Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Wanita iblis
Xuan keluar dari penjara itu dengan kemarahan meledak-ledak, seumur hidupnya ini yang kedua kalinya dia marah mencapai batasnya.
Aura spritual tingkat legenda tahap akhir meledak dari tubuhnya. Perlahan-lahan lembah siluman bergetar. Goncangan itu kemudian meluas hingga ribuan meter, bahkan sangat dahsyat membuat gubuk-gubuk disana beterbangan dan berubah menjadi debu.
Penghuni gubuk-gubuk itu perlahan-lahan kesakitan hingga teriakan-teriakan terjadi. Ledakan beruntun terus terjadi. Kultivator tingkat master kebawah terlihat mati mengenaskan. Tubuh tingkat prajurit bahkan sudah berubah seperti bubur.
"Hentikan!"
Seorang wanita muda tiba-tiba muncul entah dari mana, bersama ratusan kultivator melihat apa yang terjadi.
"Kultivator bertopeng emas. Untuk apa anda mengunjungi wilayahku?"
Wanita muda itu membuka suara untuk mempertanyakan perihal apa yang penting sehingga membuat keributan di wilayahnya.
"Nenek tua, Manusia memang di ciptakan untuk membuat masalah, Namun yang kau ciptakan ini sudah di luar batas manusia normal. Bahkan iblis sepertiku pun harus datang berkunjung."
"Hahaha! Itu tandanya kita tidak jauh berbeda, Anak muda. Perbedaanya hanya satu persen saja. Jika masalah yang aku ciptakan mencapai lima puluh satu persen, maka masalah yang kamu ciptakan mencapai empat puluh sembilan persen."
"Masalah yang aku ciptakan hanya untuk mengurangi masalahmu, bahkan aku tidak pernah menciptakan masalah. Belum cukupkah peringatan yang aku berikan. Kematian yang cepat adalah kompensasi yang paling tinggi yang aku tawarkan."
"Bunuh pengacau ini." teriak wanita itu.
Ratusan kultivator tingkat raja dan tingkat kaisar langsung menyerang.
Namun baru beberapa langkah meraka meninggalkan tempatnya berdiri, siulan elang merah sebesar elang biasa kembali menggetarkan wilayah itu.
Elang merah berputar-putar di udara lalu turun dan hinggap ditanah.
"Masih muda, tapi sudah banyak menciptakan masalah, eh, tidak. Kamu adalah nenek-nenek dan umurmu sudah dua ratus lima puluh tahun lebih. Apakah aku boleh ikut berpesta, Nek? Sudah lama sekali aku tidak minum arak merah dari sumbernya, biasanya arak-arak merah paling nikmat di kumpulkan dari jantung-jantung manusia yang berhati jahat?"
Suara parau elang merah membuat bawahan wanita itu ketakutan, sejauh ini mereka belum pernah melihat burung kecil bisa berbicara. Namun kali ini berbeda. Hanya seekor burung dengan tatapan yang menggemaskan.
"Kurang ajar,"
Wanita itu sedikit gentar ketika elang merah datang. Dia tidak bisa melihat kekuatan burung itu, Namun dari aura spritual yang di tunjukkan burung itu, dia yakin burung itu bukanlah burung biasa.
"Bunuh mereka semua, jika ada yang kabur aku akan memakannya hidup-hidup, tempat ini sangat cocok untuk pemukiman, aku melihat sesuatu yang berharga di lembah ini, aku jalan-jalan dulu." Perintah elang merah dan pergi dari tempat itu begitu saja.
"Dasar burung sialan. Apakah kamu pikir kami segampang itu untuk di bunuh?" Pekik wanita itu.
Dia ingin sekali membuat burung itu menjadi burung panggang atau burung goreng pedas.
Jangan lupa es teh manisnya.
"Jangan berkunjung kepenjara wanita, biarkan aku yang mengurus mereka." Ucap Xuan geram.
Dia sudah beberapa kali melihat elang itu berubah menjadi burung cantik dipinggir sungai jika ada wanita yang mandi.
"Dari mana kamu tau ada penjara wanita disni?" tanya wanita itu penuh selidik.
"Aku sudah mengunjungi meraka, hal itu juga yang membuatku ingin menangkap mu hidup-hidup lalu memenjarakan mu dengan keadaan telanjang bulat." jawab Xuan sambil menyeringai.
"Anak muda, aku peringatkan kamu, tidak mudah untuk membunuhku. Dua ratus lima puluh tahun aku hidup, itu tandanya belum ada yang mampu membunuhku sejauh ini." Wajah wanita itu berubah menjadi menakutkan.
"Benarkah," Kata Xuan penuh selidik.
"Itu adalah kebenaran. Apakah kamu takut sekarang? Sudah terlambat." Sambil mengeluarkan sebuah senjata berbentuk cambuk.
"Maksudku, benarkah kamu sudah hidup dua ratus lima puluh tahun? Kamu sudah terlalu lama hidup, bahkan Dewa sudah jengah melihatmu. Dewa tidak bisa berbuat sesuka hati mereka. Dewa ingin membunuhmu secara langsung, namun itu melanggar aturan langit. Maka dari itu Dewa mengirim seorang iblis untuk membunuhmu. Seorang kultivator iblis bertopeng emas." Ucap Xuan sambil menarik pedangnya.
