Indonesia
NovelToon NovelToon
TAI CHU : KITAB TAKDIR

TAI CHU : KITAB TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Spectree Je

Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 - LELUHUR TUA YANG BANGUN DARI PETI ES

Lima tahun. Lima tahun tersisa menuju Janji 7 Tahun, tapi Wulin sudah seperti kuali yang mendidih dan tutupnya ditekan oleh tangan Kaisar.

Kaisar Tua itu — Zhuo Tian, 62 tahun sekarang, rambutnya yang dulu hitam kini setengah putih karena racun yang ia minum setiap hari dan karena amarah yang tidak pernah padam — masih mengeluarkan perintah buruannya kepada orang-orang Wulin.

Bahkan setelah malam di Balai Naga 2 tahun lalu, di mana Qin Ye, pria 31 tahun bertopeng Kakek Awan Hitam, masuk ke dalam Balai Naga tanpa izin, membekukan anak panah emas Tian Ying peringkat 3 dengan Cakar Tulang Putih 9 Yin, dan berkata: Anakku Qin Ruyan adalah Kitab 9 Yin itu sendiri.

Bahkan setelah Jiang Yu, murid tidak langsung Zhou Botong, mengalahkan 6 Pengawal Naga Dalam dengan Dua Tangan Saling Berkelahi dan keluar dari Istana sambil tertawa nakal.

Kaisar Tua itu tidak kapok. Ia justru semakin gila.

Setiap 3 bulan, ia mengeluarkan Perintah Buruan Naga Emas yang baru, dengan harga yang naik.

Sekarang poster itu berbunyi:

DICARI HIDUP ATAU MATI:

Zhuo Fan (Topeng Perunggu Retak) - 100.000 tael emas.

Mu Chen (Bocah Goni 9 Kantung Tai Chu) - 100.000 tael emas.

Yang Lie (Pemuda 9 Yang, hilang di Lembah Api) - 80.000 tael emas.

Qin Ruyan (Gadis Bayangan 9 Yin, putri Paviliun Awan Hitam) - 80.000 tael emas.

Qin Ye (Ketua Paviliun Awan Hitam, pengkhianat) - 100.000 tael emas.

Jiang Yu (Pengkhianat 8 Pendekar Langit) - 50.000 tael emas.

Barangsiapa menyembunyikan, 9 keluarga dibasmi, desanya dibakar.

Bentrokan terjadi di mana-mana, pertarungan antar pendekar terus terjadi.

Di pasar, pendekar Wulin Putih yang dulu minum arak bersama, kini saling curiga, karena salah satu dari mereka mungkin adalah pembunuh bayaran dari 36 Aliran Hitam yang menyamar untuk mendapatkan 100.000 tael emas.

Di tepi sungai, murid Quanzhen berkelahi dengan murid Kongtong karena memperebutkan informasi tentang Mu Chen yang terlihat di Danau Dongting.

Di hutan, 10.000 pengemis Sekte Pengemis berkelahi setiap hari dengan orang-orang Sekte Ular Hitam dan Gunung Bela Diri Hitam yang mencoba masuk ke Junshan untuk menculik Mu Chen. Lapangan lumpur Sarang Pengemis kini bukan lagi tempat berebut ayam panggang, tapi tempat latihan 18 Tapak Penakluk Naga setiap hari.

Wulin menjadi kacau. Darah mengalir di selokan. Dan Istana di Beijing tertawa, karena semakin kacau Wulin, semakin mudah Istana menguasainya.

Tapi ada satu hal yang membuat Istana tidak bisa tertawa sepenuhnya.

Paviliun Awan Hitam yang kini tidak ikut campur dengan perburuan, juga menjadi target dari Istana.

Sejak malam itu, Qin Ye membawa seluruh 36 anggota Paviliun Awan Hitam menghilang total. Tidak ada yang tahu di mana mereka. Poster buruan 100.000 tael emas untuk Qin Ye ditempel di setiap kota, tapi tidak ada yang berani mengambil, karena semua orang tahu, bahkan Tian Ying peringkat 3 dari 8 Pendekar Langit saja anak panah emasnya dibekukan menjadi debu es.

Kaisar murka, ia memerintahkan 8 Pendekar Langit yang tersisa — sekarang tinggal 7 orang, karena Jiang Yu keluar — dan 35 Aliran Hitam lainnya untuk memburu Paviliun Awan Hitam juga.

Tapi selama 2 tahun, tidak ada yang berhasil menemukan satu pun anggota Paviliun Awan Hitam. Mereka seperti benar-benar menjadi awan, hilang ditelan langit.

Sampai 3 bulan lalu, di awal Bab 19 ini.

