Indonesia
NovelToon NovelToon
Abi Baik, Abi Gak Jahat

Abi Baik, Abi Gak Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:649
Nilai: 5
Nama Author: Eritasyofia

Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jka Mobil Itu Bisa Bicara

Winta tidak dapat berbuat apa apa apalagi saat dia merasakan sesuatu masuk ketubuhnya, nafas mereka semakin memburu, hujan turun begitu lebat , dua manusia berlainan jenis itu tidak dapat lagi menahan rindu mereka sampai akhirnya mereka selesai dan saling membenahi pakaian.

" Jangan matikan handphone umi, Abi gak sanggup, Abi rindu."

Perlahan Winta berjalan menuju pintu rumah dan membukanya pelan pelan, mobil Rangga pun menghilang dalam pekat malam dan hujan lebat.

Winta mengunci pintu depan dengan jemari yang masih berguncang hebat. Gemericik air hujan yang menetes dari ujung pakaian dan rambutnya tak lagi ia hiraukan. Dalam kegelapan ruang tamu, ia bersandar pada daun pintu, berusaha menata napasnya yang masih sesak dan berantakan.

​Dengan langkah mengendap-endap agar tak membangunkan Dinda, ia berjalan menuju kamarnya. Begitu pintu kamar terkunci rapi, Winta meluncur turun hingga terduduk di lantai berkarpet, menyandarkan punggungnya pada tepi ranjang.

​Sentuhan kulit, kehangatan terlarang, dan sensasi penyatuan intim di dalam kabin mobil tadi mendadak berputar ulang di memorinya dengan begitu jelas. Setiap kali ia memejamkan mata, ia seolah masih bisa merasakan cengkeraman jemari Rangga di pinggangnya, desah napas pria itu di ceruk lehernya, serta hentakan gairah yang membakar seluruh pertahanannya di bawah naungan hujan deras.

 Rasa hangat yang merayapi tubuhnya bercampur aduk dengan sengatan rasa salah yang begitu pekat. Ia meraba bibirnya yang masih terasa sedikit kelu akibat ciuman intens Rangga. Tangannya gemetar menyentuh kain pakaiannya sendiri, seolah aroma parfum dan tembakau Rangga masih menempel kuat di sana, menagih rindu yang kini berubah menjadi kebingungan yang menyiksa.

​Sementara itu, di sudut kota yang lain, mobil hitam milik Rangga membelah pekatnya malam yang perlahan menipis. Pria itu mengemudi dengan satu tangan mencengkeram erat kemudi, sementara pikiran dan fokusnya tertinggal sepenuhnya di seberang rumah Winta.

​Sesampainya di rumah, Rangga mematikan mesin dan terdiam cukup lama di dalam mobil. Suasana kabin yang kini sepi justru terasa begitu bising oleh bayang-bayang kejujuran emosi yang baru saja meluap.

Dengan langkah pelan, ia melangkah masuk ke dalam rumah.

​Suasana dalam rumah begitu hening. Saat melangkah masuk ke kamar utama, ia melihat Viona sudah tertidur lelap di atas ranjang, membelakanginya dengan selimut membungkus tubuh.

​Rangga berjalan menuju kamar mandi, membiarkan kucuran air dingin membasahi tubuhnya. Namun, dinginnya air tak mampu meluruhkan sisa kehangatan dan getaran gairah yang baru saja ia lalui bersama Winta.

Setiap kali memejamkan mata di bawah guyuran air, ingatan tentang bagaimanakah tubuh Winta pasrah dalam pelukannya

dalam remang kabin mobil kembali membakar benaknya. Ia membayangkan helaan napas pasrah Winta, sentuhan jemarinya yang hangat, dan tatapan mata wanita itu yang sarat akan rasa cinta sekaligus keputusasaan yang sama besarnya.

​Keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggang, Rangga menatap ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Ia merebahkan diri di sisi ranjang yang jauh dari Viona, menatap langit-langit kamar yang gelap.

 Dalam heningnya malam yang kian larut, kedua manusia itu berada di tempat berbeda, namun terikat oleh ingatan dan gairah terlarang yang sama, seseorang yang tak sanggup berpaling, dan seorang lagi yang tak sanggup melepaskan .

Sebelum tidur Rangga merenung, percintaannya dengan Winta sangat beda dengan apa yang dia rasa bersama Viona ya g dingin.

Winta begitu bergairah meskipun usianya tidak lagi muda.

"Oooh....entahlah."

Akhirnya Rangga tertidur dengan pulas, untungan Viona membangunkannya kalau tidak dia akan telat masuk kerja.

Besambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!