Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.
Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?
Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 19.
Selesai mengatakan apa yang ia katakan kepada Clarissa, Jennie kemudian menunduk bicara kepada Aurora.
"Aurora, Ayo! Tante ambilkan untuk kamu minuman jus!" Jennie kemudian meraih tangan Aurora, "Kami ke sana dulu, ya?" kata Jennie kepada Clarissa, lalu pergi membawa Aurora ke meja minuman.
Clarissa meraih tas tangannya, setelah Jennie pergi membawa Aurora untuk minum jus.
Clarissa kemudian melangkah ke pagar rooftop, untuk melihat pemandangan kota.
Tanpa ia ketahui laki-laki bernama Ethan mengikutinya dari belakang, lalu Ethan melemparkan tubuhnya duduk ke sofa di dekat pagar rooftop, di mana Clarissa berdiri melihat pemandangan kota.
Clarissa sontak menoleh ke arah Ethan, yang tampak melemparkan senyumannya kepada Clarissa.
"Clarissa! kamu benar-benar gigih sekali, ya? demi bertemu denganku, kamu sampai datang ke jamuan keluarga Sylvester!"
Clarissa seketika tidak senang mendengar apa yang dikatakan Ethan.
"Maaf, Tuan! memangnya anda ini siapa? jangan kamu kira semua orang suka padamu!!"
Ethan menyesap minumannya dengan santai, "Kamu membuat trik baru untuk menarik perhatian ku, ya? strategi tarik ulur seperti ini tidak mempan samaku!" Ethan meletakkan gelas minumannya ke atas meja.
Clarissa semakin kesal mendengar nada percaya diri Ethan, membuatnya memejamkan matanya menahan rasa geram dalam dirinya.
"Anda Tuan Grayson, kan? kalau memang sebelumnya ada perkataanku yang membuatmu salah paham, aku minta maaf! tapi, tolong jauhi aku kedepannya, ya? bau dari tubuhmu benar-benar tidak enak!" Clarissa mengibaskan tangannya didepan hidungnya, seakan Ethan memang benar bau.
Lalu ia pun berbalik melangkah dari sana, membuat Ethan dengan cepat bangkit berdiri dari duduknya.
"Eh! apa yang kamu katakan?!!" dengan kencang Ethan meraih tangan Clarissa, dan menariknya dengan kasar.
Clarissa begitu terkejut tiba-tiba tangannya ditarik Ethan, dan reflek tangan Clarissa melayang menampar Ethan.
Plak!!!
Suara tamparan yang cukup nyaring, membuat wajah Ethan terhempas dengan kencang ke samping.
Jennie yang tengah duduk disofa, sontak bangkit berdiri dari duduknya melihat aksi Clarissa menampar Ethan.
Clarissa yang berumur delapan belas tahun sudah kembali! benar-benar sudah kembali! bisik hati Jennie tersenyum senang melihat amarah Clarissa.
Semua yang ada di sana memandang tidak percaya, sembari saling berbisik membicarakan Clarissa menampar Ethan.
Ethan yang terkena tampar, tertawa kecil, "Clarissa, kau sudah gila, ya? berani sekali kamu menamparku!!"
Clarissa dengan tenang menjawab Ethan, yang merasa tidak terima mendapatkan tamparan darinya, "Kamu itu terlihat biasa saja, tidak sebanding dengan suamiku yang jauh lebih tampan darimu! bahkan seujung jari kelingking saja kamu itu tidak menarik sama sekali! kenapa aku harus suka padamu?!"
Ethan kembali tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan Clarissa, lalu mengelus pipinya yang baru ditampar Clarissa.
"Dulu kamu bilang, aku jauh lebih tampan dari Stephen Sylvester, dan terus mengejar ku tiada henti!" Ethan melangkah mendekati Clarissa.
"Aku salah lihat waktu itu!"
"Clarissa, jangan berpura-pura! nanti aku benar-benar cuek padamu!" Ethan mendekatkan wajahnya saat bicara pada Clarissa.
Clarissa nyaris tertawa mendengar apa yang dikatakan Ethan, "Terimakasih kalau begitu, itu yang kumau!!" jawab Clarissa, lalu melangkah pergi tidak ingin meladeni Ethan bicara lagi.
Tangan Ethan kembali meraih tangan Clarissa begitu Clarissa berbalik akan melangkah pergi.
Tarikan tangan Ethan membuat tubuh Clarissa tersentak oleh tarikan tangan Ethan yang kencang.
"Kamu mengejarku selama satu tahun! sekarang kamu begitu saja menyerah, memangnya aku ini kamu anggap apa?!" bentak Ethan yang tiba-tiba tidak senang melihat sikap acuh tak acuh Clarissa padanya.
"Lepaskan aku! kamu itu bukan siapa-siapa ku!!!" Clarissa menarik tangannya dengan kuat dari cengkraman tangan Ethan.
Karena cengkraman tangan Ethan begitu kuat, membuat Clarissa mengayunkan tangannya yang satu lagi untuk menampar Ethan.
Tangan Ethan satu lagi dengan cepat menangkap pergelangan tangan Clarissa, yang hampir saja menampar wajahnya.
Bersambung.........
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...