Di dalam Istana Terlarang, di bawah Balai Naga, ada sebuah tempat yang bahkan Kaisar Zhuo Tian pun tidak boleh masuk sembarangan tanpa izin. Tempat itu bernama Bing Shi — Kamar Es.

Kamar Es adalah ruang bawah tanah yang seluruh dindingnya terbuat dari Es Abadi Gunung Kunlun yang tidak pernah mencair selama 100 tahun. Di tengah Kamar Es, ada sebuah peti es raksasa, panjangnya 10 kaki, lebarnya 5 kaki, di dalamnya terbaring seorang kakek tua.

Kakek itu bukan mayat. Rambutnya putih panjang sampai lantai, jenggotnya putih sampai menutupi seluruh tubuhnya, kulitnya keriput seperti kulit kura-kura 1.000 tahun, tapi dadanya masih naik turun, sangat pelan, satu napas dalam 1 hari. Di sekeliling peti es, ada 8 biksu Shaolin yang sudah mati membeku, duduk bersila — mereka adalah 8 Tetua Shaolin 50 tahun lalu yang mencoba menyegel kakek ini.

Kakek ini adalah leluhur tua yang bangun.

Namanya tidak ada di daftar 36 Aliran Hitam. Namanya tidak ada di daftar Wulin Putih. Karena namanya sudah dihapus dari sejarah 50 tahun lalu oleh Kaisar sebelumnya, ayah dari Zhuo Tian.

Namanya adalah Zhuo Wudi.

Adik kandung dari kakek Kaisar Zhuo Tian. Paman buyut dari Zhuo Fan.

50 tahun lalu, Zhuo Wudi adalah Pangeran Mahkota yang seharusnya menjadi Kaisar. Tapi ia gila akan beladiri. Ia tidak mau menjadi Kaisar, ia mau menjadi pendekar nomor satu. Ia masuk ke dalam Kamar Es, membekukan dirinya sendiri dengan Gui Xi Shen Gong — Ilmu Tidur Kura-Kura — dan berkata: "Jangan bangunkan aku kecuali Keluarga Zhuo hampir punah, atau kecuali ada Kitab 9 Yin dan 9 Yang muncul bersamaan."

Selama 50 tahun, ia tidur.

3 bulan lalu, Kaisar Zhuo Tian yang putus asa karena Qin Ye tidak bisa dibunuh, karena Mu Chen dilindungi 10.000 pengemis, karena Yang Lie hilang, karena Wulin semakin kacau tapi tidak ada hasil, akhirnya masuk ke Kamar Es dengan membawa 2 kitab: salinan palsu Kitab 9 Yin dan salinan palsu Kitab 9 Yang yang ia dapat dari pengkhianat Tang Men.

Ia berlutut di depan peti es, menangis, dan berbohong:

"Leluhur... Leluhur Zhuo Wudi... Keluarga Zhuo hampir punah! Kitab 9 Yin dan 9 Yang sudah muncul bersamaan! Seorang pengemis bernama Mu Chen menguasai Tai Chu! Seorang gadis bernama Qin Ruyan menguasai 9 Yin! Dan seorang bocah hilang bernama Yang Lie menguasai 9 Yang! Mereka ingin merebut tahta! Bangunlah, Leluhur! Selamatkan Keluarga Zhuo!"

Es di peti itu retak.

KRETEK... KRETEK... KRETEK...

Kakek tua yang tidur 50 tahun itu membuka matanya. Matanya bukan hitam, bukan putih, tapi... emas. Emas seperti naga.

Satu kata pertama yang keluar dari mulutnya setelah 50 tahun tidur, bukan "siapa kau", tapi:

"9 Yin... 9 Yang... Tai Chu... akhirnya... makanan..."

Zhuo Wudi bangun. Leluhur tua yang membuat Istana tidak lagi takut.

Karena Zhuo Wudi, 50 tahun lalu, adalah satu-satunya orang yang pernah mengalahkan Jueyuan, Guru Hui Chen, saat Jueyuan masih muda, dengan satu jari.

Kekuatannya... setara dengan 4 Tetua Shaolin yang berkumpul. Atau bahkan lebih. Karena selama 50 tahun di dalam es, ia tidak mati, ia berlatih dalam mimpi.

Malam itu juga, setelah bangun, Zhuo Wudi melakukan 3 hal:

Pertama, ia memakan 10 ayam panggang utuh, karena lapar 50 tahun.

Kedua, ia memanggil 7 Pendekar Langit yang tersisa, dan hanya dengan satu telapak tangan, ia membuat Tian Long peringkat 1 yang paling kuat, yang bahkan tidak pernah kalah, berlutut dan muntah darah. Sejak itu, 7 Pendekar Langit tidak lagi memanggil Kaisar Zhuo Tian sebagai Yang Mulia, tapi memanggil Zhuo Wudi sebagai Leluhur.

