Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:40.5k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh Belas

Azka masih berdiri di samping ranjang pemeriksaan ketika petugas medis selesai membalut kaki Reatha dengan perban.

“Sudah selesai. Untuk sementara jangan terlalu banyak berjalan dulu,” pesan petugas itu.

Reatha mengangguk. “Iya.”

Azka langsung mengambil tas kecil milik Reatha yang tadi dititipkan kepadanya.

“Ayo," ajak Reatha.

Reatha menatap pria itu. “Aku bisa jalan.”

Azka hanya menoleh sekilas.

“Bisa jalan dengan kaki satu,” lanjut Reatha sambil mencoba turun dari ranjang. “Yang satunya cuma luka sedikit.”

Belum sempat kakinya menyentuh lantai, Azka sudah menahan tubuhnya.

“Jangan keras kepala," ucap Azka.

“Aku nggak keras kepala," balas Reatha.

“Kalau kamu nggak keras kepala, kamu nggak akan memaksa jalan dengan kondisi seperti itu!" seru Azka.

Reatha menghela napas. Namun, sebelum ia sempat membantah lagi, Azka sudah mengambil kursi roda yang berada di dekat pintu.

“Duduk!" perintah Azka.

Reatha menatap kursi roda itu dengan wajah tidak percaya. “Serius pakai ini?” tanyanya.

“Iya," jawab Azka singkat.

“Aku cuma luka di telapak kaki, Azka. Bukan patah kaki," balas Reatha.

“Aku tahu.”

“Kalau begitu kenapa harus pakai kursi roda?”

“Karena aku nggak mau lukamu semakin parah," ujar Azka.

Reatha terdiam. Akhirnya ia duduk di kursi roda tanpa membantah lagi.

Azka mendorong kursi itu keluar dari klinik. Vania berjalan beberapa langkah di belakang mereka dengan wajah yang sejak tadi terlihat tidak senang.

Sepanjang perjalanan menuju kamar, Reatha beberapa kali menoleh ke belakang. Ia melihat Vania yang terus memasang wajah cemberut. Dalam hati, Reatha hampir tertawa.

Begitu sampai di depan kamar, Azka membuka pintu lalu mendorong kursi roda masuk. “Sudah sampai,” ucapnya.

Reatha hendak berdiri, tetapi Azka langsung menahannya. “Jangan.”

“Aku mau ke tempat tidur," ucap Reatha.

“Aku bantu.”

“Aku bisa sendiri.”

“Raisa.”

Nada suara Azka membuat Reatha akhirnya menyerah.

Azka membantu Reatha berjalan perlahan dengan bertumpu pada satu kaki hingga sampai ke tempat tidur. Setelah Reatha duduk, Azka menarik selimut dan meletakkannya di atas kaki perempuan itu.

“Beristirahatlah," ucap Azka. "Ingat pesan dokter tadi. Jangan banyak bergerak."

Reatha mengangguk dan menatap pria itu. Tak menyangka jika Azka bisa lembut juga dengannya, “Kamu mau pergi?” tanyanya.

“Iya.”

“Ke mana?” tanya Reatha.

“Ke lobi.”

Reatha hanya mengangguk. Azka kemudian mengambil ponselnya dari saku.

“Kalau ada apa-apa, hubungi aku.”

Reatha mengangkat alis. “Cuma luka begini.”

“Sekecil apa pun lukanya, kalau sakit atau ada masalah, hubungi aku," ujar Azka.

Reatha terdiam beberapa detik. Azka kemudian berbalik hendak keluar.

Namun, suara Vania menghentikannya. "Azka," panggilnya.

Pria itu menoleh.

“Aku mau menemani Raisa sebentar.”

Azka memandang Vania, lalu Reatha. “Baiklah.”

Vania tersenyum kecil. “Kamu tunggu saja di lobi.”

Azka mengangguk. “Jangan lama-lama.”

Setelah itu, Azka keluar dari kamar dan menutup pintu. Begitu suara pintu terdengar tertutup, suasana di dalam kamar langsung berubah.

