Jika aku bisa memilih antara dia atau dirimu maka aku tak kan pernah ingin mengenal kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 32
"Hati-hati sayang.. " ucap Dion yang kini membantu dera
"Terimakasih mas.. " jawab Dera yang kini sudah ada di dalam mobil
Dion pun tersenyum dan menganggukan kepalanya lalu menutup pintu mobil sang istri, Setelah pintu tertutup Dion pun masuk kedalam mobilnya.
Dion menghidupkan mesin mobilnya dan tak lama kemudian ia mengendarai dengan kecepatan sedang. Terlihat Dera yang menatap pemandangan di luar melihat dengan kagum pemandangan yang telah lama tak ia lihat, menghirup udara melihat semua orang yang sibuk pada kegiatan masing-masing
"Mass.." panggil dera yang kini melihat ke arah Dion yang sedang fokus menyetir
"Iya sayang kenapa ?" jawab Dion yang kini melihat ke arah Dera
"Aku ingin membeli makanan di sana mas.." ucap Dera dengan tangan yang menunjuk ke arah penjual makanan khas jawa
Dion pun melihat ke arah tunjuk Dera yang mengarah ke jajanan tradisional, Dion pun memarkirkan mobilnya menuju penjual makanan khas jawa.
Dan tak lama kemudian Dion mematikan mesin mobilnya dan keluar dari mobil. ia membukakan pintu mobil sang istri
"Ayo sayang.." ucap Dion yang kini memegang tangan Dera
"Mau beli apa ?" tanya Dion
Dera pun memilih makanan yang ada, ada beberapa macam yang ia beli dan semua adalah makanan kesukaannya
"Mas ga mau ada yang di beli?" tanya Dera yang kini melihat dion
" Beli apa aja pilih saja sayang.. kan di rumah rame" ucap Dion yang kini melihat ke arah Dera
"Ini saja mas.. udh cukup " ucap dera yang melihat makanan yang ia pilih
"Berapa bu? " tanya Dion yang kini duduk sejajar dengan Dera yang terlihat mengambil makanan yang ada di depannya
"Semuanya 150 ribu nak.." ucap sang ibu si penjual
Dion mengambil dompetnya lalu memberikan beberapa uang kertas warna merah pada sang ibu.
"Lebih banyak ini nak.." ucap sang ibu yang melihat uang yang ada di tangannya
"Ini dari saya bu, tolong di terima ya.." ucap Dion dengan senyuman yang merekah di wajahnya
"Ini adalah wujud syukurku karna istri saya kini telah sembuh dan kembali lagi bu. Kami bisa berkumpul kembali dengan keadaan yang telah lengkap adanya anak di temgah keluarga kami.." sambungnya dengan tersenyum ramah ke arsh sang ibu
"Terimakasih nak.. semoga sang istri selalu sehat begitu juga dengan kamu dan juga anak kalian. Aamiin" jawab sang ibu dengan memberikan ucapan serta do'a untuk keluarga Dion
"sama-sama bu.. Jaga kesehatan ya bu, kalau begitu kami pamit pulang dulu bu..Assalammualaikum.." ucap Dera yang kini tersenyum menatap sang ibu
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu.. terimakasih banyak nak " ucap sang ibu penjual dengan menatap Dera dan juga Dion yang mulai menjauh
"Mas mau..?" tanya dera yang kini terlihat menikmati makanan yang ia beli
"Nanti saja sayang.. " jawab Dion yang kini terlihat fokus menyetir
"Iya mas.. "jawab dera singkat lalu kembali menikmati makanan yang ada di tangannya
"Sekitar beberapa menit lagi kita sampai sayang, ibu dan juga ayah ada di rumah kita mereka menjaga si kembar saat ini.." ucap Dion dengan pandangan yang fokus menyetir
"Iya mas.. aku juga sudah ingin sekali melihat si kembar, menggendong mereka " ucap Dera yang kini membayangkan kedua anaknya
Sedangkan kedua orang tua Dera terlihat sama-sama mengasuh kedua cucunya dengan rasa bahagia.Kedua cucunya yang selalu membuat mereka tertawa dengan tingkah bayi yang saat ini ada di gendongan mereka.
Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah, dan terlihat kedua orang tua Dera yang sedang menggendong Alysia dan juga Aryan.
Sang ayah yang menggendong Alysia sedangkan sang ibu yang menggendong Aryan.
Justru karena mencintai itu rela mengalah membiarkan Dia bahagia dengan Dunianya dan kebebasannya tanpa harus terkekang dengan segala aturan yg kita buat.
Level tertinggi mencintai itu, ketika kita rela melepaskannya disaat hati sangat mencintainya 😊
Hingga akhirnya jatuh sejatuh²nya dan berakhir dengan kecewa dan luka.
Apabila semua itu blm siap maka jaga hati untuk tidak jatuh cinta 🤧
Bukan perpisahan yang ditangisi, tapi pertemuan yang harus disesali..
Kecewa sama diri sendiri dan hati yang begitu mudahnya jatuh cinta dan terbuai 🥺
ada hubungan apa merekaa sama dera..