Indonesia
NovelToon NovelToon
First Snow

First Snow

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:65k
Nilai: 5
Nama Author: Betsya Disi

Bagaimana jika orang yang kau sukai masih terus berada di bawah bayang-bayang sang mantan kekasih?

Dan bagaimana jika orang yang kau cintai, mencintai dirimu juga, namun orang disekitar tak menyetujui hubungan tersebut.

Inilah kisah Aileen, yang menyukai Sam, sang kakak kelasnya. Namun, segala sesuatu tentang Sam tak pernah lepas dari sang mantan kekasih, yakni Clarissa.

Hingga, saat Aileen memutuskan kembali ke negara asalnya, Sam baru menyadari bahwa ia telah salah.

Juga, Felysia, kakak tiri Aileen yang menyukai Daniel. Namun teman-temannya tak menyukai jika Felysia bersama dengan Daniel. Mereka ingin Felysia bersama dengan Felix.

Apakah kedua kakak beradik ini bisa mmperjuangkan cinta mereka? Atau harus membiarkan cinta mereka pergi begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Betsya Disi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga

Setelah acara hiburan, para murid dan para undangan yang ada pun dipersilahkan untuk berkeliling sekolah. Ditambah lagi para kelas 12 yang membuat stand mini setiap kelas dan menjajakan berbagai makanan dan minuman.

"Aileen, Mama ke sana dulu. Tuh ada teman Mama. Nanti kalau kamu udah ketemu Felysia, kalian samperin Mama ya,” ucap mamanya sambil berjalan ke arah yang di tunjuknya tadi.

Aileen pun menganggukkan kepalanya dengan tangannya yang masih memegang bunga yang harus diberikan kepada orang spesial, yang sayangnya Aileen tak tahu harus memberi itu kepada siapa.

"Gue kasih ini buat siapa ya?" Tanya Aileen pada dirinya sendiri sambil memperhatikan bunga itu.

"Kalo gue kasih sama Kak Sam gimana ya?" Tanya Aileen lagi. Namun saat asik memikirkan kepada siapa bunga itu, tak jauh dari posisinya berdiri, terlihat Sam yang sedang berjalan dengan Clarissa.

Aileen pun menajamkan penglihatannya, dan terlihat bahwa Clarissa memegang bunga mawar merah, yang diyakini adalah dari Sam. Dan Juga Sam yang kini memegang mawar putih.

Memang laki-laki harus memberi mawar merah kepada perempuan. Dan perempuan harus memberi mawar putih kepada laki-laki. Sebagai tanda bahwa bunga mereka telah tertukar.

"SHIIIIT!" Kesal Aileen dengan tatapan kesal ke arah Sam dan Clarissa.

"Hai, Aileen!" Sapa Clarissa dengan senyuman yang mengembang sambil merangkul tangan Sam manja saat mereka berjalan ke arah Aileen.

"Hehe, ya hai,” jawab Aileen datar dengan senyuman paksaan.

"Loh belum kasih bunga juga ya sampai sekarang?" Tanya Clarissa melihat ke arah tangan Aileen.

"Lo gak buta kali. Bisa lihat sendiri,” ucap Aileen pelan dan hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.

"Apa tadi?" Tanya Clarissa yang tak mendengar suara Aileen.

"Rencana mau kasih ini sama kepala sekolah. Tapi kepala sekolah malah gak keliatan. Gue cabut dulu ya, mau cari kepala sekolah,” ucap Aileen sambil berlari meninggalkan mereka.

Memang sejak kejadian bully tersebut sampai ke pihak sekolah, mereka akhirnya di panggil ke ruang BK. Dan saling meminta maaf, walau sebenarnya dengan sedikit rasa terpaksa di hati terkecil mereka masing-masing.

Sementara itu, Felysia yang baru selesai berganti paFelixan menjadi seragam sehabis tampil tadi pun akhirnya keluar dari aula. Ia pun berjalan menuju lapangan berusaha mencari adik dan ibunya.

"Felysia!" Panggil Felix dengan senyuman manis yang membuat siapa saja terpesona.

"Eh Felix? Ada apa?" Tanya Felysia sambil membalas senyuman Felix.

