Indonesia
NovelToon NovelToon
The Cold Princess

The Cold Princess

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Perjodohan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]

Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.

Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.

***

Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Hukuman

​Udara dingin malam menyelimuti kawasan hutan bambu di perbatasan utara ibu kota. Di tengah pekatnya kegelapan, sebuah kereta kuda beroda kayu berjalan perlahan menyusuri jalan setapak yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan.

​Di dalam kereta yang bergemeretak pelan itu, Pangeran Kedua, Wang Chunying, duduk dengan napas memburu. Jubah kebesarannya tampak kusut, dan keringat dingin masih bercucuran di pelipisnya. Di sudut kereta, anak-anak dari faksi mereka--dua anak perempuan dan tiga anak laki-laki--meringkuk ketakutan dalam pelukan pengasuh mereka, terlalu lelah dan trauma untuk menangis setelah perjalanan pelarian yang melelahkan.

​Wang Chunying mengepalkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya kosong memandang dinding kereta yang gelap, dipenuhi rasa amarah dan dendam yang membara.

​"Sialan... Pangeran Kelima sialan itu..." desis Wang Chunying penuh kebencian. "Dia menghancurkan segalanya dalam satu malam. Permaisuri tertangkap, Kediaman Jenderal lumpuh, dan seluruh kerja kerasku bertahun-tahun musnah begitu saja!"

​Meskipun ia berhasil melarikan diri lewat terowongan bawah tanah berkat informasi rahasia yang ia kantongi sejak lama, Wang Chunying sadar dirinya kini tidak lebih dari seekor tikus got yang lari dari kejaran kucing. Ia tidak punya pasukan resmi lagi di ibu kota. Yang tersisa hanyalah beberapa pengawal setia dan anak-anak bangsawan yang dibawanya—yang sebenarnya hanya ia jadikan perisai politik untuk mencari suaka di wilayah kekuasaan adipati bagian selatan.

​Tiba-tiba...

​Prang!

​Suara pecahan sesuatu dari luar kereta menghentikan laju kendaraan tersebut secara mendadak. Kuda penarik melengking nyaring, meringkik kesakitan sebelum akhirnya jatuh terjerembab ke tanah.

​"Ada penyergapan!" teriakan panik seorang pengawal terdengar dari luar.

​Sshh! Sshh!

​Belasan anak panah berapi melesat membelah kegelapan malam, menghujani area sekitar kereta dan membakar dahan-dahan pohon di sekitarnya. Suasana menjadi ricuh seketika. Para pengawal bayaran yang mengawal Wang Chunying langsung menghunus pedang, bersiap menghadapi serangan dari segala penjuru.

​Wang Chunying membuka pintu kereta dengan kasar, melompat turun ke tanah sambil mencabut pedangnya. "Siapa di sana?! Keluar kalian!" bentaknya dengan suara bergetar.

​Dari balik bayang-bayang pepohonan bambu, sesosok bayangan tinggi melangkah maju dengan tenang. Di bawah temaram cahaya api panah yang menyala, topeng besi perak yang dikenakannya memantulkan kilatan cahaya yang sangat mematikan.

​Wang Yiche.

​Di belakang sang pangeran, barisan pasukan elit Istana Barat muncul tanpa suara, mengepung seluruh jalur pelarian tanpa celah. Fang Hua menyusul di samping Wang Yiche, menatap tajam ke arah Wang Chunying dengan senyuman dingin yang tidak menyiratkan kehangatan sama sekali.

​Manik mata Wang Chunying membelalak ngeri. Ia mundur selangkah, kakinya hampir tersandung akar pohon. "W-Wang Yiche?! Bagaimana... bagaimana kau bisa menemukan tempat ini secepat ini?!"

​Wang Yiche berhenti beberapa meter di hadapan sepupunya itu. Ia memutar sedikit gagang pedangnya, menciptakan suara gesekan logam yang menusuk telinga di tengah kesunyian hutan.

