Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

​Cahaya matahari pagi menyelinap dari celah jendela kamar kayu, membangunkan Adit dari tidur lelapnya.

Aroma embun pagi dan tanah basah sisa keajaiban sistem semalam masih terasa sangat menyegarkan.

​Adit meregangkan tubuhnya, mengingat kembali rentetan kejadian luar biasa kemarin.

Dari penghancuran gudang Pak Kumis, penanaman bibit buah ajaib, hingga makan malam romantis bersama Riana yang berujung pada misi baru.

​"Sistem, tampilkan panel Misi Aktif," batin Adit sambil mencuci muka di kamar mandi.

​[Misi Ekspansi : Raja Pangan Sukamaju.]

[Tugas: Buka Fitur Peternakan dan besarkan 100 ekor Ayam Kampung Super dalam waktu 7 hari.]

[Batas Waktu: 6 Hari 23 Jam.]

​"Hasilkan 100 ekor dalam tujuh hari... Kalau pakai cara normal, mustahil anak ayam bisa tumbuh besar secepat itu.

Tapi dengan sistem, aturan alam bisa sedikit dibengkokkan," gumam Adit tersenyum.

​Ia membuka Toko Sistem dan mencari bagian peternakan.

​[Bibit Anak Ayam DOC Kampung Super - Harga: 2 Poin/ekor. Waktu panen normal: 60 hari.]

​"Beli 100 ekor," perintah Adit.

​[Pembelian berhasil. 200 Poin dipotong. Sisa Poin: 1700.]

[100 ekor Anak Ayam Kampung Super telah diletakkan di dalam kotak kayu di depan teras rumah.]

​Adit segera bergegas keluar.

Benar saja, di teras rumah panggungnya sudah ada dua kotak kayu besar berlubang yang mengeluarkan suara ciutan riuh.

​"Kiyik! Kiyik! Kiyik!"

​Bang Jarwo dan Bang Sopo yang sedang menikmati singkong rebus di lincah teras langsung melompat kaget melihat keberadaan kotak tersebut.

​"Buset! Dari mana datangnya ayam-ayam ini, Dit? Perasaan tadi Abang nyapu teras belum ada barang ini," seru Bang Sopo sambil mengintip ke dalam lubang kotak.

​"Oh, ini pesanan bibit ayam saya, Bang.

Tadi subuh ada kurir dari kota yang mengantar ke depan rumah pas Abang masih tidur," Adit mengarang alasan dengan lancar.

"Mulai hari ini, kita perluas bisnis kita ke peternakan."

​"Wah, mantap betul otak bisnismu, Dit! Tapi kita belum punya kandang. Mau ditaruh di mana mereka?" tanya Bang Jarwo.

​"Itu tugas Abang berdua hari ini.

Tolong buatkan kandang bambu sederhana di area sudut lahan belakang.

Cukup untuk 100 ekor saja dulu. Biar saya yang urus pakannya."

​Kedua paman Adit itu mengangguk semangat.

Gaji harian yang Adit berikan jauh lebih besar dari kerja kasar di sawah orang, membuat mereka rela melakukan apa saja.

​Sementara kedua pamannya menebang bambu dan menyusun kandang, Adit pergi ke dapur.

Ia mengeluarkan [Resep Pakan Ternak Super] yang ia dapatkan dari hadiah misi sebelumnya.

​[Bahan Pakan Super: 1 kg Dedak Padi, 1 kg Jagung Giling, 1 Liter Air Murni, dan 10 Poin Pengalaman.]

[Khasiat: Meningkatkan laju pertumbuhan ternak hingga 10 kali lipat, menguatkan tulang, dan membuat daging menjadi sangat padat.]

​Adit segera mencampur dedak dan jagung giling di dalam ember besar.

Ia menuangkan air sumur, lalu secara diam-diam mentransfer 10 Poin Pengalamannya ke dalam campuran tersebut.

​Seketika, campuran pakan itu memancarkan pendar cahaya keemasan tipis yang hanya bisa dilihat oleh Adit, sebelum akhirnya memudar.