Ketiga, ia berkata pada Kaisar Zhuo Tian yang berlutut ketakutan di depan peti esnya:

"Cucu cicitku yang bodoh... kau memburu 9 Yin dan 9 Yang dengan anjing-anjing? Anjing tidak bisa memburu naga. Hanya naga yang bisa memburu naga. Mulai besok, aku sendiri yang akan keluar. Aku tidak butuh 36 Aliran Hitam. Aku tidak butuh Paviliun Awan Hitam. Aku hanya butuh satu... aku akan membawa kembali Qin Ruyan yang darahnya adalah 9 Yin, dan aku akan meminum darahnya. Lalu aku akan membawa kembali Mu Chen yang otaknya adalah Tai Chu, dan aku akan memakan otaknya. Dan aku akan menjadi... Kaisar Wulin dan Kaisar Langit sekaligus."

Kaisar Zhuo Tian yang mendengar itu, bukannya takut, malah tertawa gila. Karena ia tahu, dengan leluhur tua ini bangun, Istana tidak lagi takut pada Paviliun Awan Hitam, tidak takut pada Pengemis Utara, tidak takut pada Huang Yuchen.

Dan di Danau Dongting, Hong Wei Jun yang sedang mengajari Mu Chen Tapak ke-7 Shuang Long Qu Shui, tiba-tiba berhenti. Labu araknya jatuh ke tanah.

Ia menatap ke arah utara, ke arah Beijing.

"Qi ini... Qi kura-kura tua yang tidur 50 tahun... Zhuo Wudi... bajingan itu bangun..."

Mu Chen bingung. "Guru, siapa Zhuo Wudi?"

Hong Wei Jun wajahnya yang biasanya tertawa kini pucat seperti kertas.

"Bocah, 15 tahun lalu, yang menjebak Zhuo Fan di Lembah Pedang... bukan Kaisar Zhuo Tian. Kaisar Zhuo Tian terlalu bodoh untuk menjebak Zhuo Fan. Yang menjebak Zhuo Fan... adalah pamannya sendiri... Zhuo Wudi... yang pura-pura tidur di peti es..."

Dan di desa kecil di perbatasan Jiangnan, Qin Ruyan yang baru saja menakuti 20 orang Gunung Bela Diri Hitam dengan bayangannya, tiba-tiba memegang dadanya, tanda bulan sabit hitam di dahinya berkedut keras, darahnya mendidih.

"Ayah..." bisiknya pelan, menatap ke arah Beijing. "Ada sesuatu... yang ingin meminum darahku..."

Di atas atap, Jiang Yu yang masih duduk dengan dua tangan yang saling berkelahi, juga berhenti bertepuk tangan. Wajah nakalnya yang seperti Zhou Botong berubah serius untuk pertama kalinya dalam 2 tahun.

"Qi ini... bukan Qi manusia... ini Qi... kura-kura tua yang lapar... Sial... Hui Chen... sepertinya jawaban ketiga tentang apa itu keinginan... akan segera datang... karena ada seorang kakek tua 100 tahun yang keinginannya adalah... memakan semua kitab legenda..."

Bentrokan di mana-mana yang terjadi selama 2 tahun karena perintah buruan Kaisar Tua, kini... akan menjadi bentrokan yang sesungguhnya.

Karena leluhur tua yang bangun, Zhuo Wudi, tidak ingin emas. Ia tidak ingin tahta.

Ia ingin... memakan 9 Yin, 9 Yang, dan Tai Chu, untuk menjadi abadi.

Dan target pertamanya, karena yang paling dekat dan paling mudah ditemukan, adalah... Sarang Pengemis, Danau Dongting, tempat Mu Chen berada.

Hong Wei Jun mengambil Tongkat Pemukul Anjing yang asli, yang sudah 15 tahun tidak ia gunakan dengan serius, dan berteriak pada 10.000 pengemis:

"ANAK-ANAK! SIAPKAN MANGKUK! SIAPKAN TONGKAT! ADA KURA-KURA TUA 100 TAHUN YANG INGIN MAKAN AYAM PANGGANG KITA! KITA PUKUL KURA-KURA ITU SAMPAI CANGKANGNYA PECAH!"

Sorakan 10.000 pengemis menggema di atas Danau Dongting.

Tapi di dalam sorakan itu, ada rasa takut yang belum pernah ada selama 20 tahun.

Karena bahkan Pengemis Utara pun... belum pernah melawan monster yang tidur 50 tahun dan bangun hanya untuk makan kitab.

1
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuutt...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuttt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Laaaaannnjjuuttt..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Maaaannnttaapp..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!