di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
"Sekarang kamu tuh tambah cuek yah Syifa, boleh kan aku ikut bergabung duduk di sini." ucap Doni.
"Maaf tidak boleh!! silahkan cari meja kosong lainnya saja." sahut Asyifa.
Tapi Doni bebal di bilanginnya malah duduk di kursi bukannya pergi, hal itu membuat Asyifa emosi ingin rasanya menghajarnya karena tangannya sudah mengepal kuat di bawah meja, tapi tangannya di sentuh oleh Suaminya anehnya emosi dalam dirinya mereda dalam seketika.
Asyifa karena tidak ingin emosinya kembali dia pun memanggil seorang Pelayan Restoran tersebut, dengan cara Asyifa mengangkat tangannya tak lama Pelayan menghampirinya.
"Maaf Mbak! apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan.
"Aku ingin membayar makanan yang sudah kita berdua pesan." jawab Asyifa sambil menyodorkan Kartu Atm nya.
Pelayan pun menerima dan langsung menggeseknya, setelah selesai Kartu Atm pun di kembalikan ke pelanggannya, sedangkan doni terbengong saat melihat Kartu Atm yang di pegang sama Asyifa ialah Kartu Unlimited Edition, karena dia saja tidak memilikinya.
Berbeda lagi dengan ekspresi Ardan malah tersenyum, saat melihat cara Istrinya untuk menjauh dari si pengganggu dengan Elegan.
Asyifa pun tanpa banyak bicara langsung menggandeng tangan Suaminya untuk keluar dari Restoran tersebut.
Kini sedang dalam perjalanan di atas Motor Asyifa pun memeluk Suaminya sambil menyenderkan kepalanya ke Punggung kokoh Suaminya.
Ardan pun hanya diam saja, karena tahu Istrinya itu sedang Badmood, Ardan pun punya ide untuk mengembalikan Mood Istrinya, saat melihat ada tukang Bakso di pinggir jalan dan langsung menghentikan Motor Sportnya tepat di depan jualan Bakso.
"Hubby kenapa lagi nih kita berhenti di sini?" tanya Asyifa.
"Ayo turun Hubby ingin mengembalikan Mood kamu lagi, tuh lihat di depan sana ada apa." jawab Ardan sambil menunjuk kedepan, Asyifa pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh Suaminya.
"Aaaa memang Hubby yang terbaik."
Teriak Asyifa sambil turun dari Motor dan langsung melangkah menuju tukang jualan Bakso yang ada di depan, tak memperdulikan suaminya yang sedang sibuk memakirkan Motornya.
Setelah selesai ardan pun menghampiri Istrinya yang sudah duduk dan ternyata sudah ada dua Mangkok Bakso di meja yang di hadapan Istrinya duduk.
"Ya ampun Ay! hanya gara-gara Bakso, Hubby sampai di duakan begini." keluh Ardan.
"Hehe maaf yah Hubby, ayo di makan By." tawa Asyifa sambil kembali makan Baksonya.
Ardan pun duduk di samping Istrinya sambil mengelus kepala Istrinya yang tertutup Hijab dengan penuh kelembutan, Asyifa yang sedang mengunyah Bakso pun berhenti sejenak, untuk merasakan kehangatan yang di berikan oleh Suaminya.
Setelah selesai dengan makan Baksonya serta Mood Istrinya sudah kembali, Ardan pun mengajak Asyifa pergi menuju ke tujuan awalnya yaitu Butik Muslimah.
Sesampainya di Butik yang namanya Butik Z keduanya sudah melihat keributan di luar Butik tersebut, ada dua Pria yang sedang bertarung dengan satu Perempuan, katanya karena sebuah kesalah pahaman padahal di Butik ada para Pegawainya, tapi tidak ada satu pun yang membantu atau memisahkan.
"Hubby apa kita harus membantunya?" tanya Asyifa.
"Aku rasa tidak perlu deh Ay, kita lihat saja dari sini." jawab Ardan.
