Indonesia
NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Tidak semangat

Tak berapa lama, Suzan mendapat pesan balasan dari Tomi yang mengatakan bahwa dia siap melakukan pengintaian terhadap Bagas. Suzan lalu mengirimkan alamat bengkel langganan Bagas ke nomor Tomi.

Iya, hari ini Suzan memang tidak meminta Tomi untuk memata- matai Bagas. Karena Suzan pikir, dia akan pergi dengannya dan juga Alvaro ke mall. Suzan yakin di mall mereka akan selalu bersama, jadi tidak perlu meminta bantuan Tomi untuk memata- matai suaminya.

Namun ternyata tiba- tiba Bagas ijin ke toilet dan hingga hampir satu jam dia baru kembali. Suzan jadi menyesal tidak meminta Tomi untuk melakukan tugas hari ini. Kalau saja Tomi tetap memata- matai Bagas, pasti Suzan tahu siapa sebenarnya yang ditemui Bagas tadi. Karena Suzan sama sekali tidak percaya jika Bagas hanya bertemu dengan teman semasa kuliah. Pasti itu hanya karangannya saja agar Suzan tidak curiga.

Setelah tiga puluh menit berlalu, Suzan mendapat telpon dari Tomi.

"Ada informasi apa...?'' tanya Suzan langsung ke intinya.

"Bu Suzan... Ternyata dugaan bu Suzan benar. Pak Bagas pergi ke tempat lain..." jawab Tomi lewat sambungan telpon.

"Ke mana dia...?'' tanya Suzan begitu penasaran.

"Ke apartemen permata hijau, bu Suzan. Apartemen permata hijau..." jawab Tomi.

Tomi menjelaskan secara jelas bahwa Bagas memang membawa mobilnya ke bengkel. Namun dari bengkel, dia naik taksi menuju apartemen permata hijau. Apartemen yang pernah dia datangi beberapa hari lalu saat Tomi membuntutinya.

"Apa kamu tahu siapa pemilik apartemen itu...?'' tanya Suzan.

"Saya kurang yakin bu Suzan... Tapi saya melihat Sonia di sana..." jawab Tomi.

Tomi memberitahu Suzan bahwa saat Bagas turun dari taksi on line, dia langsung bergegas masuk ke apartemen tersebut. Namun di depan lobby Bagas bertemu dengan Sonia. Dan seperti biasa, Bagas dan Sonia cipika cipiki. Setelah itu mereka masuk ke dalam. Dan Tomi yang masih berada di dalam mobilnya tidak tahu lagi apa yang mereka berdua perbuat.

"A...apa...? Sonia...? Jadi suamiku pergi ke apartemen itu untuk menemui Sonia...?'' tanya Suzan yang heran sekaligus bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Bagaimana tidak, Suzan sudah tahu bahwa Sonia adalah pacar gelap papa mertuanya. Tapi kenapa sekarang Bagas menemui Sonia di apartemen permata hijau. Suzan jadi berpikir apakah selain pacaran dengan tuan Hartanto, Sonia juga pacaran dengan Bagas...?

Sonia begidik , merasa jijik membayangkan hal itu.

''Oh ya ampun.... Itu tidak mungkin terjadi kan..." ucap Suzan sambil memijit keningnya.

"Ada apa bu Suzan...?'' tanya Tomi di ujung telpon.

"Tomi, cepat cari tahu, ada hubungan apa suamiku dengan Sonia. Nggak mungkin kan suamiku dan juga papanya memacari satu perempuan, yaitu Sonia...? Membayangkannya saja aku merasa jijik, Tomi..." kepala Suzan sampai pusing membayangkan hal yang menurutnya sangat menjijikan dan memalukan itu.

"Tenang bu Suzan. Ini semua belum pasti kok. Bisa saja kan, mereka tak sengaja bertemu di apartemen tersebut, namun tujuan mereka berbeda..." ucap Tomi yang dia sendiri belum bisa menyimpulkan apapun tentang pertemuan Bagas dan Sonia di depan lobby apartemen. Bisa saja mereka bertemu secara tidak sengaja.

"Ya sudah kamu cari tahu dulu... Kepala saya pusing...." ucap Suzan sambil memijit kepalanya yang terasa berat.

Sambungan telpon pun berakhir. Suzan meletakkan ponselnya di atas nakas. Lalu dia berbaring di tempat tidur sambil terus memijit kepalanya.

