Indonesia
NovelToon NovelToon
Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Mafia / Duda / Tamat
Popularitas:495.5k
Nilai: 5
Nama Author: Thenia12 Nurhalimah

DE WILLSON SERIES 4 (Reagan Louis De Willson)

Lukanya belum sembuh semenjak kematian mendiang istrinya dua tahun yang lalu di tambah Reagan belum menemukan penyebab pasti kecelakaan yang menimpa istrinya sampai meninggal.

Sekarang ia harus menuruti keinginan putra semata wayangnya, Rey. Yang menginginkan seorang ibu.

Reagan hendak bertunangan dengan seorang perempuan tapi pria itu kabur di hari pertunangan nya membuat Ayah kembarnya (Winter & Summer) marah besar terhadap Reagan.

Reagan menjadi seorang dosen di salah satu kampus yang jauh dari rumah keluarganya. Di kampus itulah dia bertemu dengan Diandra, mahasiswi yang mengidap Agyrophobia (Takut/tidak bisa menyebrang)

Hal itu selalu membuat Reagan geram karena gadis bernama Diandra itu selalu terlambat masuk kelas.

Rey menyukai Diandra dan menginginkan gadis itu menjadi Ibunya tapi ada satu kesalahan terbesar Diandra yang membuat Reagan murka.

Akankah Reagan memaafkan kesalahan Diandra atau justru meninggalkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thenia12 Nurhalimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Septiant sudah tahu Dee dan Pak Reagan ...

Dee berjalan mengendap-ngendap, mengintip di dekat pintu melihat ujian pagi ini sudah di mulai. Dia terlambat datang ke kampus, Reagan terlihat duduk di meja guru mengawasi mereka.

Dee menghela nafas lalu menyenderkan punggungnya di dinding seraya berdecak. Harus bagaimana ini, apa yang harus dia lakukan.

"Masuk aja kali ya. Tapi kayanya udah mulai dari tadi," gumam Dee.

"Aku yakin aku pasti ujian susulan nanti," seru Dee putus asa seraya menghembuskan nafas.

"Bodo amat ah, masuk aja."

"Eh pak Reagan!" Bahu Dee meloncat kaget dengan Reagan yang entah dari kapan berdiri di pintu dengan memasukan kedua tangan nya ke saku celana.

"Terlambat?"

"Hehe iya Pak."

Reagan mengangguk. "Masuk."

Dee bisa bernafas lega sebab Reagan terlihat tidak marah sama sekali. Dia beruntung Dosen nya itu Reagan.

Baru saja dia merasa beruntung karena dosen nya itu Reagan tapi kalimat itu di patahkan dengan ucapan Reagan.

"Squat jump 20 kali!"

"Hah?"

"25 kali."

"Tapi Pak Reagan--"

"30."

Dee melebarkan matanya kenapa malah semakin bertambah. Teman-temannya yang lain menahan tawa. Alma hanya menggelengkan kepala tak habis pikir, kenapa Dee bisa sampai telat.

Karena tidak mau hukuman di tambah alhasil Dee mulai squat jump.

"Hitung dengan keras, Diandra!"

"Satu ..." seru Dee dengan terus squat jump. Gadis itu menekuk wajahnya.

"Saya harap tidak ada yang mencontoh sikap Diandra," seru Reagan kepada yang lain.

Dee sontak terdiam dalam posisi berjongkok menatap Reagan. Dia telat ke kampus juga karena liburan ke pantai kemarin dan pulang malam.

"Pak, saya kurang tidur," seru Dee.

"Kenapa bisa kurang tidur?" Tanya Reagan dengan tangan bersedekap dada menatap Dee yang masih berjongkok.

"Ya kan kemarin ..." ucapan Dee terhenti. Dia menatap seluruh teman nya, tidak mungkin kan dia bilang telat karena kemarin ke pantai bersama Pak Reagan.

"Tidak jadi, Pak. Ini salah saya." Dee mengerucutkan bibirnya dan kembali squat jump dengan terus berhitung. Reagan menahan senyum nya seraya menonton mahasiswinya yang sedang di hukum itu.

"Tiga puluh ..." Dee berhitung dengan nafas terengah-engah.

"Duduk dan kerjakan ujianmu," seru Reagan.

"Makasih Pak Reagan," sahut Dee pelan sambil menyeka keringat di keningnya.

 

"Besok ada acara bazar kan. Saya harap kalian semua membawa sesuatu untuk di sumbangkan. Bisa juga membuat makanan untuk di jual kepada teman-teman kalian yang lain ..." seru Reagan memberi pengumuman setelah ujian mereka selesai.

