Di zaman modern seperti ini masih ada yang nama nya perjodohan. Benarkah pernikahan tanpa cinta akan bahagia? Pernikahan yang di dasarkan atas rasa kasihan. Apa keputusan ini benar?
Kisah seorang gadis bernama Karin yang baru masuk SMA. Dan harus di hadapkan dengan keputusan yang berat. Akankah masa masa SMA akan dia lewati dengan bahagia?
Ingin tahu kelanjutannya...???
Jangan lupa like, vote dan follow author terus yaa. Biar author makin semangat up nya. Up nya tergantung dukungan teman-teman sekalian.
Terima Kasih sudah membaca novel author yaa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndra KyRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Last Holiday
Malam harinya. Saat Karin sedang duduk santai sambil menonton TV, tiba tiba dia melihat Reza membawa bantal dan selimut.
"Kak Reza mau kemana?"
"Aku pesen kamar di sebelah, kalo ada apa apa kamu bisa langsung telpon aku."
"Kak Reza mau tidur di sebelah?" tanya Karin. Reza hanya menganggukkan kepalanya. "Kenapa?"
"Apanya yang kenapa?"
"Ya...maksdunya, kenapa tidur terpisah? Bukannya kak Reza sendiri yang bilang kalo suami istri harus tidur sekamar?"
"Iya sih, tapi setelah aku pikir pikir bahaya juga kalo aku disini sama kamu." jelas Reza.
"Bahaya kenapa?"
Reza pun mengusap pipi Karin lembut.
"Karena aku nggak bisa jamin aku bakal nepatin janji itu kalo aku tetap tidur disini." tambah kak Reza. "Aku nggak mau bikin kamu terluka, sayang. Aku nggak mau kamu benci sama aku."
Perlahan tangan Karin menggapai tangan Reza yang sedang mengusap pipinya.
"Kak Reza itu suamiku, aku percaya kok sama kak Reza. Dan sebenarnya aku tau selama ini kak Reza sudah menahannya."
"Maksudnya?"
"Aku tau kak Reza sesekali melakukan on***, tapi aku hanya diam pura pura nggak tau."
"Gi...gi..gimana kamu tau?"
"Ya pasti tau lah. Kalo kak Reza selesai dari kamar mandi pasti banyak banget tisu di kloset, bahkan bibi di rumah kak Reza pun pernah cerita kalo di kamar kak Reza seringkali dia melihat tisu yang penuh di tong sampah pojok kamar." jelas Karin yang membuat raut muka Reza semakin memerah bagai buah tomat.
Karin pun tersenyum nakal. Reza hanya bisa terdiam karena hal yang menjijikkan itu diketahui istrinya.
"Makasih ya kak." ucap Karin menenangkan Reza.
"Ma..makasih buat?"
"Makasih selama ini sudah menahannya, makasih karena sudah benar benar menjagaku selama ini. Makasih sudah nepatin janji."
Karin langsung memeluk Reza.
"Maaf ya, sepertinya aku sudah jahat banget sama kak Reza. Aku cuma takut kalo aku ngasih seluruhnya, suatu saat kak Reza akan ninggalin aku."
"Pikiran apa kayak gitu itu?" kesal Reza.
"Iya. Banyak rumor yang bilang kalo kak Reza sudah bosan, kak Reza bakal cari cewek lain lagi."
"Dan kamu lebih percaya rumor dari pada suamimu sendiri?"
Karin mengangguk manja.
"Istri bodoh." gurau Reza. "Kamu ini istriku, dan aku udah sayang sama kamu dari kita kecil. Jadi nggak mungkin aku bakal ninggalin kamu, apa lagi dengan hal yang nggak masuk akal kayak gitu."
Reza mencium kening Karin.
"Kamu itu istriku satu satunya, masa lalu ataupun masa depan tetap akan jadi istriku. Ya, meski terkadang agak centil sama cowok lain." canda Reza.
"Nggak apa apa sekali kali, cari yang fresh." balas Karin.
Tiba tiba Reza mencubit pipi Karin.
"Auww!! Sakit!!" teriak Karin.
"Jangan coba coba nakal." saran Reza.
Karin hanya bisa tersenyum. Melihat senyuman manis istrinya itu, sontak Reza langsung mencium bibir Karin. Dia mencium bibir Karin dengan sangat lembut, Karin pun membalas ciuman hangat Reza. Bibir mereka saling beradu, sesekali Reza memainkan lidahnya di dalam mulut Karin. Membuat Reza semakin tak bisa berhenti.
Tak lama kemudian ciuman Reza itu turun ke bagian leher Karin, membuatnya mengeluarkan suara suara kecil yang membuat gairah Reza semakin memuncak. Tak jarang Reza membuat beberapa tanda merah di leher istrinya.
"Sayang." panggil Reza lembut. "Boleh ngelakuin lebih?" pinta Reza manja.
Karin hanya membalas dengan senyuman. Reza pun menggendong istrinya menuju ranjang, kemudian pelan pelan dia meletakkan Karin di atas ranjang.
Dia pun kembali menciumi bibir istrinya, ciuman itu semakin liar dari sebelumnya. Kini tangan Reza sudah sampai di bagian dada Karin. Sambil menciumi istrinya, dengan cekatan tangan Reza melepas satu persatu kancing baju Karin. Hingga terlihat dua buah pa**** ranum yang masih tertutup bra.
"Kak." tiba tiba Karin menahan tangan Reza yang hendak menyusup ke dalam bajunya. Karin menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang?" tanya Reza lembut.
"Jangan kak, aku malu." ucap Karin manja.
"Kenapa harus malu, sayang? Aku ini suamimu, suamimu yang sah. Apa yang ada di kamu, cepat atau lambat aku akan melihat semuanya."
"Ii...ii...ini...pertama kalinya buat aku."
"Nggak apa apa, sayang. Aku akan pelan pelan." senyum Reza.
Dia pun melanjutkan aksinya. Reza kembali menciumi leher Karin, ciuman itu kemudian perlahan turun ke arah pa**** istrinya. Membuat Karin semakin tak bisa mengendalikan dirinya. Seakan akan tubuhnya di penuhi hawa panas.
Makin lama ciuman Reza itu semakin ganas, kini dia hendak turun ke bawah perut Karin. Perlahan tapi pasti, Reza mengambil keperawanan istri yang sudah dia nikahi setahun ini. Percikan darah segar mengalir dari ******** Karin. Malam itu adalah malam yang sangat indah bagi Reza dan Karin.
Mampir thor nyimak 🙋