Indonesia
NovelToon NovelToon
Who Am I

Who Am I

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Mutan / Sci-Fi
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Y. A

Sebuah ledakan nuklir membuat sebuah desa mendapat julukan chernobyl kedua. Di dalam hutan yang telah berubah menjadi hutan mati, seorang pria kembali bangun dari tidur panjangnya setelah ledakan terjadi. Di saat seluruh rekannya sesama peneliti mati, dia bangun sendirian dalam keadaan kehilangan sebagian ingatannya.

Kondisi tubuh yang tidak menguntungkan membuatnya bergantung pada seorang wanita bernama Freya. Seorang asisten dari ilmuan bernama Adam. Bersama mereka, Sean menemukan kenyataan pahit mengenai jati dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y. A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlawanan

Ketika orang-orang yang dipimpin Diandra berhasil masuk ke dalam rumah Sean. Rumah itu telah kosong. Diandra mencoba memeriksa cctv, sayangnya Hugo telah menghapus seluruh rekaman tampa bisa dikembalikan.

Ketika Diandra melaporkan hal itu pada Bagaskara, pria tua itu sungguh sangat tenang. Dia hanya memerintahkan Diandra untuk melacak keberadaan mereka. Tidak tampak kemarahan sama sekali, seolah ia telah menduga rencana Sean saat ini.

Sementara itu, Sean bersama yang lain dalam perjalanan menuju kota yang berbeda. Mereka berencana lari dari negara itu menggunakan jalur darat. Hal itu lebih baik dari pada memakai pesawat terbang yang memungkinkan mereka mudah terlacak.

"Ini seperti rekreasi keluarga." canda Hugo.

Namun karena Sean tidak tertawa, tidak ada satupun dari yang lain tertawa. Mereka menggunakan camper van buatan negara Korea selatan, yang telah dimodifikasi ulang oleh pemilik sebelumnya. Jadi posisinya, Adam duduk di samping Hugo yang sedang menyetir, Sean dan Freya duduk di baris kedua.

Semuanya mengerti akan apa yang dialami Sean, semua rasa sedih dan frustasi yang ia rasakan. Jadi tidak ada yang mempermasalahkan sikap diamnya sejak tadi.

Karena mereka pergi sewaktu subuh dan belum ada tidur, Hugo memutuskan masuk ke dalam hutan karet yang mereka lewati, setelah sebelumnya mencari celah yang bisa mereka masuki.

"Aku rasa mobil ini masih bisa dilihat dari jalan sana. Apa tidak masalah?" tanya Freya.

Hugo dan Adam menoleh ke arah jalan. Membenarkan dalam hati perkataan gadis itu.

"Jangan kawatir, jalan ini cukup sepi karena jarang dilewati. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan jalan tol." jawab Hugo.

Mereka semua mengatur kursi dan isi mobil menjadi tempat tidur yang layak. Karena Freya seorang wanita, dia memilih tidur di kursi depan menggunakan kasur angin. Mereka tidur setelah sebelumnya mengisi perut kosong yang lapar.

Suasana hening siang itu tidak membuat Sean bisa tidur. Matanya masih terbuka. Telinganya menangkap suara angin dan bunyi gesekan ranting. Terdengar seperti nyanyian alam yang merdu. Sesekali dia bisa mendengar suara binatang dan langkah mereka dikejauhan. Juga suara kendaraan yang lewat di jalan raya menambah kebisingan ditelinganya.

Sean mengeluarkan ponselnya, mencoba mencari tahu keadaan. Apakah pemerintah sudah menemukan identitasnya. Sean yakin tidak akan sulit bagi mereka menemukan identitasnya yang sekarang. Karena dia terdaftar disebuah universitas, juga anak angkat dari pasangan tua. Mengingat mereka, membuat Sean merasa menyesal. Melibatkan orang baik hati yang tulus menyayanginya.

Dua jam berlalu, Freya terbangun karena suara keras dari sepeda motor yang lewat. Dia duduk lalu memeriksa yang lain. Ketika dia tidak melihat Sean, Freya segera menyingkirkan selimutnya, memakai sendal dan turun dari mobil.

