Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hatiku Benar-benar Berdarah

"Host ternyata memakan makanan instan seperti ini enak juga" ucap Coco yang kini berubah menjadi anak kecil sembari menikmati makanan tersebut, mendengar itu Elisa Su pun tersenyum kecil sembari memandang sistemnya itu "Tentu saja, hanya saja tak baik dimakan dalam jangka waktu lama, kalau tidak pasti sudah menjadi makanan sehari-hari ku" ucap Elisa Su sembari memakan makanannya, setelah selesai makan Elisa Su pun membersihkan meja makan itu, lalu membuang cup tersebut ke dalam tong sampah lalu dia pun memutuskan untuk berendam air panas beberapa saat.

"Apa aku tidur lagi aja ya" ucap Elisa Su yang tengah berendam sembari menimbang-nimbang apa yang selanjutnya harus dia lakukan karena masih jam empat dini hari, setelah selesai menimbang-nimbang akhirnya Elisa Su pun memutuskan untuk lanjut menonton film-film komedi di tvnya setelah selesai berendam nanti, setelah puluhan menit berlalu Elisa Su pun telah selesai berendam dan kini dia tengah menuju ke lemari pakaian untuk menggunakan pakaiannya setelah selesai dia pun segera berjalan ke arah sofa yang ada didepan tv dengan segera dia pun duduk di sofa tersebut lalu menyalakan tv tersebut menggunakan remot yang ada di atas meja, begitulah Elisa Su menghabiskan waktunya pagi itu hingga menjelang siang.

Beberapa waktu pun telah berlalu begitu juga dengan pernikahan pangeran ketiga dengan selirnya nona kelima kediaman perdana menteri kiri Hu, tidak ada hal menarik pada saat itu hanya saja seminggu setelah pernikahan itu terdengar kabar jika ibu dan kakak laki-lakinya telah diusir dari kediaman perdana menteri kiri Hu bahkan perdana menteri kiri Hu pun telah memutuskan hubungan keluarga dengannya sehingga dapat dipastikan jika kehidupannya kelak di kediaman pangeran ketiga akan jauh semakin sulit karena kini dia tak memiliki dukungan siapapun.

Setelah itu kehidupan Elisa Su pun berjalan seperti biasanya yang hanya sibuk untuk menyenangkan dirinya sendiri dengan cara berjalan-jalan, mengumpulkan lebih banyak lagi uang, bahkan juga rebahan, semua itu berlangsung hingga berbulan-bulan sampai tiba dimana saat yang sangat dinanti-nanti pun tiba, yaitu untuk menyelesaikan tugas terakhir agar dia dapat segera kembali ke dunia asalnya.

"Host ayo cepat jangan sampai Harun Li dan pangeran mahkota mati terbunuh host" ucap Coco yang mendesak hostnya untuk segera pergi ke hutan timur ibukota karena disana sedang terjadi pengepungan terhadap pangeran mahkota dan Harun Li yang dilakukan oleh pangeran ketiga, itu semua terjadi karena keduanya dianggap sebagai batu sandungan yang harus segera disingkirkan, mendengar itu Elisa Su pun segera bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian yang serba hitam selain itu dia juga menggunakan penutup wajah agar tak ada yang dapat mengenalinya "Baiklah aku sudah siap, ayo segera tunjukkan jalannya" ucap Elisa Su kepada Coco, mendengar itu Coco pun segera mengeluarkan sayapnya dan terbang lebih dulu di depan hostnya untuk menunjukkan lokasi kejadiannya.

"Adik ketiga apa yang ingin kau lakukan, apakah kau tak takut akan membuat ayahanda marah jika dia mengetahui apa yang sedang kau lakukan saat ini" ucap pangeran mahkota yang kini sudah dalam kondisi terluka walau hanya goresan saja sedangkan di belakangnya ada Harun Li yang juga dalam kondisi yang sama buruknya, mendengar itu pangeran ketiga pun tertawa keras "Hahahaha, kakak pertama tenang saja aku hanya ingin melenyapkan mu, setelah itu aku juga akan segera melenyapkan ayahanda untuk menemani mu, jadi kau tak perlu khawatir jika ayahanda akan murka, lagi pula selama kalian berdua mati tak akan ada yang mengetahui apa yang terjadi hari ini" ucap pangeran ketiga yang kemudian menatap penuh dendam dan juga rasa iri ke arah pangeran mahkota sebab selama ini dia merasa sangat iri terhadap kakak pertamanya itu karena dapat mewarisi kekaisaran itu nantinya, sedangkan dia hanya dapat menjadi seorang pangeran yang sewaktu waktu dapat disingkirkan oleh siapa saja jika rahasia tentang dirinya yang tak memiliki ikatan darah dengan kaisar akan terbongkar.