MURKA IBLIS
Xuan melangkah satu langkah lalu menghilang.
Tiba-tiba insting wanita itu mengatakan bahaya, dia reflek bergerak dan menggeser sedikit kepalanya kearah kanan, Namun lehernya tetap terkena serangan dan hampir putus.
Jurus murka iblis adalah jurus berpindah pindah tempat dan menyerang lawan secepat kilat.
'Hanya tingkat Kaisar, bukan hal sulit untuk membunuhnya. Namun kartu As wanita itu pastinya banyak di lengan bajunya.' Xuan memperhatikan wanita itu.
"Lumayan. Walau dua tingkat di atasku, aku tidak pernah takut. Sudah ratusan orang menjadi korban di ujung cambuk ku walau lebih kuat dariku." Setelah selesai berbicara leher wanita itu kembali sembuh seperti semula.
"Itu hanya salam perkenalan, Nek." jawab Xuan.
Dia melihat wanita itu sangat marah ketika berulang kali di panggil nenek. dia juga memperhatikan leher wanita itu. Sepertinya dia menyadari sesuatu.
CAMBUK NERAKA
Wanita itu tidak menunggu Xuan menyerang lebih dulu. Dia mengendalikan cambuknya seperti kilat yang menyambar-nyambar mengeluarkan api biru. dari ujung cambuk keluar asap ungu dan terus meliuk-liuk kemanapun Xuan melompat.
Xuan terus melompat-lompat menghindari serangan wanita itu. Namun dia tidak menghindari asap ungu yang keluar dari ujung cambuk tersebut.
Wanita itu terus mengejar Xuan dan mengendalikan cambuknya. Siring-siring lebar di tanah tercipta kemanapun wanita itu mengejar Xuan. Asap tebal dan cahaya cahaya terang dari dentingan pedang dengan cambuk terus menghiasi langit malam.
Wanita itu mengubah serangannya, ternyata cambuk itu bisa memanjang dan mengeras seperti tombak, cambuk itu tiba-tiba seperti peluru secepat kilat meleset kearah Xuan.
Reflek tubuhnya berputar di udara ketika merasakan bahaya. Xuan melakukan serangan balasan secara mendadak dan melemparkan pisau kecil dan menggores wajah wanita itu.
Saat wanita itu mengusap wajahnya dan berhenti mengejar. Xuan malah berpindah tempat, lalu terbang ke udara kemudian menukik tajam. Dia turun dari udara dengan tangan yang terkepal, menciptakan gemuruh dan asap tebal hitam lalu tinjunya menghantam tanah. Ledakan energi dari tinjunya membuat ratusan bawahan wanita itu mati mengenaskan. Ada yang mati terbunuh dan sebagian terluka parah.
"Menyerang secara tiba-tiba adalah perbuatan kotor."
Melihat kejadian itu, hati kecil wanita itu mengatakan bahaya telah mengancam, Namun dia sudah malang melintang di dunia kultivator, hal semacam itu tidak membuatnya gentar.
Membunuh bawahannya di depan matanya sendiri membuat dia marah sejadi-jadinya. Bagi sebagian kultivator hal itu adalah sebuah penghinaan, namun sebagian, hal semacam itu layak karena mereka lemah.
"Apakah kamu berharap asap sampah ini bisa membunuhku?"
Xuan menarik pedangnya saat wanita itu memainkan cambuknya. Kali ini, Xuan tidak menghindari serangan yang datang kepadanya. Dia terbang seperti peluru kearah cambuk itu sambil menebaskan pedangnya. Dia menebaskan pedangnya menyilang dan terus terbang kearah wanita itu.
Wanita itu melompat kebelakang lalu terbang seperti peluru, dia terbang mundur untuk menghindari serangan, Siring lebar tercipta di tanah, asap tebal mengepul, kali ini tidak ada dentingan logam.
Xuan menambah kecepatan serangannya, hingga cambuk wanita itu terpotong potong. Xuan tiba di depan wanita itu, dia jungkir balik di udara dan memberikan serangan tendangan kerah wanita itu.
" Apa? Cambuk kesayanganku." Pekik wanita itu dia begitu marah saat senjata cambuknya hancur menjadi potongan potongan kecil. Karena kurang fokus wanita itu malah mendapat serangan tidak terduga.
Wanita itu terlempar karena terkena tendangan dan memuntahkan darah dari mulutnya. Saat Xuan menarik pedangnya dan ingin menyerang wanita itu lagi, puluhan jarum beracun dengan kecepatan tinggi datang kearahnya. Dia berputar di udara beberapa kali putaran untuk menghindari jarum beracun itu. Jarum-jarum beracun itu menancap di Batang pohon.
