Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32. Hampir Terhebak.
Dutta berusaha menenangkan Nadya, tapi wanita itu tetap menangis histeris di dada Dutta.
"Tenanglah Nadya, ada aku disini tidak mungkin mereka berani melecehkanmu."
"Kamu diam disini, janji ya.."
Dutta mengangguk dan duduk disamping Nadya, suasana mulai tenang.
"Sekarang sudah tenang mari kita mulai minum. Tuan Dutta ikut ya..."
"Tidak...aku mau pulang, istri menunggu di rumah." tolak Dutta dengan halus.
"Rupanya suami takut istri, hahaha..." ejek Vani temannya Nadya. Dutta hanya senyum menanggapi ocehan mereka.
"Tuangkan minuman, malam ini kita puaskan minum.."
"Aku pulang ya..."
"Dutta duduklah, kita minum yang terakhir, besok kamu tidak akan ketemu aku lagi."
"Kamu mau kemana, aku temani kamu sampai pagi."
"Terimakasih Dutta kamu sangat pengertian."
Kemudian mereka minum sambil joget-joget, Dutta sudah gelisah, ia takut Miracle marah. Diam-diam ia turun mau menelepon istrinya, Nadya cepat menyuruh Vani memberi minum yang sudah dibubuhi obat perangsang.
"Sepertinya Tuan Dutta mau pulang, minum sekali lagi Ini kesempatan terakhir." ucap Vani menyodorkan segelas cocktail.
Dutta menyesap minumannya dengan cepat, kemudian ia mau berdiri, tapi terhuyung. Ia merasa tenggorokan kering dan tubuhnya mendadak gerah. Kepalanya pening dan dada berdebar.
Nadya mendekati Dutta dan mem*luknya, Dutta balik mem*luk Nadya. Ia mengalami ereksi meskipun tidak mendapat rangsangan.
"Sayank..kita keluar cari kamar..." ucap Nadya memapah Dutta.
"Aku bantuin..." ucap Vani ikut memapah Dutta. Badan Dutta yang tinggi kekar cukup merepotkan kedua wanita itu.
Pengawal Miracle yang menunggu diluar dari tadi pura-pura menawarkan jasa.
"Hallo nona, Tuan ini mabuk, saya bantu memapah sampai kamar..."
"Tolong ya pak..." ucap Vani cepat.
"Tolong siapin kamarnya nona, saya akan menggendong Tuan."
Nadya dan Vani setengah berlari pergi ke kamar, kesempatan itu dipergunakan oleh pengawal Miracle mengajak Dutta keluar dari Club Star dan naik ke mobil.
Kedua pengawal Miracle mengajak Dutta naik ke mobil dan kabur.
"Kuta cari klinik terdekat sepertinya Tuan di bius."
"Ya..aku mau melapor dulu pada Nyonya."
Miracle menunggu Dutta dengan cemas, ia sudah memerintahkan Martin, CEO Club Star menyiapkan lelaki untuk mempermainkan Nadya dan teman-temannya.
"Kaluan berani menjebak suamiku!" gerutu Miracle marah.
sampai di Apartment Dutta cepat mencari Miracle.
"Sayank...maafkan aku tadi minum dan sampai mabuk, untung ada pengawal disitu mereka nolongin aku."
"Buang pakaian yang melekat di tubuhmu." ucap Miracle dingin.
"Kamu dari tadi menungguku, aku sulit pergi. Mereka berlima dan memaksa ku."
"Jangan banyak alasan, kamu itu lelaki, kalau kamu tegas menolak tidak akan ada kejadian ini. Mungkin kamu terpesona dengan cinta pertamamu dan tak tega menolak ajakannya. Kalau tidak ada pengawal mungkin kamu sudah bergumul dengan mantanmu."
"Aku salah, kamu boleh hukum aku."
"Mandilah, aku jijik dekat dengan manusia yang suka selingkuh."
Dutta menyesal mengabaikan omongan Miracle, seandainya tadi tidak ada yang menolongnya, hidupnya pasti sudah hancur. Miracle punya alasan menceraikannya.
Malam ini Dutta tidak berani tidur seranjang dengan Miracle, ia memilih tidur di sofa. Ada rasa takut kehilangan Miracle. Tapi ia senang melihat Miracle cemburu.
Pukul. 09.20 WIB.
Pagi ini Miracle membiarkan Dutta tidur, ia tak sudi membangunkannya. Ia juga tidak mau sarapan.
"Nyonya, tolong sarapan sedikit saja, supaya saya tidak di marah oleh Tuan Dutta."
"Katakan saja aku sudah sarapan." sahut Miracle datar.
Bicaranya datar dan dingin, tidak ada ekpresi dari wajahnya. Ntah apa yang membuatnya begitu.
