Indonesia
NovelToon NovelToon
Pilihan Adam

Pilihan Adam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: RATNA YULITA

Adam pemuda tampan dan kaya, menjadi incaran banyak wanita dari masa sekolah sampai kuliah. namun tak satupun dari mereka yang ditanggapi Adam.

Hana gadis desa yang bekerja dirumah makan milik Adam, juga menaruh hati kepada Adam, Hana sadar diri dan memilih mengabaikan perasaannya.

Adam menyukai Hana, ia meminta Hana memanggilnya kakak agar lebih dekat dan membuat Hana nyaman dalam bekerja.

Sanggupkah Hana menahan perasaannya dan selalu bersama Adam tanpa ungkapan cinta dari Adam??

ayo simak kisah mereka,.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA YULITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adam selesai ujian

"Panas sekali, padahal masih jam sepuluh pagi." ucap Hana saat keluar rumah bersiap untuk berangkat kerja.

"Setiap keputusan pasti memiliki konsekuensi yang harus diterima, aku memilih pekerjaan dapur, aku harus siap dengan cuaca panas setiap kali berangkat kerja. Jika aku bekerja dikantor aku tidak kepanasan, tapi teman dikantor cuma pak Ihsan dan Kak Rani, mereka orang kuliahan aku malu berada diantara mereka. Andai aku bisa buka usaha sendiri, aku tidak perlu bertahan untuk bekerja dan tinggal dirumah ini. aku gak boleh terlalu berharap sama kak Adam. Aku harus mandiri. Aku harus bisa mengurus diriku sendiri." ucap Hana telah selesai mengunci rumah dan ia melanjutkan langkahnya berjalan dibawah terik matahari yang membuatnya keringatan.

Lima belas menit berjalan kaki ia sampai ditempat kerja. Terlihat ibu-ibu pekerja lainnya sudah berada didapur. Mereka terlihat berbincang-bincang.

"Banyak sekali keringat di wajah mu Hana."ucap salah satu dari mereka saat Hana tiba didepan mereka.

"Iya, cuaca sangat panas." jawab Hana

"Kau tinggal di perumahan elit, kenapa tidak memakai kendaraan?" tanya yang lain

pertanyaan itu terasa menusuk jantung Hana.

"Aku tinggal di rumah teman, dia membebaskan ku uang sewa, aku tidak punya kendaraan karena itu aku jalan kaki." jawab Hana.

"Oh, kau menumpang." jawab mereka bersamaan. Mereka tidak lagi mempertanyakan kehidupan Hana, mereka bersiap untuk bekerja, Mereka membagi pekerjaan, Hana mendapat tugas mengupas kulit bawang merah. Lama mengupas bawang membuat mata Hana perih dan berair. ibu-ibu rekan kerja Hana tertawa melihat Hana yang menangis karna bawang.

"Cuci lah tangan dan wajah mu Hana, jangan diteruskan mengupas bawangnya." ucap ibu kerudung ungu.

"iya biar aku yang melanjutkan mengupas bawangnya." jawab ibu kerudung kuning.

Hana mengangguk dan segera toilet, saat akan memasuki toilet ia melihat Ihsan dan Rani keluar dari kantor, mereka berjalan menuju parkiran.

"Mau kemana pak Ihsan dan kak Rani?" tanya Hana didalam hatinya.Hana segera masuk ketoilet mencuci tangan serta wajahnya di wastafel yang berada ditoilet.

"eh, ketemu lagi. Kamu nangis?" ucap Vania ramah sambil mendekat kearah Hana yang hampir selesai mencuci wajahnya.

Hana menoleh sebentar kemudian melanjutkan mencuci wajahnya sampai ia bisa membuka matanya tanpa rasa perih lagi.

"Kita satu tempat kerja, wajar ketemu." jawab Hana sambil melihat Vania

"Benar juga, Aku dengar kau mengundurkan diri dari pekerjaan kantor, kenapa mundur?" tanya Vania.

"Aku lebih nyaman didapur."

"kau bodoh sekali, nanti setelah menikah kau pasti juga akan kedapur, ini dunia kerja. Seharusnya kau bertahan setelah mendapatkan jabatan yang tinggi."

"Kau benar, tapi ini masalah kenyamanan. kepergian ku tidak mempengaruhi apapun apalagi di kantor sudah ada karyawan baru. Dia lulusan Sarjana lebih tepat bekerja dikantor."

"Apa pun alasan mu, aku tetap menilai mu bodoh, si bodoh yang selalu kalah."

"Terserah kau saja menilai ku apa. dari awal masuk aku tidak punya pekerjaan yang jelas, pak Ihsan menyuruh ku bekerja sesukanya. kak Adam mengangkat ku jadi sekretaris pribadinya, tapi dia tidak masuk kantor, aku tidak tahu sampai kapan dia akan sibuk diluar. aku takut pak Ihsan menyuruh ku bekerja ditempat yang tidak aku mampu dan itu menjadi alasannya untuk memecat ku. Aku takut itu terjadi. Lebih baik aku memutuskan sendiri dimana posisi ku, dengan begitu pak Ihsan tidak akan menyuruh ku bekerja disembarang posisi lagi." jawab Hana

"Oh begitu. Ternyata kau takut dipecat juga. Haha,. hari ini pak Adam ujian, kami sudah menyiapkan kado untuknya. bagaimana dengan mu?"

