seorang anak yang mempunyai keluarga yang sempurna, namun hancur karena keegoisan sang ayah yang akhirnya membuat mereka berpisah.
perpisahan yang awalnya baik baik saja pun akhirnya membuat sang anak harus cacat karena pertengkaran kedua orang tua nya dan membuat sang ibu membunuh mantan suami nya yang menyakiti anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cageor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.LAMARAN
ketiga pria itu akhirnya memilih salah satu staf yang sudah lama bekerja untuk memantau Gia selalu di area kedai,baik online atau offline dan Rayen meminta staf tersebut untuk mencari tandem atau temen duetnya untuk bekerjasama dengan nya menjaga Gia di luar kedai hingga di apartemen.
Setelah di rasa aman ketiga nya kembali ke Malang untuk memulai aktivitas nya lagi seperti biasa dengan status berbeda,Rayen sudah mempunyai status yang jelas bersama Gia,Salman sudah menjadi kekasih dari Clarissa,hanya Devan lah yang masih betah dengan kesendirian nya.
"Gimana? Kamu oke ga?" tanya Salman saat sedang berdua dengan Gia.
"oke apanya?"
"Clarissa"
"oh... Oke kok om... Oke banget malah,cocok cocok!"
"serius nih! Om mau serius soalnya"
"iya... Aku sangat setuju...kalau aku gimana?"
"gak... kamu masih kecil"
"om...."
"hahahahaha "
Perbincangan terjadi saat menunggu kereta ini terjadi antara om dan ponakan itu,Gia memang setuju dengan Clarissa karena dia bisa mengubah om nya,om nya sekarang lebih rapi,lebih memilih kata kata untuk menegur orang, jarang mengeluarkan kata kasar walau hanya bertiga dengan dua sahabatnya.
setelah sampai di Malang dan mendapat lampu hijau dari Gia sang keponakan kesayangan,Salman langsung mempersiapkan keseriusannya pada sang kekasih.
Satu Minggu setelah kunjungan ke sana Gua di minta datang ke Malang untuk menemani Salman ke tempat orang tua Clarissa dan kunjungan ini benar benar sebuah kejutan, karena orang nya sama sekali tidak tahu jika kekasihnya ingin berkunjung.
Tok tok tok...
Ayah Clarissa yang sedang membuat sebuah kerajinan kayu di ruang tengah langsung berdiri saat mendengar suara ketukkan pintu, sementara sang istri dan anak perempuan nya sedang memasak.
"maaf siapa ya..." tanya pria yang sudah tidak muda itu.
"selamat sore pak... Kami mencari Clarissa" Rayen perwakilan dari keluarga atau pihak laki laki.
"oh... Temen temen nya Rissa toh... Sa... Sa... Temen mu ini! Masuk masuk... Maaf ya kecil tempat nya."
Terdengar langkah kaki dari arah belakang dan betapa terkejutnya dia saat melihat tamu yang datang.
"mas... Kamu... Ini pada ngapain? Astaga... Kalian ini kenapa gak bilang sih"
Clarissa yang tiba tiba dapat kunjungan malah jadi bingung dengan keberadaan sang kekasih dan para sahabatnya,dia sedang masak dengan sang ibu,dengan baju rumah seadanya.
"aku ganti pakaian dulu ya..." pamit Rissa pada para tamunya yang mereka jawab dengan sebuah anggukan.
"kalian temen kerja Rissa?" tanya bapaknya.
"bukan pak...saya Salman, ini ponakan saya Gia dan ini sahabat sahabat saya."
"saya Rayen pak... kami ke sini mau berkenalan dengan bapak dan keluarga,termasuk kakak dan adik dari Clarissa."
"wah... kakak nya Rissa tuh tinggal di tempat kerjanya de...jadi dia kalau pulang dua Minggu sekali aja!"
Tak lama Rissa ikut bergabung bersama sang ibu dengan pakaian yang sudah rapi.
"nah... Ini dia yang di tunggu... Berhubung sudah ada Clarissa biar saya mulai acaranya." ucap Rayen saat wanita manis itu duduk. "pak...bu.... perkenalkan saya Rayen saya di sini sebagai wali dari sahabat saya Salman yang saat ini statusnya sebagai kekasih dari anak bapak dan ibu yaitu Clarissa" Rayen sengaja berhenti untuk melihat respon dari kedua orang tua itu, ternyata mereka tersenyum senang "kamu datang disini atas permintaan Salman karena sahabat kami ini ingin lebih serius lagi dengan Clarissa dan dia ingin melamar Clarissa,dia ingin meminta izin serta Restu Bapak dan ibu untuk menjadikan Clarissa wanita satu satunya dalam hidup dia."
Clarissa yang mendengar itu menitikkan air mata, awalnya dia pikir Salman hanya ingin sekedar berpacaran, karena Salman tak menunjukkan keseriusan nya sama sekali. Tapi saat Salman mengenalkannya pada Gia yang dia katakan wanita terpenting dalam hidup nya, Salman baru menunjukkan keseriusan nya dan sekarang betapa terkejutnya dia saat tiba-tiba dia datang dengan sopan membawa seluruh keluarga nya.
"waduh... Bapak beneer kaget lho ini... Bapak kira cuma mau dateng bertamu"
"ini keseriusan saya terhadap anak bapak,saya tidak punya siapa siapa pak, keluarga saya itu,satu satu nya keponakan saya ini dan dua sahabat saya ini sudah seperti keluarga" Salman mencoba meyakinkan.
"kalau dari bapak dan ibu sih seneng seneng aja mas toh Clarissa sudah lulus,sudah besar, justru bagus kalau ada yang segera melamar kaya gini. kalau bapak sih balik lagi ke Rissa nya gimana? Apa mau di terima,atau tidak? Biar gimana kan nanti kalian yang menjalankan."
Mendengar itu semua menoleh ke arah Rissa. "ka Clarissa mau ga? temenin aku ngurusin Om Salman?" Gia akhirnya bersuara dengan merdu,meminta Clarissa menjadi tantenya.
Tanpa mereka sangka, Clarissa menganggukkan kepala nya, serentak mereka berteriak senang, membuat kegaduhan di sana, Salman segera mengeluarkan cincin yang dia bawa lalu meminta Gia memasangnya di jari Clarissa.
Bapak dan ibu yang ikut senang dengan kebahagiaan sang putri meminta mereka untuk makan malam terlebih dahulu, sebelum mereka kembali pulang.
Salman tidak berhenti mengatakan maaf karena hanya melamar nya dengan cara seperti ini, mungkin tidak seperti impian Clarissa.
"gak Apa apa mas... ku suka! malahan lebih unik, beda sama orang lain."
"serius??? "
"iya .. Aku suka cara dan keberanian kamu sampai di tempat ini dan langsung meminta ku pada kedua orang tua ku"
*****
Semenjak itu Salman dan Rissa mulai sibuk dengan acara mereka,awal mereka ingin urus sendiri, tapi lama lama mereka menyerah juga,apalagi kedua nya mempunyai pekerjaan, akhirnya mereka menyerahkan semuanya pada orang lain,mereka hanya memberi tahu seperti apa yang mereka inginkan.
sesekali mereka bertemu untuk diskusi bersama mengenai hal hal yang belum dapat titik temu, seperti baju dan undangan, keduanya tidak mengundang banyak orang karena mereka tidak terlalu banyak bergaul jadi hanya sedikit orang yang ada di liat undangan mereka.
apakah terjamin ikut tante emy? oma aja ogah ikut lho...