Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Kicauan burung terdengar sangat merdu dari luar jendela vila mewah di kawasan Puncak itu.

Ciap ciap ciap.

Sinar matahari pagi yang hangat perlahan menembus celah gorden kamar tidur utama milik Bayu.

Bayu meregangkan otot tubuhnya lalu bangkit dari kasur dengan perasaan yang sangat segar.

"Tidur di udara pegunungan memang sangat nyenyak, apalagi setelah malam yang indah kemarin," batin Bayu tersenyum.

Dia berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat giginya hingga bersih.

Setelah mengenakan pakaian santai berupa kaos putih tebal dan celana panjang katun, Bayu keluar dari kamarnya.

Suasana vila masih sangat sepi karena keenam keponakannya pasti masih tertidur pulas akibat kelelahan berenang semalam.

Bayu berjalan menuruni tangga kayu menuju area dapur bersih yang ada di lantai satu.

Langkahnya tiba-tiba terhenti saat dia melihat sosok Alya sudah berdiri di depan kompor listrik.

Alya mengenakan celemek bermotif bunga dan rambutnya dicepol ke atas dengan asal namun tetap terlihat cantik.

Sreng sreng sreng.

Suara spatula yang beradu dengan wajan anti lengket terdengar sangat ritmis memecah keheningan pagi.

Aroma harum dari nasi goreng bumbu bawang langsung menusuk indera penciuman Bayu.

"Selamat pagi Alya, kenapa kamu bangun pagi-pagi sekali saat sedang liburan begini?" sapa Bayu sambil berjalan mendekat.

Alya sedikit terkejut namun langsung menoleh dan memberikan senyuman manisnya yang khas.

"Selamat pagi juga Bayu, aku memang sudah terbiasa bangun pagi untuk menyiapkan sarapan di rumah."

"Karena bahan makanan di kulkas vila ini sangat lengkap, jadi aku memutuskan untuk membuat nasi goreng sosis saja."

Bayu berdiri tepat di sebelah Alya dan mengintip ke dalam wajan besar yang mengepulkan asap gurih tersebut.

"Baunya enak sekali Alya, kamu benar-benar punya bakat terpendam menjadi koki andalan keluarga."

Wajah Alya sedikit memerah mendengar pujian yang selalu diucapkan Bayu dengan sangat santai dan tulus itu.

"Kamu jangan memujiku terus Bayu, lebih baik kamu bantu aku memotong buah tomat dan timun di sana."

"Siap laksanakan nyonya koki, asisten Bayu siap membantu memotong sayuran pesananmu."

Bayu mengambil pisau dapur dan mulai memotong buah tomat merah di atas talenan kayu dengan hati-hati.

Tak tak tak.

Mereka berdua bekerja sama di dapur dengan sangat luwes seolah sudah terbiasa melakukannya setiap hari.

"Bayu, tolong ambilkan piring-piring besar di rak atas sana ya, lenganku tidak sampai," pinta Alya.

Bayu segera meletakkan pisaunya dan berdiri tepat di belakang Alya untuk mengambil piring dari rak atas.

Jarak tubuh mereka berdua menjadi sangat dekat hingga Bayu bisa mencium wangi sampo stroberi dari rambut Alya.

"Ini piringnya Alya, butuh berapa banyak untuk sarapan porsi besar kita hari ini?" tanya Bayu dengan suara pelan.

Belum sempat Alya menjawab, suara dehaman keras terdengar dari arah tangga kayu di belakang mereka.

Ehem ehem.

Bayu dan Alya langsung menoleh secara bersamaan ke sumber suara tersebut dengan perasaan sangat kaget.

Sinta berdiri di anak tangga terakhir sambil bersedekap dada menatap mereka berdua dengan senyuman jahil.

"Wah pagi-pagi sekali sudah ada adegan romantis ala suami istri di dapur vila kita ya."

"Kalau Om Bayu dan Tante Alya terus berduaan begitu, kapan nasi gorengnya bisa kami makan?" goda Sinta tanpa ampun.

Alya langsung mundur selangkah menjauhi Bayu dengan wajah yang memerah sempurna seperti tomat matang di atas meja.

"I-ini tidak seperti yang kamu pikirkan Sinta, Tante hanya minta tolong diambilkan piring saja dari atas," elak Alya terbata-bata.

Bayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal mencoba menutupi rasa salah tingkahnya di depan keponakannya sendiri.

"Kau ini Sinta, pagi-pagi sudah mengganggu orang dewasa yang sedang sibuk memasak makanan untukmu."

"Tolong bangunkan adik-adikmu sana, sarapannya sudah hampir siap dihidangkan ke meja makan utama."

Sinta hanya tertawa cekikikan dan berlari kembali menaiki tangga menuju kamar adik-adiknya.

"Sinta itu benar-benar sangat usil Bayu, wajahku rasanya panas sekali sekarang karena malu," keluh Alya sambil menutupi pipinya.

"Maklumi saja Alya, anak itu memang paling suka melihat pamannya salah tingkah seperti ini."

Setengah jam kemudian, meja makan besar di ruang tengah sudah dipenuhi oleh berbagai hidangan lezat.

Ada nasi goreng sosis porsi besar, telur mata sapi setengah matang, dan potongan buah segar yang ditata rapi.

Keenam keponakan Bayu sudah duduk rapi di kursi masing-masing dengan wajah yang sangat antusias dan lapar.

"Selamat makan semuanya, terima kasih Tante Alya yang cantik sudah memasak untuk kami!" seru mereka serempak.

"Sama-sama anak-anak manis, makanlah yang banyak agar kalian kuat berenang lagi nanti siang," balas Alya ramah.

Nyam nyam nyam.

Mereka semua makan dengan sangat lahap diiringi obrolan ringan tentang rencana liburan dan bermain hari ini.

Rara mengunyah sosisnya sambil menatap Bayu dan Alya secara bergantian dengan mata bulatnya.

"Tante Alya masakannya sangat enak, Rara mau Tante Alya masak untuk Rara setiap hari di rumah Om Bayu," celetuk Rara polos.

Mendengar ucapan polos anak berumur empat tahun itu, kelima kakaknya langsung mengangguk setuju dengan sangat kompak.

Bayu hanya bisa tersenyum lebar sementara Alya pura-pura sibuk meminum segelas air putih untuk menenangkan debar jantungnya.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!