"Mmm, ini buat lo,” ucap Felix malu-malu sambil memberikan bunga mawar tersebut kepada Felysia.

"Terima ya. Mmm, gue cabut dulu,” ucap Felix kemudian lalu berlalu pergi.

Dari kejauhan, Daniel yang melihat kejadian Felix memberi bunga kepada Felysia pun, kini sedang menahan sakit hatinya.

Daniel sebenarnya berniat ingin memberi bunga miliknya kepada Felysia setelah Felysia selesai berganti pakaian, namun karena melihat Felix telah lebih dulu memberikan bunga, ia pun membatalkan niatnya tersebut.

Felysia yang menerima bunga dari Felix tersebut pun hanya memasang wajah datar. Ia tidak kesal, ia hanya berharap orang yang memberinya bunga adalah Daniel, bukan Felix.

Felysia pun mengedarkan pandangannya, mencoba mencari keberadaan Daniel. Dan tepat sekali, Felysia langsung menemukan keberadaan Daniel yang saat itu sedang berbicara dengan seorang anak perempuan kecil berkisar umur 5 tahun.

Felysia melihat Daniel memberi bunga miliknya kepada anak kecil tersebut. Anak kecil itu tersenyum bahagia bahkan memeluk Daniel sambil tertawa.

"Cih, saingan gue anak kecil!" Ucap Felysia dengan mata tak percaya melihat kejadian itu. Setelah melihat Daniel pergi menjauh, Felysia pun mendekati anak kecil tersebut.

"Halo adek. Nama kamu siapa?" Tanya Felysia mencoba ramah dan seakan memberi kesan bahwa dia adalah sosok kakak yang baik.

Namun bukannya menjawab, anak kecil tersebut justru melihat Felysia dengan tatapan takut.

"Adek kecil gak usah takut. Sini yuk dekatan sama kakak,” ucap Felysia dengan bibirnya yang selalu tersenyum.

Lagi-lagi anak kecil itu justru melangkah mundur menjauhi Felysia.

"Sabar, sabar. Demi bunga dari Daniel. Sabar Felysia,” ucap Felysia dalam hati pada dirinya.

"Sini dong dek. Kakak mau kasih bunga ini sama kamu. Tapi bunga yang kamu pegang sama kakak ya,” ucap Felysia berusaha seramah mungkin walau hatinya sudah emosi dengan anak kecil itu.

"Gak mau! Ini punya aku!" Jawab anak kecil itu sambil memeluk erat bunga tersebut.

"Eh jangan dipeluk kayak gitu. Nanti bunganya rusak!" Ucap Felysia melihat bunga tersebut.

"Mau dong ya. Kakak punya dua. Yang merah sama putih. Kamu cuma punya satu. Kita tukaran ya. Jadi punya kamu dua deh, terus itu buat kakak," bujuk Felysia tak mau menyerah.

"Betul ya itu semua buat aku?" Ucap anak perempuan itu lagi.

"Iya loh!" Ucap Felysia yang kesabarannya makin terkuras.

"Ya udah nih,” ucap anak kecil tersebut sambil menyodorkan bunga tersebut. Felysia pun langsung mengambil bunga tersebut dan memberi bunga miliknya.

"Yes, dapat bunga dari Daniel. Hah, tidak ada yang bisa menyaingi gue buat dapetin Daniel, sekalipun itu lo anak kecil!" Ucap Felysia dengan nada jahat dalam hatinya.

"Ekhem!" Ucap Daniel yang tiba-tiba muncul dari belakang Felysia.

"Eh Daniel?" Kaget Felysia dengan mata terbelalak.

"Ngapai di sini?" Tanya Daniel dengan alisnya yang terangkat sebelah.

"Ah gue… mmm, gue… udah dulu ya. Gue dicariin nih sama adek gue,” ucap Felysia terbata dan langsung pergi. Ia takut jika Daniel mengetahui bahwa dia meminta bunga pemberian Daniel dari anak kecil itu, yang mana bisa membuat Felysia mendapat malu.

"Kak! Lihat nih, aku dapat dua bunga!" Ucap anak kecil itu pada Daniel.