"Ya Alloh, apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka bertiga...? Apa mereka terlibat cinta segi tiga...? Nggak ya Alloh, jangan sampai itu terjadi, itu sangat memalukan dan juga menjijikan..." ucap Suzan.

Iya, tentu saja Suzan tidak bisa membayangkan jika suaminya berbagi selingkuhan dengan sang papa. Itu sangat menjijikan sekali.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

"Sekarang kamu tahu kan baby... Hanya aku yang perduli dan mengerti perasaan kamu..." ucap Casandra sambil memeluk Bagas di atas tempat tidur.

Iya, mereka baru saja selesai berbagi peluh. Tadi setelah mengantar mobilnya ke bengkel, Bagas pergi ke apartemen Casandra dengan menggunakan taksi on line. Dan tidak sengaja Bagas bertemu dengan Sonia di depan lobby. Bagas baru tahu jika Sonia ternyata juga tinggal di apartemen permata hijau. Hanya beda lantai saja. Casandra di lantai delapan ,sedangkan Sonia di lantai dua belas.

Tentu saja saat itu Bagas sempat gugup. Dia khawatir Sonia akan mengetahui perselingkuhannya dengan Casandra. Namun Bagas yang memang sudah pandai mengarang cerita bisa mengatasi kegugupannya. Saat ditanya oleh Sonia ada keperluan apa di apartemen ini,Bagas mengatakan kalau dia akan melihat apartemen kosong. Karena temannya yang selama ini tinggal di Belanda meminta tolong padanya untuk mencarikan apartemen untuk dia tinggali.

"Iya baby, kamu memang sangat mengerti aku..." sahut Bagas sambil mengecup kening Casandra.

Iya, mereka berdua masih betah berada di balik selimut dengan tubuh yang masih sama- sama polos setelah selesai melakukan aktifitas panasnya beberapa saat lalu.

"Makasih ya baby... Kamu selalu ada untuk aku..." Bagas mendekap tubuh Casandra dengan erat.

Iya, Bagas merasa kecewa pada Suzan yang menurutnya terlalu menyalahkannya hanya gara- gara Alvaro ngambek. Bagas juga kesal pada sang mama yang memintanya untuk menjauhi Casandra.

Begitu bertemu Casandra di apartemennya, Bagas langsung menceritakan kekesalan yang sedang dia rasakan terhadap Suzan dan mamanya. Bagas merasa lega karena Casandra selalu ada di pihaknya.

"Itu karena aku mencintai kamu baby ..." sahut Casandra sambil menatap wajah Bagas.

"Cinta aku sama kamu itu tulus baby, nggak seperti istri kamu, yang tidak pernah benar- benar perduli sama kamu. Masa gara- gara Alvaro ngambek dia terus- terusan menyalahkan kamu sih, aneh istri kamu itu ..." sambung Casandra.

Bagas menghela nafas lalu melonggarkan dekapan tangannya.

"Baby..." ucap Bagas sambil menatap wajah Casandra.

"Hem..."

Bagas lalu memberitahu Casandra kalau Suzan mencurigainya. Saat dia mengatakan pada Suzan bahwa dia bertemu dengan teman kuliah dan diajak ngopi olehnya, Suzan tidak mempercayai semua ucapan Bagas. Bahkan Suzan meminta Bagas untuk berkata jujur.

"Ya udah biarin aja kalau mbak Suzan tidak percaya..." sahut Casandra.

"Tapi baby, Suzan itu nggak bodoh, kalau dia sudah curiga, dia pasti akan mencari tahu kebenarannya. Kamu ingatkan waktu Suzan diam- diam mengecek ponselku dan memasang aplikasi pelacak...?'' ucap Bagas yang khawatir jika Suzan akan melakukan sesuatu lagi untuk mencari tahu apa saja yang dia lakukan di belakangnya.

Casandra menghela nafas. Lalu dia duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur.

"Kalau begitu kamu harus lebih waspada baby... Kamu harus tahu apa saja yang mbak Suzan lakukan. Siapa tahu, tanpa sepengetahuan kamu, mbak Suzan memata- matai kamu..." ucap Casandra.

Bagas ikut bangun dan duduk di samping Casandra.

"Iya, kita nggak boleh lengah baby, aku akan terus awasi Suzan..." sahut Bagas.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Sementara itu Suzan yang tertidur akibat sakit kepala, terbangun oleh suara ponsel yang berdering di sampingnya. Dan setelah Suzan mengeceknya, ternyata ada pesan masuk dari Tomi.

