[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]
Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.
Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.
***
Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episodr 31 : Akhir
Matahari pagi di ibu kota Dinasti Tang menyinari halaman utama Istana Pusat dengan kehangatan yang menyegarkan. Sisa-sisa kelam dan intrik berdarah yang bertahun-tahun menggerogoti dinding kekaisaran telah sepenuhnya dibersihkan.
Di dalam aula utama kekaisaran yang kini dipenuhi oleh para pejabat tinggi dan menteri, suasana terasa begitu hening dan penuh khidmat. Para tahanan faksi permaisuri--termasuk Wang Chunying dan Kasim Lu--telah digiring keluar setelah menerima hukuman setimpal atas pengkhianatan mereka.
Tidak lama kemudian, suara langkah kaki tegap menggema dari arah pintu utama.
Wang Yiche melangkah masuk dengan jubah kebesaran kekaisaran berwarna hitam berbordir naga emas. Topeng besi perak yang selama ini menutupi separuh wajahnya telah dilepas sepenuhnya, memperlihatkan garis wajahnya yang tegas dan berwibawa. Di sampingnya, Fang Hua berjalan anggun mengenakan pakaian bangsawan dengan kepala terangkat tinggi.
Seluruh pejabat istana serentak bersimpuh hormat, menyatukan kedua tangan di depan dada.
"Salam kepada Yang Mulia Pangeran Kelima! Semoga kekaisaran berjaya ribuan tahun!" seru para menteri serempak menggema memenuhi aula.
Wang Yiche berhenti di dekat tangga singgasana, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Setelah mempersilakan para menteri bangkit, urusan administrasi kekaisaran pun satu persatu diselesaikan.
Namun, begitu aula mulai sepi dan para menteri berangsur-angsur meninggalkan ruangan, Wang Yiche tidak langsung duduk di singgasananya. Pria itu berbalik, menatap lekat-lekat ke arah Fang Hua yang berdiri di sisinya. Manik matanya menyipit tajam, menyimpan rasa penasaran yang selama ini sengaja ia simpan di tengah kekacauan perang.
Wang Yiche melangkah mendekat, membuat jarak di antara mereka menjadi sangat tipis. Suara baritonnya terdengar rendah dan penuh selidik.
"Selama ini, seluruh istana memanggilmu Nona Luo... pengantin wanita dari keluarga Jenderal yang dikirim untuk menemaniku di Istana Barat," bisik Wang Yiche pelan, namun tatapannya mengunci manik mata Fang Hua. "Tetapi, cara berpikirmu, pengetahuan medis yang tidak masuk akal, hingga keberanianmu yang melampaui putri bangsawan mana pun... sama sekali bukan ciri khas seorang gadis keluarga Luo."
Fang Hua sedikit tertegun, namun ia tidak menunjukkan kepanikan. Ia balas menatap sang pangeran dengan tenang.
Sudut bibir Wang Yiche terangkat membentuk senyuman tipis yang penuh makna. Ia meraih pergelangan tangan Fang Hua perlahan, menyadari rahasia kecil yang selama ini disimpan rapat-rapat oleh gadis itu.
"Terutama ketika pelayan bernama Luo Huanran itu begitu ketakutan dan bingung di paviliun," lanjut Wang Yiche dengan nada suara yang melembut. "Katakan padaku... siapa sebenarnya nama aslimu, Nona yang telah mengubah duniamu dan duniaku?"
Fang Hua menghela napas pelan, lalu tersenyum hangat. Ia tahu, di hadapan pria yang kini memimpin Dinasti Tang ini, rahasia itu tidak perlu disembunyikan lagi.
"Namaku Fang Hua," jawab gadis itu tegas dan mantap.
Wang Yiche terdiam sejenak, lalu tawa kecil yang tulus lolos dari bibirnya. Ia menggenggam jemari Fang Hua erat-erat di hadapan angin pagi istana yang bertiup lembut.
"Fang Hua..." gumam Wang Yiche mengulang nama itu penuh kelembutan. "Nama yang indah. Dan mulai hari ini, di bawah langit Dinasti Tang yang baru, kau bukan lagi sekadar pengantin bayaran atau penyelamat di istana tua... kau adalah permaisuri di hatiku."
***
Terima kasih banyak sudah menemani perjalanan cerita Wang Yiche dan Fang Hua! ❤️
Mohon Dukungab untuk Like , Komen dan Ikuti Penulis terimakasih. Untuk extra part besok ya, dikarenakan agar karya tetap update selama masa review❤️