Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:60.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 33

"Sore ini? Bukankah batas akhirnya biasanya hari Senin pagi sebelum rapat auditorium?"

"Itu aturan lama, Pak Arsyad! Pusat memajukan tenggat waktunya karena ada instruksi langsung dari jajaran pemilik saham tertinggi," pangkas Bowo seraya membuka map merah tersebut di atas meja. Jemarinya menunjuk beberapa baris angka bernominal fantastis yang diarsir warna kuning terang.

"Masalahnya ada di sini, Pak. Ada pencairan dana darurat vendor sebesar 500 juta rupiah serta pengeluaran operasional lapangan berturut-turut dalam tiga bulan terakhir yang totalnya mencapai 250 juta dan juga ada lagi biaya tak terduga sebanyak 100juta yang anda minta empat kali secara bertahap selama satu bulan ini. Nota dan invoice fisiknya belum Bapak serahkan ke bagian keuangan!"

Peluh dingin seketika menetes dari dahi Arsyad. Tenggorokannya mendadak serasa disumbat batu besar. Uang 500 dan 100juta itu... adalah dana yang ia gunakan untuk membeli mobil baru yang terparkir di rumah ibunya. Sementara uang 250 juta sisanya habis dipakai untuk membeli motor, membeli perhiasan ibu dan kakaknya juga untuk Dina, biaya rumah sakit, dan kebutuhan harian Dina yang manja dan juga keluarganya.

"Ngg... itu... nota-nota itu masih dipegang sekretaris lapangan di Surabaya, Pak Bowo," alibi Arsyad terbata-bata, tangannya memegang tepi meja yang mendadak terasa bergoyang.

"Nanti saya minta mereka email sore ini."

"Tidak bisa berupa scan atau email biasa, Pak!" potong Bowo tegas, menatap Arsyad dengan raut wajah amat serius.

"Sistem audit pusat yang baru menggunakan verifikasi validasi nota fisik bernomor seri resmi dari vendor terdaftar. Jika sampai jam lima sore ini nota aslinya tidak dimasukkan ke sistem, dana sebesar 850 juta itu otomatis dikategorikan sebagai penggelapan dana operasional!"

"Penggelapan?!" pekik Arsyad, suaranya melengking pecah.

"Iya, Pak Arsyad! Dan yang lebih mengerikan, tim keuangan pusat sudah memblokir sementara akses restrukturisasi anggaran cabang!" Bowo memajukan tubuhnya, berbisik penuh intrik.

"Saya hanya mengingatkan, Pak... jika selisih 850 juta ini tidak ada notanya sampai nanti sore, bukan cuma pembatalan promosi jabatan Pimpinan Cabang yang Bapak terima hari Senin nanti... tapi Bapak bisa langsung diseret ke ranah hukum oleh Utusan Holding!"

Dunia Arsyad serasa berputar hebat. Penggelapan? Ranah hukum?!

"Pak Bowo... tolong bantu saya," bisik Arsyad panik, memegang lengan kemeja Bowo dengan cengkeraman gemetar.

"Bisa nggak... bisa nggak nominal itu dimanipulasi dulu? Atau dimasukkan ke anggaran tak terduga proyek bulan depan? Karena semua bukti fisiknya berada di Surabaya dan saat saya pulang kemarin tidak masuk ke dalam file tas kerja saya,"

"Maaf Pak, memangnya anda tidak memiliki sama sekali satu pun berkas fisik itu? Karena menurut bagian lapangan di Surabaya, semua keuangan sudah sesuai catatan dan sudah di laporkan kepada anda juga. Mohon maaf saya hanya mengingatkan kembali Pak, kalau saya tidak bisa untuk membuat manipiulasi keuangan dan di masukkan ke dalam pengeluaran bulan depan. Apalagi kinerja dan jabatan saya juga di pertaruhkan, kalau memang anda tidak melakukan kesalahan, seharusnya tidak ada masalah, Pak. Maaf sekali lagi dan saya tunggu laporannya paling telat besok pagi. Saya harus segera melapor ke Perusahaan pusat... Permisi Pak Arsyad!"

Bowo langsung membereskan map merahnya dan melangkah keluar ruangan, meninggalkan Arsyad yang berdiri mematung di tengah ruangan yang terasa makin menyempit.

Arsyad terduduk merosot di sofa. Tangannya meremas rambutnya sendiri hingga berantakan. Bayangan uang 850 juta rupiah yang habis tak berbekas untuk memanjakan ibu dan selingkuhannya kini menagih bensin kehidupan yang sudah ia pertaruhkan.

Dari mana aku bisa dapat nota 850 juta dalam waktu dua jam?! Dari mana aku dapat uang sebanyak itu buat menutupi selisihnya?!

Napas Arsyad memburu kencang, memburu bagaikan corong yang kehabisan udara. Ruangan kerjanya yang luas kini terasa bagaikan sel sempit yang siap melumatnya hidup-hidup. Angka 850 juta rupiah menari-nari liar di depan matanya, sebuah nominal fantastis yang telah ia habiskan tanpa sisa demi memuaskan keangkuhan ibunya, keserakahan kakaknya, serta tuntutan manja Dina.

"850 juta... Dari mana aku bisa dapat uang sebanyak itu?!" jerit Arsyad frustrasi. Ia menghempaskan vas bunga kaca di meja hingga pecah berantakan di atas karpet.

