Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi CEO Muda

Menikahi CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andi Putri Yasmin

Elza adalah seorang gadis berumur 27 tahun yang dijodohkan dengan pria yang lebih muda 3 tahun di darinya, karena paksaan dari kedua orang tua, Elza tak dapat menolak perjodohan tersebut.

"What?! Apa dia calon suamiku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andi Putri Yasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang ku mau hanya kamu

Pertemuan kita mendadak begitu asing, dulu netramu memancarkan sinar penuh cinta. Namun, sekarang netra itu mentapku sebagai orang asing.

"Apakah aku harus menyalakan takdir? Bagaimana takdir merenggutmu dengan kejam dari pelukanku!

Tuhan, Devan kesakitan di sini! Apakah Devan tak berhak bahagia meski sedetik saja?"

Devandra Adiguna Prasetyo.

Tubuhnya tampak lebih kurus sejak pertama kali aku melihatnya. Senyumnya tak selembut dulu lagi. Netranya menampakkan kembingungan di setiap kedipannya.

Hatiku terasa ngilu melihatnya. Berharap dia akan terbangun dan langsung memeluk sembari mengaduh tentang kesakitannya selama ini.

Dia, wanitaku. Sekarang tak mengenaliku lagi sebagai sosok yang ia cintai. Wanitaku sekarang hanya menganggapku orang asing. Tuhan, apakah ini hukuman? Devan tak sanggup rasanya berada di posisi ini.

Hari ini, aku pergi ke San Fransisko untuk menemukannya. Namun, pertemuan ini malah memukulku dengan telak. Wajahnya yang pucat pasih tak menujukkan rasa bahagia saat bersitatap denganku.

"Sa-Elza .... "

Suaraku terdengar bergetar saat memanggil namanya setelah sekian lama. Panggilan kasih sayang kami pun belum pupus. Akan tetapi, aku tak bisa memanggilnya dengan panggilan itu takut dirinya akan salah paham denganku.

Ia menoleh dan tersenyum ramah. Bibirnya pucat pasih. Namun, tetap terlihat hangat saat ia tersenyum-Elzaku. Dirinya mengangkat alis sebelah saat aku hanya diam membatu sedang Mama dan Ayah menegurku untuk segera tersadar.

Saat ini aku hanya mampu menatapnya tanpa bisa merengkuh tubuhnya seperti dengan apa yang Mama dan Ayah lakukan kepada putrinya.

"Maaf, apakah saya mengenalmu?" Pertanyaan itu sukses membuat hati mencelos. Mendadak tubuh seperti kehilangan pijakan, setiap ensel di tubuhku mendadak lunak, seakan ini adalah akhir dari kisah kita.

'Apakah aku mempunyai kesalahan di masa lalu ya Tuhan. Hingga orang yang aku cintai melupakanku? Sangat sakit rasanya saat dia mengatakan tak mengenalku.'

"Em, saya adik sepupu Kakak dari Indonesia."

Hanya kalimat ini yang dapat aku katakan. Kulihat Mama dan Ayah mertuaku tampak terlihat sedih. Namun, mereka tak dapat melakukan apa-apa karena mereka tak bisa memberikan Elza informasi yang dapat mengguncang mentalnya. Karena hal itu sangat berakibat fatal pada diri Elza.

"Elza hanya ingat Mama dan Ayah seteleh melihat mereka. Wajah mereka tampak tidak asing. Elza juga bersyukur karena ternyata Elza gak sebatang kara." Ucapan itu terdengar sangat tulus. Bibirnya kembali menyunggingkan senyum hangat.

Melihat dia tersenyum saja diri ini sudah bahagia. Tidak apa jika aku kembali sebagai adik sepupu bukan kembali menjadi suaminya. Karena aku yakin ini hanya sementara.

"Elza juga senang punya sepupu seperti kamu, sini Elza peluk dulu. Elza kangen."

Devan sedikit menegang. Namun, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

"Kata Mama nama kamu Devan 'kan. Pasti banyak wanita yang dekat sama kamu karena kamu imut."

