Follow FB Author : Novel by Anny/ Anny Djumadi
Penyesalan selalu datang belakangan. Inilah yang berlaku buat si cantik Anggita. Karena percaya dirinya yang terlalu tinggi dia berusaha menggapai cinta Byantara, seorang CEO yang dingin dan kejam. Anggita berpikir dengan segala yang dimilikinya dia akan membuat Byantara akan mencintainya suatu hari. Tapi apa yang terjadi ketika ayah Byantara yang selalu menginginkan Anggita sebagai menantunya itu akhirnya meninggal? Anggita sama sekali sudah tidak memiliki orang yang berpihak padanya. Anggita harus pergi dari kehidupan Byantara bahkan membawa benih yang tidak pernah diakui Byantara.
Bagaimana perjalanan hidup Anggita selanjutnya? Buat yang penasaran ayo lanjut baca, ditunggu dukungan komentar, like dan votenya.
Semoga terhibur selalu, walau ceritanya akan menguras emosi🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu kembali
"Kau tidak apa-apa Gita?", tanya Samuel khawatir.
"Ah...tidak apa-apa Tuan, ini hanya sakit perut biasa, nanti saya segera menyusul ke bawah", janji Anggita.
"Kalau begitu saya bawa Benji dulu ya, Benji sudah tidak sabar ke bawah", ujar Samuel yang langsung menarik Benji untuk ikut dengannya. Benji yang dari tadi sudah melihat banyak permen di meja, tentu tidak menolak ajakan Samuel lagi. Tadi saat dia mau mengambilnya, Anggita tidak memperbolehkan dengan alasan acara belum dimulai. Kalau ikut Samuel, Benji yakin akan diperbolehkan, tidak seperti Anggita yang banyak aturannya.
*********
Benji berlari kegirangan begitu keluar dari dalam Mension ketika melihat gelas-gelas yang sudah diisi wine yang disusun tinggi. Maklum saja, selama ini nenek Tang sudah lama tidak pernah mengadakan pesta. Baru setelah kembalinya Samuel, nenek Tang kembali mengadakan pesta, jadi baru kali ini Benji melihat meriahnya sebuah pesta dengan begitu banyak hidangan.
Benji yang mengira itu adalah air sirup segera menghampiri meja itu untuk mengambil wine di meja itu. Samuel yang tidak menyangka Benji berlari begitu cepat, tertinggal agak di belakang, karena beberapa orang yang mengenal Samuel menyapa Samuel yang lewat, sehingga demi kesopanan Samuel tidak berani berlari mengejar Benji.
Benji yang kebingungan bagaimana mengambil wine itu melihat sekitarnya, Benji memang suka minum sirup, tetapi dia selalu dibatasi untuk makan dan minum yang manis-manis, karena Anggita sudah trauma melihat Pak Darmawan yang terserang penyakit gula(Diabetes). Jadi Benji menggunakan kesempatan, mumpung sang ibu sedang tidak ada.
Melihat seorang pria yang memakai kemeja putih, Benji segera menghampiri pria itu dan menarik baju pria itu.
"Om Makat sini!', perintah Benji. (Benji memanggil Om malaikat karena berbaju putih bahkan celananya pun putih dan terlihat tampan, seperti yang pernah dia tonton di film).
"Hey anak kecil! Aku bukan om mu! Apalagi si Makat, kau salah kenal orang!", ujar pria yang ternyata adalah Byantara yang sedang sibuk mencari bayangan Anggita.
Huh! Dasar anak kecil, memang wajah ku umum? sampai dia bisa salah kenal aku?", gerutu Byantara dalam hati merasa tidak senang.
"Om Makat, mau itu!", ujar Benji menunjuk ke arah wine. Benji sudah tidak perduli, yang penting dia bisa minum sirup sebelum Anggita turun. Byantara akhirnya melihat ke arah yang ditunjuk Benji, Byantara langsung kaget dengan keinginan Benji.
"Astaga! anak siapa ini? Kayak preman saja, nyuruh orang seenaknya, dan sekarang malah mau minum Wine!" pikir Byantara dalam hati sambil memperhatikan wajah Benji, karena dari tadi Byantara sama sekali tidak memperhatikan wajah Benji.Kini Byantara memperhatikan wajah Benji dengan seksama.