Dia memanggil nama Sean, mencarinya di sekeliling mobil, namun tidak menemukannya. Tiba-tiba rasa panik menyeruak, dia sudah akan masuk ke dalam hutan lebih jauh kalau suara Adam tidak memanggilnya.

"Kamu akan kemana? Berbahaya masuk ke sana." ujarnya.

"Sean! Dia menghilang!" ujarnya panik.

Sean yang mendengarnya tersenyum kecil. Dia hanya sedang terbang diatas puncak pepohonan karena dibawah sinyalnya sangat buruk. Mendengar yang lain semakin panik, Sean turun dengan anggun. Kakinya menapak dengan pelan tepat di belakang Freya. Sayap keemasan itu berkilau kala sinar matahari mengenainya.

Freya berbalik ketika kepakan sayap Sean menimbulkan angin kencang di sekitar mereka. Menerbangkan dedaunan kering disana. Beberapa daun kecil mengotori rambut Freya.

Semua mata tertuju pada bentuk sayap Sean yang indah. Ketika tampa sadar Freya berjalan mendekat dan menyentuhnya, Sean merasakan sensasi geli yang aneh. Dia melebarkan sayapnya, lalu dalam hitungan detik, sayap itu menghilang dari pinggungnya. Menyisakan serakan bulu yang perlahan menjadi butiran debu.

"Itu... Itu sangat indah. Sayap barumu." ujar Freya.

"Kamu dari mana?" sela Hugo.

"Memeriksa keadaan, sinyal disini sangat buruk." jawab Sean.

"Ada kabar buruk apa?" tanya Hugo, langsung menerka kabar buruk karena itulah dugaan yang masuk akal untuk mereka sekarang.

Sean tersenyum kecil. "Anton sepertinya berhianat pada pria tua itu. Seluruh petugas kepolisian bergabung dengan tentara. Mereka sudah menemukan identitasku sebagai Sean."

Mereka semua tidak terlihat terkejut. Sean menatap mereka satu persatu, seperti mencari tahu apakah mereka semua siap menghadapi apa yang mungkin akan terjadi.

"Jangan kawatir, aku tidak punya apa-apa selain kalian semua sebagai keluargaku sekarang." kata Hugo, dia tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.

Adam tertawa pelan, "Begitu juga laki-laki tua ini nak, aku telah kehilangan seluruh yang aku miliki sejak lama, hanya Freya dan kalian keluargaku saat ini." ujarnya, menyusul Hugo masuk ke dalam mobil.

"Ayo masuk, setidaknya kita harus menyusun rencana. Kita belum membahasnya sejak mulai pergi," ajak Freya.

Sean merasakan hantinya menghangat. Dia tersenyum tipis dan meraih tangan Freya, dengan cepat membuat gadis itu berbalik dan dia langsung memeluknya.

"Terima kasih, juga maaf karena menempatkan kalian dalam bahaya." bisik Sean.

Freya yang terkejut, hanya bisa diam di tempatnya. Ketika Sean melepaskan pelukannya, dia masih berdiri dengan kaku disana. Sean tersenyum, mengambil daun kering di rambut Freya lalu berlalu setelah menepuk puncak kepalanya.

"Kamu tidak masuk?" tanya Sean, dia menoleh kebelakang ketika Freya hanya diam saja.

Hugo yang melihat interaksi itu terkekeh geli. "Si bodoh itu," gumamnya.

"Siapa yang kamu sebut bodoh!"

"Akh!"

Sean memukul pelan kening Hugo ketika masuk. Adam hanya tersenyum saja melihat kelakuan mereka. Dia tahu Sean tidak bodoh untuk tidak menyadari perasaan Freya, Sean hanya memilih diam karena dia tidak yakin akan dirinya sendiri.

Ketika Freya masuk, mereka memulai diskusi untuk menyusun rencana. Mereka harus menyatukan tujuan bukan, meski begitu semua tampaknya sepakat bahwa mereka hanya bersembunyi untuk sementara waktu.

"Apakah hutan dan pegunungan jauh lebih baik? Atau kita perlu menyewa kapal untuk berlayar?" tanya Hugo sambil mengunyah permen karet.