"Aku tidak tahu, aku tidak punya kado." jawab Hana merasa sedih karena ia tidak tahu Adam ujian hari ini.

"Aku kedapur dulu." ucap Hana sambil pergi meninggalkan Vania yang ingin bicara namun tertahan karena Hana berlalu begitu cepat didepannya.

"Eh gak sopan banget, padahal aku masih mau ngomong, malah ditinggal." ucap Vania kesal.

Hana kembali bekerja, kali ini ia mengerjakan bagian meng geprek jahe agar cepat halus di penggilingan nanti.

Hana mengingat ucapan Vania tadi.

"Pantas saja kak Rani dan pak Ihsan pergi, mereka pasti melihat kak Adam ujian. aku tidak punya keberanian menghubungi kak Adam, aku tidak ingin merusak hubungan kak Rani dan kak Adam, aku juga tidak enak sama buk Indah, dia yang menolong ku mendapatkan pekerjaan ini, tidak mungkin aku mengganggu hubungan anaknya dan kak Adam. semoga kak Adam lulus ujian. Maaf kak, aku tidak bisa memberi kakak Kado, aku tidak memiliki uang untuk membeli kado, aku harus menghemat uang ku. Aku tidak tahu bagaimana nasib ku kedepannya." ucap Hana didalam hatinya.

\=\=\=

Ihsan mengajak Rani melihat Adam ujian skripsi hari ini. Rani sangat senang mendapat ajakan dari Ihsan, mereka singgah di toko untuk membeli kado yang akan diberikan kepada Adam. Pengunjung toko sangat ramai membuat mereka harus antri saat pembayaran.

"Sepertinya kita tidak bisa masuk melihat Adam ujian,kita sudah terlambat." ucap Ihsan saat mereka masuk kemobil setelah membayar kado yang mereka pilih.

"kita tunggu diluar saja, semoga ujiannya tidak lama." jawab Rani.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju kampus Adam.

Jantung Rani berdebar saat mereka sampai diruang ujian. Mereka menunggu Adam keluar dari ruang itu.

Tidak lama menunggu, Adam keluar dari ruang ujian dengan senyum diwajahnya menandakan ia berhasil. Ihsan memeluk Adam memberikan ucapan selamat. Rani mendekati mereka ia tersenyum melihat Adam yang terlihat bahagia.

Ihsan dan Adam melepas pelukannya.

Selamat Adam, ini untuk mu." ucap Rani sambil memberikan kado darinya

"Terimakasih." jawab Adam sambil menerima kado itu.

Rani tersenyum melihat Adam menerima kado dan mau berbicara dengannya. Rani merasa dikelilingi taburan bunga saat ini.

Teman Adam yang ingin memberi ucapan selamat dan kado ikut datang menghampiri Adam, mereka bergantian memeluk Adam (laki-laki), sementara teman perempuan Adam hanya memberikan ucapan selamat dan menyerahkan kado untuk Adam.

"Terimakasih semuanya, besok malam silahkan datang ke rumah makan ku, lintas sekawan. Aku akan menjamu kalian makan malam." ucap Adam yang disambut tepuk tangan dan sorak riang dari teman-temannya sekitar dua puluh orang.

"Oke, insyaallah kami datang, boleh kami bawa pasangan?" tanya teman Adam.

"Tentu saja, silahkan bawa pasangan kalian." jawab Adam. jawaban Adam membuat teman-temannya makin gembira.

"Ternyata Adam sudah berubah, dia memiliki teman perempuan." ucap Rani didalam hatinya.

Mereka berfoto bersama.

"Ayo kita makan siang bersama." ucap Ihsan saat teman-teman Adam sudah pergi dan hanya tinggal mereka di parkiran.

"Baiklah, ayo." ucap Adam.

Mereka masuk kemobil masing-masing. Ihsan yang menentukan tempat mereka makan siang ini.

1
lia musa
Kemana menghilang RATNA YULITA..Last update bulan april yg lalu..muncul kn diri anda..sudah ditunggu kelanjutan cerita ini
lia musa
terus semangat..teruskn update
lia musa
setakat ini..aku suka kerana alur cerita nya ringan senang difahami
Oktavia
lanjut kak
Oktavia
lanjut kak. semangat 💪💪
Oktavia
lanjut kak ya banyak. semangat kak 💪💪. aku suka karyamu
NN
lanjut kak, jangan lama2 update
Oktavia
kak lanjut yg banyak ya
Oktavia
lanjut kak cerita nya bagus semangat kak
Ratna Yulita: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
NN
lanjut kak, jgn lama cerita yg baru
Ratna Yulita: terimakasih dukungannya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!