Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Galang menepuk bahu Bima dengan santai dan kembali menyalakan kompor gasnya yang besar.

Cetek. Wusss.

"Biar saja dia mau memata-matai atau mencicipi masakan kita Mas Bima, resep dari sistem ini tidak akan pernah bisa ditiru oleh manusia biasa," ucap Galang penuh percaya diri.

"Antarkan saja pesanannya seperti biasa dan layani dia dengan senyum paling ramah yang Mas Bima punya."

Lima belas menit kemudian, tiga piring menu andalan kedai sudah tersaji rapi di meja pria bertopi putih tersebut.

Pria itu bernama Chef Hasan, koki eksekutif bintang lima yang bekerja langsung di bawah perintah Pak Wijaya.

Tugasnya hari ini adalah membongkar rahasia di balik rasa magis masakan Galang yang membuat bosnya ketakutan setengah mati.

Chef Hasan mengeluarkan sendok dan garpu perak pribadinya dari dalam tas selempangnya dengan gaya yang sangat arogan.

Ia sama sekali tidak sudi memakai sendok plastik murahan yang disediakan oleh kedai pinggir jalan ini.

Chef Hasan mulai dari menu pertama, yaitu sepiring nasi goreng pemulihan yang masih mengepul panas ke udara.

Ia mendekatkan wajahnya ke piring dan menghirup aroma nasi goreng itu dengan teknik penciuman profesional layaknya juri.

Sret.

Hidung Chef Hasan langsung menangkap aroma karamelisasi kecap dan bawang putih tunggal yang sangat murni.

"Aroma bawang putihnya terlalu dominan tapi anehnya tidak menyengat hidung sama sekali," gumam Chef Hasan menganalisis dalam hati.

Ia menyuapkan sesendok kecil nasi goreng itu ke dalam mulutnya dan memejamkan mata untuk meresapi rasanya secara perlahan.

Kunyah. Kunyah.

Kedua alis Chef Hasan mendadak bertaut erat hingga hampir menyatu di tengah dahinya.

Matanya terbuka lebar dengan ekspresi kebingungan luar biasa yang tidak bisa ia sembunyikan dari wajah arogannya.

"Rasa gurih alami dari telur ayam kampung organik ini bisa mengikat setiap butir nasi dengan sangat sempurna," batinnya sangat terkejut.

"Teknik mengayun wajannya pasti dilakukan dengan suhu api maksimal secara konstan, ini tingkat kesulitan yang sangat tinggi."

Namun yang paling membuat koki eksekutif itu ketakutan adalah efek magis pemulihan yang mulai merayap di tubuhnya.

Rasa pegal di persendian tangannya akibat berdiri belasan jam di dapur hotel mendadak hilang seketika seperti disihir.

Chef Hasan buru-buru meletakkan sendok peraknya dan beralih menarik mangkuk sup ayam penghangat jiwa ke hadapannya.

Ia menyeruput kuah kaldu bening itu langsung dari pinggiran mangkuknya tanpa ampun dan tanpa ditiup.

Slurp.

Sekali lagi, benteng ego koki profesionalnya dihancurkan tanpa sisa oleh rasa rempah jahe merah dan kapulaga yang meledak di lidahnya.

"Kaldu ini direbus dengan teknik penyaringan ganda tingkat dewa, tidak ada lemak kotor yang tersisa sama sekali di permukaannya," analisa Chef Hasan dengan tangan mulai gemetar.

"Dan rasa tenang di hati ini apa? Masakan ini seperti memiliki nyawa yang bisa berbicara menenangkan emosi pemakannya."

Keringat dingin sebesar biji jagung mulai menetes dari pelipis Chef Hasan membasahi kerah kemeja polonya.

Sebagai ujian terakhir, ia menatap mangkuk mie tarik naga pedas yang kuahnya berwarna kemerahan pekat.

Ia tahu betul bahwa menu ini adalah menu baru yang membuat kedai ini semakin viral dan ramai dibicarakan di kota.

Chef Hasan menggulung helaian mie itu dengan garpu peraknya dan memasukkannya ke dalam mulut sekaligus.

Kunyah. Kunyah.

Wajah Chef Hasan seketika berubah merah padam seperti kepiting rebus dalam hitungan beberapa detik.

Bukan hanya karena rasa cabainya yang benar-benar membakar lidah, tetapi karena tekstur helaian mie gandum itu yang sangat kenyal dan elastis.

"Mie ini ditarik dengan tangan kosong secara manual? Kenapa bisa seragam dan presisi tanpa bantuan mesin giling sama sekali?" batin Chef Hasan menjerit histeris.

