Gadis kecil Ella yang hidup di sebuah panti asuhan pinggiran kota yang berada di ujung kekaisaran Reis yang megah, hanya bermimpi untuk lepas dari segala kesakitan dan perundungan yang ia alami di panti.
Kehidupan yang dihantui ketakutan, kelaparan, membuatnya terus bermimpi akan sebuah kangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar. Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.
Akankah keluar dari kegelapan lama menuju kegelapan baru di depannya akan lebih baik? Atau justru, kegelapan di binar yang menyimpan keinginan untuk hidup di mata Ella, justru jauh lebih pekat dibanding yang ia tinggalkan?
♡♡♡♡♡
Jadwal Up:
Senin s/d Sabtu - Jam 20.00
Minggu - Double Up; 08.00 & 20.00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama ...
Pengumuman kedatangan yang diumumkan dengan sangat lantang baru saja membuat semua orang membeku.
Bukan karena grand duke yang kali ini datang ke pesta, tapi .. Bintang Kecil Kekaisaran? Apa dia tidak salah sebut?.
Malla yang berada di belakang tempat duduk keluarga kekaisaran bersama Halver juga merasakan detak jantung mereka yang seakan berhenti. Ia menggenggam erat pakaian yang digunakannya untuk tetap terlihat tenang.
Para bangsawan yang merasa diri mereka menghalangi pintu masuk menuju tempat duduk keluarga kekaisaran, sontak menyingkir.
Alcaluna membelalak saat netranya menangkap rambut panjang yang tergerai berwarna merah bak mawar merah khas Luelle, tatapan mata yang penuh rasa penasaran akan hal-hal indah dan cantik disekitar dengan binar dari netra keemasannya membuat dadanya dipenuhi oleh perasaan tidak karuan.
"Putriku ... PUTRIKU!"
Semua orang termasuk kaisar dan para pangeran yang masih mencerna keadaan sontak terkejut kala Alcaluna dengan tergesa bangkit dari tempat duduknya.
Wanita itu berlari menuruni anak tangga dari tempat duduk keluarga kekaisaran untuk segera memeluk malaikat kecilnya yang bisa saja kembali menghilang saat ia mengedipkan mata.
Ella menatap wanita cantik yang dari jauh tengah berlari ke arahnya.
Perlahan, mimpi tentang keluarga yang hadir di mimpinya mulai terasa jernih dan tidak lagi buram. Suara yang memanggil namanya dengan hangat setiap ia tertidur persis dengan suara wanita yang tengah tergesa menghampirinya saat ini.
Wajah wanita yang seolah berperan seperti ibunya di dalam mimpinya yang buram perlahan jelas.
Ella merasakan jantungnya berdegup, mereka orang yang sama!
"Mama ... " lirih gadis kecil itu.
"Ma-ma, mama," panggil Ella kepada Alcaluna yang semakin dekat dengannya.
Bruk-
Pelukan erat yang meluapkan seluruh kerinduan memeluk tubuh kecil Ella.
"Mama, ma-ma ... "
Ella terus meracau dalam pelukan Alcaluna, membuat perasaan bersalah wanita itu semakin tidak karuan. "Y-ya, ya ... mama disini sayangku," lirih Alcaluna menenangkan.
Tak kuasa menahan air mata, tangis Ella pecah di dalam pelukan hangat Alcaluna.
Ternyata, dirinya sudah pulang ya.
Aghasa yang melihat sang kakak yang ikut menangis saat memeluk Ella, sontak membungkukkan badannya untuk memberi salam. "Salam kepada Bulan dan Bintang Kecil Kekaisaran Reis. Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu menyertai Reis."
Tak lama, Calliope dan ketiga pangeran menghampiri mereka bertiga yang saat ini menjadi perhatian seluruh mata yang berada di ruang pesta.
Aghasa menatap ke arah kakak iparnya setelah tak lupa memberi salam menyapa. Rupanya sang kakak ipar yang biasanya penuh aura songong atas kekuasaan pun kini bisa berkaca-kaca.
Grand duke muda itupun terkekeh kecil saat melihat mata ketiga ponakan lainnya juga ikut berair, terutama si paling bar-bar Atala yang sudah keluar ingusnya.
...----------------...
Cescilla Baressa yang berada di kerumunan bangsawan bersama keluarganya pun mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan di depannya saat ini.
'Kenapa si pecundang itu kembali sih!' gerutunya dalam hati.
Tempatnya, dan posisinya di hati permaisuri selama 5 tahun ini tidak boleh kembali tergeser oleh anak yang dianggap pengacau itu.
"Cescilla, mulai saat ini, kamu harus lebih memperhatikan sikapmu."
Cescilla menatap ibunya yang berada disampingnya. Ia mengangguk saat melihat wajah datar sang ibu yang menatap lurus pemandangan di depan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
'Lagi, akan kucoba lagi untuk membuatmu bahagia kali ini ... Periku.'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...