Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Bahagia

Pernikahan Tanpa Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.

Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.

Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Keesokan harinya.

Ivy mendatangi kantor polisi untuk menemui salah satu pelaku yang mencoba menculiknya.

Pintu ruang pemeriksaan dibuka. Ivy melangkah masuk, lalu duduk di hadapan salah satu preman yang mencoba membawanya malam sebelumnya.

Pria itu bernama Nico Fu. Kedua tangannya diborgol, tetapi wajahnya tetap tenang. Tidak terlihat sedikit pun rasa cemas di matanya.

“Nico Fu, usia tiga puluh lima tahun. Tidak memiliki pekerjaan tetap dan tinggal bersama ibumu,” ucap Ivy sambil membuka berkas di tangannya.

“Apa pun pertanyaanmu, jawabanku tetap sama,” jawab Nico datar.

“Tentu saja, kau berhak untuk tidak menjawab. Tapi kalau ibumu tahu apa yang telah kau lakukan terhadap seorang pengacara, menurutmu apa yang akan terjadi padanya?” tanya Ivy.

“Jangan sentuh ibuku!” bentak Nico.

Ivy tetap tenang.

“Untuk apa kau mencemaskan hal itu? Kau bahkan berani melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kalau kau ditahan dan divonis bersalah, cepat atau lambat ibumu pasti akan mengetahuinya.”

Ivy meletakkan beberapa berkas di hadapan Nico.

“Di rumah hanya ada ibumu yang sudah tua. Kau adalah anak tunggalnya. Seorang ibu tidak akan mudah menerima kenyataan bahwa putranya melakukan kejahatan.”

Nico menatap berkas tersebut dengan wajah mulai tegang.

Ivy kemudian mengeluarkan beberapa lembar bukti.

“Selama tiga bulan terakhir, kau sering terlihat bersama teman-temanmu meminta uang di jalan dan di depan klub malam. Uang yang kau dapatkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”

Ivy menatap Nico tajam.

“Dan semua itu kau lakukan tanpa sepengetahuan ibumu.”

Nico terdiam.

“Dan satu lagi.”

Ivy meletakkan bukti transaksi rekening di hadapannya.

“Dalam beberapa hari terakhir, kau menerima sejumlah uang yang cukup fantastis dari sebuah rekening.”

Tatapan Nico berubah.

Ivy menunjuk bukti tersebut.

“Apakah uang ini bayaran untuk menculikku?”

“Itu hanya upahku,” jawab Nico cepat, berusaha membela diri.

“Upah untuk pekerjaan apa?”

Nico terdiam.

Ivy bersandar di kursinya.

“Kalau memang hanya upah biasa, seharusnya kau tidak perlu takut mengatakannya.”

Nico terdiam. Tangannya yang diborgol mengepal.

“Aku sudah mengatakan semuanya. Itu hanya upah,” jawabnya lagi.

Ivy mengambil satu lembar bukti dan meletakkannya di hadapan Nico.

“Upah yang jumlahnya jauh lebih besar daripada penghasilanmu selama beberapa bulan terakhir?”

Nico tidak menjawab.

“Menariknya, uang ini masuk ke rekeningmu sehari sebelum kau mencoba menculikku.”

Nico menatap bukti tersebut dengan wajah tegang.

“Kau pikir polisi tidak akan menyelidiki transaksi ini?” lanjut Ivy. “Kalau mereka menelusuri rekening pengirimnya, orang yang membayarmu juga bisa ditemukan.”

“Aku tidak tahu siapa yang mengirimnya,” jawab Nico.

“Tidak tahu?”

“Benar.”

Ivy menatapnya beberapa saat.

“Baik. Kalau begitu, aku akan membantu polisi menemukan orang tersebut.”

Nico mengangkat kepalanya.

“Tapi setelah orang itu ditemukan, jangan berharap dia akan melindungimu.”

“Apa maksudmu?”

“Orang yang berani membayar kalian untuk menculikku tentu tidak akan membiarkan dirinya ikut terseret. Begitu keadaan memburuk, orang pertama yang akan dikorbankan adalah kalian.”

Wajah Nico berubah.

Ivy menyadari reaksinya.