"Kakak itu yang kasih ya? Yang warna merah itu ada ulatnya loh. Buang aja ya. Warna putihnya kamu simpan aaja,” ucap Daniel agar anak kecil yang sebenarnya adalah sepupunya itu, untuk membuang bunga yang Daniel yakini adalah milik Felix.

Setelah berlari beberapa saat, Felysia pun akhirnya menemukan Aileen yang sedang duduk di bangku yang ada di lapangan sambil memakan es krim.

"Dek! Gue dapat bunga dari Daniel tau. Keren kan gue,” ucap Felysia saat ia sudah duduk di samping Aileen.

"Oh gitu,” jawab Aileen dengan nada datar.

"Kenapa lo Dek? Oh gue tau, Sam belum kasih lo bunga kan? Lo nungguin dia ya?" Tanya Felysia.

"Gak. Soalnya Samnya udah kasih bunga sama Clarissa,” jawab Aileen dan kembali melahap es krimnya dengan mulut yang besar agar es krimnya langsung habis.

"Yah sayang banget, terus bunga lo buat siapa dong? Mau kasih Sam tetap?" Tanya Felysia lagi sambil memperhatikan adiknya tersebut yang seakan tak merasakan dingin es tersebut di mulutnya.

"Nih buat Kakak aja,” jawab Aileen menyodorkan bunganya.

"Dih, maaf ya gue gak mau. Oh iya Dek, kasih Hizkia aja. Kan dia cowok sih," ucap Felysia mengusulkan.

Aileen yang mendengar ide kakaknya itu pun langsung berdiri penuh semangat.

"Iya juga ya. Bentar deh gue cari dia dulu,” ucap Aileen yang memasukkan potongan terakhir es krimnya ke dalam mulut.

Ia pun langsung berlari kencang mencari Hizkia. Namun saat di perjalanan, tiba-tiba tali sepatunya terlepas. Karena Aileen fokus melihat sepatunya, ia pun tak sengaja menabrak Sam.

Bruk!

"Duh! Udah tau gue lagi lari, minggir kek!" Ucap Aileen dengan tatapan kesal kepada Sam dan kemudian melanjutkan larinya dan melupakan tali sepatunya yang terlepas.

Sementara Sam yang habis di tabraknya tadi pun hanya memandang bingung ke arah Aileen.

1
Chodhyland
knp harus ada pembullyan
Chodhyland
kenapa ailin diem bae di bully.
biasanya orang luar lbh berani.lawanlah...
Flowersxd
kak ini BL ya
Betsya Disi: bukan kak
total 1 replies
Pindah Ke Wattpad
jadi pengen punya adek 🗿
Bang Regar
👍👍👍👍👍
kha
lanjutt thor
udah penasaran banget
cahaya sari manurung
next
Fiah Nisa
bagus
VBEAR
salam dari "Kepsek, I Love You" jgn lupa mampir ya kak 🙏
Dina Rosdiana985
semangat thor
Anita Jenius
Hadir kak..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Nurul Lukmana
hizkia ku pikir wadon ternyata Lanang haha..🤣
Betsya Disi: wkwkwk🤣🤣🤣
total 1 replies
Daisy🌻
semngat kak 🔥🔥🔥

yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
Vie
lanjit tor....
boomlike dari ditinggal nikah dan kamulah harpanku hadir...ditunggu feedbacknya iga
Best
hai... aku mampir ya...

lanjut thor...

mari saling dukung 😊✌️
Dina Rosdiana985
lanjuddddddddd thor
Dina Rosdiana985
lnjut
Betsya Disi: Terima kasih dukungannya😁😁
total 1 replies
Candra
aillen itu cewek apa cowok?
Cinta Laura: ya😞....
total 2 replies
xxx
Thor Aileen itu laki" apa perempuan tho dan temen nya satunya yaitu Zaskia itu tho bingung🤔
Betsya Disi: Aileen itu perempuan
Hizkia itu cowok 🤣
total 1 replies
lovaticsever
ah aku tahu nih lagunya.. penyanyi tuh juga nyanyi lagu two is better than one
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!