecah saat dua bocah kembar berlari masuk sambil membawa dua buah kotak bekal.

"Bunda! Lihat deh, Kakek kirim makanan enak banyak banget lewat Pak Sopir!" seru Zayyan gembira sambil menaruh kotak bekal di atas meja kasir.

"Iya Bun, katanya Kakek kangen sama kita, terus Ayah juga tadi sempat video call sebelum berangkat kerja!" tambah Rayyan dengan mata berbinar-binar.

Aruni menyunggingkan senyum tipis seraya mengusap rambut kedua putranya. "Kalian sudah bilang terima kasih ke Kakek sama Ayah?"

"Sudah dong, Bun!" jawab si kembar kompak.

Larasati yang memperhatikan dari balik meja kasir hanya bisa tersenyum menggoda. "Cieee... Yang sekarang tiap pagi sudah ada yang perhatian. Nanti lama-lama rukonya dipenuhi bunga sama Tuan... eh, Om Edgar!"

"Laras! Jangan mulai deh," potong Aruni dengan pipi yang mendadak merona merah, berpura-pura sibuk merapikan tumpukan baju untuk menutupi rasa salah tingkahnya.

*

*

Sementara di Jakarta, suasana justru berbanding terbalik. Di dalam ruangan kerjanya David yang megah, pria paruh baya itu sedang mendengarkan laporan dari seorang pria berjaket kulit hitam yang berdiri membungkuk di depan mejanya.

"Bagaimana? Kau sudah menemukan informasi soal peninggalan aset pribadi milik Fernando?" tanya David dingin seraya menyesap cerutunya.

"Sudah, Tuan David. Namun ada satu hal mencurigakan yang kami temukan," ujar anak buahnya dengan suara pelan. "Beberapa hari lalu, Tuan Edgar dan Tuan Besar Fernando sempat melakukan perjalanan rahasia ke daerah Jawa Tengah... tepatnya ke desa Sukomakmur."

David menghentikan hisapan cerutunya. Matanya menyipit penuh kecurigaan. "Sukomakmur? Untuk apa dua orang berkuasa itu pergi ke pelosok desa seperti itu tanpa membawa pengawalan besar-besaran?"

"Kami masih menyelidikinya, Tuan. Tapi ada kabar burung bahwa Tuan Edgar menyembunyikan seseorang di sana."

Plak!

David memukul meja mahoni nya keras-keras hingga cangkir kopi di atasnya berguncang. "Cari tahu sampai tuntas! Jangan sampai ada satu detail pun yang lolos! Kalau sampai Edgar menyembunyikan rahasia besar di sana, kita harus menguncinya sebelum dia sempat melangkah lebih jauh!"

"Baik, Tuan David! Segera kami laksanakan!" anak buahnya membungkuk hormat lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan.

David bersandar di kursi kulitnya, menyunggingkan senyum licik yang penuh dengan intrik jahat. "Apapun yang kau sembunyikan, Edgar... Aku akan menemukannya dan menghancurkannya sebelum kau sempat menikmatinya!"

*

*

Kini Rama telah kembali ke Jakarta untuk menangani beberapa kasus besar di markas kepolisian. Namun, fokus utamanya tak pernah benar-benar lepas dari desa Sukomakmur. Secara diam-diam, Rama telah menugaskan tim khususnya untuk memasang kamera CCTV tersembunyi di beberapa titik sekitar ruko dan rumah Bik Sumi guna memastikan keselamatan Aruni serta si kembar.

Saat jam makan siang tiba, pintu ruang kerjanya Rama terdorong. Sosok Rena, adik kandungnya, muncul membawa tas kantong berisi kotak bekal.

"Tumben sekali kau membawakan makanan untukku, Rena?" tanya Rama heran seraya merapikan berkas di mejanya.

"Yaelah, Kak... Diperhatikan salah, tidak diperhatikan juga salah. Aku kan cuma kasihan melihat Kakak agak kurusan. Capek ya Kak, kerja begini terus? Makanya Kakak secepatnya cari istri, biar ada yang mengurus!" cerocos Rena santai sambil menata makanan di meja.

Mendengar adiknya mulai mengungkit topik sensitif itu, Rama menghela napas kasar. "Sudahlah, tidak usah membahas soal istri lagi."

