Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 — Godaan
Li Tianxuan berjalan perlahan menuju kolam tersebut, diikuti Liu'er yang berada beberapa langkah di belakangnya.
Semakin dekat mereka dengan Kolam Spiritual Abadi, semakin kuat energi langit dan bumi yang memenuhi udara.
Uap putih perlahan naik dari permukaan air, membawa aroma harum yang menenangkan pikiran.
Li Tianxuan berhenti tepat di tepi kolam. Ia menatap permukaannya dengan tatapan penuh kekaguman.
"Benar-benar luar biasa..."
Tanpa ragu, Li Tianxuan melangkah masuk.
Byurrr!
Air kolam menutupi kedua kakinya, kemudian perlahan mencapai pinggang hingga seluruh tubuhnya terendam.
Dalam sekejap...
Wussshhh!
Energi spiritual yang sangat murni memasuki tubuhnya. Energi tersebut mengalir melalui meridian, menyebar ke seluruh tubuh, lalu berkumpul menuju Lautan Dantian.
Li Tianxuan segera duduk dalam posisi lotus.
Kesadarannya memasuki Lautan Dantian.
Di dalam lautan energi yang luas itu, gelombang energi spiritual terus berkumpul.
Perlahan...
Cahaya emas mulai terbentuk. Energi tersebut semakin padat hingga akhirnya berubah menjadi sebuah bola cahaya keemasan yang berputar perlahan.
Li Tianxuan menatapnya dengan penuh rasa penasaran.
"Apakah ini yang disebut Inti Spiritual?"
Inti Spiritual merupakan hasil pemadatan energi spiritual seorang kultivator. Setelah terbentuk, kualitas dan jumlah energi yang dapat ditampung tubuh akan meningkat secara drastis.
Li Tianxuan mengulurkan tangannya.
Ujung jarinya menyentuh permukaan Inti Spiritual tersebut.
Wussshhh!
Dalam sekejap, Inti Spiritual berubah menjadi ribuan titik cahaya emas. Cahaya-cahaya itu menyebar ke seluruh Lautan Dantian, kemudian mengalir menuju kesadarannya.
Tubuh Li Tianxuan bergetar. Energi yang sangat murni memenuhi setiap bagian tubuhnya.
"Hangat..."
Ia menutup matanya.
"Kemurnian energi ini bahkan jauh melampaui energi langit dan bumi yang pernah kurasakan."
Namun ketika Li Tianxuan hendak menyerap lebih banyak energi...
Tatapannya tiba-tiba tertuju ke satu tempat.
Di ujung Lautan Dantian, sebuah titik cahaya hitam kemerahan masih berada di sana.
Titik itu tampak begitu kecil. Namun dibandingkan luasnya Lautan Dantian, keberadaannya terasa seperti sebuah jurang tanpa dasar.
Li Tianxuan menyipitkan mata.
"Terakhir kali melihatmu, kau mencampakkanku! Kali ini, itu tidak akan terjadi lagi! "
Li Tianxuan berjalan mendekati titik cahaya tersebut.
Semakin dekat...
Semakin kuat tekanan yang ia rasakan.
Ia mencoba mengulurkan tangannya.
Namun akhirnya—
WUSSSHHHH!
Gelombang energi yang mengerikan tiba-tiba meledak dari titik cahaya tersebut.
BOOOM!
Kesadaran Li Tianxuan langsung terpental.
Tubuhnya seperti dilempar oleh kekuatan yang tidak mungkin dilawan.
"Ugh!"
Li Tianxuan membuka matanya. Kesadarannya kembali ke tubuh.
"Hah... hah..."
Napasnya terengah-engah. Keringat dingin membasahi dahinya. Ia menatap permukaan kolam dengan serius.
"Sama seperti sebelumnya! "
Li Tianxuan mengepalkan tangannya.
"Sebenarnya, kekuatan apa itu? Bagaimana mungkin ada kekuatan asing di dalam tubuhku?"