Elza memeluk tubuhku dengan erat kemudian mengangkat kepalanya dan melirik Mama dan Ayah yang hanya mampu menatap kami dengan pandangan sedih.

"Elza senang banget punya adik sepupu yang imut kayak kamu. Nanti Elza selalu jagain kamu ya. Soalnya pasti kamu banyak yang ganggu."

Ya Tuhan, Devan tidak tahu harus merasa sedih atau bahagia. Kenapa skenario pertemuan kami seperti ini ya Tuhan.

"Makasih Kak, Kakak benar Devan di Indonesia suka diganggu setelah Kakak pergi ke sini. Udah gak ada lagi yang bela Devan dari cewek-cewek yang suka gangguin Devan."

Pernyataan itu sontak terlontar. Namun, hal itu benar adanya seteleh kepergian Elza bahkan sebelum ia resmi menjadi kekasih sehidup sematiku. Begitu banyak wanita yang datang untuk merayu.

Perlahan pelukan itu melonggar. Dia mendongak dengan ekspresi cemberut.

"Tuh 'kan, sepupu aku harus dijagain kalau gini. Nanti kalau aku udah sembuh aku ajak jalan-jalan yah."

Dia berucap dengan tulus. Namun, hal itu makin membuatku merasa sakit entah kenapa.

"Oh iya, Elza juga bakalan tunangan sebentar lagi setelah Elza pulih. Devan hadir ya. Sapa tahu nanti di sana dapat bule, he he."

'Bagaimana aku bisa mencari wanita lain, sedangkan yang kumau hanya kamu. Bagaimana bisa aku membiarkan istriku sendiri bertunangan dengan orang lain, apa aku mampu menerimanya?'

"Elza, Sayang. Keluarnya kapan?"

Itu Mama yang bertanya. Ia mengusap puncak kepala putrinya dengan sayang. Jelas gurat kebahagiaan dan sedih menyatu di dalam ekspresinya.

"Kata Mama Amira, sore ini Elza udah bisa keluar Ma. Mereka baik banget loh sama Elza, Ma."

Mama Sinta hanya tersenyum lembut. Aku yakin, Mama sangat merindukan putri semata wayangnya itu.

"Sayang, gak mau peluk Ayah?" Sepertinya Ayah belum bisa melepaskan rindu kepada putrinya meskipun telah berkali-kali merengkuh tubuh mungilnya.

"Ih, Ayah. Elza maulah. Elza kangen banget sama Ayah. Elza awalnya ngira Elza tuh gak ada keluarga di sini, tapi allhamdulilah ternyata Elza punya keluarga. He he."

Ayah tersenyum getir menanggapi pernyataan putrinya. Ia kemudian langsung memeluknya dengan erat untuk kesekian kalinya.

"Ayah, Sayang banget sama Elza. Elza cepat sembuh ya."

Pernyataan tersirat itu mengandung makna yang begitu dalam. Aku pun berharap demikian. Berharap Elzaku cepat kembali.

Sudah cukup perpisahan kami selama ini yang hampir membuatku gila. Aku yakin, Tuhan itu maha adil. Aku tahu, Tuhan punya rencana hebat untuk kita berdua, dan aku yakin dengan itu.

"Oh iya, sebentar Aron dan Dimitri akan datang ke sini. Mereka calon suami Elza dan calon putra Elza, Ma, Yah. Oh iya, Ayah sama Mama waktu Elza mau tunangan kenapa gak datang? Katanya waktu itu Elza langsung pingsan terus koma dan gak ingat apa pun."

Hal ini terlalu janggal. Namun, aku tak bisa memancing keadaan yang sedang haru ini.

Mengingat pesan Elza sebelumnya. Aku yakin semuanya pasti tak sesederhana itu. Jika, iya. Pria itu harus mempertanggungjawabkan semuanya.

"Mama sama Ayah tidak tahu kalau kamu tunangan dengan Aron? Mama bahkan baru tahu kalau kamu sedang sakit. Mama tahunnya kamu sedang liburan di San Francisco, selama satu minggu."

