Pernikahan dalam pikiran Rachel Famela adalah kehidupan penuh cinta. Mengikat janji sehidup semati dengan Nata Amran, laki-laki yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama membuat hidupnya terasa seperti cerita dongeng yang menjadi nyata.
Sayangnya, pernikahan indah itu hanya terjadi jika keduanya memiliki perasaan cinta bukan keterpaksaan.
Rachel adalah seorang istri menurut dirinya sendiri tapi menurut Nata, Rachel hanya sebuah kewajiban untuk ia penuhi.
Akankah Rachel tetap bertahan saat ia sadar kalau bukan dirinyalah yang diinginkan oleh Nata?
Bisakah hati Nata luluh melihat cinta Rachel atau Rachel hanya akan dicintai jika Menjadi Dia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya_handa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penglaris toko bunga
Kesibukan terlihat di sebuah toko bunga kecil di salah satu sudut kota. Baru jam 10 pagi, sudah ada sekitar enam pembeli yang Ruby layani.
“Ini ya kak, bunga marigold sama mawar putihnya.” Ruby memberikan dua bucket kecil bunga pada seorang wanita yang sudah dari tadi menunggu di layani. Merangkai bunga memang bukan pekerjaan yang mudah dan membutuhkan ketelitian. Tapi ini sangat menyenangkan bagi Ruby.
“Wah terima kasih. Bunganya bener-bener cantik. Persis sama dengan yang di foto.” Ujar wanita itu sambil menciumi bucket bunga di tangannya.
“Di foto? Emang kakak liat di foto mana?” Ruby jadi penasaran.
Sedari tadi orang-orang dominan membeli Marigold dan mawar putih, sampai ia mengira ada perayaan yang melibatkan dua bunga itu. Tapi ternyata mereka melihatnya di foto. Foto yang mana?
“Foto di feednya kakak lo. Yang kakak posting beberapa hari lalu. Em … di situ kan tempat foto itu di ambil?” tunjuk wanita itu pada salah satu sudut toko yang berada di luar dan dipenuhi oleh bunga Hydrangea.
Ruby sepertinya sadar. Ia segera mengambil ponselnya dan membuka akun media sosialnya. “Astaga!” seru Ruby yang terkaget-kaget.
“Maksud kakak foto yang ini?” Ruby menunjukkan feed yang dibuatnya beberapa hari lalu dan sudah memiliki banyak komentar dan like. Fotonya bahkan sudah ribuan kali di bagikan.
“Nah iya, yang itu.” seru wanita tersebut.
“Dia model ya kak? Kok cantik banget. Kami sampe manggilnya gadis mawar putih.” Cicit Wanita tersebut sambil terkekeh.
“Hehehehe … dia bukan model, dia adikku. Dan dia memang sangat cantik.” Terang Ruby apa adanya.
“Pantesan yaa agak-agak mirip.” Gadis itu memperhatikan Ruby dengan seksama.
“Iyaa agak mirip. Cuma dia versi ideal, aku versi di rendem minyak tanah, makanya cukup mengembang.” Ruby merentangkan tangannya untuk memperlihatkan tubuhnya yang memang lebih berisi di banding Rachel.
“Hehehe … kakak bisa aja. kakak gemoy banget.” Puji gadis itu membuat Ruby tersenyum kecil.
“Ngomong-ngomong adeknya dimana kak? Boleh minta foto bareng gak?” Wanita itu celingukan melihat ke sekitar toko.
“Oh, dia gak tinggal di sini. Dia tinggal sama suaminya.”
“Hah, dia udah nikah?” mata gadis itu sampai melotot.
“Iyaa … satu tahun lalu.” Ruby jadi mengingat keputusan buru-buru yang di ambil ibunya saat mendiang ayah Nata meminta Rachel untuk menikah dengan putranya.
“Waah … aku kira belum nikah, masih kayak anak gadis. Kalau nanti ke sini salamin ya kak.”
“Iyaa, nanti aku salamin. Tapi, tolong bantu share dan rating toko ini yaa….”
“Siap kak,” gadis itu mengacungkan jempolnya tanda sepakat.
Setelah transaksi selesai ia pun pergi. Ia sempatkan mengambil beberapa foto di luar, di tempat foto Rachel di ambil diam-diam oleh Ruby.
“Dek, kamu bawa keberuntungan buat toko kita.” Batin Ruby sambil tetap melayani pembeli yang sudah mengantri menunggu giliran.
Ia masih tidak menyangka kalau akan ada sebanyak ini orang yang datang ke toko bunganya. Sambil melayani pembeli, Ruby sesekali melirik ponselnya untuk melihat, pertambahan netizen yang menyukai dan berkomentar di postingannya.
Melihat ke luar jendela pun, banyak orang yang sengaja berhenti untuk sekedar berfoto di depan bunganya. Tepat di spot dimana foto Rachel banyak di ambil Ruby dan di posting di feednya.
Candid saja penyuka fotonya sangat banyak, apalagi kalau Rachel sengaja berrias dan berpose, bukankah akan semakin banyak orang yang tertarik?
Akh, rasanya ia tidak sabar untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan menghubungi Rachel. Adiknya pasti ikut bahagia mendengar kabar ini
****
Semangat untuk up karya terbaru yang lebih menginspirasi Kakak