Kok wajahnya rasanya familiar?", pikir Byantara bingung.
"Om! cepat!", perintah Benji sambil berkacak pinggang dan menunjuk ke arah Wine yang tersusun itu.
"Ha-ha-ha, dasar anak nakal, masak masih kecil mau minum itu?", ujar Byantara menertawai Benji. Hani yang dari jauh melihat Benji sedang berbicara dengan Byantara segera menghampiri kedua orang itu.
Wah ada om ganteng lagi! Deketin dulu ah!, pikir Hani. Benji yang sudah kesal dengan Byantara karena sudah tidak menolongnya, malah masih mentertawakan nya, membuat Benji menjadi marah seketika.
"Om Montel, bukan om makat (Om Monster, bukan Om Malaikat)!", ujar Benji marah.
"Ada apa ya om?", tanya Hani yang sok jadi penengah.
"Ini adik mu ya? Apakah adik mu ingatannya terganggu? sebentar panggil aku Makat. sebentar Montel?", tanya Byantara yang kembali memperhatikan wajah Benji dan tertawa kembali ketika melihat Benji yang sudah menggembung kan pipinya kesal sambil berkacak pinggang dan melotot ke arahnya.
"Bukan adik ku Om, dia itu bilang kalau om itu Om monster, bukan om malaikat", sahut Hani mengartikannya ke Byantara sambil tersenyum.
"Apa? Berani sekali dia ngatain aku monster?", ujar Byantara yang langsung tersinggung.
"Montel! Montel", ejek Benji yang langsung berlari meninggalkan Byantara. Byantara hanya bisa menatap kesal ke arah Benji yang semakin menjauh, tapi tidak berniat mengejar Benji, dia tidak mau jadi perhatian di pesta itu hanya karena mengejar anak kecil.
"Oo, rupanya muka om mirip Benji!", ujar Hani tiba-tiba, Hani dari tadi merasa Byantara sepertinya mirip siapa, dan Hani akhirnya merasa wajah Benji mirip dengan Byantara.
"Benji siapa?", tanya Byantara.
"Anak yang ngatain om monster tadi. Ya udah om, saya tinggal dulu!", ujar Hani yang ingin mencari Benji, untuk menyampaikan kalau Benji mirip dengan om Monster, Hani terkadang memang suka mengerjai Benji kalau lagi iseng.
*********
Sella yang memandang dari jauh dari tadi sudah mengenali Byantara , saat Sella hendak menghampiri Byantara, Sella melihat Benji yang menarik baju Byantara, Sella langsung menghentikan langkahnya dan memperhatikan apa yang dilakukan Benji.
Tapi ketika melihat wajah Benji, seketika tangan Sella yang sedang memegang gelas langsung gemetar, ketika dia melihat wajah Benji yang begitu mirip dengan Byantara.
Jangan-jangan itu anak Anggita! Tapi Anggita sedang berada di mana?, pikir Sella sambil memperhatikan gerak gerik Benji dan Byantara. Untung saja setelah tidak berapa lama dia melihat Benji berlari meninggalkan Byantara
Semoga Byantara tidak menyadari kemiripannya! Tapi kok Byan bisa datang ke pesta di sini? Bukankah biasanya dia jarang menghadiri pesta seperti ini?" pikir Sella menjadi tidak tenang kembali.
********
"Benji, kau mau ke mana lagi!", ujar Samuel yang langsung menangkap Benji dan menggendongnya. Kali ini Samuel sudah takut kehilangan Benji lagi, bagaimanapun saat ini halaman Mansion neneknya yang luas itu sedang ramai tamu. Samuel merasa hari ini Benji tiba-tiba menjadi super aktif dan suka berlari ke sana ke mari.
"Benji mau itu!", tunjuk Benji menunjuk ke arah wine.
"Itu gak boleh Benji! itu wine bukan sirup, bisa bikin mabuk Anak kecil tidak boleh minum! Kalau Benji mau sirup, om Sam bawa Benji ke meja yang ada sirup", tawar Samuel yang menebak dengan tepat kalau Benji mengira wine itu adalah sirup.
Mendengar itu Benji langsung mengangguk senang.