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Mama Sinta begitu mengejutkanku. Apakah mereka ingin membahas ini. Aku melirik keduanya, dan mereka hanya mengangguk sebagai jawaban. Sepertinya mereka ingin mengungkit ini sedikit demi sedikit.

"Loh? Yang bener? Elza lupa kapan Elza ketemu sama Aron. Kalau Elza ke sini cuma liburan selama seminggu. Berarti kita kenal gak sampai satu minggu dan langsung memutuskan untuk bertunangan? He, kok bisa ya, Ma? Elza kan gak semudah itu jatuh cinta, loh."

Dia bingung dengan berbagai pertanyaan yang dia lontarkan. Berarti jelas, bahwa Elzanya setelah diselamatkan oleh pria tersebut. Pria itu berusaha untuk merebut wanitanya.

Aku harus menyelidiki masalah ini dengan cepat. Aku tahu semuanya tak sesederhana itu. Aron, hm tunggu saja apa yang akan aku lakukan.

"Tidak perlu dipikirkan, Sayang. Kita tunggu saja penjelasan dari mereka, ya setelah kamu keluar dari sini."

Mama Sinta menenangkannya karena dia tahu putrinya tak boleh berpikir banyak. Hal juga bisa membantu kami. Berharap Elza tak begitu shok dengan apa yang dia alami.

Tentu saja kami butuh penjelasan dari keluarga Aron Keysha kenapa mereka melakukan hal ini kepada istrinya.

1
Vitri Aditya
kedewasaan memang gak bisa diukur dengan usianya. kelihatan disini devan yg lebih muda tp lebih dewasa. dan Elza yg lebih dewasa malah kekanakan
Ade Bunda86
kayaknya si Amel suka sama Devan deh,.ihhhh
Ade Bunda86
mulai berani y
Ade Bunda86
seru bgt nih ceritanya ....lanjut Thor....
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: siap" Terima kasih udah baca ya😭☺
total 1 replies
Ayu Kartika II
gk jelas ngkunya istri tpi ma suami songong giliran ada cewe deket" suaminya cemburu,,aneh nih orang critanya yg jelas thorr,,,
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: hrap sabar ya☺🙏
total 1 replies
Ade Bunda86
walau LBH tua tp masih ori y bang Dev...heheheh
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: hehe😌🤫
total 1 replies
Dida Sa'diah
knp Elza selalu berpikiran gitu sih,kan aku jadi kesel sendiri dengan sikap Elza😡
Dida Sa'diah: 😊😊 ya kakak
total 2 replies
Dida Sa'diah
Elza yang lebih dewasa tapi yang manja nya Elza,,tapi gak papa sama suami sendiri,jadi lucu sendiri baca nya
Ayu Kartika II
elza koq kyk anak kecil masa iya pikirannys sampe sejauh itu apa coba motifnya devan mau bunuh kmu gk masuk akal dehh
bisa gk sih torr critnya agk sdikit dipersingkt gtu gk diulang" jdi kurang seru gitu thorr critanya itu biar ringkas padat dan berisi gtu lho,,😊🙏
faula Ana
lanjut donk
😘 sweet baby😘
haduuhhh.... makin rumit aja thor 😏😏
Sri Wigati
lanjut
Fha Fisha
cepat satu kan Elza lagi tor
Imer Merlin
geram pengen ku jambak2 tuch si setan Laras yg GX tw diri😤😤😤😤😤😤
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: sabar, zheyeng. tapi auhtor salut sama Laras dia rela lakuin apa pun demi mendapatkan seorang yg dicintai
total 1 replies
Egik
moga Elsa cepat di temukan devan
😘 sweet baby😘
up lg donk thor.. pinisirin akuh 👍
Imer Merlin
jangan lma2 misahin Elza sama Devan Thor, kasian tw😞😞😞😞😞😞
Imer Merlin
keren Elza, ngadepin pelakor emang harus cerdik,, jangan oke emosi👍👍👍👍👍
Egik
moga devan bisa secepatnya menemukan Elsa
Fha Fisha
next

cepet temukan Elza dan Devan kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!