Indonesia
NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Di sebuah ruangan VIP Kedai Teh Teratai Mas, aroma seduhan daun teh kualitas tinggi menguar memenuhi udara. Seorang pemuda berwajah tampan dengan pakaian sutra mahal duduk menyilangkan kakinya dengan angkuh.

Pemuda itu adalah Zhao Wei, tuan muda dari keluarga bangsawan Zhao yang menguasai sebagian besar bisnis tambang di Kota Awan Merah. Ia menatap dingin ke arah seorang murid akademi yang sedang menunduk hormat di hadapannya.

"Jadi kau mengatakan padaku bahwa si sampah Yang Zhen baru saja mempermalukan Guru Lin di depan kelas?" tanya Zhao Wei dengan nada meremehkan.

"Benar sekali, Tuan Muda Zhao." jawab murid suruhan itu dengan cepat. "Yang Zhen bahkan tahu kelemahan fatal dari Teknik Pernapasan Teratai Api milik Guru Lin."

Zhao Wei memutar cangkir teh porselen di tangannya dengan raut wajah berpikir. Ia sama sekali tidak peduli pada nasib Guru Lin yang berharga murah di matanya.

Hal yang membuatnya muak adalah laporan bahwa Su Lin terus menatap Yang Zhen setelah kejadian itu.

"Su Lin memiliki fisik atribut es bawaan yang sangat langka." batin Zhao Wei sambil menatap pantulan dirinya di cangkir teh. "Hanya dengan menikahinya aku bisa meredam racun api dari teknik rahasia keluarga Zhao."

Ia tidak akan membiarkan seekor serangga seperti Yang Zhen menarik perhatian calon istrinya. Zhao Wei meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan sedikit kasar.

Trak.

"Panggilkan Li Qiang ke sini sekarang juga." perintah Zhao Wei tanpa menoleh.

Hanya dalam hitungan detik, seorang pria berbadan kekar dengan bekas luka melintang di wajahnya masuk ke dalam ruangan. Li Qiang adalah preman bayaran tingkat menengah yang berada di Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Empat.

"Tuan Muda memanggil saya?" sapa Li Qiang sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Bawa beberapa orangmu dan cegat Yang Zhen sepulang dari akademi hari ini." ucap Zhao Wei dengan nada dingin yang mematikan. "Patahkan kedua kakinya dan pastikan dia tidak bisa berjalan ke akademi lagi selamanya."

"Sesuai perintah Anda, Tuan Muda." jawab Li Qiang dengan senyum menyeringai.

Mengurus seorang bocah ingusan di Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Satu adalah tugas yang terlalu mudah baginya. Ia berbalik dan segera mengumpulkan anak buahnya untuk melaksanakan tugas kotor tersebut.

Di sisi lain kota, matahari mulai bergerak turun ke arah barat menyisakan warna jingga di langit. Yang Zhen dan Wang Hao sedang duduk di sebuah kedai mi sederhana di pinggir jalan.

Slurpp.

Yang Zhen menyeruput mangkuk mi daging sapi ketiganya dengan sangat rakus. Ia membutuhkan banyak kalori untuk menstabilkan energi elemen air yang baru saja bangkit di tubuhnya.

"Pelan-pelan makannya, kau terlihat seperti orang kelaparan yang belum makan sebulan." protes Wang Hao sambil menatap tumpukan mangkuk kosong di meja.

"Tubuhku sedang dalam masa pertumbuhan, Hao." jawab Yang Zhen santai sambil mengelap mulutnya. "Kau yang sebaiknya mengurangi makan agar perutmu tidak semakin maju ke depan."

Wang Hao mendengus kesal mendengar ejekan sahabatnya itu. Namun ia merasa sangat lega melihat Yang Zhen bisa bersikap biasa saja setelah membuat masalah besar di akademi.

"Ayo kita pulang sekarang, hari sudah mulai gelap." ajak Yang Zhen setelah meletakkan beberapa keping koin tembaga di atas meja.

Mereka berdua berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai sepi dari pedagang kaki lima. Untuk memotong jalan menuju kawasan perumahan mereka, Yang Zhen berbelok memasuki sebuah gang sempit yang diapit tembok tinggi.

Suasana di dalam gang itu terasa lembab dan sunyi. Langkah kaki mereka berdua menggema memantul dari dinding bata yang ditumbuhi lumut.

Tap.

Yang Zhen tiba-tiba menghentikan langkahnya dan merentangkan tangan kirinya untuk menahan dada Wang Hao. Insting bertarungnya menangkap hawa membunuh yang sangat jelas dari arah depan.

"Ada apa, Yang Zhen?" tanya Wang Hao kebingungan melihat temannya berhenti mendadak.

"Mundur perlahan dan berlindunglah di balik tong sampah itu, Hao." perintah Yang Zhen dengan suara rendah namun tegas.

Sebelum Wang Hao sempat bertanya lagi, empat sosok manusia melompat turun dari atas tembok dan menghalangi jalan mereka. Pemimpin kelompok itu adalah Li Qiang yang tersenyum meremehkan sambil memainkan sebilah belati di tangannya.

"Kau punya insting yang lumayan tajam juga untuk ukuran seekor sampah, Bocah." puji Li Qiang dengan nada mengejek.

Wang Hao langsung gemetar ketakutan saat melihat bekas luka mengerikan di wajah Li Qiang. Ia tahu betul reputasi Li Qiang sebagai preman bayaran kejam yang sering mematahkan tulang korbannya.

"A-apa mau kalian?!" teriak Wang Hao dengan suara bergetar sambil memegang pundak Yang Zhen. "Kalian tahu kan ini wilayah yang dipantau penjaga kota?!"

"Hahaha, penjaga kota tidak akan datang ke gang kumuh ini, bocah gemuk." tawa Li Qiang menggelegar memecah keheningan gang. "Tuan Muda Zhao Wei mengirimkan salam hangat untuk kedua kaki temanmu itu."

"Zhao Wei..." batin Yang Zhen sambil menyeringai tipis. "Sesuai dugaanku, anjing bangsawan itu memang tidak bisa bersabar lebih lama lagi."

Yang Zhen menepuk pundak Wang Hao dengan lembut. Ia kemudian melangkah maju menempatkan dirinya di antara Li Qiang dan sahabat baiknya.

"Hanya kalian berempat yang dikirim oleh Zhao Wei?" tanya Yang Zhen dengan raut wajah kecewa. "Dia benar-benar meremehkanku."

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!