Indonesia
NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Mantan

Wajah Anne memerah, di bawah sinar rembulan yang tembus melalui kaca mobil malam itu, ini semua akibat ciuman yang baru di dapatnya.

Viktor melirik sekilas ke samping, melihat gadis itu yang tertunduk, kemudian mobil itu berlanjut untuk mengantarnya pulang.

***

Di depan sebuah gang Anne meminta berhenti, ia benar-benar tak ingin pria ini

tahu dengan pasti tempatnya tinggal, sebab tak ingin dia mengetahui bahwa ia telah menyembunyikan tiga anaknya.

"Kamu yakin sampai di sini saja?" tanya Viktor.

"Ya, ini sudah malam aku tidak mau di sangka aneh-aneh oleh tetangga." jawab Anne.

"Memang kamu tinggal dengan siapa di rumah?"

"A-aku?"

"Ya, kamu,"

Anne gugup, "aku tinggal dengan bibi dan keponakanku ... ah, sudah jangan banyak tanya, kalau begitu aku akan turun." Sahutnya.

Anne pun menuruni mobil itu dengan cepat.

Dia tak mau pria itu bertanya terlalu banyak tentangnya.

Gadis itu menatap Viktor dari jendela sebelum pria itu memutar mobilnya.

"Terimakasih sudah mengantar pulang."

teriak Anne.

Pria itu hanya mengangguk lalu menutup kaca mobilnya dan menjauh dari hadapan gadis itu, leher Anne melongok mengikuti arah kepergian pria itu untuk memastikan jika dia tidak akan kembali lagi.

Barulah saat itu Anne melanjutkan langkahnya.

***

Esok pagi, Anne bersiap-siap untuk membali bekerja, ia juga telah mendandani ketiga anaknya, dan memasak pagi sekali.

Mereka kini menuruni lantai dan melihat ada mobil Max telah terparkir di depan, mereka berangkat lebih pagi dari kemarin, Max pasti khawatir jika Anne akan terlambat.

Karena sejak kemarin Anne benar-benar kesal terhadap bos nya, tapi kali ini jika pria itu masih bertindak semena- mena, ia tidak akan segan untuk menuntut nya ganti rugi terhadap mobil Max yang sudah dia tabrak kemarin.

Anne dan anak-anaknya memasuki mobil

itu.

"Bagaimana apa luka mu masih sakit?"

tanya Max yang memperhatikan tangannya yang di balut kain kasa.

Anne ikut menoleh ke arah tangannya, itu hanya luka kecil saja memang seharusnya akan sembuh dengan cepat, hanya saja luka itu jadi awet sakitnya karena semalam pria itu merenggangkan jarinya ketika dia menciumnya.

Saat ia kembali teringat dengan moment itu, Anne menggelengkan kepalanya, ia ingin melupakannya.

"Sudah mendingan, kamu tidak perlu

khawatirkan ku Max."

Pria itu mengangguk kemudian mobil yang mereka kendarai mulai melaju, "syukurlah, tapi jika masih sakit sebaiknya kamu minum obat pereda nyeri."

"Tidak perlu Max, ini hanya luka kecil saja." balasnya.

***

Setibanya di kantor setelah mereka mengantar anak-anak, Anne buru-buru

memasuki ruangannya, ia tak mau kejadiannya akan seperti kemarin ketika bos nya datang ke ruangannya dan mengecek daftar hadir para karyawan.

Dia melihat arloji di tangan selama dia berjalan dan tersenyum puas karena masih ada sisa waktu sepuluh menit lagi, maka seharusnya pria itu tak menghukumnya lagi, tapi jika ia masih menganggapnya salah, ia jadi yakin jika bosnya itu memang gila.

Tapi saat baru saja Anne tiba di depan

pintu ruangannya, manager di divisinya

mencegahnya kembali seperti kemarin dengan tatapan dingin.

Anne tercengang, ia merasakan ada tanda-tanda bahaya yang akan terjadi.

"Ada apa miss? Saya tidak terlambat lagi

kan? Lihat masih kurang sepuluh menit lagi untuk masuk." terang Anne dengan percaya diri sambil menunjuk jam tangan nya.

"Tapi hukuman kamu yang kemarin masih berlanjut untuk hari ini." terangnya.

Anne tercengang, "apa?" bola matanya melebar, seolah kesabarannya memang di uji kembali.

"Hari ini akan ada meeting penting perusahaan, jadi antarkan makanan dan

minuman ke ruangan meeting." terangnya. Anne menyipitkan matanya, merasa tak adil kenapa hukumannya selalu berganti-ganti dan berturut hingga dua hari, padahal ia hanya melakukan kesalahan sekali, ini terasa tidak adil.