“Kau tahu siapa dia.”

“Aku tidak tahu!”

“Kau baru saja membantah terlalu cepat.”

Nico terdiam.

Ivy membuka berkas lainnya.

“Aku tidak membutuhkan nama lengkapnya. Berikan aku satu petunjuk saja. Siapa yang menghubungimu?”

Nico menggertakkan giginya.

“Dia menggunakan nomor yang tidak dikenal.”

“Lalu?”

“Dia tidak pernah datang secara langsung.”

“Bagaimana kau menerima perintah?”

Nico akhirnya menghela napas.

“Pesan.”

“Dari nomor yang sama?”

“Ya.”

Ivy mengambil ponselnya dan mencatat informasi tersebut.

“Bagus. Sekarang kita sudah punya jalan untuk menemukan orang yang berada di balik semua ini.”

Nico menatap Ivy.

“Kau tidak akan mendapatkan apa-apa dariku.”

Ivy berdiri.

“Kita lihat saja.”

Ia mengambil berkasnya dan berjalan menuju pintu.

Sebelum keluar, Ivy berhenti dan menoleh.

“Dan satu hal, Nico.”

“Jangan menyentuh ibuku,” kata Nico cepat.

“Aku tidak tertarik menyentuh ibumu. Aku hanya ingin tahu siapa yang berada di balik semua ini.”

Ivy menatapnya tajam.

“Kalau kau ingin melindungi ibumu, sebaiknya mulai berpikir siapa yang sebenarnya perlu kau lindungi.”

“Tapi kalau kau tidak ingin bekerja sama, aku bisa menambahkan beberapa kejahatan lain yang sebenarnya tidak kau lakukan. Dengan begitu, kau akan menerima hukuman seberat-beratnya,” kata Ivy.

“Apa maksudmu?” tanya Nico sambil bangkit dari kursinya.

Ivy menoleh ke arahnya.

“Membunuh, merampok, melakukan kekerasan... Banyak kasus yang pelakunya belum ditemukan. Aku bisa memasukkan semua kejahatan itu ke dalam kasusmu.”

Tatapan Nico berubah panik.

“Menurutmu, hukuman apa yang akan kau terima jika semua kejahatan itu dibebankan kepadamu?”

“Kau... kau gila! Aku tidak membunuh atau melakukan semua hal yang kau sebutkan!” bantah Nico.

“Tapi aku bisa menjadikanmu tersangka dalam semua kasus itu. Setelah itu, biarkan ibumu melihat seperti apa anak yang selama ini dia besarkan.”

“Wanita jalang!” maki Nico.

Ivy tidak memedulikannya. Ia berbalik dan berjalan menuju pintu.

“Setelah aku keluar dari sini, semua kesalahan itu akan kulimpahkan kepadamu. Jangan berharap ada kesempatan untuk menyesal.”

“Tunggu!”

Ivy menghentikan langkahnya.

“Aku akan mengatakan semuanya!” teriak Nico.

Ivy perlahan menoleh.

“Siapa pelakunya?”

Nico menarik napas panjang.

“Orang yang menyuruh kami adalah... Jac Fung!”

Ivy membeku.

“Jac Fung?” ulangnya.

“Benar. Dia yang membayar kami untuk menculikmu,” ungkap Nico.

“Apa alasannya?” tanya Ivy.

“Dia ingin melenyapkanmu karena menurutnya kaulah yang menyebabkan perusahaan mengalami banyak kerugian,” jawab Nico.

Ivy mengerutkan kening.

“Kerugian apa?”

“Aku tidak tahu secara pasti. Jac hanya mengatakan bahwa keberadaanmu telah mengganggu kepentingan Fung Group.”

Ivy menatap Nico tajam.

“Katakan semuanya. Jangan sembunyikan apa pun. Kalau keteranganmu terbukti benar dan kau benar-benar bekerja sama dalam penyelidikan, aku akan meminta pengadilan meringankan hukumanmu!"

***

Di sisi lain, Calvin yang berada di kantornya sedang membaca laporan dari asistennya.