"Kamu mau liburan ya?" tuduh Freya.

"Apa salahnya, seumur hidup aku belum pernah diajak liburan oleh Sean. Padahal aku tahu sebanyak apa jumlah uang direkeningnya. Dia tidak pernah menggunakannya dengan benar." jawab Hugo.

"Wuah... Benarkah? Apa dia sekaya itu?"

"Lihatlah wajahmu, apa kamu sangat mencintai uang? Kamu langsung bersemangat!" ejek Sean.

"Siapa yang tidak mencintai uang? Kamu bisa melakukan apa saja, walau uang bukan segalanya, tapi uang itu sangat dibutuhkan dalam hidup yang sulit ini." sahut Freya.

Hugo mengangkat tangannya untuk mengajak Freya melakukan tos. Dengan senang hati Freya melakukannya. Dua orang ini sangat kompak kalau tentang uang.

"Kalau uang itu hilang, kalian orang pertama yang akan aku cari."

Hugo tertawa, lalu ketika dia mulai serius melihat layar tabletnya, dia mengernyit. Kemudian dia mengambil ponselnya untuk memastikan sesuatu.

"Ya ampun! Siapa bocah ini? dia masuk tampa izin kerumah orang lain."

Hugo memperjelas gambar di ponselnya dan menunjukkannya pada Sean. Itu adalah rekaman cctv beberapa menit lalu dari rumah Sean yang lama.

"Kamu mengenalnya?" tanya Freya ketika dia ikut mengintip apa yang Sean lihat.

"Apa yang dilakukan Willi padanya? Dia terlihat normal." kata Sean.

"Apa? Siapa? Jelaskan pada kami!" desak Hugo.

"Apa dia salah satu korban ledakan yang mungkin selamat selain dirimu?" tanya Adam.

"Ya, dia adalah Juan."

"Juan? Orang yang mungkin punya hubungan dekat dengan ayahmu atau Willi?" Sean memang pernah menceritakan tentang Juan pada Hugo sekilas dalam pembicaraan mereka dimasa lalu.

"Hmm, aku memang yakin dia masih hidup. Tapi orang normal pasti tidak akan bisa berjalan dengan normal seperti ini kalau memang selamat." jawab Sean.

"Untuk apa dia datang kesana? Apa yang ia cari?" tanya Freya.

"Aku tidak tahu."

"Sean, pencarianmu dilakukan besar-besaran. Cell farma bahkan sampai ditutup sementara untuk diselidiki. Ini karena efek ketakutan dimasyarakat. Mereka mengira akan diterkam sewaktu mereka membeli pizza. Lucu sekali." kata Hugo ketika mengomentari beberapa artikel berita.

"Itu wajar, aku terlihat seperti monster direkaman itu."

"Kamu bukan monster, nak. Jangan katakan hal itu. Kamu manusia seperti yang lainnya." sahut Adam dengan lembut.

"Jangan kawatir, aku akan membuat artikel bantahan." kata Hugo.

Mereka semua penasaran apa yang akan dilakukan Hugo ketika dia turun. Lalu membuka kap belakang mobil. Mengeluarkan seperangkat komputer miliknya yang ia bawa dari rumah Sean. Menghubungkannya dengan pasokan batrai cadangan yang mereka bawa dan memasang semua alat yang ia butuhkan.

"Sinyal disini sangat buruk." kata Sean.

"Itu kan ponsel jadulmu. Bagiku tidak ada jaringan buruk." jawabnya santai.

Mereka semua berdiri di belakang Hugo yang duduk di bangku lipat. Memperhatikan jari-jari Hugo bekerja untuk melakukan peretasan pada situs-situs berita. Lalu memasukkan artikel balasan dengan narasi yang berlawanan. Bahkan terkesan mengejek dan menghina siapa saja yang hanya berkomentar buruk pada Sean.

"Tunggu, kamu masuk ke situs milik universitas tempatku mengajar?" tanya Adam ketika dia baru menyadari, bahwa Hugo memasukkan foto Sean bersama beberapa gadis yang mengaguminya.

"Wah, apa dia seterkenal itu? Aku baru menyadarinya." gumam Freya, dia merengut beberapa detik sebelum kembali normal.