Senyum Vania menghilang. Ia berjalan mendekati Reatha dengan tatapan tajam. Gadis itu hanya bersandar santai di kepala ranjang.

“Jangan geer, Raisa!" seru Vania.

Reatha mengangkat alis. “Geer?” tanyanya.

“Azka peduli padamu bukan karena dia suka.” Ia lalu menjeda ucapannya.

Reatha diam. Ia ingin tahu apa lagi yang akan wanita itu katakan.

“Itu hanya tanggung jawabnya sebagai suami," ucap Vania selanjutnya.

Reatha tersenyum kecil. “Aku juga nggak peduli.”

Vania terlihat sedikit terkejut. “Apa?”

“Perhatian atau nggak, bagiku nggak penting," ucap Reatha. Ia lalu membenarkan posisi duduknya. “Jadi kamu nggak perlu khawatir.”

Vania mendengus dan membalas ucapan Reatha, “Aku tahu kau sengaja mencari perhatiannya.”

Reatha langsung tertawa kecil. “Aku?”

“Iya. Dari tadi di pantai kau sengaja duduk dekat pria lain. Lalu ketika kakimu terluka, Azka langsung datang," ujar Vania.

Reatha menatap Vania tenang. “Aku nggak perlu mencari perhatian Azka.”

“Jangan sok polos!" ujar Vania dengan suara sedikit lantang.

“Aku serius," balasnya. Reatha menghela napas. “Azka sudah pasti akan peduli kalau aku terluka.”

“Kenapa kau yakin?” tanya Vania.

“Karena aku istrinya!" jawab Reatha.

Vania langsung tersenyum sinis. “Istri di atas kertas.”

Reatha terdiam sesaat. Kemudian bibirnya justru membentuk senyum tipis.

“Walaupun kau bilang aku cuma istri di atas kertas ....” Ia menatap Vania tepat di matanya. "Tapi akulah yang akan dikenalkan kepada seluruh kolega bisnisnya.”

Wajah Vania berubah.

“Sedangkan kau?” Reatha sengaja berhenti berucap sejenak. “Selamanya akan cuma jadi simpanan.”

“Raisa!” Vania terlihat sangat geram. Tangannya bahkan terangkat hendak menampar Reatha.

Namun, Reatha sama sekali tidak mundur. Ia justru menatap tangan Vania dengan tenang.

“Satu kali tanganmu mendarat di pipiku ....” Tatapan Reatha berubah dingin. “... akan aku buat kau menderita.”

Vania membeku.

Reatha melanjutkan dengan suara pelan tetapi tegas. “Apa kau lupa kalau kedua orang tua Azka ada di pihakku?” tanyanya.

Tangan Vania perlahan turun. Rahangnya mengeras. Ia tahu apa yang dikatakan Reatha memang benar.

Selama pernikahan itu masih berlangsung, Reatha memiliki posisi yang tidak bisa disentuh begitu saja.

Vania menarik napas panjang. “Kita lihat saja.”

Reatha menatapnya dan bertanya, “Lihat apa?”

“Siapa yang akan mendampingi Azka selanjutnya.” Vania tersenyum penuh keyakinan. “Apakah aku atau kamu.”

Ia melangkah mendekat. “Kau hanya dijadikan istri sementara saja," kata Vania.

Vania menunjuk dirinya sendiri. “Aku selamanya.”

Reatha tidak terlihat terganggu. “Aku nggak peduli hari esok.”

Vania mengerutkan kening.

“Yang pasti saat ini ....” Reatha tersenyum. “Aku pemenangnya.”

Vania terdiam. Kata-kata Reatha bagaikan pedang menusuk ke hatinya.

“Aku yang menjadi istrinya," ucap Reatha dengan mengangkat dagunya sedikit. “Dan kalau suatu hari nanti aku diceraikan lalu akhirnya kau menikah dengan Azka ....”