“Tuan, sepertinya perilaku Jac Fung masih belum diketahui oleh keluarganya. Jac sering bertindak semena-mena di luar sana. Di salah satu klub malam, dia pernah mencoba melukai seorang pelayan wanita hingga terluka. Orang-orang yang sudah mengenalnya tidak ada yang berani mengambil tindakan. Mereka hanya bisa pasrah,” kata Tristan.

Calvin menatap laporan di tangannya dengan serius.

“Seorang pria menyerang wanita, hampir setiap malam keluar masuk klub malam, sering berjudi di kasino dan mengalami kekalahan besar... Semua ini tidak diketahui keluarganya?”

“Sepertinya begitu, Tuan.”

“Bukankah keluarga Fung sangat ketat?” tanya Calvin. “Bagaimana mungkin putra mereka bisa melakukan begitu banyak kesalahan tanpa diketahui?”

Calvin meletakkan laporan tersebut di atas meja.

“Alex Fung sudah pensiun, tetapi bagaimana mungkin dia sama sekali tidak menyadari perilaku putranya sendiri?”

“Menurut laporan, Jac cukup pandai menyembunyikan semuanya. Dia juga selalu menggunakan orang lain untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya.”

Calvin menyipitkan mata.

“Cari tahu lebih dalam. Aku ingin tahu semua perbuatannya, terutama orang-orang yang selama ini membantunya menutupi kesalahannya.”

“Baik, Tuan,” jawab Tristan.

“Kali ini, aku ingin reputasi keluarga Fung hancur,” ucap Calvin dingin.

“Tuan tidak ingin menunggu pihak kepolisian menangkapnya?” tanya Tristan.

“Setelah ditangkap, dengan kekuasaan keluarga Fung, dia tetap bisa saja dibebaskan.”

Calvin menatap Tristan dengan tajam.

“Yang kuinginkan adalah Alex Fung mengetahui semua perbuatan putranya. Berani menyentuh Ivy berarti sama saja dengan menentangku.”

Calvin menatap Tristan dengan dingin.

“Gunakan seluruh pengaruh Duan Group. Putuskan kerja sama dengan perusahaan yang berhubungan dengan Fung Group, tekan para investor mereka, dan pastikan semua perbuatan Jac Fung terbongkar. Aku ingin keluarga Fung tidak punya ruang untuk melindunginya lagi.”

1
karin
thanks author
💝F&N💝
secangkir kopi susu manis hangat untukmu yaaaaaaa
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
💝F&N💝
thor, cerita ini sebenarnya bagus. to sayang up nya cuma satu bab saja.
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏
Dini Anggraini
Ivy kamu dengan Calvin duan saja lebih muda dan tampan.
Dini Anggraini
Kakak author yang baik sekali2 berilah fotonya lengkapnya ivy, Calvin, leo, semua pemain yang ada di novel ini. Terimakasih sebelumnya kak. 👍👍👍🥰🥰🥰
Kinara Widya
jadi s Calvin menyukai Ivi
Rapika Ramie
laki2 penzinah merasa tersakiti..menjijikkan..
Dini Anggraini
Ivy ini benar2 anak kandung apa anak pungut ya kak author masak anak kandung bila pernikahan anaknya gak bahagia malah mendukung 100℅ perceraian anaknya apalagi bila menantu selingkuh langsung di ajak pulang ke rumah ortunya ivy itu. Ini malah mendukung leo si tukang selingkuh heran aku kak. 🥰🥰
Pikachu: kandung kk🤭🤭🤭
total 1 replies
MrHuang Coffe
mantap
karin
Cerita nya bagus thorr. Lanjut thor
sunaryati jarum
Tukang selingkuh jatuhkan saja Ivi
Kinara Widya
Calvin menyukai Ivi sepertinya
sunaryati jarum
Ternyata ada udang di tengah bakwan,Calvin menggunakan jasa Ivy, semoga berhasil
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir
Kinara Widya
apakah Calvin sebenarnya menyukai Ivy...
Kinara Widya
Leo yg egois
Kinara Widya
tambah kak
Kinara Widya
bagus2 ceritanya
Kinara Widya
lanjut kak
Bu Kus
seorang Leo gak akan pernah berubah tetap gak bisa setia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!