Saat wanita itu akan mengendalikan jarum beracunnya. Xuan mendadak menghilang dan tiba-tiba muncul di depan wanita itu dan memberikan pukulan kearah perut membuat wanita itu kembali terlempar dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Xuan langsung mengambil satu jarum seukuran jari tangan dan panjang sekitar lima puluh centimeter dan puluhan jarum beracun kecil lalu ia memasukkan nya kedalam cincin penyimpanannya.
"Ini adalah senjata pusaka, jarum beracun tingkat dewa. tidak mungkin!"
Xuan menatap kelangit dengan mata bersinar dan dia melihat ada dua orang di atas awan hitam. Dia menyeringai membuat kedua orang itu gelapan dan langsung kabur. Walaupun malam hari tapi tidak mengurangi penglihatannya.
Xuan kembali fokus pada wanita itu. Dia tertawa senang ketika mendapatkan senjata pusaka jarum beracun tingkat dewa. Dia ingin memberikan senjata itu kepada ibunya.
"Apa? pusaka kesayanganku? " pekik wanita itu lagi. Suara jeleknya melengking di udara. Dia sangat marah ketika jarum beracunnya dicuri oleh Xuan saat mereka bertempur, hal itu melukai harga dirinya.
Namun belum selesai wanita itu marah, dia terlempar dari posisinya, dan terbang sekitar dua puluh meter. Apakah sudah mati? Tentu tidak. Tidak segampang itu untuk membunuhnya.
Namun saat keluar dari semak-semak tempatnya terlempar, kepala wanita itu sudah memiliki tanduk. Dia membawa sebuah pedang hitam yang sangat menakutkan dan mengeluarkan aura kematian yang begitu pekat. Matanya juga sudah berubah menjadi warna merah kehitaman.
"Manusia, tunjukkan kekuatanmu di hadapanku," tiba-tiba wanita itu sudah berpindah tempat ke udara.
Kekuatannya juga meningkat pesat. Bahkan sudah setara dengan Xuan.
Mereka sekarang bertempur di udara.
Wanita iblis itu hanya menebaskan pedangnya. Energi tengkorak sebesar bola kaki keluar dari ujung pedang hitam di tangannya.
Sepertinya wanita itu sudah tau bahwa dia dipermainkan oleh Xuan.
"Iblis yang bersemayam di Padang itu merasuki wanita itu."
Xuan menciptakan perisai dari elemen kegelapan. Dia tidak berminat menangkis serangan wanita iblis itu. Namun dia akan menyambut serangan wanita itu dengan tinjunya.
BOOM
Serangan wanita itu membuat Xuan terlempar sekitar sepuluh meter. Wanita itu juga terlempar sekitar tiga puluh meter, dia meluncur seperti peluru kedalam hutan dan menghancurkan pohon pohon di sekitarnya.
"Aku tidak menyangka, wanita iblis ini mengeluarkan kekuatannya sekitar tujuh puluh persen. Sepertinya dia memiliki waktu yang terbatas."
Wanita itu datang dari kedalaman hutan dengan kecepatan tinggi dengan pedang terhunus. Dentingan logam memercikkan bunga api di udara langsung terlihat, pertarungan tingkat tinggi telah berlangsung, ratusan jurus telah dikeluarkan.
Cahaya-cahaya menyilaukan mata menghiasi langit malam. Cahaya merah dan cahaya biru putih terlihat terus bertabrakan menciptakan pemandangan indah. Suara ledakan keras terus terjadi kemana pun mereka bertempur. Hutan siluman beberapa hektar telah gundul akibat serangan nyasar mereka berdua.
Pertarungan terus terjadi. Xuan meladeni wanita iblis itu dengan santai, pertarungan semakin lama semakin intens.
Xuan mulai serius menghadapi wanita iblis itu. Dia sangat puas karena menemukan lawan yang sepadan, Namun saat dia ingin serius, wanita iblis itu malah mengeluarkan jurus pamungkasnya.
KEMARAHAN IBLIS NERAKA
"Bersiap lah anak muda."
Sebuah energi hitam berbentuk tengkorak sebesar tong air keluar dari ujung pedang dan meleset kearah Xuan.
"Ais, kenapa harus secepat ini berakhir? Sepertinya aku harus pergi kekaisaran tengah untuk mencari penguntit itu."
Xuan menggerutu namun juga menyambut serangan wanita iblis itu.
ASURA MEMBELAH LANGIT
Xuan menyimpan pedangnya dan menggerakkan tangannya, tengkorak hitam berasap memiliki tanduk sebesar bola kaki keluar dari kehampaan dan meluncur menghadang serangan wanita itu.
BOOM
Kedua energi tengkorak itu bertabrakan di udara, ledakan keras terjadi. Tengkorak sebesar tong air meledak menciptakan kembang api, Asap tebal seperti ledakan gunung berapi membumbung di udara.
Namun Tengkorak hitam bertanduk milik Xuan terus meluncur dan menghantam dada wanita iblis itu. Tubuh wanita iblis itu hancur menjadi serpihan-serpihan kecil.
"Ais.. Aku sudah mengurangi kekuatanku, namun jika menggunakan elemen kegelapan ternyata jauh lebih dahsyat dari pada menggunakan energi melalui pedang."