Indonesia
NovelToon NovelToon
Rumah Warisan

Rumah Warisan

Status: tamat
Genre:Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mufid Kurniawan

Serangkaian konflik, cinta, sisi gelap, konfrontasi, ego dan di bumbui dengan beberapa misteri yang pelan tapi pasti terkelupas perlahan dengan balutan horor kejawen (jawa kuno) yang cukup kental. semua berpadu dalam satu mahakarya.

Sinopsis :

Di suatu desa..hiduplah seorang nenek tua yang cukup kaya raya. Ia mempunyai 6 orang anak. Anak yang di besarkan olehnya seorang diri sebagai seorang janda. Enam orang anak yang di besarkan olehnya dengan penuh kasih sayang. Enam anak itulah yang juga memulai konflik antara sesama saudaranya sendiri. Puncaknya adalah ketika sang nenek tiba-tiba meninggal dunia.

Disini semua tragedi itu berawal. Teror kasat mata dan yang tak kasat mata mulai menghantui semua yang sedang tinggal di rumah peninggalannya. Satu...persatu.... Mereka semua punya satu tujuan yang sama! 6 orang iblis bertopeng manusia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mufid Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlahan Terungkap

"tak buatin minum dulu ya pakdhe." Ujar putri sembari tersenyum agak di paksa.

"Oh iya nduk siap." Jawab iman dengan mata dan pikiran yang sudah jauh kemana-mana.

"Pakdhe mau teh apa kopi?" Tanya putri lagi sebelum berlalu ke belakang.

"Pakdhe sih mau susu nduk. Hehehe." Balas iman tersenyum menyeringai penuh makna.

"Oh, yaudah tunggu bentar ya pakdhe man." Jawab putri polos. Lalu bergegas ke belakang menuju dapur.

Setelah menunggu beberapa saat, karena putri tak kunjung kembali lagi, iman kemudian mengintip putri yang berdaster bunga-bunga itu dari ruang tamu yang hanya terpisah gorden saja. Terlihat siluet putri yang tengah membuat minuman. Semua terdengar jelas dari suara sendok yang beradu denting dengan gelas. Jakun iman naik turun. Lekuk tubuh wanita beranak satu itu membuat iman sudah buta hatinya tertutup hawa napsu.

Dengan langkah setengah mengendap-endap, ia mulai mendekati wanita itu yang seakan sibuk hingga tak memperhatikan sekitar. Wangi tubuh wanita ayu itu menguar membangkitkan birahi iman semakin naik. Laki-laki itu seperti sudah di kendalikan oleh nafsu duniawi semata. Ia sudah tak ingat lagi kejadian apes kemarin malam yang terjadi juga gara-gara ia terlalu menuruti hawa nafsunya.

Kembali ke iman yang kini sudah berdiri satu meter di belakang putri. Entah kebetulan atau memang sudah di setting penulis, daster yang di pakai putri ternyata cukup menerawang. Memperlihatkan bagian dalam yang hanya samar-samar tertutup kain tipis. Keringat mulai timbul di dahi iman. Kepalanya sudah terasa nyut-nyutan. Ia mendekati perlahan putri berusaha tak menimbulkan suara.

Dengan tubuh tambunnya ia langsung mendekap putri yang berukuran lebih kecil darinya. Ia ciumi tengkuk putih wanita yang berusia separuh dari umurnya itu. Tidak ada reaksi penolakan dari putri membuat iman semakin senang. Ia semakin menggila dengan sesekali menggigit kulit putih nan wangi itu. Wanita di hadapannya itu semakin menggila. Ia semakin liar serentak dengan tangan iman yang mulai nakal berkeliaran mengelilingi lekuk tubuh sintal itu. Iman terbuai dalam hawa nafsu yang menyesatkan.

"Dasar laki-laki bejat! Kau tak akan pernah ku ampuni!"

...****************...

"Adek mau beli apa emangnya? Kasian itu ibu punya tamu lho dek. Nggak enak kalau di tinggal lama-lama." Ucap putri sembari menggendong anaknya lewat belakang rumah.

"tapi ada benernya juga sih. aku juga nggak nyaman kalau deket sama pakdhe iman lama-lama. mana baunya amis banget lagi. huekkkk.." batin putri.

kebetulan sekali, tak di sangka anaknya bangun dari tidurnya dan merengek meminta mencari sang ayah yang putri sendiri pun kebingungan bagaimana cara menjelaskannya. ia jadi punya alasan untuk sedikit menjauh dari laki-laki tua itu.

Saat dirinya hampir sampai di warung yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumahnya itu, matanya tak sengaja menangkap siluet wajah suaminya yang nampak kuyu sedang di bonceng oleh salah seorang wanita paruh baya. Spontan hati putri bergejolak. Ia kemudian memanggil kedua orang yang tengah berboncengan dengan kecepatan sedang itu.

