"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH SATU
"Ibu"
Azzura berteriak saat melihat kondisi rumahnya yang berantakan. Semua perabot berserakan bahkan ada beberapa yang rusak
Gadis remaja itu menghampiri sang ibu yang duduk sambil menangis, Azzura memeluk tubuh ibunya sambil keduanya menangis
"Kenapa kakakmu bisa berurusan dengan orang-orang seperti itu? Siapa mereka nak?" Diah menangis dalam pelukan putri bungsunya
"Dimana kak Aluna sebenarnya Bu? Dan mereka itu siapa? Dia majikannya kak Aluna kan?"
Dia memilih untuk diam, bagaimana ia bisa mengatakan pada Azzura jika Aluna datang dan ia mengusirnya karena Aluna tengah mengandung
"Ibu gak tau"
Sementara itu Arjuna kembali melakukan pencarian, seluruh anak buahnya dikerahkan untuk dapat menemukan keberadaan istrinya
"Apa ada kabar?" Tanyanya saat Joseph selesai menerima telepon
"Dokter Samuel menghilang"
"Apa urusan kita dengan dokter itu? Apa dia ada hubungannya dengan istri saya?"
"Dokter Samuel adalah dokter kandungan nona Aluna, mungkin saja dokter Samuel membantu nona melarikan diri" Jelas Joseph
"Apa mereka ada hubungan?"
"Bona mengatakan jika dokter Samuel pernah mengutarakan ketertarikannya pada nona"
Arjuna mengepal, apa selama ini keduanya memang memiliki hubungan dibelakang dirinya?
Kenapa ia selalu dihadapkan dengan wanita pengkhianat? Ia pikir Aluna gadis polos yang tidak akan pernah melakukan itu
"Cari mereka sampai ketemu Joseph! Habisi dokter kandungan itu dan bawa Aluna kehadapan saya!"
Amarah dalam dirinya memuncak, rasanya darahnya mendidih. Ia merasa dikhianati oleh orang-orang kecil
"Apa yang ada dipikiran kamu, Aluna? Apa kamu benar-benar marah dengan ucapan ku saat itu hingga berani melakukan ini?"
Arjuna kembali kerumah, ia akan menunggu sampai informasi tentang keberadaan istrinya didapat
Semua orang suruhannya telah menyebar, bahkan Arjuna memerintahkan mereka mencari hingga keluar negeri
"Tuan"
"Ada apa Joseph?"
Pria setengah bule itu tidak menjawab, namun Joseph memberikan ponselnya dan dengan segera Arjuna mengambil benda pipih itu
"Gambar ini diambil dari CCTV jalan menuju jalan besar, Nona memang dijemput oleh dokter Samuel dan sepertinya hal ini sudah mereka rencanakan secara matang"
"Brengsek!" Arjuna berteriak "Cari mereka Joseph! Jangan biarkan para pengkhianat itu hidup!"
Pintu kembali diketuk, seorang pelayan datang "Tuan, diluar ada dokter Nancy"
Arjuna tidak menjawab, pria tampan itu bangkit dari kursi kebesarannya lalu melangkah keluar
"Tuan" dokter wanita itu mendekat namun telapak tangan lebar Arjuna lebih dulu menghampirinya
"Dokter seperti apa yang sudah kamu berikan pada saya? Bukannya saya sudah mengatakan untuk menyelidiki orang-orang yang akan terlibat dengan saya!"
Dokter cantik itu memegangi pipinya, rasanya begitu perih. Nancy menunduk namun sebelum itu ia sempat menatap kearah pria yang berdiri dibelakang atasannya
"Maafkan saya tuan, saya hanya mendapat rekomendasi dan dokter Samuel adalah yang terbaik"
"Yang terbaik kamu bilang? Lihat apa yang dia lakukan pada istri saya! Dia membawa istri saya lari" Ucap Arjuna penuh kemarahan
"Maafkan saya tuan"
"Apa maaf dari kamu bisa mengembalikan istri dan anak-anak saya?" Rasanya Arjuna ingin menghabisi semua orang
"Kita bisa mengancam dokter itu menggunakan keluarganya, bukan?" Joseph menyahut dari arah belakang
"Ya" Arjuna mengangguk "Dokter Nancy, apa kamu tau dimana keluarga dokter itu?"