"Eh kok begitu Hubby, apa tidak kasih..." ucap Asyifa.
Asyifa pun tak meneruskan ucapannya karena melihat si Perempuan itu sudah mengalahkan kedua orang yang menyerang dan dua orang tersebut pun sudah kabur.
"Bu Zahra apa ada yang terluka?" tanya Pegawai Butik.
"Huft..alhamdulillah saya tidak apa-apa, ya udah tolong kamu bereskan barang yang sudah hancur yah." jawab Zahra sambil menghembuskan nafas pelan seraya pinta.
"Baiklah Bu Zahra." sahut Pegawai Butik.
Pegawainya pun langsung menuruti permintaan dari Bos nya, sedangkan Zahra berniat ingin masuk ke dalam Butik, tapi di urungkan saat mendengar suara yang sangat di kenali olehnya.
"Ternyata kamu Ra yang punya Butik ini dan kamu juga masih seperti yang dulu yah, masih jago dalam hal bertarung." ucap Ardan.
"Apaan sih Ar!! lama tidak bertemu dengan kamu, kenapa kamu berada di Kota ini?" sahut Zahra seraya bertanya.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, kalau aku sih sudah tiga tahun berada di Kota ini." ucap Ardan.
"Hah!! berarti lamaan kamu dong, kalau aku di ajak sama Suami yang kebetulan asli orang dari Kota ini." kaget Zahra.
"Oh jadi begitu ceritanya, ya pantas saja kamu berada di Kota ini, oh iya Ra kenalin nih ini Istriku bernama Asyifa." ucap Ardan sambil memperkenalkan Istrinya.
"Wah!! kamu sudah punya Istri Ar, hey Asyifa salam kenal yah namaku Zahra." sahut Zahra sambil menyodorkan tangan.
"Salam kenal juga yah Mbak Zahra." sambung Asyifa sambil menjabat tangan Zahra.
Zahra pun mengajak masuk keduanya ke dalam Butiknya serta membawa keduanya ke dalam Ruangan nya sendiri, membuat keduanya kebingungan.
"Eh Ra kenapa membawa kita berdua ke Ruangannya kamu, kan kita ingin melihat Gaun di luar sana." ucap Ardan.
"Tenang saja Ar, nih lihat saja dari sini." sahut Zahra.
Zahra pun memberikan Album hasil Desainnya sendiri ke Ardan dan Asyifa, langsung di terima oleh Ardan, sedangkan Asyifa pun langsung merapatkan tubuhnya ke Suaminya untuk melihat Album tersebut.
"Mbak Zahra apa Desain yang ada di Album ini, sudah jadi semua apa ada yang belum?" tanya Asyifa.
"Sebagian belum masih bentuk Desain saja, oh iya panggil nama saja yah biar kita berdua jadi akrab." jawab Zahra seraya pinta.
"Eh!! baiklah Zahra." kaget Asyifa.
"Ra apa ada Gaun Couple yang sudah jadi?" tanya Ardan.
"Oh ada kok, tapi untuk acara apa dulu nih, biar nanti bisa di sesuaikan." jawab Zahra.
"Untuk menghadiri Resepsi Pernikahan." ucap Ardan.
"Oh untuk acara itu, kebetulan masih ada dua macam, yuk ikut aku untuk melihatnya." sahut Zahra sambil mengajak.
Ardan dan Asyifa pun mengikuti Zahra yang sudah melangkah duluan ke samping Ruangannya jadi tidak perlu keluar lagi.
Ketika sudah berada di satu Ruangan keduanya langsung melihat dua Pakaian yang Couple dan keduanya pun terlihat sangat indah.
"Nah ini koleksi dua Couple nya." ucap Zahra.
"Ya udah Ra, aku mau yang ini saja Simple, tapi tetap Elegan, gimana Hubby menurut kamu." sahut Asyifa sambil menunjuk seraya minta pendapat.
"Iya Hubby juga sangat suka yang ini Ay...
Bersambung
~ See You Next ~