Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 32

Keesokan harinya, kepatuhan semu Angkasa membuat Lyra semakin di atas angin. Tanpa rasa malu sedikit pun, wanita itu mendatangi kantor Angkasa Group hampir setiap jam makan siang. Dengan balutan gaun mewah dan senyum penuh keangkuhan, Lyra melenggang masuk ke area eksekutif, seolah-olah dirinya sudah memegang kendali penuh atas perusahaan tersebut.

Angkasa membiarkannya. Pria itu sengaja memberi panggung dan kelonggaran bagi Lyra untuk bertindak sesuka hati, meski ia sama sekali tidak pernah menanggapi ucapan, manja, ataupun godaan wanita itu. Setiap kali Lyra meletakkan kotak makan siang di mejanya, Angkasa hanya menatapnya dingin tanpa menyentuhnya sedikit pun, membiarkan Lyra bicara sendiri hingga bosan.

Namun, ketidakpedulian Angkasa justru mengalihkan amarah dan rasa kepuasan Lyra kepada Senja.

Siang itu, saat Angkasa sedang berada di ruang rapat lantai atas, Lyra sengaja melangkah menuju kubikel kerja Senja. Bunyi stilettonya menghentak nyaring di atas lantai marmer, menarik perhatian beberapa staf yang melintas.

Prak!

Lyra melempar tas desainer seharga ratusan juta ke atas meja kerja Senja hingga menimpa beberapa berkas penting.

"Senja," panggil Lyra dengan nada ketus, melipat tangan di dada seraya memandang Senja dari atas ke bawah.

"Kamu itu masih punya muka, ya? Masih berani menampakkan diri di kantor calon suamiku setelah apa yang terjadi kemarin?"

Senja tidak melompat kaget. Ia perlahan menghentikan jemarinya di atas papan ketik, lalu mendongak. Binar matanya begitu tenang, dingin, dan jernih, sama sekali tak menunjukkan ketakutan. Dan ekpresi dari Senja itu kembali menyulut emosi Lyra. Hal yang di lakukan oleh Lyra menjadi perhatian beberapa karyawan di sana. Mereka mulai berbisik-bisik dan menggosipkan Senja sebagai orang ketiga dari hubungan Lyra dan Angkasa.

Tentu saja gosip itu adalah trik yang di lakukan oleh Lyra sendiri. Dia membayar beberapa orang karyawan untuk menggosipkan Senja. Agar gadis itu segera kena mentak dan pada akhirnya keluar dari perusahaan dan tak menganggunya. Hal yang paling dia takutkan adalah jika senja membongkar perselingkuhannya dengan Adam dan memberikan semua bukti yang sudah dia kirim sendiri, dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya itu. Dan baginya, Senja adalah ancaman.

"Ada yang bisa saya bantu, Nona Lyra?" tanya Senja, suaranya datar dan profesional.

"Jangan berakting polos!" desis Lyra, memajukan tubuhnya dan menopang kedua tangan di tepi meja Senja.

"Dengar baik-baik, ya. Papi dan Mami Angkasa sudah merestui pernikahan kami. Kamu lihat sendiri kemarin kan betapa menjijikkannya posisi kamu di mata Tante Fransiska? Kamu cuma bekas, Senja! Bekas Adam yang dibuang ke tong sampah!"

Para karyawan di sekitar mulai berbisik-bisik, namun Senja justru tersenyum tipis, sebuah senyuman anggun yang membuat urat di leher Lyra menegang.

"Lalu?" sela Senja santai.

"Kalau posisi Nona sangat aman dan direstui, kenapa Nona harus repot-repot turun ke kubikel staf biasa hanya untuk menegaskan hal itu? Orang yang benar-benar berkuasa tidak perlu berteriak untuk membuktikan posisinya, Nona Lyra. Dia tak akan seperti orang yang ketakutan akan pijakan yang teramat lemah. Jika anda yakin kalau Pak Angkasa mencintai dan memilih anda dan di dukung kelaurga besarnya, kenapa anda merasa terancam dengan keberadaan saya di sini? Apa anda takut akan sesuatu Nona Lyra?"

Wajah Lyra memerah padam. "Kamu... berani-beraninya kamu menjawab?!"

"Saya bekerja di sini berdasarkan profesionalisme dan keputusan Pak Angkasa," lanjut Senja seraya mengangkat tas mahal Lyra dari atas berkasnya, lalu meletakkannya kembali ke pangkuan Lyra secara halus namun tegas.