Di tengah kepanikan yang mencekik, Arsyad menyambar ponselnya. Jemarinya yang gemetar hebat mengetik nomor ibunya.

"Halo, Arsyad? Kamu sudah belikan kalung emas Dina, kan?" suara ibunya langsung menyambut tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"Ibu! Stop ngomongin kalung emas!" teriak Arsyad, suaranya pecah menahan tangis dan amarah.

"Arsyad mau ditangkap polisi, Bu! Arsyad bisa dipenjara!"

"Apa?! Dipenjara gimana maksud kamu?!" suara ibunya mendadak panik, nada angkuhnya lenyap seketika.

"Uang kantor 850 juta... uang proyek Surabaya yang Arsyad pakaikan buat beli mobil baru di rumah Ibu, beli motor, beli perhiasan Ibu, Mbak Rina, sama Dina... semuanya ketahuan!" racau Arsyad dengan mata melotot lebar.

"Audit pusat memblokir semuanya! Notanya ditagih sore ini, Bu! Ibu punya uang simpanan nggak?! BPKB mobil atau surat rumah Ibu ada?! Kita harus jual semuanya sekarang buat tutup selisihnya!"

"Gila kamu, Arsyad?!" jerit ibunya histeris dari seberang telepon.

"Mobil sama perhiasan itu kan sudah jadi milik Ibu sama keluarga! Tetangga sudah pada lihat! Masa mau dijual lagi?! Lagian surat rumah ini kan atas nama almarhum Bapakmu, nggak bisa dijual seenaknya! Kamu cari jalan lain dong! Kamu kan calon Pimpinan Cabang!"

"Jalan lain dari mana, Bu?!" bentak Arsyad frustrasi.

"Kalau Arsyad nggak bisa serahkan notanya, Arsyad pecah jabatan dan langsung diseret ke kantor polisi! Karir Arsyad hancur!"

Tiba-tiba, suara Dina merebut ponsel ibunya di seberang sana. "Mas Arsyad! Mas nggak boleh jual mobil atau perhiasan Dina ya! Itu kan hadiah buat calon anak kita! Mas jangan panik gitu dong, minta tolong aja sama si Zemima! Dia kan istri Mas, masa dia nggak punya tabungan buat bantu suaminya sendiri?!"

"Tutup mulut kamu, Dina!" sembur Arsyad penuh dendam.

"Kamu sama keluarga saya cuma tahu menguras uang saya! Sekarang saya yang mau mati! Bahkan Zemima tak pernah mendapatkan sepeserpun uang itu selain uang dari gaji saya! Kamu tahu itu!"

Arsyad langsung mematikan telepon sepihak. Ia melempar ponselnya ke atas sofa, lalu memegangi kepalanya yang berdenyut hebat seraya terhenyak di kursi kerja.

1
Muft Smoker
tu laa akibat keserakahan dan sikap jumawa kalian yg terlalu tinggi ,,
makany jgn pernah menyepelekan istri yg terlihat tidak punya apa2 dan tidak bisa apa2 selain mengurus rumah tangga ,,
Krn kalian gx pernah tau ap yg berada di balik punggung ny😒😒😒😏😏😏
Fitria Syafei
hadeh Arsyad jadi kasihan juga ya ma keluarga mu 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 🥰
Ma Em
itu akibat dari perbuatan Arsyad dan keluarganya yg sdh menyakiti Zemima , sekarang rasakan penyesalanmu Arsyad waktu msh jaya hdp mu dan uangmu diberikan pada keluarga dan gundikmu Arsyad .
nely_48
selamat menikmati hasil yg kalian tanam
nely_48
semangat ya Arsyad sekeluarga menjemput karna kalian
Ilfa Yarni
bagus hancur lah kalian semua dasar parasit tak tau diri
Masha 235
ngawur....sungguh ngawur,sedeng...
Susan Paulina
Thor kok blm Up lagi, biasa sudah Up
Yam_zhie: maaf kak anak othor sakit ini belum ke update 1 bab lagi 🤕🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
perang aja kalian semua dasar parasit ga tau diri
Fitria Syafei
waduh jadi merana begini nih keluarga Arsyad 🙄 KK cantik mantaf 😍 kereen 🥰
Muft Smoker
benalu udh d singkirkan ,,
tinggal bahagia ny zemima ,,
Ma Em
Arsyad penyesalanmu sdh tdk berguna terima saja akibat dari perbuatan mu dan keluargamu yg selalu menghina dan merendahkan Zemima .
nely_48
sapu bersih kerikil n para benalu dlm hidup mu mima,,
Ilfa Yarni
syukurlah para paradox udah fibusng for km visa menjalin hubungan dgn laki2 yg sepadan
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 🥰 terimakasih 😘
Sri Widiyarti
zemima otw janda rayhanan duda klop...
ryuka
bagusss zemimaaaa 👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥
Fitria Syafei
Mima kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
Yam_zhie: maksih kak 💃💃💃
total 1 replies
Ilfa Yarni
nah itu bar, beer bang behalf yg nempel ditubuhmu biar ga menggerogoti hidipmu mima
Yam_zhie: iya mamak💃💃💃😘
total 1 replies
Muft Smoker
good zemima ,,
kebusukan kebongkar ,, lngsung semua ngerasa sakit ,,
ayoo Rika ma Siska apa yg sakit,, biar kompak ma ibu ny dn ipar mu yg lagi hamil ,, 😒😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!