Aroma pakan yang biasanya amis kini berubah menjadi wangi manis seperti roti gandum panggang.

​"Saatnya makan, anak-anak," ucap Adit sambil menaburkan pakan itu ke dalam kotak kayu.

​Ratusan anak ayam berbulu kuning itu langsung mematuk pakan dengan sangat ganas.

Hanya dalam hitungan menit, pakan di tampan habis tak tersisa. Hal yang mengejutkan, setelah makan, bulu-bulu halus mereka terlihat lebih cerah, dan ukuran tubuh mereka seolah membesar sedikit hanya dalam hitungan jam.

​Menjelang siang, kandang bambu sederhana sudah berdiri kokoh.

Bang Sopo sedang mengelap keringat di lehernya saat tiba-tiba ia menyadari sesuatu yang aneh dari arah lahan buah.

​"Wo... Jarwo... kau merasa hawanya tiba-tiba dingin tidak?" tanya Bang Sopo sambil merapatkan baju kerjanya.

​"Iya, Po. Padahal matahari lagi terik-teriknya, tapi kok anginnya sedingin es teh manis begini," balas Bang Jarwo kebingungan.

​Keduanya menoleh ke arah ladang tempat Adit menanam bibit ajaib kemarin.

Mata mereka terbelalak maksimal.

​"DIT! ADIT! Gawat, Dit! Kebunmu kesurupan jin kutub!" teriak Bang Sopo histeris memecah keheningan desa.

​Adit yang sedang mencuci tangan di keran segera berlari menghampiri pamannya. "Ada apa lagi, Bang?"

​Adit menatap ke arah lahan dan seketika ikut menahan nafas, meski karena alasan yang berbeda.

​Semangka Salju Kutub yang baru ditanam satu hari lalu kini sulurnya sudah merambat belasan meter bagaikan ular hijau yang agresif.

Tidak hanya itu, daun-daun lebarnya tertutup oleh lapisan es tipis yang mengkilap di bawah sinar matahari.

​Di sela-sela daun besar itu, puluhan buah semangka yang sudah sebesar buah kelapa tampak tergeletak di atas tanah, memancarkan kabut putih dingin yang menyejukkan suhu udara di sekitarnya hingga beberapa derajat.

​"Ini... ini mustahil! Kemarin baru ditanam, sekarang buahnya sudah segede helm tentara! Terus kenapa ada esnya?!" Bang Jarwo memegangi kepalanya, merasa kewarasannya sedang diuji keras.

​Sebelum Adit sempat merangkai alasan, sebuah kepala menyembul dari balik pagar bambu yang membatasi lahan Adit dengan jalan setapak desa.

Itu Bu Tejo, tetangga paling cerewet di Sukamaju yang sedang lewat membawa keranjang belanjaan.

​"Lho, lho, lho... Adit!

Hawanya kok dingin banget dari tanahmu? Ya ampun, itu semangka kok berembun es begitu siang bolong?!" seru Bu Tejo dengan mata melotot penasaran.

​Adit langsung memasang senyum profesionalnya, otaknya berputar cepat mencari alibi.

​"Eh, Bu Tejo.

Iya nih, Bu.

Ini bibit varietas baru impor dari pegunungan Swiss.

Namanya Semangka Es Tundra," jawab Adit asal sebut.

"Makanya pertumbuhannya cepat dan memang ngeluarin hawa dingin alami.

Teknologi pertanian modern, Bu."

​"Ya ampun... Swiss? Jauh banget! Pantas saja tanah bapakmu sekarang dijaga ketat," Bu Tejo manggut-manggut takjub, tidak menyadari kalau dia baru saja dibohongi mentah-mentah.

"Nanti kalau panen, ibu dikasih icip sedikit ya, Dit!"

​"Beres, Bu Tejo.

Nanti saya antar ke rumah," balas Adit santai.

​Setelah Bu Tejo pergi untuk menyebarkan gosip terbaru ke penjuru desa, Bang Jarwo dan Bang Sopo menatap Adit dengan tatapan curiga.

​"Bibit dari Swiss mata kau, Dit.