"Ish... Kenapa sih Kak, kalau membahas itu selalu saja menghindar? Apa Kakak patah hati gara-gara Tuan Edgar dekat dengan Aruni? Tapi kan mereka belum tentu saling suka?" cercah Rena lagi.

"Kata siapa tidak saling suka?" potong Rama dingin, menatap lurus adiknya. "Dari sorot matanya Aruni... ada cinta untuk pria itu. Ayah kandung dari Rayyan dan Zayyan."

Kini giliran Rena yang menghela napas prihatin melihat sang kakak. "Kalau tidak jadi sama Aruni, kan masih ada Larasati, Kak. Dia juga tidak kalah cantik dan baik loh. Wajahnya manis khas wajah pribumi, kulitnya eksotis sawo matang!"

Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal, semakin frustrasi. "Sudah... Sudah! Jangan kau bahas masalah ini lagi. Kau malah membuatku semakin pusing saja!" ujar Rama seraya meraih sendok dan membuka kotak bekal tersebut.

Tok! Tok! Tok!

Pintu ruang kerja Rama diketuk dari luar. Ketika IPDA Raka, anak buah Rama, membukakan pintu, sosok Edgar Ganendra bersama Harry melangkah masuk dengan wibawa yang kuat.

Sontak Rama tersentak. Rena bahkan sampai tersedak ludahnya sendiri saat mengenali sosok CEO Ganendra Group tersebut.

"T...Tuan Edgar...!" bisik Rena gagap dengan mata membelalak.

Rama bangkit berdiri, menatap dingin ke arah Edgar dengan guratan ketidaksukaan yang tak bisa disembunyikan.

"Permisi, Pak Komisaris. Ada Tuan Edgar Ganendra ingin bertemu dengan Anda, Pak. Katanya ada hal yang sangat penting," lapor IPDA Raka.

Rama mengangguk formal. "Silakan masuk, Tuan Edgar."

Rena yang merasa canggung setengah mati buru-buru berpindah duduk ke sofa pojok ruangan, merapatkan tubuhnya seraya menunduk.

‘Alamak... Kenapa ada Tuan Edgar di sini? Ada perlu apa dia sama Kak Rama?’ batin Rena cemas, merasakan aura ketegangan yang mendadak memenuhi ruangan kerja sang kakak.

Edgar melangkah mantap mendekati meja kerjanya Rama. Tatapan kedua pria perkasa itu saling beradu, yang satu dipenuhi tekad dingin seorang penguasa bisnis, sementara yang lain diselimuti kewaspadaan tegas seorang perwira polisi.

"Silakan duduk, Tuan Edgar," ujar Rama formal seraya mengisyaratkan kursi di hadapannya.

Edgar duduk dengan tegap, sementara Harry berdiri siaga di sampingnya. Tanpa membuang waktu untuk basa-basi, Edgar langsung menyampaikan inti kedatangannya.

"Saya datang ke sini secara khusus untuk meminta kepolisian membuka kembali kasus dugaan pembunuhan berencana dan penculikan yang melibatkan Paman saya, David Ganendra," tegas Edgar dengan nada dingin dan penuh penekanan. "Saya ingin pria bermuka dua itu membusuk di dalam penjara atas semua kejahatannya terhadap keluarga saya... terutama terhadap Aruni.

Mendengar nama Aruni disebut dari mulut Edgar, rahangnya Rama semakin mengeras. Sebenarnya, Rama juga sangat berhasrat untuk menyeret David ke meja hijau demi membalaskan penderitaan Aruni selama tujuh tahun terakhir. Namun, tugasnya sebagai aparat menuntutnya untuk tetap rasional.

Rama menyandarkan punggungnya, lalu menghela napas berat seraya mengaitkan jemarinya di atas meja.

"Tuan Edgar, saya paham betul kemarahan Anda. Tapi hukum tidak bisa berjalan hanya berdasarkan emosi atau asumsi," jawab Rama tenang namun tajam. "Kami dari pihak kepolisian sudah berkali-kali mencoba membedah kembali berkas kasus tersebut. Masalah utamanya adalah bukti yang kita miliki saat ini masih sangat lemah untuk menjerat seorang David Ganendra."

Edgar mengernyitkan alisnya rapat-rapat. "Bukti lemah? Aruni sendiri adalah saksi kunci! Dia diculik bersama dengan Bik Sumi!"