Dokter cantik itu menggeleng "Dokter Samuel adalah yatim piatu, dia menjadi dokter karena yayasan pendidikan dari Bimantara, dia sama seperti saya, tuan"
Arjuna mengumpat, sungguh sial karena tidak ada cara untuk menemukan Aluna dan calon buah hatinya
"Kalian lanjutkan pencarian dan jangan ganggu saya!" Setelah mengatakan itu, Arjuna menaiki tangga. Bukan kamarnya namun pria itu masuk kedalam kamar bayi
Sebenarnya belum rampung, didalamnya semua barang masih diletakkan begitu saja, ini karena Arjuna mengatakan akan membawa barang-barang ini kerumah utama
Pria itu mendekati lemari, membukanya dan meraih satu pakaian kecil berwarna biru. Harusnya satu bulan lagi ia bisa melihat kedua buah hatinya yang lucu
Kenapa dirinya tidak bisa bahagia, kenapa ia tidak bisa mendapat apa yang ia inginkan? Ia ingin hidup layaknya orang lain
Memiliki keluarga yang bahagia, ia berpikir jika Aluna akan mengobati semuanya. Wanita itu tidak seperti Zoya yang gila harta
Tapi kenapa Aluna pergi meninggalkannya? Kenapa dirinya selalu tidak beruntung? Wanitanya selalu memilih pria lain
Pria itu mengusap pipinya, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia meneteskan air mata
Arjuna berpikir jika hatinya telah mati, bahkan selama pengkhianatan yang dilakukan Zoya, tidak sekalipun ia menitihkan air matanya
Apa yang istimewa dari wanita polos itu? Bahkan ketidakhadiran nya meninggalkan rasa rindu yang teramat besar
Arjuna menyesal telah mengatakan kata-kata menyakitkan itu, harusnya ia biarkan saja Aluna mencintainya, setidaknya Aluna tetap disisinya
Kenapa ia takut melenyapkan orang-orang yang mengancam keselamatan keluarganya? Kenapa ia takut dengan ancaman William?
Ini salahnya, Aluna dan buah hatinya pergi karena kesalahannya. Kenapa ia tidak berani mengungkapkan perasaannya pada wanita itu? Dirinya ini terlalu pengecut
***
Arjuna tidak sadar telah terlelap di kamar bayi, manik tajam bak elang itu terbuka. Arjuna bangun lalu mengembalikan baju kecil bermotif ikan hiu itu kembali kedalam lemari
Arjuna keluar, hari sudah berganti menjadi gelap. Arjuna berteriak memanggil nama asisten pribadinya
"Joseph"
"Ya tuan"
"Apa ada kabar?" Tanya Arjuna
Wajah keraguan terpancar jelas dari wajah pria berdarah Belanda itu dan Arjuna menyadarinya
"Ada apa?"
"Mobil dokter Samuel ditemukan di jurang dijalan menuju perbatasan kota"
Arjuna membeku, ia tidak ingin mengetahui kebenaran apapun. Ia tidak mungkin kehilangan istri serta calon anak-anaknya
"Maksudnya?"
"Anak buah kita yang mencari kesana, menemukan sebuah mobil yang dievakuasi oleh pihak berwajib. Didalamnya ditemukan mayat seorang pria dan seorang wanita yang..."
Joseph tidak mampu lagi untuk melanjutkan ucapannya "Katakan Joseph!"
"Mayat itu bersama seorang wanita yang tengah hamil besar, keduanya tewas terbakar dengan wajah yang tidak bisa dikenali"
Arjuna membeku, dunianya seolah runtuh. Hatinya menolak jika wanita itu adalah Aluna nya
"Dia bukan Aluna, lanjutkan pencarian karena itu bukan Aluna!"