Follow Ige author : Shalsyala
Zahrani Alya Putri.
Bukan siapa siapa yang bersalah dalam kisah ini
Daun yang jatuh pun tak pernah menyalahkan laju angin
Seperti aku,
Seperti kisahku,
Bukan aku, kamu ataupun dia
Tak ada siapapun yang harus tersudut dengan kata "Salah"
Hanya takdir yang membawa kita sampai pada titik ini.
Reno Akbar Pratama. "Selamanya tak akan ada wanita lain selain Alya dihatiku."
Romansa penuh cinta antara dua anak manusia yang harus diuji oleh berbedaan kasta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shalsyalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung
"Na, Mama bagusnya pakek baju yang mana sayang?
"Ini?"
"Ini? atau ini?"
Bu Tari sedang menunjukkan baju baju yang ada dilemarinya. Hampir semua baju yang tergantung rapi di lemari bajunya sekarang beralih tempat berada di atas ranjangnya.
Nana hanya memperhatikan tingkah ibunya yang tidak biasanya berbuat demikian. Tangannya bersedekap, mengamati setiap pergerakan ibunya yang sibuk menunjukkan baju bajunya.
"Ma?!, kita bukan pertama kalinya kan ketemu sama Kak Alya?" tanya Nana heran.
"Iya sayang, tapi ini kan pertama kalinya Kak Alya datang ke rumah?" Bu Tari menjawab dan masih sibuk menempelkan satu persatu baju ke badannya di depan kaca.
"Terus apa bedanya?" Nana kembali mengajukan pertanyaan. Ia masih bingung dengan yang dimaksud ibunya.
"Enggak ada bedanya sih, Mama selalu senang kalau ketemu Kak Alya, tapi kali ini dengan datangnya Kak Alya ke rumah kita, hati Mama tambah senang, enggak tau kenapa?" Bu Tari menjawab dengan wajah yang begitu berseri seri, benar benar menunjukkan kegembiraan hatinya.
"Ooh mungkin Mama ngerasanya bukan cuma seorang Kak Alya yang mau datang, tapi seorang calon mantu yang datang menemui calon mertua" kata Nana kemudian di balas anggukan Bu Tari.
Dan tawa terus muncul di bibir ke duanya.
Akbar yang sedari tiduran diatas sofa yang terletak disudut kamar ibunya itu sesekali memperhatikan dua wanita yang begitu berarti dalam hidupnya itu. Ia tak berkomentar apapun dengan pembicaraan ibu dan adiknya. Ia terus sibuk dengan game di Hpnya.
"Akbar...!!" panggil Bu Tari.
Akbar hanya menoleh sekilas dan kembali fokus ke layar ponselnya. Bu Tari menghampirinya dengan membawa satu setelan baju dan berdiri di pinggir sofa.
"Mama bagus kan pakai baju yang ini?" ucapnya dengan menempelkan baju dibadannya.
Akbar mengamati baju ibunya, ia menegakkan tubuhnya kemudian duduk.
"Mama pakai baju apapun tetap cantik" ucapnya tulus memuji.
Menanggapi pujian dari putranya, Bu Tari tersenyum.
"Alya pulang kuliah jam berapa? cepetan kamu jemput !" ucap Bu Tari.
Akbar mengangguk setuju dan segera melangkah keluar kamar untuk segera menjemput Alya di Kampus.
Hari ini sudah lama direncanakan oleh Bu Tari. Ia sering meminta Alya untuk berkunjung kerumahnya. Namun kesibukan Alya yang begitu padat menjadikan alasan rencana itu tidak bisa terwujud. Dan setelah tawaran kesekian kalinya, akhirnya Alya mau meluangkan waktunya untuk berkunjung.
Dan hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Bu Tari. Ia begitu menyayangi Alya, apalagi semenjak ia tahu jika Akbar menjalin kasih dengan gadis itu, hatinya begitu berharap jika Alya bisa menjadi pendamping hidup Akbar kelak yang akan setia menemani putranya.
***
Mobil Akbar terparkir di depan sebuah toko kue. Dalam perjalanan dari kampus tadi, Alya memintanya untuk berhenti di depan sebuah toko kue. Alya memasuki toko kue itu dan meminta Akbar menunggunya di mobil.
Tak selang berapa lama, terlihat Alya keluar dari dalam toko dengan membawa dua kotak kue di dalam kantong plastik. Ia segera memasuki mobil.
"Kamu beli apa?" tanya Akbar sambil mengambil kotak kue ditangan Alya, kemudian ia letakkan di kursi belakang.
"Mama kamu sama Nana suka Cake coklat, jadi aku beli buat mereka" jawab Alya.
"Mama sama Nana aja?" tanya Akbar kembali.
"Iya, kamu enggak dapat bagian, kamu kan gak suka makanan manis"
Jawaban Alya memberi arti tersendiri bagi Akbar. Kekasih hatinya ini tanpa ia sadari mulai memperhatikan dirinya. Alya mulai tau apa yang ia sukai dan tidak. Senyum penuh arti muncul di bibirnya. Akbar menatap Alya kembali dengan penuh cinta.
Tatapan Akbar yang seperti itu membuat Alya sedikit malu dan salah tingkah. Semenjak memutuskan untuk menghilangkan traumanya dan percaya kepada Akbar, Alya mulai memperhatikan Akbar, menyelami watak dan sifat lelaki yang berhasil membuatnya jatuh hati itu. Ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti diawal hubungannya dengan Akbar, ia yang tidak bisa mengendalikan hatinya sendiri.
Keduanya pun melanjutkan kembali perjalanannya kembali menuju rumah Akbar.
****
**Terima kasih yang sudah setia membaca dan terus memberi like sampai pada episode ini.
Mohon dukungannya terus yaaa...
Terus kasih like dan jika sempat tulis beberapa kata di kolom komentar biar author paham yang juga dirasakan reader setelah membaca cerita ku.
Untuk semua readers tetap jaga kesehatan yaaa...
Semoga kita semua selau diberi kesehatan oleh Allah SWT ditengah mewabahnya virus di negara kita**.