"Pernyataan saksi tanpa adanya bukti fisik atau dokumen pendukung yang otentik akan sangat mudah dipatahkan di pengadilan, Tuan Edgar," potong Rama lugas. "Anda harus ingat, Paman Anda bukan orang sembarangan. David memiliki jaringan dekingan dari orang-orang ber pengaruh tinggi di dunia hukum dan institusi negara. Jika kita melangkah tanpa bukti yang benar-benar solid, dia akan dengan sangat mudah meloloskan diri, bahkan menyerang balik Anda dan membahayakan keselamatan Aruni."

Edgar mengepalkan tangannya di atas paha hingga buku-buku jarinya memutih. Ucapan Rama yang penuh perhitungan menghantam kesadarannya, membuat amarah yang membakar dadanya perlahan berbenturan dengan realita hukum yang rumit.

Bersambung...

1
Sri Rahayu
nyesel pak Marwan....anak kandung mu kamu usir demi iblis.Mona dan Dona...lanjut Thorr 😘😘😘
Lisa
Puji Tuhan Aldo cs udh ditangkap..salut banget sama Aruni yg mau memaafkan papa kandungnya .
fatmawati (pipit)
aruni hati kamu seluas samudra walau sakit tapi tetap memaafkan kesalahan nya 😍😍😍😍
untuk aldo, dona, nova dan david beri hukuman siksa dan mati🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Aldo dan duo pelacur murahan itu sudah tertangkap dan siap-siap jadi gembel 🤣🤣😂😂

puji Tuhan, hubungan Aruni dan papa kandungnya sudah membaik
Ilfa Yarni
ya iyalah aruni gitu lho
Nar Sih
mantapp👍😂😂 kejutan yg luarbiasa untuk mu aldo ,
Nar Sih
berkat si kmbr yg jenius juga kerja sama antara edgar dan rama pasti aldo juga dona pasti end
fatmawati (pipit)
aldo bentar lagi kebusukan kamu dengan ayah kamu serta dona dan nova akan trending dan disaat yang sama papa kandung aruni akan shock melihat kelakuan dari istri kedua nova dan dona
Lucy
lanjut Thor, nanggung 😃😃😃
Lucy
hahaha niat menjatuhkan Edgar dan Aruni,eh balik Aldo yg diserang ,Nova ditangakap polisi tinggal Dona 😂😂
Teh Euis Tea
rasain km Aldo niat hati mau merebut kekuasaan Edgar malah kena jebakkan sendiri, kasian ibumu Aldo tambah hancur hatinya liat suami sm anaknya di penjara karna gila harta
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 😊
total 1 replies
Lisa
👍👍 Good job twins..Aldo ga bisa berkutik lg tuh 😊😊
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
mampoos kau also many enkmalah kejahatan kalian yg terbongkar ini mah kerja an sikembar
Ariany Sudjana
hahaha niat hati ingin menyingkirkan Edgar supaya bisa jadi konglomerat, ujungnya kamu yang ditangkap 🤣🤣😂😂 itulah hukum tabur tuai Aldo, tugas kamu sekarang ya menjalani hukuman dalam penjara, dengan pelacur murahan kesayangan kamu itu 🤣🤣😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
bahaya ni aldo dendam nya sm si kembar..rama si gitu aja ngomong..hadehhhh
Ilfa Yarni
duh twins kalian jenius banger sih Kalah ayah edgar sama paman Rama Oleh kalian pekerjaan Rama jadi mudah krn dibantu kalian yg super hebat
Lucy
Aldo jgn merasa menang dulu🤣ntar kau yg akn hancur🤣🤣🤣sama seperti ayahmu🤣
Sri Rahayu
Aldo pikir dia akan menang dari Edgar.dan bisa menjadi CEO di Ganendra Group...ngimpi kamu Aldo...kejahatan mu uda terbongkar oleh Rayyan dan Zayyan 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Ariany Sudjana
kerjasama yang bagus antara Edgar, Rama dan duo detektif jenius ini. Aldo jangan bermimpi kamu sudah menang, tapi kamu akan menggali kuburan kamu sendiri, dengan duo pelacur murahan itu 🤣🤣😂😂
fatmawati (pipit)
aldo siap siap ya habis ini dapat kejutan lhooo yg sangat indah dari kedua bocah kembar ganendra🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!