satu persatu para pejabat negeri mulai berjatuhan , dan semua pejabat tersebut ternyata terlibat dalam aksi korupsi terhadap negara , kepolisian serta kejaksaan yang menyelidiki kasus tersebut dibuat bingung karena tidak menemukan bukti apapun. seluruh. negri dibuat heboh dan mereka membela para pembunuh berantai atas aksinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laxiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
detektif Bayu lalu mengikuti saran junior nya tersebut, ia mulai memakan makanan yang dibawakan detektif Gita.
" apa yang disampaikan direktur kepadamu"
detektif Gita menyusap tengkuk nya, ia sedikit ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
" ada apa Gita kenapa engkau hanya terdiam "
" masalah nya..."
tak lama seorang dokter datang dan memberitahu bahwa detektif Bayu boleh masuk kedalam ruangan Tersebut.
detektif Bayu segera masuk setelah mendapati izin dokter, ia duduk disamping kakeknya yang masih belum sadar, menggenggam erat erat tangan yang pucat dan mulai keriput.
" kakek harus bangun, jika kakek pergi maka Bayu di dunia ini sendiri "
detektif Bayu merengek seperti seorang anak kecil, melihat itu semua detektif Gita memutuskan untuk pulang kerumahnya dan akan kembali besok pagi.
dalam ruang bawah tanah yang dipenuhi oleh orang orang yang tengah bersenang senang juga , orang yang sedang mengadu keberuntungan, seorang gadis cantik mulai duduk dan ikut bermain .
tidak membutuhkan waktu lama ia sudah meraup banyak uang, laki laki yang menjadi lawannya menggaruk kepalanya frustasi adalagi yang masih menantangnya karena masih memiliki sisa uang, perempuan tersebut tersenyum senang kala masih ada yang mau bermain.
ia tidak menyadari bahwa laki laki yang tengah duduk pada pojok ruangan sambil menghisap rokok memperhatikan wanita tersebut, karena jarang jarang ada wanita yang bermain judi apalagi dia jago dalam permai tersebut.
Rose yang memperhatikan layar kaca mulai tersenyum simpul ketika seorang pria yang mereka incar mulai mendekat umpan, ia kemudian memberikan kode pada rekannya lewat alat pendengar suara yang mereka pasang pada telinga.
wanita tadi menyelesaikan permainan tersebut dan membawa banyak uang, ia hendak berdiri namun kakinya keseleo sehingga ia tidak bisa menjaga keseimbangannya tubuhnya.
namun sampai beberapa saat ia tidak merasakan bahwa dirinya terjatuh, wanita itu membuka matanya dan mendapati seorang pria tengah menatapnya, adegan tersebut persis sama seperti pada flm flm apalagi jika ditambahkan musik maka itu akan menjadi sebuah sinetron ikan terbang.
wanita itu segera berdiri dengan tegak namun lagi lagi heels yang digunakannya entah kenapa membuat dirinya kembali kehilangan keseimbangan sehingga ia kembali ditangkap oleh pria tersebut.
" maaf kan saya tuan sepertinya saya salah memilih alas kaki"
" lain kali hati hati, jika kamu terjatuh lagi dalam pelukan saya maka saya tidak akan membiarkanmu pergi"
orang orang disana nampak bersiul melihat interaksi tersebut, namun ada satu orang yang sedang memasang wajah merah padam, namun berusaha ia sembunyikan.
Rose yang menatap pemandangan tersebut dari balik layar tertawa dan bertepuk tangan , tak diragukan lagi kemampuan rekannya.
" harusnya beauty itu jadi artis, bukan komplotan pembunuh " ucap rose masih dengan tepuk tangan.
diamond membenarkan ucapan Rose " apalagi dia punya wajah cukup cantik, aktingnya juga sangat natural gua jamin, jika dia jadi artis film nya akan laku keras "
" perbesar wajah lion " perintah Rose.
diamond segera memperbesar wajah lion dan melihat dengan jelas ekspresi pria kekar tersebut.
Rose makin kencang tertawa setelah melihatnya, ia yakin rekannya itu tenaga terbakar api cemburu.
" muka Lion udah kayak orang nahan berak sangat tertekan "
" tertekan batin "
Rose dan diamond sibuk menertawakan Lion, sedangkan sang mpu tengah mati Matian menahan gejolak panas pada hatinya dan ia berusaha agar tidak menonjol pria yang tengah berada dihadapannya.