Reatha menjeda ucapannya. Ia menarik napas. Senyumnya semakin lebar. “Orang-orang tetap akan mengingat aku sebagai istri pertamanya.”

Vania mengepalkan tangannya.

“Sedangkan kamu?” Reatha melanjutkan. “Kamu akan tetap disebut menikahi seorang duda, bekas suami Raisa.”

Wajah Vania seketika memerah. Ia membuka mulut, tetapi tidak ada satu pun kata yang keluar. Reatha hanya menatapnya santai.

“Kenapa diam?” tanya Reatha.

Vania masih membisu. Matanya penuh kemarahan. Akhirnya ia berbalik dan berjalan menuju pintu dengan langkah keras. Setiap hentakan kakinya terdengar jelas di lantai kamar. Reatha memperhatikan punggung Vania sampai perempuan itu membuka pintu.

Vania sempat berhenti dan menoleh. Tatapannya begitu tajam. Namun, Reatha hanya tersenyum.

Vania akhirnya keluar sambil membanting pintu. Reatha terdiam beberapa detik. Kemudian ia tertawa pelan.

“Lucu sekali," ucap Reatha. Ia lalu menyandarkan tubuhnya ke bantal.

1
Sri Supriatin
lanjuut Thor 🙏🙏🙏
Radya Arynda
haduh pelakor2,,,mati aja.jijik kalau baca tentang vania,,,pelakor ngak tau malu
Radya Arynda
laki2 goblok,,di budak sama vania dengan dalih balas budi mau aja,,,,tolol...
ken darsihk
Vania kebakaran jenggot mengetahui kedekatan nya Azka dngn Raisa istri nya 🤣🤣🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ida Nur Hidayati
Vania....Azka dan Raisa suami istri jadi kalau mereka berdekatan itu wajib
Naufal Affiq
gak sadar juga kamu vania,rea itu istrinya,kamu hanya pelakor
Teh Euis Tea
ga mungkin gimana vania Reatha istri sah nya azka gimana sih km, tp sah ga ya pernikahan mereka kan namanya yg di ijab kabul raisa bkn reatha?
Eva Karmita
dasar benalu so berkuasa sadar diri napa kamu itu siapa cuma pelakor yg tidak tahu diri menjual kebaikan kakak mu untuk jadi tameng mu 😏
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Suanti
setelah raisa/ reatha prgi baru azka merasa kehilangan bakal menyesal azka 🤭
Eva Karmita
seiring berjalannya waktu kamu akan sadar Azka ... tapi semoga saja bila waktu nya tiba kamu tidak terlambat dan menyesal , wanita yg selama ini menemanimu Tampa menuntut apapun pergi Tampa jejak
Lela Angraini
smga dgn kejadian ini kamu segera sadar dan menyadari perasaanmu sblm waktuny tiba nanti reatha pergi dri kehidupanmu
Lela Angraini
heleeehhh preeettt,,cinta duitny doank kamu itu. pgn lihat kamu di campakkan aku 🤣🤣
ken darsihk
Apa yang akan terjadi yak , setelah satu tahun terlewati
Naufal Affiq
mudah-mudahan kau paham untuk semuanya azka,kau sudah menikah,dan harus menghargai hati istrimu,biar pun dia bukan wanita yang kau cintai,kalau untuk vania itu wanita yang dititip kan kepada mu,hanya untuk di jaga,bukan untuk di nikahi
Sugiharti Rusli
dan sejatinya hati nurani si Azka masih jalan sih, dan cinta yang selama ini dia rasa buat Vania, bisa jadi bukan cinta sebenarnya yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi keberadaan Raisa/Reatha di sisi Azka selama beberapa bulan ini bisa mendekatkan mereka, meski tidak ada sentuhan fisik,,,
Sugiharti Rusli
terkadang manusia yah terlalu percaya pada dirinya sendiri sih, padahal yang menggenggam hati manusia tuh Sang Pencipta,,,
Ass Yfa
ada yak..adil buat istri dan pacar
...nikahin tuh si Vania lepasin Raisa /Reatha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!