Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Lautan Zombie

Slaasss...

Bila baja dingin membela udara malam, menghantam tepat di pelipis makhluk busuk itu. Ruby dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Waktu yang seharusnya cuman butuh sejam untuk berjalan kaki harus tertunda berjam-jam lamanya karena melawan Zombie yang tak ada habisnya.

Kreek...!!

Tengkoraknya hancur seketika, menyemburkan cairan pekat kehitaman yang berbau busuk. Zombie itu roboh seperti karung pasir, tetapi dua makhluk lain langsung melompat maju dari kegelapan.

Kuku-kuku mereka yang tajam nyaris mencakar tangan Ruby, namun pedang kembali diayunkan dalam gerakan melingkar yang mematikan.

"Haaahh.. Hampir saja..!" gumam Ruby dengan nafa yang memburu. Akhirnya mereka berhasil menumbangkan semua zombie yang ada di sekitar area.

"Yaa.. Aku yang tadi pagi masi ragu dan takut, sekarang seperti kesetanan!" sela Manda yang sudah ambruk dengan pakain yang penuh cipratan darah.

"Begitulah. Kita harus punya pengalaman untuk meningkatkan kekuatan!" ucap Jack sambil menatap bangkai para Zombie yang memenuhi jalan.

Apakah harus dibiarkan begitu saja? Bukankah akan bertambah busuk yang sangat menggangu penciuman.

Tapi itu sangat banyak, mereka tidak akan mampu untuk melakukannya. Apalagi mereka bertiga baru saja bertarung dengan ratusan zombie.

"Aku juga mikirnya seperti itu. Bangkai itu pasti dikerumuni belatung dan serangga, jangan sampai malah menciptakan penyakit baru!" ujar Ruby.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tidak jauh dari mereka. Ternyata dua orang polisi yang sedang patroli di tempat tersebut dan terhenti karena bangkai zombie menghalangi jalan.

Kedua polisi berjalan mendekat dan menanyakan kondisi mereka yang terlihat sangat kacau.

"Pak! Kami baik-baik saja. Kami cuman sedikit lelah!" kata Jack.

"Oh syukurlah. Tapi kenapa kalian berkeliaran di malam hari? Zombie-zombie itu makin aktif di kegelapan!" ujarnya.

"Kami tidak berkeliaran! Kami sedang mencari seseorang, dan harus tertunda karena zombie terus berdatangan!"

"Jadi kalian yang membunuh semua zombie ini?" tanyanya dengan syok.

"Hmm. Mau bagaimana lagi, kami berjuang sekuat tenaga! Tapi bangkainya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja!" ucap Jack.

"Soal itu kalian tidak perlu khawatir! Tim kami memiliki beberapa petugas yang khusus untuk membersihkan bangkai zombie agar tidak menghalangi saat kami berpatroli!" jelasnya.

Ruby dan yang lainnya menghela nafas lega. Mereka tidak perlu lagi khawatir soal itu, tapi ada yang aneh, apakah para petugas mau melakukannya?

"Kalian dari mana?" tanya Polisi yang satu.

"Pak! Tentu kami dari rumah, Kakak iparku tidak ada kabar dari kemarin, jadi kami keluar mencarinya!" balas Ruby.

"Kalian masih tinggal di rumah?" tanyanya dengan bingung. Pasalnya semua orang langsung menuju ke pangakalan yang dibuat pemerintah.

"Ya Pak! Ada masalah?" tanya Jack.

"Tidak ada. Tapi orang-orang semua sudah pergi berlindung ke pangkalan. Kenapa kalian tidak ke sana saja!" ucapnya.

"Kami baru tau Kalau ada sebuah pangkalan, pulang nanti aku bahas dengan orang-orang di rumah. Pak, tolong beritahu alamatnya!" pinta Jack dengan membual, mana mau dia bergabung dengan mereka.

Polisi itu menyebutkan sebuah alamat yang masih di Kota tersebut. Dan polisi itu juga menjelaskan, Pemerintah saat ini mulai membangun pangkalan secara besar-besaran.

Setiap kota akan mendirikan 10 pangkalan, dan saat ini baru dua pangkalan yang berhasil mereka buat. Tapi bukan cuman pemerintah saja, dari pihak militer juga melakukan hal yang sama.

"Wahh... Ternyata pemerintah bergerak dengan cepat!" kata Ruby yang berpura-pura memuji. Seandainya pemerintah bergerak cepat, mungkin tidak akan memakan banyak korban.

