Senja seorang gadis piatu, ibunya sudah meninggal sejak dia berumur 5tahun, karena menyelamatkan senja ketika tenggelam disungai saat masih kecil,semenjak ditinggal ibunya, ayahnya selalu memukulinya, menggangap dia pembunuh ibunya, sedari kecil tubuh ringkih senja sering menjadi pelampiasan kemarahan ayahnya, namun apalah daya anak kecil yang tidak punya pilihan selain menerima setiap hantaman dan pukulan ayah kandungnya sendiri.
Disaat dia berumur 15 tahun, ayahnya meninggal, sebelum menghembuskan nafas terakirnya, dalam penyesalan mendalam melihat putri semata wayang yang sering dia siksa menangis sesekukan disebelahnya.
“Kenapa kamu menangis nja??bukankan bapak tidak pernah memperlakukanmu dengan baik nak?”ucap bapak dengan nafas terputus-putus
“Karena hanya bapak yang senja miliki, meski bapak membawa senja keneraka sekalipun, senja tetap akan ikut, karena cuma bapak yang senja miliki bapak jangan pergi, bapak boleh memukul senja setiap hari, tapi jangan tinggalkan senja, senja takut sendiri,,” ucap nya menangis
Mendengar perkataan anaknya, bapak menyesal, menyesal diujung nafas terakirnya.
17 tahun sekarang umur senja, bagaimana nasibnya?bagaimana kisah cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon friskila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia spesial
“Azka terima kasih atas kebaikkanmu,,aku akan sangat menghargainya” ucap Senja membungkukan badan lalu pamit dari ruangan Azka, apa yang dilakukan Senja membuat Azka terkesima, bagaimana bisa dia memaafkan begitu cepat orang yang hampir menyakitinya.
Kekaguman Azka membuat dirinya hampir lupa Senja adalah adik iparnya, namun pesona Senja bagai magnet yang menariknya ingin mengenal Senja lebih dalam.
“Halo..Nita,,keruangan saya sekarang..”
Azka menutup telepon dia berfikir ingin memberi promosi kepada Nita seketarisnya agar posisi Nita bisa diambil oleh Senja, jika Senja menjadi seketarisnya kemungkinan mereka akan lebih banyak waktu bersama.
Senja membuang beberapa kertas desainnya berulang kali, sangat susah dia untuk berkonsetrasi sekarang, dalam hati dia merasa bersalah kepada Azka dan Dimas karena sering membuat masalah bagi mereka.
Senja menggirimkan pesan mengajak Dimas untuk makan siang bersama dengan memilih sebuat cafe didekat kantor Senja. Setelah mengirim pesan kepads Dimas,dia ingin meneraktir Dimas sebagai permintaan maaf, namun tak kunjung balasan pesan dia terima dari Dimas.
“Ahhh sudahlah Senja, mana mungkin dia mau makan bersamamu..jangan terlalu geer dia baik karena memiliki maksud yang berbeda darimu” pikir Senja dalam hatinya.
“Hei Se,kenapa melamun??ayok makan..ajak Azka menghampiri meja Senja,dan seluruh mata karyawan menatap tajam dan berbisik kearah mereka, bagaimana seorang direktur mengajak gadis magang makan siang bersama.
Melihat semua mata fokus pada mereka Senja menjadi kikuk, dia sungkan berdekatan dengan Azka meski Azka iparnya tapi dia tidak ingin dianggap spesial, ia ingin diperlakukan sebagaimana karyawan disana.
“Ah tidak pak, saya akan makan dikantin karyawan saja,” ucap Senja tersenyum lalu sedikit berbisik.
“Terima kasih ka,Hari ini aku sudah mendapatkan jatah kupon makan siang,heheh, aku sudah diakui sebagai karyawan,” ucapnya tersenyum lebar memamerkan kedua lesung pipitnya. Azka tersenyum mengeleng dan melambaikan tangannta ke pada Senja lalu berlalu pergi, seketaris yang sedari tadi dibelakangnya mengikuti sambil menatap sinis kearah Senja.