" apakah dia kekasih mu " tanya pria itu menunjuk pada Lion
beauty menggelengkan kepalanya" dia hanya penjagaku saja "
pria tersebut tersenyum, lalu mengeluarkan handphone nya " boleh aku meminta nomor mu nona "
" tentu saja kenapa tidak " beauty mengambil handphone tersebut lalu mengetikkan nomor didalamnya.
" sampai ketemu besok malam tuan" tak lupa sebelum pergi ia mengedipkan satu matanya pada lelaki tersebut.
setelah kepergian beauty suasana disana nampak ricuh menyuraki pria tersebut.
" wih bos kalau sampai jadi siap siap teraktif kita "
" tidak masalah silahkan pesan apapun yang kalian inginkan , mulai sekarang jangan ada yang berani menyentuh dia karena sekarang dia sudah menjadi milik saya "
semua bersorak kegirangan setelah mendengar ucapan lelaki tersebut.
saat sampai di dalam mobil, Lion segera melempar kan tas yang ia bawa juga melepaskan topi dan jaketnya, ia menaikkan AC dalam mobil hingga suhu serendah mungkin.
beauty yang mendapatkan hawa dingin dalam mobil segera meminta Lion untuk menurunkan nya, apalagi dia menggunakan baju yang terbuka dan tipis jadi Jawa tersebut langsung menusuk kedalam kulitnya.
tetapi lion tidak mengindahkan ucapan beauty ia malah segera menghidupkan mobil dan mengendarai mobil tersebut seperti orang kesetanan.
beauty memang sudah biasa, namun tetap saja ia takut mati karena lion mengendarainya seperti tengah menantang malaikat maut.
" lion turunin kecepatan Lo , gua gak mau mati muda " teriak beauty
lion tetap saja tak mengindahkannya, ia sedang meluapkan semua amarah yang ada dihatinya.
saat sudah sampai markas, Lion segera turun tanpa dan masuk tanpa menunggu terlebih dahulu beauty.
beauty turun dengan sempoyongan kepalanya seakan akan berputar , apalagi perutnya seperti sedang diaduk aduk oleh sesuatu, lihat saja ia akan membalas semua perbuatan pria kekar tersebut.
Rose dan diamond yang melihat kedua manusia tersebut hanya memangku dagu, beginilah jadinya jika memendam rasa pada rekan kerja.
detektif Gita datang kerumah sakit pagi pagi sekali ia membawakan buah juga sarapan untuk seniornya.
saat dirinya masuk kedalam ruangan ia mendapati detektif Bayu yang tengah bersiap siap hendak pergi.
" detektif mau kemana ?" ucap detektif Gita sambil meletakkan buah dan sarapan pada nakas.
" saya hendak kekantor tidak enak lama lama meninggalkan mereka"
detektif Gita dilanda kebingungan ia harus mula dari mana menjelaskannya.
" kamu ngapain kesini bukannya kekantor, ingat Gita kasus yang tengah kita tangani belum selesai"
detektif Gita perlahan menarik lengan seniornya untuk keluar dari ruangan tersebut, dan mengajaknya ketaman rumah sakit.
" sebenarnya yang kemarin direktur katakan pada saya adalah ... " detektif Gita menggantung ucapannya, ah rasanya ia tidak sanggup.
" adalah....." detektif Bayu tidak sabar mendengar kelanjutan ucapan tersebut.
detektif Gita memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam dalam
" sebenarnya kemarin yang disampaikan direktur adalah saya dan detektif Bayu dikeluarkan dari tim penyelidikan dan dia juga memberi kita cuti selama satu Minggu, dia juga meminta agar detektif fokus saja untuk mengurus kesembuhan kakek"
" APA " detektif Bayu mendelik mendengar semua ucapan tersebut. " tapi kenapa ?"
detektif Gita menjelaskan semuanya dan menyampaikan semua ucapan direktur tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
" jadi mereka sudah memanggil detektif lain "
detektif Gita mengagukkan kepalanya.
" itu tidak bisa dibiarkan saya harus menemui direktur " langkah detektif Bayu terhenti saat direktif Gita berusaha menahan lengannya.
" percuma saya......"
bersambung........