"Mas Ikhwan!" Teriak putri.

"Putri? Nisa?" Suara Ikhwan terdengar sedikit tercekat. Wajahnya kian terlihat tirus dengan kedua kantung mata yang menggantung.

"Kamu mau kemana putri?" Tanya Ikhwan seketika saat kedua manik mata penuh kerinduan itu bertemu.

"Harusnya aku yang tanya begitu mas! Kamu darimana saja! Kamu jahat mas!" Bentak putri lemah. Air matanya tumpah seketika.

"Mas akan jelaskan nanti di rumah put." Ujar Ikhwan mencoba menenangkan putri yang mulai histeris. Sontak menjadi tontonan bagi warga yang tak sengaja melintas.

"Kamu nggak sayang ya sama aku? Kamu nggak sayang ya sama nisa? Hiks...hikss...hikss..." Tangis putri kian menjadi.

"Ayo kita pulang sayang. Malu di lihat tetangga tuh." Ucap Ikhwan mencoba mencairkan suasana.

"Aku kangen mas.."

"Aku terpaksa melakukan ini putri. Ini sudah garis takdir yang tak bisa aku tolak." Ucap Ikhwan sembari menggandeng tangan Putri yang masih terlihat sesekali sesenggukan.

Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju rumah kecil mereka. Bulik Ikhwan tidak ikut di karenakan ada hal lain yang akan ia lakukan segera. Putri tak henti-hentinya memandang nanar ke arah wajah suaminya. Wajah tegas itu terlihat kusut.

"Mas, aku mau minta penjelasan sekarang." Ujar Putri melepaskan pegangan tangannya. Sementara itu ikhwan yang tengah menggendong Nisa hanya memandang putri mencoba memahami isi hatinya.

"Apa kamu percaya pada sesuatu yang gaib?" Ujar Ikhwan malah bertanya pada putri.

"Apa maksudmu mas??" Tanya putri tak mengerti.

"Berhenti dan lihatlah itu." Ucap Ikhwan menahan laju mereka bertiga. Tangannya menunjuk arah dimana rumah mereka berdiri.

Bulu kuduk putri berdiri seketika tatkala menengok bangunan yang selama ini mereka tempati.

Nb : Maaf ya gaes ya. beberapa Minggu ini agak macet updatenya. laptop admin udah mulai minta pensiun dini. hehehe. tetep semangat kawan-kawanku. stay in terus bersama Ikhwan dan putri ya. kedepannya akan banyak cerita yang di luar nalar. thnx guys.

1
💞
apa yg bkin bulu kuduk putri merinding Thor.
gmana penampakan rumah nenek nyaa, huhuhu.
lnjut dong thorrrr
💞
cerita nya keren loh, di bkin penasaran banget sama jalan ceritanya 😱😱😱
Sekar Sekar
author nya lgi nyari inspirasi 😁👍..
lnjut thor .. bnyak yg nggu nih
ttp semangattt💪💪💪
ghina amd
authornya kemana sih?
Yuli Eka Puji R
ini sebenernya novel ceritanya smo di sni apa msh lanjut ya
Yuli Eka Puji R
klo pke daster model saringan tahu mbok ya di saat sm suami dong put bukan malah buat keluar pintu klo dah kaya begitu mau nyalahin siapa
Ciaaaaa_sasaa🌻
Kak author knpa gk up lagi??? gntung bngt kak☺
Yuli Eka Puji R
walahh hamil sampe tahunan anak jin apa anak menungso 😳😳
Yuli Eka Puji R
judulnya rumah warisan tp isinya kaya sinetron azab wes ga nyambung blas
Yuli Eka Puji R
bulu matanya yg lentik bukan matanya
Yuli Eka Puji R
menantu durhaka kali ya kok mertua durhaka
Yuli Eka Puji R
weehhhh.... di baab sebelumnya usia pernikahan 1,5thn masa anaknya juga 1,5thn juga emang pas nikah hbs lahiran apa gimana thor tlong di koreksi biar cerita fiksinya biar kaya nyata biar lebih bagus lg
Yuli Eka Puji R
keren amat tu bayi bs di atas plafon🤣😂
Yuli Eka Puji R
orang susah aja sok sokan di pempesin anaknya aq yg punya penghasilan aja klo ga mau pergi ga sy pempesin anakku🤧🤧
Mafisa Slowrock
lama sekali up nya Thor....sudah penasaran nih
Nur Yanah
ko lama banget author up ny???
Rahma Amma
KK author,kapan up nya???
Tety Novianty
thor ko llllaaammmaa
Tety Novianty: hmm pantas, smoga cepet up ya
total 2 replies
Tety Novianty
kirain udah up, akh kacau
Ciaaaaa_sasaa🌻
Knpa gk up lgi kak😥 Semangat kak Author❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!