“Pak Bapak ingin makan apa??” Nita mengikuti Azka yang malah masuk ke kantin karyawan.
“Bapak makan disini??Bapak serius??tapi kita ada meeting dengan klien jam makan siang ini pak dicafe laerso,,apa saya harus membatalkannya???”
“Tidak perlu Nita, ganti saja tempatnya kesini,”
“Tapi pak, ini kantin karyawan” ucap Nita dengan ragu, sebagai seketaris bos saja dia tidak pernah menggunakan kupon makannya dikantin ini, dia selalu makan enak mengikuti semua kegiatan Azka, apalagi Azka bos besar sungguh dia memasuki kantin yang bagi Nita untuk karyawan dibawah level dia.
“Memangnya kenapa, saya juga karyawan diperusahaan ini, bukankah saya punya hak makan disini, sekaligus kita memperkenalkan kepada klien makanan-makanan di kantin kita, ini makanan khas indonesia bukan” ucap Azka sedikit kesal melihat wajah Nita yang seperti merasa jijik berada disana.
“Baik Pak,” ucap Nita menurut
“Kamu atur sekarang meja untuk meeting santai kita” ucap Azka duduk di smoking area, dirooftop kantin yang menghadap ke pemandangan gedung pencakar langit di Jakarta.
“Apa kita harus menunda jam makan siang karyawan Pak, agar Bapak dan klien tidak terganggu??”
“Tidak perlu, biarkan mereka makan, hanya minta koki sajikan saja untuk kami kesini” ucap Azka melihat karyawan sudah mulai datang satu persatu dan menggantri untuk mengambil jatah makan siang yang tersaji prasmanan. Azka memang seorang bos yang bijak, dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya, diusianya yang muda dia memiliki jiwa sosial yang tinggi, karier yang cemerlang, tetapi berbanding terbalik dengan kisah cintanya, troma masa kecil akibat permasalah rumah tangga ayah dan ibunya membuatnya membenci ikatan pacaran ataupun pernikahan, meskipun ayah dan ibunya tetap bersama tetapi bayang-bayang kejadian masa lalu masih menjadi luka yang membekas bagi Azka, apalagi semenjak kejadian itu Ibunya jarang sekali menghabiskan waktu bersama Azka.
Azka mengamati karyawan yang sedang mengantri makan, mencari-cari keberadaan Senja,barulah ketika dia mendapati wanita cantik itu berjalan dengan baki mengantri makan siang dia tersenyum lega, dan pura-pura sibuk dengan ponselnya. Senja duduk bergabung dengan rekan kerjanya membawa bakinya, sepiring nasi komplit dengan sayur dan sepotong ayam, serta sebuah pisang dan air mineral menjadi teman makan siangnya.
“Aduhhh Pak Azka makan siang sama kitaaaaa, aku sampai ga bisa ngunyahhh…” ucap seorang rekan kerja wanita antusias kepada temannya.
“Eh Senja gimana sih rasanya masuk keluarga besar Anggara??sumpah kamu beruntung banget,,Pak Azka aja sekeren itu apalagi suamimu Dimas ya”..balas yang lainnya.
“Ayo donk Senja cerita..apa sehari-hari dia makan dan minum seperti kita??aku kalo jadi kamu Nja, ogaahh mah kerja mending ngintilin suami syuting kemana-mana” hahahahah balas yang lain tidak mau kalah
“Ya aku sangat beruntung,,tapi bosan rasanya dirumah, aku juga ingin berkarya,” ucap Senja tersenyum
“Iya sih ya,,udh deh ga usah bahas Dimas, tuhh direkkkktor kita jomblo, kesempatan kita masih luaaas besti”
“Eh Nja, kamu tahu ga sih tipe Azka, udah 29 tahun dia belum pernah sama sekali membawa wanita, bahkan digosipin sama wanita ga pernah lo,”
“Iya nih Nja denger-denger dia ga suka wanita ya???abisnya cuma si Nita doank tu yang rajin nempelin, makanya tuh Si Nita serasa dia pasangan Azka kali ya sombong bener hahahaha”
“Oh ya,,aku bahkan baru tahu dari kalian, udah jangan gosip mungkin dia belum menemukan yang cocok dihati” ucap Senja tersenyum mendengar celotehan teman-temannya.
