Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Katerina Kedatangan Tamu
"Oke. Kamu paham kan maksudku?" tanya Katerina.
"Paham." Leerant menatap wajah cantik Katerina. "Mau aku antar pulang?"
Katerina menggelengkan kepalanya. "Aku masih ada jadwal konsultasi jam tiga. Setengah jam terus aku harus bertemu dengan seseorang jam empat."
"Aku tunggu! Sambil membuat paper darimu," eyel Leerant.
Katerina tersenyum. "Aku hendak bertemu Tristan. Mau ikut?"
Leerant melongo dan cemberut. "Tidak jadi! Aku jadi obat nyamuk nanti!" Pria itu langsung membereskan laptop, iPad, jurnal dan semua peralatannya lalu memasukkan ke dalam tasnya. "Nikmati kencanmu!"
Katerina tertawa kecil. "Sorry ...."
Leerant menatap Katerina. "Selama belum ada kabar tunangan atau undangan pesta pernikahan, masih banyak jalan menuju ke Roma."
Katerina mengangguk. "Apakah kamu yakin?"
"Never been this sure ( tidak pernah seyakin ini )!" jawab Leerant judes lalu pergi meninggalkan Katerina.
Gadis itu tertawa geli. "Oh ya ampun ... sindrom anak bontot! Eh, aku juga anak bontot ya."
Katerina pun berdiri sambil memasukkan semua barang-barangnya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Halo Tante Karina. Menginap dimana?"
***
Leerant datang ke gedung perusahaan ayahnya dengan wajah kesal. Sungguh moodnya untuk membuat paper, anjlok seketika mendengar Katerina hendak bertemu dengan tunangannya. Ya tidak salah karena mereka long distance relationship tapi kenapa harus bilang padanya!
"Selamat siang tuan muda kedua ...."
"Tuan muda kedua, selamat datang ...."
Leerant mengacuhkan sapaan para pegawai ayahnya dan langsung masuk ke dalam lift. Melihat perubahan wajah Leerant yang lebih jutek dari biasanya, para pegawai langsung berspekulasi.
"Jangan-jangan tesis tuan muda kedua ditolak lagi," bisik-bisik para pegawai.
"Bukannya nilai bahasa Inggris tuan muda kedua dapat D? Jadi itu yang membuatnya tidak bisa lulus?" bisik pegawai yang lain.
"Darimana kamu tahu?" tanya yang lain.
"Adikku kuliah di kampus yang sama dan kebetulan satu kelas bahasa Inggris dengan tuan muda kedua."
"Kok bisa tuan muda kedua payah bahasa Inggrisnya?" tanya pegawai senior. "Memang beda dengan tuan muda pertama. Selalu terstruktur dan presisi baik di studi ataupun pekerjaan."
Semua pegawai menelengkan kepalanya. "Benar-benar bumi dan kerak bumi bedanya."
***
Leerant keluar dari lift dan melihat Miu Wai, pengawalnya yang tidak diizinkan untuk ikut selama kuliah. Pria berpipi chubby itu tersenyum.
"Bagaimana kuliahnya, tuan muda?" tanya Miu Wai.
"Menyebalkan, Miu Miu!" sungut Leerant sambil melemparkan tas ranselnya ke pengawalnya.
"Eh? Apakah dosennya menyebalkan?" tanya Miu Wai sambil menerima tas Leerant.
"Dosennya tidak! Tunangannya yang menyebalkan!" Leerant main masuk ke ruang kerja ayahnya tanpa ketuk pintu dan permisi.
Dia terkejut saat melihat ayahnya sedang berciuman dengan ibunya di dalam ruang kerja. Leerant lalu menutup pintu ruang kerja ayahnya dengan keras, membuat Miu Wai terlonjak kaget.
Wajah Leerant semakin ditekuk sepuluh karena melihat kemesraan kedua orang tuanya dan itu membuatnya kesal kuadrat 64! Timothy dan Cecilia menatap putra bungsunya dengan bingung.
"Kamu kenapa, Xiao Lee?" tanya Cecilia sambil menghampiri putranya yang duduk seenaknya di sofa. Wanita sosialita itu langsung mencium pipi putra bungsunya.
"Tidak apa-apa." Leerant semakin merajuk.
"Oke sayang ...." Cecilia duduk di sebelah putranya. "Ceritakan soal kuliahmu."
"Begitulah," jawab Leerant.
"Begitulah gimana?" tanya Cecilia.
"Buat paper."
"Oliver Wilde?" goda Cecilia.
"Iya." Leerant membuang muka.
Cecilia melihat ke arah Timothy seolah memberikan kode bahwa dia hendak berbicara berdua dengan putra bungsunya. Timothy pun berjalan keluar sambil menyeret Miu Wai yang bingung dengan situasinya.
"Ayo MiuMiu, kita keluar!" Timothy membawa asisten Leerant keluar.
"Ba ... Baik tuan besar." Miu Wai menatap tuan mudanya dengan memberikan jempol tangan.
Leerant hanya melirik ke arah asistennya yang dibawa oleh ayahnya. Setelah tinggal berdua, Cecilia menatap putra bungsunya.
"Xiao Kate cantik ya?" tanya Cecilia.