Seharusnya mereka menurunkan perintah lockdown lebih awal, tapi mereka semua cuman diam saja dan malah mempersiapkan untuk diri sendiri.

"Ya. Jika kalian ingin gabung, kalian bisa cari Pangakalan Militer atau pangkalan 2." Pangakalan pemerintah diberi nama sesuai urutan Pembuatannya.

Setelah obrolan berakhir, polisi itu akhirnya pergi untuk melanjutkan patroli. Mereka menggunakan mobil listrik yang tidak menimbulkan suara.

Ruby termenung, dia ingat dalam alur cerita, semua pangkalan itu akan baik-baik saja dalam satu tahun terakhir. Tapi setelah stok makanan sudah mulai menipis, mereka pergi untuk mencari makanan sendiri.

Bukan cuman itu, para penyintas itu mulai saling membunuh untuk memperebutkan makanan.

"Ayo kita jalan!" ajak Ruby.

Mereka harus segera pergi ke Rumah Sakit, karena malam makin larut. Oh ngomong-ngomong, Tisa dibiarkan tinggal di rumah Ruby dengan seorang wanita, yang tak lain tetangga Ruby.

Wanita itu sudah putus asa, semua anggota keluarganya jadi zombie, jadi mau tidak mau, dia harus membunuhnya dengan tangannya sendiri.

Tapi Ruby datang tepat waktu, sebelum zombie berhasil menggigitnya.

***

Tiba di depan rumah sakit, Ruby dan yang lainnya langsung mencari jalan tikus. Ada banyak petugas yang berjaga di setiap gerbang, belum lagi yang berkeliling untuk berpatroli.

Jika mereka minta izin untuk masuk, otomatis para petugas itu tidak akan membiarkan mereka lewat. Masuk ke sarang zombi? sangat mustahil untuk keluar hidup-hidup.

"Astagaaa.. Banyak sekali..!" gumam Manda dengan tubuh merinding melihat lautan Zombie di halaman Rumah Sakit.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

"Kalau kita masuk dan melawan mereka, pasti kita akan kalah karena lelah!" sela Ruby yang juga begitu terkejut.

"Apa masih ada manusia di dalam sana?" tanya Jack. Mereka hanya bisa mengintip di sela pagar besi.

Mereka semua terdiam, dengan banyaknya zombie mana mungkin ada manusia yang bisa bertahan di dalam sana.

"Mungkin saja! Jika mereka bersembunyi di dalam ruangan tanpa keluar dari situ!" ucap Ruby.

"Benar! Semoga saja Ayah Sila tidak ada diantara lautan Zombie itu!" kata Manda dengan sedih.

Mereka tidak berhasil menemukan jalan tikus, jadi terpaksa memanjat tembok menggunakan balok sebagai tangga, karena temboknya sangat tinggi.

Tubuh mereka sudah penuh dengan darah Zombie saat bertarung tadi, mereka sampai sengaja mengolesnya di muka atau bagian yang belum terkena darah.

Siang tadi mereka tidak melakukannya, karena bau busuk itu membuat mereka sangat mual apalagi harus dioles di tubuh, mereka belum terbiasa dengan baunya.

Setelah berhasil naik tembok pagar, Jack mengambil balok dan menyembunyikannya. Mereka tidak langsung lompat turun, ketiganya bersembunyi di atas pohon yang tumbuh berdekatan dengan pagar.

"Aku turun dulu untuk mengetesnya!" ucap Jack.

"Baik. Kak Jack berhati-hati lah!" sahut Ruby.

Jack mengangguk dan turun dari pohon secara perlahan. Di bawah sana ada banyak Zombie yang mondar-mandir sambil meraung.

Grrr-Khhh....

Di tangannya sudah siap sebuah belati yang diberikan Ruby untuk bertarung dengan jarak dekat. Sedangkan busurnya tetap dia bawah dibelakang punggungnya.

Kakinya terulur ke bawah untuk memancing zombie, beberapa zombie berhenti dan mendekat, mereka mengendus-endus seolah-olah mencium aroma manusia.

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Grrr-Khhh....

Keringat di dahi Jack sudah bercucuran, bisa-bisanya para zombie itu mengendus untuk memastikan apakah itu manusia atau bukan.

Jack dan yang lainnya menghela nafas lega saat melihat zombie itu pergi satu persatu.

"Haaaah... Berhasil..!"

"Syukurlah....!"

.

.

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!