Indonesia
NovelToon NovelToon
Doctor I'M In Love

Doctor I'M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fanfic
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Oeyfatimah

Kevin seorang mahasiswa semester enam fakultas Kedokteran, penderita penyakit jantung. Impian Kevin, ingin menikah sebelum dia pergi untuk selamanya alias menikah ketika umur 21 tahun.

Mila mahasiswa baru Fakultas Kedokteran, yang harus menerima kesialannya karena terlambat OSPEK dan harus menerima hukuman aneh dari seniornya. "Mencari kakak tingkat yang ulang tahunnya sama dengan dirinya."

Lantas, apakah impian Kevin akan tercapai? Bagaimana kisah keduanya?

Kevin punya satu kelebihan, bisa membaca dan mendengar apa yang ada diotak dan batin siapapun. Termasuk, kalian.

Kevin si penyuka 'kacang almond'.
Kevin si tukang mesum.
Kevin yang suka Mila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oeyfatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengelak namun hati meminta 2

"Tapi kan ini Emak gue, jadi serah gue dong mau meluk berapa lama. Iya kan Mah?" Meli dengan senang hati menjawab pertanyaan Kevin. "Noh

Emak gue angguk-angguk, bukan geleng-geleng."

"Nggak bisa dong, gue sama bini gue itu satu kesatuan yang terikat dan tak bisa terlepaskan! Jadi jangan berani main-main sama dia apalagi meluk-meluk," cerocos Balder panjang.

"Mana bisa juga dong, Emak-emak gue, jadi terserah gue dong."

"Nggak ada ya, jangan ngerecoki otak bini gue deh. Sebesar apapun gue ngotot, dia bakalan milih lo, jadi jangan buat malam gue jadi kelabu."

"Tuh buktinya doi kaga protes kalo gue peluk. Intinya lonya aja yang cemburuan. Iya kan Mah?"

Meli mengangguk. "Risiko punya istri cantik ya gini."

Balder berdecak. "Ck, cari bini gih biar nggak recokin bini gue mulu."

"Ini bini abadi gue." Kevin merangkul Meli mesra. Kontan membuat Balder kalang kabut. "Soalnya cuman doi yang setia, nggak pernah berpindah

kelain hati pula." Kevin melirik Thomas yang sekarang mengalihkan pandangannya keberapa sisi ruangan.

"Eh, gue juga nggak pernah berpindah ke lain hati ya! Gue mah orangnya setiaan ... kecuali sih dikasih yang beningan dikit bolehlah berpikir ulang."

"Nah ketahuan kan Mah, mending Mamah sama Kevin. Setia sama satu orang meskipun dia udah milih orang lain." Kevin berkata penuh drama.

"Siapa yang udah milih orang lain?"

Thomas langsung menyela. "Jadi pergi nggak nih? Kalo nggak jadi Thomas jalan sendiri."

"Jadi dong. Aduh udah jam berapa nih? Make up Mamah gimana bagus atau berantakan?" Meli seketika panik.

"Baru juga jam enam lewat tiga puluh menit," sahut Kevin.

"Masih sempat nggak ya buat benerin make up dulu, malu dong kalo ketemu temen dandananya hancur gini."

Kevin terkekeh. "Sempet kok Mah. Maaf ya Mah udah bikin make upnya rusak."

"Ih nggak apa-apa, ini Mamahnya aja yang baperan dikit-dikit nangis." Meli berkata malu-malu.

"Mana sempat. Jakarta macet, apalagi resto Uncle itu jauh dari rumah kita." Thomas menyela. "Lagian udah tau mau jalan masih aja buat drama."

Kevin melirik Thomas sebentar, tidak mau menghiraukan ucapannya Kevin masuk ke kamarnya segera bersiap.

Meli menghampiri Thomas kemudian menjawil hidung mancungnya. "Kenapa sih anak-anak Mamah perang dingin gini? Mamah kangen marahin kalian berdua nih yang sering buat pusing pagi-pagi."

"Nggak ah, biasa aja," kata Thomas acuh.

Meli menggeleng tak setuju. "Beda banget, biasanya kalian tuh ada aja kerjaanya berdua. Tapi, Mamah perhatiin beberapa bulan terakhir kalian tuh menjauh emang ada apa sih? Cerita dong...."

"Thomas nggak tau Mah, cepetan gih beresin make upnya ntar nggak keburu."

Meli mengerucutkan bibirnya. Di ujung sana Balder sudah membuka lebar-lebar tangannya menyuruh istri kesayangannya untuk masuk ke dalam pelukkannya. Sambil menghentakkan kakinya Meli mengikuti permintaan suaminya.

"Honey dugaan aku makin bener, penyebab dan penyelesainya cuma satu."

"Apa Pah?"

"Mila," bisik Balder. Cepat Balder mengecup bibir

Meli di depan semua orang, seketika cemberutnya hilang. "Ish malu tau Pah, nggak bisa apa tahan dulu."

"Biasanya juga suka, atau ciumannya kurang lama?" goda Balder.

"Jangan lama-lama dong, nggak liat apa muka-mukanya udah pada mupeng?"

Balder mengadarkan penglihatannya benar saja Bambang cs, Mbok Jum, dan Dokter Ardi menyaksikan tontonan tak layak itu tanpa berkedip.

"Ngapain masih di sini? Mau liat yang lebih? Jangan pangen kalo beneran gue suguhin," kata Balder dengan senyum yang sulit diartikan.