“Ihh Senja mah bukan, aku denger dia troma gitu, ayahnya pernah ada skandal sama wanita dikantornya gitu, OB kalo ga salah,,sampai ibunya mah bunuh diri, waktu wanita itu bawa anaknya kerumah si Azka, parah sih ya??sempet-sempet istri speak bidadari eh nyerong ke OB”
Senja terdiam mendengar cerita salah satu temennya, apakah benar Azka sangat tertutup pada wanita? Apakah benar dia troma dan menjadi kelainan?? Apakah karena alasan itu dia sangat marah pada Dimas saat mengetahui hubungan Dimas dan Cintia, Azka sangat baik, aku harus membantunya, dia sangat baik dan peduli padaku” pikir Senja dalam hatinya.
“Eh Nja malah melamun??Kita kepo nih bener ga sih??”
Senja tersentak dari pikirannya,
“Aduh gosipppp..gosippp, buruan deh makan, tu Pak Azka lihatin, ntar kita malah di SP, kalian kan pada tahu dia orangnya tidak pandang bulu” ucap Senja mendapati mata Azka memperhatikan dia dan teman-temannya sedari tadi.
Selesai makan siang, Senja merapikan dandannya di toilet dan berjalan menuju lift untuk kembali bekerja, dia tidak menyangka ketika menekan lift Azka dan Nita kebetulan berada di Lift yang sama.
“Ayo bergabung kita kelantai yang sama Ibu Senja,” ajak Azka
Senja merasa ragu, namun ajakkan Azka membuatnya melangkahkan kakinya masuk kelift yang sama.
“Nita sepertinya aku meninggalkan arlojiku dimeja kantin tadi tolong ambilkan” ucap Azka secara tidak langsung meminta Nita keluar dari lift meninggalkan dirinya dan Senja berdua.
Nita mengangguk menuruti perintah Azka.
“Kenapa diam saja??kamu dan Dimas baik-baik saja” tanya Azka membuka pembicaraan kepada Senja
“Ya semua baik, terima kasih atas bantuanmu” ucap Senja
“Jangan menjaga jarak karena aku adalah atasanmu, aku tetap abang iparmu, kamu bisa bercerita apa saja dan kapan saja jika kamu kesulitan dan dipersulit orang kepadaku Senja”
“Tapi dikantor kamu adalah bosku, aku tidak ingin dimusuhi teman-teman karena dikira memanfaatkan hubungan saudara kita”
“Loh bukankah itu poin + yang memang sudah menjadi nasibmu, harusnya kamu menikmatinya,” Azka tertawa mendengar. Jawaban Senja
“Kenapa tertawa???” Senja cemberut merasa Azka mengejeknya
“Semua orang mendambakan jalan pintas, tapi mengapa kamu malah ingin berjalan dengan normal”
“Karena jalan pintas bisa membuatku tersesat dan terlena,ketika semua kembali, aku takut kehilangan arah” ucap Senja menunduk
Kening Azka berkerut dia tidak mengerti maksud pernyataan Senja, tapi dia mengetahui satu hal, “wanita ini spesial dia unik, dan susah ditebak”
dan kalau buat novel ya kayak gini begitu spesial kan pebinor
thor pakai otak mu, jika ada wanita lain yang terang ngomong padamu menyukai suamimu dan mau merebut suamimu apakah kau anggap jika baik kayak azka
pakai otak dalam berkarya