Abang tahu kau belum pernah naik pesawat terbang," selidik Bang Sopo.

​Adit tertawa pelan dan menepuk bahu kedua pamannya.

"Sudahlah, Bang.

Jangan terlalu banyak mikir.

Yang penting, dua hari lagi semangka-semangka ini siap panen, dan harganya pasti bikin kita semua mandi uang."

​Di saat yang sama, notifikasi sistem kembali berbunyi di kepala Adit.

​[Peringatan: Pertumbuhan Semangka Salju Kutub menarik perhatian. Nilai gizi dan khasiat medisnya akan menarik minat pihak-pihak kelas atas di ibu kota. Bersiaplah untuk negosiasi besar.]

​Adit menyeringai tipis.

Bibit ayamnya sedang tumbuh pesat berkat pakan super, dan buah langkanya sudah menunjukkan tanda-tanda keajaiban.

Roda bisnis kerajaannya berputar semakin cepat.

Tidak ada satupun tengkulak atau pesaing yang bisa menghentikannya sekarang.

1
echa purin
👍👍
I am Cat
up
kiyoe: terimakasih kak sudah mau mampir membaca karya saya 🙏
total 1 replies
craft
ini 1 jam lagi dulu aku panen tomat sampai jam 7/8 /Sweat/
admin 1 ini kayaknya gak pernah ke landang nya 😑/Proud/
kiyoe: hehehe kan pakai benih ajaib kaka 🤭
total 1 replies
craft
gawe gak yakin panen cabe 2 jam 😐😑
kiyoe: heheh
total 1 replies
craft
asalamualaikum thor saya mampir 😄😄😄
jangan lupakan saya thor🤣
kiyoe: hehehe terimakasih kaka
total 4 replies
Heni Setiyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
sistem pertanian dan peternakan berubah fungsi jadi sistem kultivasi. udah berubah jauh banget
Was pray
Adit lupakah? bahwa tanpa sistem gak bisa apa2? sekarang jadi arogan sama sistem. kesulitanmu karena dirimu terlalu serakah pingin cepat kaya sehingga menempuh jalan ilegal
Was pray
Adit kan ke jakarta numpang truk ekspedisi ! kok sekarang bawa mobil SUV nya? mobilnya jalan sendiri kah? 🤣🤣
kiyoe: hehehe terimakasih atas support nya kak ☺️
total 7 replies
Was pray
kapan jadiannya?
kiyoe: setelah itu
total 1 replies
Was pray
sopo dan Jarwo kan di perkebunan? othornya bingung kah?
Was pray: waktu berangkat Adit pamitan sama sopo dan Jarwo , kemudian Adit meminta agar sopo dan Jarwo menjaga kebun selama Adit di jakarta. coba dicek bab sebelumnya Thor.
total 2 replies
Was pray
kapan Adit beli mobil? kok tau2 udah punya mobil SUV? di sulap sim salabim hau mobil munculah. 🤣🤣🤣
Was pray
adi paham bisnis gak sih sebenarnya?
kiyoe: heheh iyaa kak biar cepat laku 🤣
total 5 replies
Was pray
berita dari Riana gak direspon dit?
Was pray
pagarnya setinggi Dada gak kependekan dit? paling gak setinggi 2 meter baru atasnya ditambah kawat berduri kayaknya lebih aman
Astiana 💕
menegangkan sekali Thor, ngeri banget.
kiyoe: hehehe biar tegang kak
total 1 replies
Astiana 💕
Abang wanglin kita muncul di karakter adit😁.
Astiana 💕
aku kasih kopi, semangat ya💪🏻, biar gak ngantuk☺️
kiyoe: wah terimakasih kak Astiana semangat terus pokoknya 🙏🙏
total 1 replies
Astiana 💕
sat set bener si Adit, dah dapat cewek aja dia, kapan jadian nya juga tak tau🤭
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Astiana 💕
lah giok jadi steak🤣🤣.
gak apa-apa lanjut aja, anggap aja lagi berpetualang di dunia lain.🤣🤭
kiyoe: hahaha
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!