Balder sengaja menggoda dengan kembali hendak mencium Meli. Tanpa disuruh dua kali, Mbok Jum langsung ngacir ke dapur, Bambang cs turun ke bawah menyiapkan mobil sedangkan Dokter Ardi masuk ke kamar Kevin memastikan kesehatan bosnya lagi.

"Kamu usil banget sih!" Meli menepuk bahu Balder manja.

"Ayolah Honey, udah lama kita nggak cium-cium. Atau sekalian bikinin adek buat Thomas biar nggak baper mulu." Meli terkekeh mengangguk malu-malu.

"Eh nggak ada ya! Ini waktunya mepet masih aja mau mesum," sergah Thomas cepat. "Lagian yang harusnya Papah itu punya cucu bukan punya anak

lagi."

"Siapa yang mau kasih cucu coba, bontot gue dua-duanya jomblo gitu." Balder sengaja mengejek menunggu reaksi kedua anaknya, apalagi Kevin sudah berada di dekat pintu pasti mendengar ucapannya.

"Ya Thomaslah, siapa lagi." Thomas menjawab sekenanya.

"Kamu?" Meli tertawa. "Emang punya pacar, Dek?"

Skak mat. Thomas tak bisa berkata-kata lagi, emang kenyataanya ia tidak punya pacar dan masih menjomblo sampai sekarang. Berusaha merebut hati

seseorang tapi gagal karena kekuatan cinta yang begitu membara. Mencoba kelain hati, masih belum ada yang sehati.

"Hm ... adalah."

"Kok gue nggak yakin ya, siapa yang mau sama bontot gue yang satu ini? Mana sekarang lo itu sensian banget, biasanya nih ya, orang sensian itu

kelamaan jomblo. Eh, bentar, tadi katanya lo punya pacar? Tapi bukan pacar orang kan?" tanya Balder penuh selidik.

Thomas mendadak gugup. "Ya-ya nggak lah, emang Thomas perusak hubungan orang?"

"Ya tau aja pacar orang. Terus siapa dong? Cantik nggak, terus siapa namanya? Nama orang tuanya siapa, lebih tua atau lebih muda dari lo?" cecar Balder membuat Thomas makin kalang kabut.

"Dih kepo banget sih, jangan urusin percintaan Thomas deh."

Meli berdecik. "Mamah nggak yakin kamu punya pacar."

"Ah mentang-mentang Thomas lama ngejomblo, jadinya nggak percaya." Thomas mengeluh.

"Buktiin dong, kalo kamu punya pacar," tantang Meli. Dari gestur dan gaya bicaranya saja Meli sudah bisa menebak, kalau yang dibicarakan anaknya ini hanya fiktif belaka. "Mamah tanya sekali lagi, emang kamu punya pacar?" lanjutnya sambil tertawa geli.

Thomas memutar matanya. "Hm ... adalah, malam ini Thomas bakalan kenalin pacar Thomas. Jangan baper ya kalo tau siapa orangnya."

"Tapi, gue sih juga nggak percaya. Kelamaan jomblo jadi susah buat percaya." Balder ikut menimpali.

"Serah deh. Intinya jangan ampe kejilat ludah sendiri aja pas tau kebenarannya."

Diam-diam Kevin tersenyum kecut. Hatinya sakit untuk menerima kenyataan tapi, tak pernah bisa untuk membagikan kebahagiaan. Seberat-beratnya Kevin menolak, semuanya sia-sia karena Tuhan yang memilih dan menentukan sebuah kehidupan.

Berusaha untuk mengelak namun hati meminta. Satu keyakinan bagi Kevin, hadirnya Thomas dalam percintaana adalah solusi terbaik yang Tuhan ciptakan.

Mungkin saja, waktu Kevin di dunia hanya sebentar lagi, dengan sisa-sisa waktunya Kevin hanya ingin menaburkan kebahagiaan. Menanamkan kesukacitaan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, karena satu yang Kevin tahu: waktunya

semakin sedikit

Gue yakin, kalo rencana Tuhan selalu baik. Mungkin, selain gue , ada orang yang bisa bahagian Mila. Bisa aja itu lo orangnya.

•••

**Aduh Kevin terlalu pesismis ya gak sihh?

Jangan lupa Vote, Komentar dan Likenya yaaa❤**

1
Sigit Pratama
sebelas duabelas sama aku Thor,, singgle and always Heppi😁
Mey mey
katanya mau nyelesain dalam 1 bulan, next dong
heyyo
aaa kapan nextnya, sambil nunggu kabar baik dr kemil nih
Mey mey
next dong
Mey mey
next
Mey mey
next kak, jujur kangen bat sama kemil yg dulu😭
Mey mey
next 😭
Mey mey
next kak, sukakk sama kepinn ❤️✨
Mey mey
nextt kak
uluulu
nexttt kak,, sukaa bangett ♥️
blzko
lanjut!!!!!
plisss lanjut!!!!!
ladydian grand
Kak lanjutnya cepat ya pliss
ladydian grand
Judulnya🤣
meliza
Boom part pliss kangen
blzko
boom part dong,,, kayak dulu
ladydian grand
Travelling berjamaah
blzko
kak Next
Dee Azzah
Hai author, semangat up nya ya. Jangan lupa mampir 😊😊
ladydian grand
Ku salfok sama judulnya gais ahaha. Otaku travelling
heyyo: bangke,gua juga mikirnya begitu😭👎🏻
total 1 replies
ladydian grand
Selamattttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!