Sampai di kantor dia disambut oleh semua karyawannya dan mereka mengatakan bulan ini harga saham melonjak naik.
"Kalau begitu bulan ini aku akan memberi bonus tambahan untuk kalian."
"Trimakasih kasih boss..."
"Jika kalian bekerja dengan giat aku yakin akan terus ada bonus tambahan."
"Kami akan lebih giat bekerja dan mencari client lebih banyak." ucap mereka.
Pukul.10.15 WIB
Dutta tersentak bangun, ia kaget melihat sekitarnya. Tirai jendela sudah terbuka, membuat sinar matahari membias masuk.
Dutta bangun kesiangan dan Miracle tidak mau membangunkannya. ia turun dari ranjang lalu keluar menemui bibi.
"Bi Nyonya sudah berangkat kerja?"
"Sudah Tuan, tapi tidak sarapan mungkin terburu-buru."
"Nyonya tidak ada pesan?"
"Cuma suruh Tuan sarapan."
"Ya sudah aku sarapan..."
Dutta mengambil hapenya langsung video call. Ia tidak tenang kalau istrinya masih ngambek. Tapi hape istrinya tidak bisa di hubungi. Dutta menuntaskan sarapannya, kemudian ia berganti pakaian.
Ia harus ke kantor Wijaya Group menemui istrinya, bila perlu ia umumkan kalau dirinya adalah suami Direktur mereka.
Saat ini Miracle tidak di kantor karena dia berada di kantor M.W Group. Komariah yang di percaya memimpin kantor sudah berhasil mencapai target.
Miracle mengajari Komariah dari nol sampai bisa menguasai pasar modal. Sungguh hebat dan M.W Group sudah melampui Nusantara Corp yang di pimpin Giovanni.
"Boss...aku ingin akuisisi Morgan's Kitchen boleh kah. Perusahaan ini sepertinya tidak bisa bangkit lagi. Kemarin Morgan secara resmi mengirim surat lewat email, dia minta tolong untuk dibantu.
"Tidak usah dibantu, beli saja perusahaannya Morgan cepat puas dan tidak pernah mau belajar."
"Boss masih dendam padanya?"
Miracle berdiri menuju fixed window dan memandang jauh ke depan. Pagi ini Jakarta terang benderang, tidak turun hujan. Dia sekarang berdiri di lantai tiga lima sedang mengingat masa lalu dan mempertanyakan isi hatinya, apa ia masih benci kepada Morgan?
Dulu ia bertindak sangat naif tidak pernah berpikir kalau Morgan bisa menyakitinya berulang kali. Anj*ng tetaplah Anj*ng, walau sudah berkalung emas ia tetap mengais sampah.
"Apa aku terlalu angkuh, tidak asyik diajak kencan?" tanya Miracle tiba-tiba. Selama dengan Morgan umpatan itu yang selalu keluar dari mulut Morgan kalau mereka lagi berdebat.
Komariah berpikir sejenak lalu ia menjawab.
"Menurut ku Boss memang kurang terbuka, dingin dan cuek. Boss terlihat angkuh, dan pasangan boss selalu merasa lebih rendah, mungkin aura pemimpin terlalu kuat, jadi mereka lebih duluan down."
"Maaf ya boss, ini penilaian pribadi. Aku sendiri merasa begitu, padahal boss tidak marah tapi aku merasa boss marah atau tidak peduli. Aku sarankan supaya boss lebih banyak senyum." ucap Komariah hati-hati.
"Hahaha...rupanya sikap ku yang dingin membuat setiap orang tidak nyaman. Morgan yang membuat ku menjaga sikap, dulu aku tidak begini, karena disakiti aku jadi menutup diri dan lupa tersenyum."
"Boss cantik, kaya, selalu di dambakan oleh semua cowok. Tinggal boss tersenyum dan menyayangi pasangan pasti tidak ada lagi perselingkuhan di pernikahan ini."
"Aku akan merubah sikap, semoga belum terlambat dan kedepannya lancar." ucap Miracle tersenyum.
*****
trusss aktingnya dutta tapi jangan keterlaluan nty takut di racun kamu sama mira... hihihi...
Tapi Kasih Bawang Goreng Dan Irisan Ayam Masih Bisa Di Makan Kok...
Semangat Mira Bertemu Tamu Rahasia....
hihihi
langsung ke apartemen nya aja...
dutta jangan plin plan.... 🤦♂️🤦♂️🤦♂️🤦♂️
janda murce miracle itu..
kl miracle mnerima perjodohan Dr ortu berarti 3 laki yg mniduri miracle kasian yg ke 3 dpt sisa sisa. di Indonesia miracle di genjot terus ma Dutta 🤣.
ntah siapa yang menang dari kata mabuk kepayang... yang penting bukan mabuk alkohol
pasti nanti kalian akan berjodoh