Adrenalin dan keberanian dari efek mie pedas itu seketika membanjiri otaknya membuat napasnya memburu cepat menahan emosi.

Chef Hasan akhirnya menyerah dan meletakkan garpu peraknya ke atas meja dengan gerakan sangat lemas.

Ketiga piring di depannya baru dimakan satu suapan, namun mentalnya sebagai koki eksekutif sudah hancur lebur berkeping-keping tanpa ampun.

Ia sadar bahwa resep dan teknik memasak pemuda gerobakan ini berada jauh di atas level kemampuannya atau koki mana pun di restoran bosnya.

Didorong oleh rasa penasaran dan sisa keberanian dari mie naga pedas, Chef Hasan langsung berdiri dari kursinya.

Ia berjalan cepat mendekati jendela kaca pembatas dapur dan mencoba mengintip ke dalam area memasak.

Ia ingin melihat bumbu rahasia apa yang disembunyikan pemuda itu di dalam area yang disekat rapat tersebut.

Baru saja ia menempelkan tangannya ke kaca, pintu dapur mendadak terbuka dari dalam.

Cklek.

Galang keluar dengan celemeknya dan langsung memblokir jalan Chef Hasan dengan postur tubuhnya yang jauh lebih tinggi.

"Ada yang bisa saya bantu Pak? Area dapur ini dilarang keras bagi yang tidak berkepentingan untuk masuk," tegur Galang dengan suara bariton yang berat dan tenang.

Chef Hasan sedikit terkejut namun berusaha sekuat tenaga menutupi kepanikannya dengan wajah sedingin mungkin.

"Saya cuma mau bertanya anak muda, dari mana kamu belajar teknik menarik mie dan merebus kaldu sebersih ini?" selidik Chef Hasan langsung tanpa basa-basi.

"Dan merek kecap atau MSG tambahan apa yang kamu pakai sampai karamelisasinya bisa sesempurna itu?"

Galang melipat kedua tangannya di dada dan tersenyum sangat tipis ke arah pria paruh baya yang sombong tersebut.

"Rahasia dapur adalah nyawa dari sebuah kedai makan Pak, saya rasa koki profesional seperti Bapak sangat paham aturan dasar itu," sindir Galang dengan tajam.

Chef Hasan menelan ludahnya dengan berat mendengar pemuda ini ternyata sudah menyadari identitas aslinya dari awal.

"Kamu tahu siapa saya?" tanya Chef Hasan dengan nada suaranya yang sedikit bergetar.

"Saya sama sekali tidak peduli siapa nama Bapak dan dari restoran mana Bapak berasal," jawab Galang menatap lurus menembus mata koki mata-mata itu.

"Tapi tolong sampaikan pesan ini pada bos yang menyuruh Bapak datang ke mari hari ini."

Galang mencondongkan tubuhnya ke depan dan berbisik pelan namun sangat mengintimidasi langsung ke telinga pria itu.

"Katakan padanya, kalau dia tidak bisa mengalahkan saya pakai preman jalanan atau aparat hukum, jangan suruh kokinya mencuri resep ke mari."

"Suruh dia datang sendiri dan bertarung secara jantan di atas wajan panas melawanku di hadapan publik."

Wajah Chef Hasan benar-benar pucat pasi seperti mayat mendengar tantangan terbuka yang sangat mengerikan itu.

Ia tahu pemuda ini bukan sekadar penjual makanan jalanan beruntung yang viral karena sensasi sesaat.

Pemuda ini adalah monster kuliner yang sesungguhnya yang baru saja terbangun dari tidurnya yang panjang.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas, Chef Hasan berbalik dan berjalan cepat keluar dari kedai meninggalkan makanannya yang masih utuh.

Ia harus segera melapor pada Pak Wijaya bahwa kerajaan bisnis mereka kini sedang menghadapi ancaman mematikan yang tidak bisa diremehkan lagi.

Galang menatap kepergian koki eksekutif itu dari balik kaca dengan senyum kepuasan yang sangat dalam.

Genderang perang kuliner di kota ini akhirnya benar-benar ditabuh dari kedua belah pihak secara terbuka tanpa perantara rahasia lagi.

1
Wega Luna
ada loh nasi goreng 6000 an kalo GK salah di daerah Kediri atau Tulungagung ,,, asli pengen beli tapi karena kemarin bus pariwisata ku GK bisa menepi jadi cuma lihat dari jendela bus ,kalo ada waktu luang saya mau kesana lagi pake mobil pribadi ,,, sebagai pecinta kuliner nasi goreng saya penasaran rasanya dengan harga tersebut
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!