"Bukan atas izin Nona."

"Tahu diri, Senja!" bentak Lyra, matanya menyalang penuh kebencian.

"Sebelum aku suruh Tante Fransiska memecatmu secara tidak hormat dan membuatmu mendekam di jalanan, lebih baik kamu ajukan surat pengunduran diri hari ini juga! Keluar dari perusahaan ini!"

Senja berdiri perlahan dari kursinya. Postur tubuhnya yang tegap dan anggun mendadak memancarkan aura intimidasi yang tak kalah kuat dari Angkasa. Ia memangkas jarak, menatap lurus ke dalam manik mata Lyra tanpa berkedip.

"Suruh saya keluar?" bisik Senja rendah, namun setiap katanya terdengar begitu tajam hingga membuat dada Lyra berdesir aneh.

"Nona Lyra, jika saya jadi Nona, saya tidak akan menghabiskan waktu untuk mengurusi saya di sini. Saya akan lebih sibuk menyiapkan diri... untuk menangisi kejatuhan keluarga Nona..."

Lyra tersentak, melangkah mundur satu tapak. "Apa maksudmu?!"

"Maksud saya?" Senja memiringkan kepalanya sedikit, mengulas senyuman paling dingin yang pernah Lyra lihat.

"Simpan tenaga Nona untuk acara besar nanti. Karena saat layar dibuka, bukan cuma topeng kesucian Nona yang akan terlepas, tapi seluruh kebohongan dan korupsi keluarga Nona akan terseret ke dasar neraka. Dan saat hari itu tiba... kita lihat siapa yang sebenarnya harus keluar dari gedung ini dengan kepala tertunduk."

"Kamu... kamu mengancamku?!" jerit Lyra, suaranya bergetar antara amarah dan kepanikan yang mendadak menyeruak di dadanya.

"Saya tidak mengancam, Nona Lyra," balas Senja tenang seraya kembali duduk dan merapikan berkasnya.

"Saya hanya memberi peringatan. Sekarang, tolong tinggalkan meja kerja saya. Saya punya pekerjaan nyata yang harus diselesaikan, tidak seperti Nona yang hanya punya waktu untuk bersandiwara."

"Sia-lan kau! Awas saja aku akan membalasmu!"

"Dih dasar pelakor lo!" Kesal Anggi yang buru-buru di tarik Senja.

Lyra mencengkeram tasnya erat-erat, dadanya naik turun menahan emosi yang membakar. Namun menatap ketenangan Senja yang begitu mutlak, Lyra mendadak merasa gentar. Tanpa sanggup membalas sepatah kata pun lagi, ia memutar tumitnya dan melangkah pergi dengan hentakan kaki penuh kekesalan, meninggalkan Senja yang kembali bekerja dengan fokus penuh.

Melihat Lyra pergi dalam kekalahan dan juga emosional membuat semua orang menatap Senja bingung. Mereka mempertanyakan hubungan di antara ketiganya.

"Kamu nggak apa-apa kan Senja? Lain kali langsung jambak atau tampar saja mulut sam-pah wanita itu! Lagian aku heran kok sekelas Pak Angkasa mau-maunya sama lon-te modelan si Arum itu! Mana bekas banyak orang!"

"Husssss.... Udah kembali kerja! Kita ada deadline akhir bulan..." Jawab Senja membuat Anggi misuh-misuh tapi akhirnya pergi menuju kubikelnya.

1
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 dikira Angkasa tidak tahu ,jika kamu toilet umum.Kok percaya dirimu tinggi.Terus tinggikan kesombongan dan merasa kemenangan kamu, saatnya jatuh langsung remek,Lyra.
ryuka
bagus senja 👍👍👍👍👍👍
nely_48
maksa n harus ya angkasa, no debat
sunaryati jarum
Yoi pacaran Setelah sah sangat bagus, tidak takut berbuat zina karena sudah sah
Ilfa Yarni
betul itu pak angkasa pacaran halal setelah menikah itu asyik tau
YuWie
agak2 dejavu dg kata2 adam dan senja ya..lagian adam sdh diusir2..ngapain masih di apart arum. Gak mampu sewa rmh
YuWie
tetap saja arum merasa menang walo sesaat..tak suka.
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!