"Kenapa kau setega ini, bukankah selama ini kami sudah sangat baik dalam memperlakukan mu, apalagi ayahanda yang bahkan dengan sengaja mengeluarkan titah pernikahan untukmu, lantas kenapa kau masih ingin melenyapkan kami semua" ucap pangeran mahkota yang masih ingin berpura-pura tak tau alasan apa yang menyebabkan adik ketiganya itu bersikap seperti ini, mendengar itu pangeran ketiga pun menatap remeh kearah kakak pertamanya itu "Tentu saja karena aku ingin menjadi satu-satunya orang yang akan menjadi kaisar nantinya" ucap pangeran ketiga dengan tatapan angkuhnya ke arah pangeran mahkota, mendengar itu pangeran mahkota dan Harun Li pun tertawa keras hingga membuat pangeran ketiga pun mengernyitkan dahinya karena bingung dengan tingkah keduanya.

"Hahaha, lucu sekali bagaimana bisa seseorang yang tidak memiliki ikatan darah dengan kaisar ingin menjadi kaisar, kau benar-benar ingin membuatku tertawa tanpa henti" ucap pangeran mahkota dengan nada yang mengejek, mendengar itu pangeran ketiga pun terkejut karena tak menyangka jika rahasianya telah lama terbongkar "Kau bagaimana bisa kau mengetahuinya, bukankah orang-orang yang mengetahuinya sudah lama disingkirkan" ucap pangeran mahkota dengan suara yang sedikit bergetar karena jika pangeran mahkota saja bisa mengetahui rahasia itu sudah dapat dipastikan pasti kaisar juga dapat mengetahuinya.

"Benar-benar bodoh, apa kau pikir ada rahasia yang bisa terkubur untuk selamanya, dasar naif" ucap Harun Li yang berhasil membuat pangeran ketiga semakin marah lalu memerintahkan lima puluh anak buahnya untuk menghabisi keduanya, dia sangat yakin dengan kekuatan anak buahnya selain itu melihat kondisi pangeran mahkota juga Harun Li yang sudah tidak baik-baik saja maka dia pun tak ingin tinggal lebih lama lagi di tempat itu sebab dia harus segera menyusun rencana lainnya karena ternyata rahasianya sudah lama terbongkar.

Pertarungan sengit pun terus berlangsung, terlihat pangeran mahkota juga Harun Li telah menerima banyak luka bahkan kini keduanya pun terlihat sangat kelelahan karena harus melawan begitu banyaknya orang "Sut sut sut sut sut" suara embusan angin yang berhasil membuat lima belas orang yang ada disekitar keduanya pun jatuh ke tanah terpisah tanpa kepala "Untung saja host tepat waktu kalau tidak mereka berdua pasti sudah mati" ucap Coco penuh syukur ketika melihat dua orang itu masih hidup walaupun banyak menerima luka ditubuhnya masing-masing, mendengar itu Elisa Su pun tak mengatakan apapun karena dia hanya fokus untuk membersihkan ketiga puluh lima orang lainnya dan tak perlu waktu lama semuanya pun telah dibereskan sendiri olehnya, setelah itu dia pun segera berjalan ke arah pangeran mahkota juga Harun Li.

"Ambil pil ini dan segera telan agar luka-luka kalian segera membaik" ucap Elisa Su sembari melemparkan sebuah botol pil ke arah pangeran mahkota melihat itu pangeran mahkota pun segera menangkap pil tersebut "Terimakasih banyak tuan atas bantuannya" ucap pangeran mahkota yang berpura-pura tidak mengetahui siapa yang menolong mereka saat itu, mendengar itu Elisa Su pun hanya menganggukkan kepalanya lalu memperhatikan keduanya menelan pil tersebut "Sialan, hatiku benar-benar berdarah melihatnya bisa-bisanya pil berharga itu ku berikan dengan cuma-cuma kepada mereka, aku benar-benar tak sanggup lagi melihatnya" ucap Elisa Su di dalam hatinya, setelah itu dia pun segera pergi dari tempat tersebut tanpa mengucapkan satu kata pun, melihat itu pangeran mahkota dan Harun Li pun terpaku untuk sesaat lalu saling menatap satu sama lain sembari menarik napas berat "Baiklah sebaiknya nanti kita kirim beberapa kotak perhiasan kepada nona pertama jenderal Su, anggap saja sebagai balas budi atas penyelamatan nyawa kita hari ini" ucap pangeran mahkota yang langsung disetujui oleh Harun Li, setelah itu keduanya pun segera memalsukan kematian mereka agar pangeran ketiga menganggap keduanya telah mati dan itu akan sangat memudahkan keduanya untuk menyusun langkah selanjutnya.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!