Adam tertawa, "Kamu terlalu banyak di dalam ruangan, nak. Sean ini langsung menarik perhatian banyak gadis karena wajahnya."

"Karena itu... Aku akan membuat sebuah forum untuk melawan para idiot yang tidak tahu apa-apa itu. Komentar para gadis-gadis ini dibutuhkan. Bukti Sean menjadi bahan percobaan Cell Farma, bisa kita jadikan senjata untuk menjawab kejadian malam itu."

"Kamu akan lama dengan itu?" tanya Sean, dia tiba-tiba menguap.

"Hmm, kamu mengantuk? Tidurlah. Kalian juga bisa istirahat sampai aku selesai." jawab Hugo.

"Aku mau melihatmu bekerja." jawab Freya ketika Sean dan Adam beranjak dari sana.

Tapi baru saja beberapa menit, Sean kembali dan menarik Freya bersamanya.

"Ada apa denganmu? Aku mau melihatnya, itu sangat menarik tahu. Aku bisa belajar ilmu baru." kata Freya, sedikit memberontak saat mengikuti langkah Sean.

"Ck, temani aku jalan-jalan!"

"Bukankah kamu mengantuk?"

"Itu benar, disini berisik dan aku tidak bisa tidur. Harus ada yang membangunkanku juga agar aku tidak lupa untuk bangun."

"Huh? Apa kejadian tidur panjang itu akan terjadi lagi?"

"Aku tidak tahu." jawab Sean, setelah itu, dia membawa Freya terbang bersamanya.

"Brengsek, bicaralah pelan-pelan agar aku tidak dengar alasan modusmu sialan! Itu membuatku geli!" gerutu Hugo dalam bahasa Indonesia. Dia tahu Sean akan mendengarnya.

Sean sendiri hanya menyeringai, dia memang mengantuk dan suara disekitar membuatnya terganggu. Dia tidak bohong sepenuhnya bukan?

Kecuali alasan untuk membangunkan dirinya, Sean tahu keadaan tubuhnya saat ini. Dia tidak lemah seperti dulu. Mau sebanyak apapun dia menggunakan tenaga dan melakukan regenerasi, dia tidak akan mengalami kendala kesehatan lagi. Keberadaan Freya hanya demi kenyamanannya pribadi. Apakah itu bisa disebut modus?

1
nia kurniawati
suka banget😍😍.. ceritanya unik dan bikin penasaran... ttg teknologi, humanis, asmara, heroik nya juga ada...apalagi kalo happy ending 😄😄✌
nia kurniawati
ditunggu lanjutan nya ya🤗
nia kurniawati: coba covernya yg lebih efik... 😁
atau bisa promo di IG, sosmed atau apalah.. eh boleh ga.. saya sih ga tau peraturan app nya ya✌saran aja🙏
total 2 replies
enjouecollectif
sumpah!! thorr ceritanya seruu banget
flower bean
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
skyeandstaghorn
Aku baru baca dan ga berasa udah sampe bab paling baru. Ditunggu bab selanjutnya, ya!
Anita: maaf up lama, ini udah up beberapa chap lagi. Makasih dukungannya...
total 1 replies
SnuggleKitty
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya‾
blouses and houses
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
HippySunshine
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Anita: 😭huaaaa makasiiih... 😁
total 1 replies
SugarplumChum
Mantap ceritanya thor総 Like&5 検 mendarat untukmu... Semangat terus潮
salt sand and smoothies
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
TripleAdorable
Benar-benar debest deh kalau baca karya kakak. Moodbosterku :*
Anita: makasih bangeeet... !!!😁👏👏👏👏
total 1 replies
TwilightQueenbee
Love love dong buat author yang udah buat cerita ini
flower bean
next upppppp総晶総晶nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo を沽
Anita: jangan dong.... hehehe... biasaaa authornya sok sibuk, jd gk bisa up tiap hari. 😋
total 1 replies
SDull
apakah ini istri mcnya?
Anita: hahaha...No no no... 😂
total 1 replies
SDull
smangat yhor
SDull
smangat thor
SDull
nice,lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!