********
Anggita sudah mengganti bajunya dengan warna hijau lumut, dan turun ke bawah. Anggita tidak menyangka kalau tamu yang datang lumayan banyak, membuat Anggita tidak bisa menemukan Samuel dan Benji dengan cepat. Tadinya dia berpikir akan mudah menemukan Samuel dan Benji, karena Samuel memiliki tubuh yang tinggi, tapi ternyata tidak juga.
Sedang memperhatikan sekitarnya, Anggita malah bertemu dengan Hani yang sebenarnya juga sedang mencari Benji.
"Hani, apakah kau melihat Benji?", tanya Anggita.
"Ada tante! Dekat meja yang ada susunan wine itu! Tante coba tanya sama om yang pakai baju putih itu, tadi Hani sempat melihat Benji bicara dengan om itu!", ujar Hani dengan sengaja, Hani masih kesal karena ditegur Samuel soal dia suka nonton bersama Benji, Hani berpikir kalau Anggita lah yang sudah mengadu ke Samuel, jadi Hani ingin membuat malu Anggita.
Huh! Biar nanti om baju putih itu tahu siapa ibu dari anak yang kurang ajar itu. Biar om itu protes ke mama Benji dan mama Benji malu, pikir Hani dalam hati yang ingin membalaskan dendamnya.
********
Setelah mendengar perkataan Hani, Anggita segera melangkah ke arah Byantara, Anggita sama sekali tidak pernah menyangka kalau itu adalah Byantara karena Byantara sedang memunggunginya.
"Permisi Tuan, apakah Tuan ada melihat seorang anak kecil laki-laki yang berusia sekitar empat tahun?", tanya Anggita yang membuat Byantara langsung membalikkan badan mendengar suara yang familiar itu.
Bersambung...........
emang iblis
novel kalian ku akui bagus tapi sangat2 tidak adil dan egois
ini buktinya
*pelakor kalian laknat dan binasakan tapi pebinor kalian puja2 dan semua perbuatannya kalian benarkan, padahal faktanya samue dan The banyak melakukan kesalahan fatal dan licik, samuel mendekati istri orang hingga membuat fitnah dan salah paham (aslinya samuel dan theo biang masalah) licik, bersikap baik dan menolong punya maksud licik ingin membuat salah paham dan akhir bisa mendekati istri orang (buktinya samuel dan theo melakukanya)
*intraksi suami dengan wanita lain kalian laknat dan pandang menjijikan tapi intraksi istri dengan pria lain kalian bela dan benarkan dengan alasan nolong lah, padahal faktanya samuel tidak ikhlas bantu Gita, sampai ada maunya, samu licik ingin membuat rumah tangga Gita hancur dan dia bisa merebut Gita
*kesalahan byan semua sudah pasti tau, dan kalian tegas itu kesalahan fatal dan kalian buat byan dapat karma, dia menyesal, dan berjuang sangat keras untuk mendapat kesempatan (adilkan) tapi ini semua kesalahan Gita kalian tutup mata dan kalian benarkan semuanya
binatang aja ada yg punya hati lho
apa Gita akan tenang2 aja krn merasa itu sbg perhatian Byan ?
padahal itu sudah pelecehan ....
hadeeeuuh ... Gita ini banyak banget dilecehkan yaaa ... tp krn Byan yg melakukan, jd dianggap oke2 aja ....
gedeg banget sama sosok Byan ... dan pada akhirnya Byan pun bahagia krn pelecehan2 yg dilakukannya berhasil membuat Gita menjadi istri ....
dan Gita sbg orang yg dilecehkan pun tersenyum bahagia ...
huehuehe ....
udah tindakannya malam itu melecehkan Gita ...
trus pertanyaan "anak siapa" ... itu juga pertanyaan melecehkan .... dlm arti, dia menganggap Gita wanita yg tidur dgn banyak laki2 ...
hadeeeuuuh .... dan Gita tetep santai aja ... "cuma marah sebentar" ... dan trus luluh ... 🤦♀️
gak ada ucapan terimakasih ?????
ck..ck..ck...
beneran Byan ini manusia gak ada akhlak ya ...
dan ternyata manusia spt itu yg dipilih Gita ...
gak ada empatinya liat kondisi Gita ... cuma gara2 cemburu sama Samuel ...
gak ada terimakasih nya juga ke Samuel .. padahal udah dibantu ..
beneran pengen Byan tuh sengsara deh ...