"Pak, saya punya baju bekas tapi masih bagus," seru salah satu lelaki di kelas itu.

"Kalau sudah tidak terpakai. Bawa saja untuk di sumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan."

"Pak, kalau sepatu boleh?"

"Boleh."

"Saya bawa tas, Pak."

"Silahkan."

"Adalagi?" Tanya Reagan.

Dee mengangkat tangan nya. "Saya mau buat catering makanan saja untuk di bagikan."

Reagan mengangguk dengan tersenyum tipis. "Bagus."

"Dee aku besok bantu kamu aja ya," bisik Alma yang di jawab anggukan dari Dee.

"Yasudah kalian boleh istirahat sekarang ..."

Mereka semua pun keluar untuk istirahat. Termasuk Dee dan Alma yang langsung pergi ke kantin.

Seperti biasa Dee akan membuka kotak bekal yang dia bawa dari rumah.

"Dee, kok kamu bisa terlambat sih. Tumben," seru Alma seraya memakan salad.

Gadis itu sedang melakukan diet untuk tubuhnya jadi kali ini tidak ada bakso di jam istirahat.

"A-aku semalam engga bisa tidur, Al. Jadinya telat bangun."

"Oh begitu ya ..." seru Alma seraya mengangguk-ngangguk.

"Dee, aku liat pemandangan indah deh di pantai. Coba kamu liat nih ..." Alma menyimpan sendoknya dan membuka galeri di ponselnya.

"Pemandangan apa sih, Al?"

"Bentar Dee, bentar. Nah ini ..."

Alma menunjukan sebuah video, sontak mata Dee terbelalak sempurna.

"Al, kamu ..."

"Eittsss, engga boleh di hapus!" Alma langsung menjauhkan ponselnya ketika Dee hendak merebut ponselnya itu.

"Ih Alma kamu dapet darimana."

Alma tertawa dengan masih memainkan ponselnya di udara ketika Dee terus berupaya mengambil ponsel milik sahabatnya itu.

"Hahaha aku di pantai juga kemarin, Dee. Sama keluargaku, ciee udah kaya keluarga bahagia aja ke pantai bertiga."

"Ish apasih, Al. Siniin gak?"

"Engga mau Wle ..." Alma kini menjulurkan lidahnya dengan ponsel yang dia sembunyikan di punggungnya.

"Eh." Alma terkejut ketika ponselnya di bawa oleh seseorang dari belakang.

"Septiant." Alma langsung berdiri.

Ketika Alma hendak merebut ponselnya dari tangan Septiant sontak Septiant menepis tangan Alma seraya menonton video tersebut.

"Septiant ..." Dee menghampiri Septiant tapi Septiant langsung menatap serius Dee setelah menonton video itu.

Video dimana Reagan tengah mengejar Dee dan mengangkatnya seperti karung beras di bahunya lalu tertawa sambil di sirami air oleh Rey.

"Pak Reagan, Dee?" Tanya Septiant menatap Dee tak percaya.

Bagaimana bisa Dee dan Pak Reagan se sosweet itu.

"Septiant ----"

"Kamu punya hubungan sama Pak Reagan?" Potong Septiant.

Dee berdecak lalu menarik tangan Septiant untuk menjauh dari kantin sebab dia takut yang lain mendengar ucapan Septiant.

Alma terlihat gelisah dengan mengigit bibir bawahnya. Bagaimana ini? Septiant sudah tahu.

Dee dan Septiant berbicara di taman. Mereka duduk di kursi yang jauh dari kursi yang lain.

"Jelasin, Dee. Kamu punya hubungan apa sama Pak Reagan!" Seru Septiant.

"Aku kemarin cuman jalan-jalan nemenin Rey, anaknya Pak Reagan."

"Bohong! Kalau cuman nemenin kenapa kamu sama Pak Reagan keliatan deket banget sampai di video itu kalian main kejar-kejaran!"

"Ya itu buat ngehibur Rey," sahut Dee.

"Dee jangan Pak Reagan, kamu tau kan siapa Pak Reagan sebenarnya? Satu kampus udah tau, Dee. Jangan bilang kamu engga tau soal Pak Reagan!"

"Yang aku tau Pak Reagan dosen dan punya anak satu. Udah itu aja!"

"Keluarganya mafia, Dee." Seru Septiant setengah berbisik.

Dee berdecak. "Ya itu keluarganya. Pak Reagan nya beda!"