​"Kau pikir terowongan bawah tanah buatan leluhur istana pusat itu adalah rahasia besar yang tidak tercatat dalam arsip Istana Barat?" suara bariton Wang Yiche terdengar sangat dingin, menusuk langsung ke jantung pertahanan mental Wang Chunying. "Kau berlari terlalu lambat, Kakak Kedua."

​Wang Chunying menggertakkan giginya, kepanikannya berubah menjadi kenekatan terakhir. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, menunjuk ke arah Wang Yiche. "Jangan sombong kau, Pangeran Gila! Aku mungkin kalah di istana, tapi aku masih memiliki darah bangsawan kekaisaran! Jika kau membunuhku, seluruh adipati di wilayah selatan akan bangkit memberontak!"

​Fang Hua yang berdiri di samping Wang Yiche mendengus pelan. Ia melangkah maju selangkah, menatap remeh pada pria yang dulunya berdiri di puncak kekuasaan itu.

​"Adipati wilayah selatan tidak akan peduli pada seorang pengecut yang meninggalkan sekutunya dan menggunakan anak-anak kecil sebagai perisai hidup," ucap Fang Hua tajam. "Permainanmu sudah berakhir, Pangeran Chunying."

​Mendengar ucapan itu, anak-anak di dalam kereta yang mendengarkan dari balik celah tirai mulai menangis ketakutan. Wang Chunying merasa posisinya benar-benar terjepit; tidak ada jalan keluar, tidak ada bala bantuan, dan tidak ada lagi tipu daya yang bisa ia gunakan.

​Dengan teriakan putus asa, Wang Chunying nekat mengayunkan pedangnya, menerjang maju secara membabi buta ke arah Wang Yiche.

​Namun, gerakan putus asa itu terbaca dengan sangat mudah. Hanya dalam satu kibasan pedang yang cepat dan presisi, Wang Yiche menepis senjata Wang Chunying hingga terpental jauh ke udara, lalu menendang dada pria itu hingga tersungkur keras ke tanah.

​Brugh!

​Bilah pedang Wang Yiche langsung menempel dingin di leher Wang Chunying, menghentikan seluruh napas dan pergerakan pria tersebut seketika.

​Wang Yiche menatap tajam ke bawah, pada sosok sepupu yang selama ini selalu merendahkannya. "Bawa dia dan anak-anak itu kembali ke istana pusat," titah Wang Yiche dingin kepada para pengawalnya. "Pengadilan terakhir untuk para pengkhianat dimulai besok pagi."

***

​Happy Reading 🥰

​Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️

1
Maria Lina
lgi ya thor jgn tamat dlu ok..may lihat feng hua punya anak dlu ya thor
Maria Lina
yah cuman 1 ya thor😭😭
ANWi/Berly Re: iya kak , biar ak bisa up terus selama review🙏 karna ini tinggal beberap bab hehe
total 1 replies
Maria Lina
1 lgi 1lgi ya thot
Maria Lina
kok 1 thor kurang ni.lgi ya ya
Maria Lina
kok bru nongol thor uda ku tunggu dri tdi lo thor hehe
ANWi/Berly Re: maaf kak, td ada acara rt-an~❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud bnyk double nya💪💪💪😍😍😍
ANWi/Berly Re: terimakasih juga kak karena udah baca novel ini❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"🙏🙏🙏😍😍😍
Maria Lina
mksih ya outhor yg baik ud up nya🙏🙏🙏😍😍😍
ANWi/Berly Re: makasi juga kakak Maria Lina udah baca cerita ini~❤️
total 1 replies
Maria Lina
kok 1 thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: tiap hari tiga ya kak,,, belum acc biasanya sm noveltoon
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk ya thor ud up nya🙏🙏🙏🥰🥰
ANWi/Berly Re: makasi jg udah baca mak Maria Lina ❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk"ya thor ud kabulkn🙏🙏🙏🥰🥰
Maria Lina
ini thor ku ksh vote karena outhor ud kabulkn up nya bnyk"thor
Maria Lina
hadeh 1 lgi 🤔🤔
Maria Lina
jgn aj tiap hari up nya 1 bab thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: sehari 1 bab, mau ga kak?
total 1 replies
Maria Lina
thor yg sistem rosting gk di lanjutkn ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!