Namun yang paling membuatnya takut adalah satu hal. Jika titik cahaya itu benar-benar melepaskan seluruh kekuatannya... Bahkan kesadarannya mungkin tidak akan mampu bertahan.
Li Tianxuan menghela napas. "Sepertinya aku belum cukup kuat untuk menyentuhnya." Gumamnya pelan.
Li Tianxuan menatap lurus kedepan.
Saat itulah—
Li Tianxuan menyadari seseorang berdiri tidak jauh di hadapannya.
Liu'er.
Gadis itu sejak tadi memperhatikannya.
Melihat Li Tianxuan duduk dalam posisi lotus tanpa bergerak, Liu'er mengira pemuda itu sedang berkultivasi.
Ia akhirnya berjalan mendekat.
Semakin dekat...
Semakin aneh perasaan yang muncul di dalam hatinya. Energi dari Kolam Spiritual Abadi tidak hanya meningkatkan kekuatan.
Energi tersebut juga memengaruhi pikiran dan emosi. Ketika Liu'er memasuki bagian tengah kolam, wajahnya perlahan memerah.
"Tianxuan..."
Suaranya terdengar jauh lebih lembut dari biasanya.
Li Tianxuan menatap nya lembut mendengar Liu'er memanggilnya dengan suara yang begitu lembut.
Pandangan mereka bertemu. Jantung keduanya berdetak lebih cepat.
Li Tianxuan mengerutkan kening.
"Ada yang salah."
Ia segera merasakan perubahan energi di sekitar mereka. Namun sebelum sempat berdiri...
Liu'er tiba-tiba kehilangan kendali. Ia melangkah mendekat dan mendorong bahu Li Tianxuan hingga pemuda itu kembali duduk di dalam kolam.
"Liu'er?" Li Tianxuan terkejut.
Liu'er menatapnya dengan wajah memerah.
"Tianxuan..."
Tangannya terangkat, menyentuh dada Li Tianxuan. Kemudian jarinya perlahan bergerak mendekati wajahnya.
"Kau benar-benar..." Senyum tipis muncul di wajah Liu'er. "...pandai membuatku menggodaku."
Li Tianxuan segera menyadari sesuatu."Liu'er, sadarlah."
Namun Liu'er seolah tidak mendengarnya.
Tatapannya menjadi semakin kabur.
Energi spiritual dari Kolam Spiritual Abadi terus memasuki tubuhnya, memengaruhi pikirannya.
Li Tianxuan mencoba menjauh. "Liu'er!"
Kali ini suaranya terdengar lebih tegas.
Tubuh Liu'er berhenti.
Beberapa detik kemudian, pupil matanya bergetar.
"Ini..." Ia menatap kedua tangannya sendiri. "Apa yang terjadi padaku?"
Li Tianxuan langsung berdiri. Tatapannya menyapu seluruh kolam.
"Energi kolam ini bukan hanya meningkatkan kultivasi." Ia mengepalkan tangannya. "Kolam ini juga memengaruhi kesadaran dan emosi."
Liu'er terdiam, wajahnya semakin merah ketika menyadari apa yang baru saja dilakukannya. Ia segera memalingkan wajah.
"Aku..."
Li Tianxuan menggeleng.
"Jangan salahkan dirimu! Kita harus keluar dari tempat ini secepatnya! "
Namun sebelum mereka sempat keluar dari kolam...
BOOOMMM!
Dinding gua yang berada dibelakang Li Tianxuan hancur.
Beruntung, Li Tianxuan menghindar dengan cepat setelah menyadari adanya suara aneh dari belakang.
Ketika kabut asap itu perlahan menghilang, seekor Kadal Naga Kuno muncul dibalik puing-puing.
Saat Kadal itu berdiri, sosok pemuda terlihat dibawah sana setelah terhimpit oleh Kadal Naga Kuno.
"Jian Wushuang! "