Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 Apa Dia Cemburu
Kelly, Kyarra bersama dengan Alvino sekarang menikmati makan malam itu.
"Bagaimana Kelly? Apa makanannya enak?" tanya Alvino.
"Enak Pa. Papa mau coba tidak?" tanya Kelly.
"Boleh," jawab Alvino membuka mulut.
Kelly yang peka langsung mengambil sedikit makanan itu menggunakan sendok dan menyuapi Alvino.
"Bagaimana Papa? Apa makanannya cocok untuk Papa?" tanya Kelly menunggu Alvino selesai mengunyah.
"Makanan nya jelas sangat enak sekali, bagaimana tidak enak, ini, kan makanan rekomendasi dari papa," ucap Alvino.
"Oh iya. Lalu kenapa Papa memesan makanan yang berbeda Kelly dan tante Kyarra?" tanyanya.
"Papa lagi tidak ingin memakan keduanya, tetapi makanan yang Papa pesankan untuk kalian adalah rekomendasi yang paling enak, jadi harus mencobanya," jawab Alvino.
"Benarkah," jawab Kelly.
Alvino menganggukkan kepala.
"Jadi Papa sebelumnya pernah memakan, makanan Kelly dan Tante Kyarra?" tanya Kelly memastikan sekali lagi.
"Punya Kelly pernah, tetapi tante Kyarra belum," jawab Alvino.
"Kalau belum, kenapa Papa tidak memesan seperti tante Kyarra?" tanya Kelly.
"Papa ingin memakan makanan ini," jawabnya menunjuk makanannya sendiri.
"Kalau begitu, Papa juga harus mencoba makanan tante Kyarra," sahut Kelly.
"Tante ayo berikan Papa sedikit seperti Kelly tadi," ucap Kelly.
"Hah!" Kyarra bingung apa maksud Kelly.
"Ayo Tante, ambil sedikit dan suapi Papa!" ucap Kelly membuat Kyarra melihat ke arah Alvino.
Reaksi Alvino biasa saja, malah terlihat tengil.
"Tante cepat!" desak Kelly.
"Iya, iya," Kyarra ternyata tidak punya pilihan lain, mengambil sedikit makanan miliknya menggunakan sendok dan kemudian dengan gugup mengarahkan sendok itu pada Alvino menuruti permintaan Kelly.
Alvino juga menyambut dengan hangat membuka mulutnya, kemudian mengunyah makanan itu.
"Bagaimana Papa?" tanya Kelly sejak tadi memperhatikan ekspresi Alvino yang ingin tahu rasa masakan itu.
"Enak," jawab Alvino apa adanya membuat Kelly tertawa kecil dan sementara Kyarra baru bisa bernafas lagi, ketika untuk pertama kali menyuapi Alvino, jadi wajar saja dia terlihat sedikit Canggung.
"Rekomendasi makanan di tempat ini dan pesanan Papa benar-benar enak. Lain kali Kelly ingin kembali makan di tempat ini," ucap Kelly.
"Papa akan mengajak Kelly untuk makan di tempat ini," jawab Alvino.
"Hanya Kelly saja, bagaimana dengan tante Kyarra? Apa tidak akan diajak untuk makan di tempat ini?" tanyanya.
Kyarra sejak tadi hanya menunduk, dia tidak terlalu banyak berbicara dan justru gugup berada diantara ayah dan anak itu.
"Pasti Papa akan mengajak kalian berdua," jawab Alvino.
"Horeeee!" sahut Kelly.
Lagi-lagi dia terlihat begitu bahagia. Alvino memang harus memiliki banyak waktu untuk Kelly.
"Papa tahu tidak Om yang tadi bertemu dengan kita di depan," ucap Kelly tiba-tiba membahas hal lain membuat dahi Alvino mengkerut dan Kyarra mengangkat kepalanya.
"Om .... yang mana?" tanya Alvino mengingat-ingat.
"Yang tadi Papa," jawabnya.
"Jadi kenapa dengan Om itu?" tanya Alvino.
"Itu pacarnya tante Kyarra," jawab Kelly dengan polos.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Kyarra tiba-tiba saja tersedak makanan mendengar pernyataan yang diberikan Kelly kenapa juga harus memberi informasi kepada Alvino.
"Oh iya," sahut Alvino melihat ke arah Kyarra.
"Benar. Pa! Itu namanya Om Dimas, mereka juga pernah menjemput Kelly ke sekolah, mengajak Kelly main ke taman, kalau tante Kyarra dan Om Dimas sudah bertemu pasti maunya berduaan aja, Kelly kadang-kadang diabaikan!" ucap Kelly betapa polosnya menceritakan semua kepada Alvino.
"Ohhhh begitu!" Alvino mengangguk-anggukkan kepala beberapa kali meneguk air putih, sementara Kyarra justru panik ketika Kelly berbicara begitu lancar.
"Om Dimas ini juga pernah ke rumah Oma Mega. Tetapi Om Dimas akan ke rumah Oma jika Oma tidak berada di rumah. Kelly melihat Tante Kyarra bersama Om Dimas duduk dekat-dekatan di pinggir kolam renang, mereka sangat dekat sekali seperti tidak ada jarak, entah apa yang mereka lakukan!" lanjut Kelly.