"Bu Suzan... Ternyata dugaan saya benar, pak Bagas datang ke apartemen itu bukan untuk menemui Sonia..." pesan dari Tomi.

Lalu Tomi mengirimkan video berdurasi tiga puluh detik yang memperlihatkan Sonia pergi dengan mobilnya seorang diri. Sedangkan Bagas tidak ikut bersamanya. Yang artinya Bagas ada keperluan dengan orang lain, bukan dengan Sonia.

Dan Tomi kembali mengirim video berdurasi lima belas detik yang memperlihatkan Bagas keluar dari lobby apartemen, lalu naik ke taksi on line yang dia pesan. Tomi juga memberi tahu Suzan bahwa waktu kepergian Sonia dan Bagas berjarak cukup lama, yaitu sekitar satu jam.

"Lalu siapa yang ditemui oleh suami saya di apartemen itu...?'' Suzan mengirim pesan kepada Tomi.

"Maaf bu Suzan, saya belum menemukan jawabannya, saya akan terus berusaha untuk mencari tahu soal itu..." Tomi membalas pesan Suzan.

Suzan menghela nafas, lalu dia meletakkan ponselnya di atas nakas kemudian Suzan duduk bersandar pada sandaran tempat tidur.

"Siapa sebenarnya yang sedang ditemui oleh mas Bagas, kenapa dia sering datang ke apartemen itu..?" Suzan menggigit bibir bagian bawah.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

"Kenapa beb ....? Kamu kelihatan kurang fit...?'' tanya Alma ketika berada di ruang kerja Suzan.

Suzan menghela nafas. Iya, hari ini Suzan memang merasa sangat lelah dan sama sekali tidak ada semangat dalam dirinya.

"Kenapa...? Kamu sakit...? Kalau kamu sakit istirahat gih, nggak usah dipaksain... Biar aku yang menyelesaikan pekerjaan ini..." ucap Alma.

"Aku nggak semangat hari ini. Kayaknya aku harus minum yang segar- seger deh..."sahut Suzan.

"Kamu mau minum apa...? Biar aku yang beliin..." tanya Alma.

"Nggak usah, aku mau cafe depan aja, mau minum di sana..." jawab Suzan.

Iya, Suzan ingin menikmati kesendirian di cafe sambil minum minuman yang menyegarkan.

"Nggak papa kamu sendirian beb...? Kamu nggak pusing...? Muka kamu pucat lho beb..." tanya Alma khawatir dengan kondisi Suzan.

"Nggak ...nggak papa kok..." Suzan bangun dari duduknya lalu mengambil ponsel dan segera keluar dari ruang kerja diikuti oleh Alma yang juga akan masuk ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan.

Sesampainya di cafe yang tak jauh dari perusahaan Hartanto Group, Suzan langsung memesan minuman dan juga camilan. Suzan sengaja memilih tempat duduk di pojok yang sepi dari pengujung lain. Iya, Suzan memang sedang ingin sendiri tidak ingin ada yang mengganggu.

Apa yang sedang mengganggu pikirannya akhir- akhir ini cukup membuat Suzan lelah. Walaupun Suzan belum bisa membuktikan secara jelas bahwa Bagas selingkuh, tapi tetap saja hal itu sangat berpengaruh terhadap hati dan pikirannya.

Suzan berharap apapun yang Bagas lakukan di belakangnya, akan segera terungkap walaupun Suzan sendiri entah akan kuat atau tidak dengan kemungkinan terburuk yang akan dia terima nanti.Tapi yang jelas ,Suzan tidak ingin Bagas menyembunyikan sesuatu darinya. Dan dia ingin semuanya terungkap.

Karena bagi Suzan dalam rumah tangga itu tidak ada saling menyembunyikan sesuatu, semua harus terbuka. Dan yang paling utama adalah kejujuran serta kesetiaan. Dan akhir- akhir ini Suzan tidak melihat dua hal itu dari diri Bagas hingga membuat kecurigaan dalam dirinya.

Ketika Suzan sedang menikmati kesendiriannya sambil menikmati makanan dan minuman yang dia pesan, tiba- tiba datang dua orang pengunjung cafe lalu duduk di meja tak jauh darinya. Dan dengan gerakan reflek, Suzan menoleh ke arah dua orang tersebut.