"Banget! Dan cerdas!"
"Kalau dia nggak cerdas, nggak mungkin dapat gelar PhD di usia lebih muda dari kamu! Terus kenapa kamu marah? Xiao Kate galak?" tanya Cecilia.
"Nggak...." Leerant menjawab dengan nada mengambang.
"Xiao Kate sudah punya tunangan?" tebak Cecilia.
Leerant tidak menjawab. Dia hanya melengos.
"Dengar Xiao Lee. Kamu dan Xiao Kate itu lebar kesenjangannya!" Cecilia melebarkan kedua tangannya. "Kamu masih mahasiswa S2 yang entah bisa lulus atau tidak semester ini sementara Xiao Kate sudah maju ke depan. Dia sudah mengajar di banyak kampus! Setahun jadi asisten dosen, setahun di Malaysia dan dua tahun di Seoul. Sekarang di Taipei. Lha kamu?"
Leerant semakin cemberut.
"Tunangan Xiao Kate adalah seorang dokter bedah lulusan Oxford dan mereka serius. Kamu? Gelar cuma S1, pekerjaan? Numpang ortu dan tidak jelas! Mama tidak mau membandingkan kamu dengan Gege kamu karena pasti ngambeknya di kamu. Tapi kamu lihat gambarannya. Xiao Kate pasti tidak mau mokondo macam kamu! Papa dan Mama salah terlalu memanjakan kamu tapi ini titik balik kamu. Jika kamu mau membuat Xiao Kate berpaling, ya kamu buktikan! Tapi kalau Xiao Kate tetap dengan pacarnya, ya kamu harus legowo!" lanjut Cecilia.
Putra bungsunya hanya menghela napas panjang. "Aku tahu aku punya banyak kesenjangan."
"Nah tuh tahu!" Cecilia merengkuh putranya dan memeluknya seperti jaman kecil. "Sayang, kamu itu pintar. Papa dan Gegemu salut dengan maket hasil karya kamu. Sayangnya, otak kamu itu kalah dengan malas!"
Leerant memeluk ibunya. "Ma, aku harus ngapain? Perlu bawa ke dukun? Addduuuhhh!"
Cecilia menyelentik kening Leerant. "Bawa ke dukun! Nggak ada! Ya kamu buktikan dong! Bahwa kamu bisa lulus cepat!"
***
Sore harinya
Katerina tersenyum ke arah pasangan yang berada di meja makan bersama anak remaja mereka. Gadis itu langsung memeluk si wanita.
"Halo Tante Karina. Apa kabar?" senyum Katerina.
"Baik sayang. Kamu sendiri senang jadi dosen di sini?" tanya Karina.
"Alhamdulillah senang. Halo Oom Ravi," sapa Katerina sambil salim.
"Halo Bu Dosen," kekeh Ravi Khan.
"Halo Rafa," sapa Katerina dan remaja laki-laki itu memeluk Katerina.
"Halo Mbak," balas Rafandra Khan yang biasa dipanggil Rafa.
"Ayo duduk. Kita makan sambil ngobrol ya?" ajak Karina.
Mereka pun duduk di meja makan berbentuk bundar. Ravi dan Rafa langsung memesan banyak dimsum serta minuman.
"Tante dan Oom dalam rangka apa ke Taipei?" tanya Katerina setelah makanan datang.
"Oom dipindahkan kemari. Jadi Deputy Representative untuk kantor perwakilan Britania Raya di Taiwan," jawab Ravi.
Katerina melongo. "Mulai kapan?"
"Sampai empat tahun tergantung Kerajaan Inggris dan Minggu depan adalah pelantikannya. Kami datang duluan untuk mencari tahu situasinya," jawab Ravi.
"Tante mengajarnya gimana?" tanya Katerina.
"Pikir belakangan. Tante mah gampang," senyum Karina.
"Stockholm kehilangan dosen dong!"
***
Note
Kantor Britania Taipei (Hanzi: 英國在台辦事處; Pinyin: Yīngguó Zài Tái Bànshì Chù; Pe̍h-ōe-jī: Eng-kok chāi Tâi Pān-sū-chhù), sebelumnya bernama Kantor Perdagangan dan Kebudayaan Britania yang dibuka pada Oktober 1993, adalah kantor perwakilan dari Pemerintah Britania Raya di Taiwan, dengan peran utama untuk mempromosikan perdagangan Britania dan kepentingan investasi. Dengan tidak adanya hubungan diplomatik antara London dan Taipei, maka kantor ini berfungsi sebagai kedutaan besar de facto.
Sumber Wikipedia
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
mungkin maksd kak Hana
bergabung=berkabung
engga muter-muter. keren ..
mntn mrtuanya kceplosan...jgn blng kl kcelakaan tu emng d sngaja sm kluarganya tristan????
tp alasannya apa????
harta????atw sking ga sukanya sm kate,smp tega mnyingkirkannya????
keceplosan kah????
usut itu kecelakaan kykny emang biar kate meninggal trs tristan bs di setir sama keluarga ma dan diporotin hartanya
mungkin karena harta yang diperoleh Tristan yang jadi harta warisan 🤔🤔🤔