Saat melihat ekspresi tak setuju dari wajah Anne manager itu memberi Anne peringatan lagi, "jadi kamu tidak mau? Baiklah saya akan bilang pada tuan Viktor jika kamu mau di potong gaji saja."

Anne kembali melebarkan matanya lalu

menggeleng, "tidak, jangan! Baiklah saya akan menerima hukuman ini." Anne buru-buru pergi dari sana.

Tentu saja ia tak mau jika mendapatkan pemotongan gaji, ia menggerutu di sepanjang jalan menuju pantry menapa setiap mereka memberinya hukuman selalu memberi ancaman berupa pemotongan gaji, mereka seakan tahu bahwa titik terlemah Anne adalah uang, karena ia suka uang dan butuh banyak uang untuk kehidupan sehari-harinya.

la memasuki pantry dan bergabung dengan panitia yang sudah menata hidangan untuk acara meeting itu.

"Meeting akan di mulai lima menit lagi, ayo kita antarkan ini ke ruangan meeting, jangan sampai pelayanan kita membuat buruk citra perusahaan kita." ucap ketua panitia, lalu membagi jatah pekerjaan untuk Anne, seolah ia memang telah tahu kedatangan Anne kesini untuk bekerja, hingga tak perlu bertanya lagi mengapa ia ada di sini.

Anne mengambil sebuah nampan berisi hidangan kering.

Dia lalu berjalan mengikuti langkah rekan lainnya menuju ruangan meeting.

Sebelumnya ia melihat beberapa anggota meeting telah hadir.

Beberapa direksi dan juga sepertinya ada perwakilan dari perusahaan lain yang terlibat kerja sama dengan Montesano Corporation.

Beberapa pria dengan pakaian jas yang rapi memasuki ruangan itu, namun kala Anne menatap punggung terakhir pria yang baru saja masuk ia merasa tak asing.

la bertanya- tanya dalam hati, hingga kemudian memasuki ruangan itu untuk

membagi-bagi snack itu di atas meja yang sudah di tandai dengan kursi, tidak hanya itu dia juga melihat tatapan tajam dari sepasang mata gelap yang selalu terlihat menyeramkan dan menjengkelkan itu mengintainya, dia tampak duduk di kursi paling ujung memimpin acara, sambil memperhatikan gerakan Anne menyusun makanan-makanan itu.

Seolah ia tak mau ada satu kesalahan kecil yang dibuat Anne.

Kursi meeting telah di isi satu persatu, dia pun berjalan bergeser seperti seorang pelayan bukan lagi karyawan kantor, pada akhirnya ia tiba di sebelah kursi pria dengan punggung yang tampak familiar itu, ia menoleh ke arahnya sambil mengulur sekotak snack, dan tepat pada saat itu ia melihat sosok itu lagi, tatapan pria itu.

Davin!

Jantungnya berdebar sangat kencang, sebab ini adalah pertemuan pertamanya

kembali dengannya setelah empat tahun

lamanya, hingga ahirnya pria itu mengetahui kedatangannya lagi di kota ini.

Pria yang dahulu amat ia cintai, pria yang

pernah mengisi hati dan seluruh pikirannya, ia telah menghabiskan cinta semasa mudanya hanya untuk pria itu.

la merasa gugup bahkan tangannya bergetar, tapi pria itu terlihat acuh padanya dia seakan- akan tak mengenali Anne.

Anne menyesal, kenapa dalam keadaan seperti ini ia harus bertemu dengannya,

padahal ia pernah berkhayal tentang pertemuan mereka, dan bukan seperti ini yang ada dalam hayalannya.

Debar di dalam dada Anne masih tak terkendali, meski perasaan itu sudah tidak ada, tapi tetap saja semua kisah manis yang pernah terjadi di masa lalu itu melintas kembali dalam ingatannya, bahkan Anne masih ingat jika Davin pernah berjanji hanya akan menikahinya, tapi kini ... ia tidak tahu mungkin Davin sudah menikah dengan adik sepupunya.

Jika ingat kejadian empat tahun yang lalu maka ia benar-benar ingin menghancurkan mereka, di mana Davin tidak lagi mempercayainya setelah Selina menjebaknya.

Anne melangkah mundur, barang kali Davin memang sudah tak ingat dirinya atau tak mau lagi mengenalnya, sementara Viktor terus melirik gelagat Anne, senyumnya tersungging tipis.

Setidak nya ia telah membuat pertunjukan untuk Anne baru saja.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!