"Itu belum keliatan aja aslinya gimana, Dee. Gimana kalau aslinya Pak Reagan jahat?"

Dee menghembuskan nafas tak habis pikir dengan ucapan Septiant yang terkesan menjelek-jelekan Reagan.

"Septiant, kamu engga boleh bicara kaya gitu sama orang yang engga kamu kenal dekat."

"Ya terus kamu kenal dekat sama Pak Reagan, hah?"

Dee sontak terdiam dengan pertanyaan Septiant. Dia menggigit bibir bawahnya bingung harus menjawab apa.

"Septiant, Pak Tama mencarimu ..."

Keduanya terkejut dan segera menoleh. Reagan berdiri entah dari kapan di dekat mereka.

Septiant sontak berdiri menghadap Reagan. "I-iya Pak."

Sebelum Septiant pergi dia menatap Dee terlebih dahulu. Dia berharap Dee ikut pergi juga tapi gadis itu masih duduk di kursi. Alhasil Septiant meninggalkan Dee bersama Reagan.

Reagan menatap punggung Septiant yang berjalan pergi dengan sesekali menoleh ke belakang.

Pria itu pun duduk di samping Dee ketika Septiant sudah benar-benar hilang dari pandangannya.

"A-ada apa, Pak?" Tanya Dee ketika Reagan duduk di sampingnya.

Dee berharap besar Reagan tidak mendengarkan ucapan Septiant barusan.

"Rey mencarimu ..." pria itu menyodorkan ponselnya yang dimana ada wajah Rey yang tengah video call.

Dengan senyum sumringah Dee langsung mengambil ponsel itu.

"Hai Rey ..."

"Mommy Dee ..." teriak Rey antusias.

"Rey masih di sekolah ya?"

"Iya, aku belum pulang nih. Mommy Dee jemput aku dong sama Daddy."

"Hah?" Dee sontak menatap Reagan yang duduk sambil menatap ke depan.

"Eum, kan pulangnya sore. Jadi Kak Dee sama Daddy nya Rey engga bisa jemput Rey."

"Bisa dong. Aku juga pulang sore aja, aku tungguin di sekolah ya. Aku mau main dulu sama Om Adam sama teman aku. Bye mommy ..."

"Rey! Rey!" Panggil Dee ketika panggilan sudah di akhiri oleh Rey.

Bagaimana ini. Rey sudah berpikir Dee setuju untuk menjemput anak itu.

"Kalau kamu engga bisa, saya bisa jemput sendiri, Diandra ..." seru Reagan menatap Dee.

"B-bisa Pak. Saya bisa. Tadi saya pikir Pak Reagan yang engga mau saya ikut hehe ..."

Reagan tersenyum samar seraya menganggukan kepala.

Bersambung

1
Nurhayati
luar biasa
Riyana Rika
jahat sekali sma istrinya.. gk kuat rasanya 😭
Rifana Sitorus
Luar biasa
Rhenii RA
Alah, si Alshad ikut campur juga gara2 elu juga kali Dee😒
Rhenii RA
Jangan melewati batas bung, ntar nangeesss dipojokan🤣
fitria widyani
seru kak ceritanya 🤗🤗🤗🤗
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Anisa Zahra
emgnya benrn y kalo TDR jgn pke bra
Anisa Zahra
kok menurutku skrg pak raegen mlh Kya manfaatin Rey dh biar bisa sma Dee trus
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Atun
good
tri
sangat bagus
༅🌠luͣcᷫy hiatus🐼
lnjut thor
Neni Nuraeni
lanjut trus thor
Aini Chayankx Ahmad N
halo kkak Author.yang lukisan dari aleta dan jasper sama Vivian dan marver ma linka dulu kak.kelarin kak,seru semua.jangan di gantung terlanjur penasaran aku kak.rey ma sheira nya belakangan
Aini Chayankx Ahmad N: hei hei kak author,kok sama Maria 🥺🥺ma linka donk.
tapi apalah daya aku kak,aku tidak bisa mengubah takdirnya.
tapi semoga masih ada harapan 🙏😉
total 2 replies
Aini Chayankx Ahmad N
kak Author Marvel manlinka dulu donk kak
Cha Cha
lanjut blm bs move dr mereka 🙏🙏💓💓💓
Lestariaza
cap cus langsung ksana tak favorit dlu 😁🌹
Lisa Halik
thor di lanjut lagi marvel sama linka...rey nti sj thor...
Lisa Halik
akhirnya happy ending dee sama reagan..
thor lanjut lagi ceritanay marvel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!