Dan bersamaan dengan itu salah satu di antara orang tersebut juga menoleh ke arah Suzan. Otomatis tanpa sadar mereka pun saling berpandangan satu sama lain.

"Suzan..." ucap pria itu lirih.

Begitu juga dengn Suzan yang reflek saja menyebut nama pria yang tentu saja tidak asing lagi baginya.

"Bintang..." gumam Suzan.

Bintang lalu bangun dari duduknya setelah beberapa saat menatap wajah Suzan. Perlahan Bintang melangkah menghampiri meja Suzan. Begitu juga Suzan yang entah kenapa dia langsung berdiri begitu Bintang berjalan ke arahnya.

"Kamu di sini juga...?'' tanya Bintang sambil menatap wajah Suzan.

"Iya..." jawab Suzan yang juga masih menatap Bintang.

Bintang dan Suzan masih saling menatap namun keduanya hanya diam. Entah apa yang ada di pikiran masing- masing. Namun yang jelas di antara keduanya belum ada yang membuka suara. Dan hanya keheningan yang ada di antara mereka.

"Apa kau baik- baik saja....?'' akhirnya Bintang membuka suara.

"Apa maksud pertanyaanmu...? Kenapa setiap kali bertemu denganku kau selalu menanyakan hal yang sama...? Tentu saja aku baik- baik saja..." jawab Suzan sedikit ketus.

Entah mengapa, Suzan merasa tidak suka dengan pertanyaan Bintang.

"Tapi kamu terlihat nggak baik- baik saja Suzan..." sahut Bintang menatap lekat wajah Suzan.

Suzan pun sedikit kaget mendengar perkataan Bintang. Suzan pun mengalihkan pandangannya ke arah luar.

"Sayang...." tiba- tiba terdengar seseorang memanggil Suzan.

Suzan menoleh ke sumber suara, di mana di sana berdiri seorang laki- laki yang menatap ke arahnya dengan tatapan tidak suka.

"Mas Bagas..." ucap Suzan lirih.

Bersambung....

1
Dini Anggraini
Kak greget banget sama bagas dia saja zina sama orang lain berkali kali Suzan dekat mantan saja gak boleh padahal ini demi kerja sama perusahaan egois kamu bagas. Kapankah ketahuannya bagas itu selingkuh dengan Cassandra kak dan susan balikan sama bintang setelah bercerai dengan bagas. 🥰🥰
Dini Anggraini: ya kak 😄😄😄
total 2 replies
Asmara
Gilaaa.... Bagas, Casandra kalian gilaaa 😡😡😡😡 Thor kpn perselingkuah mereka terbongkar, pokoknya Suzan harus menceraikan Bagas... jijay bgt sama kelakuan suami nggak tahu diri 😡😡😡😡😡
Sri Darmayanti: obral barang ... cinta ngak cinta bisa ya begitu selingkuh
total 2 replies
Salsa
Curiga nyonya Hartanto sama Darma ada hubungan khusus, gila sih kl iya 🤭
Asmara
Suzan disuruh menjaga kehormatan keluarga Hartanto ... lah elu sendiri sebagai keluarga inti Hartanto PD selingkuh , dasar keluarga edan 😅... itu lagi si ulet bulu segala nyusul ke mall, mau ngapain coba ngajak Bagas ke toilet😡
Asmara
Gila sih ini, emaknya, bapaknya, anaknya PD selingkuh semua😅😅
Sri Darmayanti
sonia haryanto
Dini Anggraini
Suzan kamu sih terlalu polos bagaimana ya bila suatu saat semua kebusukan tuan hartanto, nyonya hartanto dan bagas yang suka banget selingkuh apa kamu akan syok ya kak. 🥰🥰
Dini Anggraini: betul kak 👍👍🥰🥰
total 3 replies
Dini Anggraini
Kamu selalu kalah sama bagas Suzan kenapa ketemuan selalu di kafe tempat langganan keluarganya bagas jadi ketahuan kan. Dasar suami jahat dia selingkuh saja boleh sedangkan istrinya ketemuan sama laki2 lain di larang egois banget kamu bagas. 😡😡🥰
Dini Anggraini: betul kak 👍👍🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Penasaran siapa sih pacarnya Sonia, jgn" tuan Hartanto
Asmara
Siapa kira" selingkuhan Sonia KL bukan Bagas...?
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!