"Hmmmm, Kelly sebaiknya lanjutkan saja makannya!" Kyarra tersenyum getir berusaha untuk mencegah Kelly untuk tidak berbicara apapun lagi.
"Lalu kenapa tadi Tante tidak menyapa seperti biasanya pada Om Dimas, biasanya senyum-senyum jika bertemu dengan om Dimas, kata teman-teman Kelly seperti dunia milik berdua," lanjutannya lagi.
Kyarra benar-benar malu, mati kutu di depan Alvino atas semua cerita Kelly seolah-olah dia dan Dimas benar-benar sangat bucin.
Alvino tetap sebagai pendengar setia, tetapi bolak-balik meneguk air putih yang mungkin saja perutnya sudah kembung, dia berusaha merespon cerita dari putrinya itu dengan mengangguk-anggukkan kepala dan tersenyum terpaksa, tetapi tidak tahu dibalik senyum itu ada ekspresi yang tidak terbaca.
"Kelly sudah ya, kalau makan tidak boleh membicarakan orang lain, ayo makan!" Kyarra lagi lagi berusaha untuk menghentikan Kelly.
"Iya Tante," sahut Kelly menurut.
Kyarra melihat Alvino, tetapi tiba-tiba saja reaksi Kyarra seakan-akan takut pada Alvino. Alvino menatapnya dengan tatapan yang aneh, tatapan itu membuat Kyarra langsung menundukkan kepala.
******
Setelah selesai makan malam, pasangan suami istri itu pulang, tadinya mereka berencana ingin menonton dan pergi ke taman bermain, tetapi karena hujan turun jadi mereka harus menunda dan memilih untuk pulang.
Kelly tadi tidur di mobil, jadi Alvino harus menggendongnya memasuki hotel mereka. Kyarra yang selalu siap dengan membuka pintu kamar Kelly dan kemudian Alvino secara pelan-pelan membaringkan tubuh putrinya di atas tempat tidur agar tidak terbangun.
Kyarra kemudian dengan sigap membuka lemari dan mengambil pakaian ganti untuk Kelly.
"Kamu akan membangunkannya hanya untuk mengganti pakaian?" tanya Alvino.
"Tidak. Kak, Kyarra akan tetap mengganti pakaian Kelly tanpa membangunkannya, soalnya Kelly tidak akan nyaman jika tidur dengan pakaian seperti itu," jawab Kyarra.
"Kalau begitu lakukan dengan baik dan jangan sampai Kelly terbangun," ucap Alvino.
"Baik. Kak," sahut Kyarra dan kemudian Alvino keluar dari kamar menyerahkan Kelly pada Kyarra.
Kyarra menghela nafas dan mulai mengganti pakaian Kelly dengan sangat hati-hati.
"Anak bawel, terlalu banyak yang kamu ceritakan. Tante akan marahi kamu setelah ini," ucap Kyarra tampak gemas dengan Kelly yang tadi sangat cerewet sekali menceritakan dengan lancar tentang hubungannya dengan mantan kekasihnya.
Setelah mengganti pakaian Kelly. Kyarra juga mengganti pakaiannya dengan dress piyama tidur seperti biasa, bahan satin lengan panjang dan panjang pakaian itu sampai semata kakinya.
Kyarra juga tidak lupa menghapus sisa make up wajahnya, seperti biasa rutinitas sebelum tidur membersihkan wajahnya, menyemprotkan parfum dan benar-benar siap untuk tidur dalam keadaan bersih dan segar.
"Mengantuk sekali!" ucap Kyarra menghela nafas yang kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, menarik selimut dan memejamkan mata.
"Ting....." notif pesan pada ponselnya yang berada di atas nakas terdengar membuat Kyarra menghela nafas dan melihat pesan tersebut.
..."Ke kamar saya sekarang!" pesan tersebut berasal dari Alvino membuat Kyarra mengerutkan dahi membuat Kyarra kebingungan....
..."Untuk apa?" tanyanya...
..."Bawakan saya kopi," jawab Alvino....
..."Kenapa harus saya yang membuatnya, bukankah selama ini tidak ingin meminum dan memakan apapun jika saya yang membuatnya?"...
..."Kamu bisa tidak kalau diperintahkan itu menurut dan bukan protes. Cepat ke kamar saya sekarang juga!"...
Alvino dan Kyarra saling berbalas pesan.
"Apa-apaan sih, ini sudah malam kenapa harus menyusahkan orang lain, benar-benar!" Kyarra menghela nafas dan kembali duduk dengan menyibak selimut.
Bersambung....
...Saya baru menyadari bahwa semalam ternyata tidak update, entahlah saya update di mana, apa memang saya lupa, terus ingatkan saya untuk meng-update rutin,...
...Jangan lupa untuk mampir pada karya terbaru saya. Rahasia Di Balik Mata Aisyah, terus beri dukungan dan baca dari bab 1 sampai akhir....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan pada karya terbaru saya, dikit banyaknya dukungan yang kalian berikan dapat berikan semangat yang luar biasa kepada saya, ucapkan terima kasih sekali lagi kepada semua para pembaca, jangan lupa untuk dibaca dari bab 1 sampai akhir, terimakasih semuanya.......
...Salam cinta dari saya Author.........