Indonesia
NovelToon NovelToon
Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:623k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

Hallo, isi novel ini bukan novel religi ya jadi jangan berspekulasi dulu. Baca dari awal sampai akhir ya 😘 Jangan lupa subscribe

***

Sore itu Sofia berniat memberikan kejutan ulang tahun pada kekasihnya. Akan tetapi dia malah mendapat kejutan dari Leo. Laki-laki itu ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita yang tak dikenal.

Setelah putus dengan Leo, David mendekati Sofia. Laki-laki yang satu profesi dengannya itu sudah lama mengincar Sofia.

Akankah dapat mendapatkan hati Sofia dengan mudah? Ataukah Sofia malah menutup diri setelah patah hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengunjungi panti asuhan

Hari ini seperti bulan-bulan yang lalu David dan Sofia mengunjungi panti asuhan tempat David dibesarkan. "Assalamualaikum, Bu Asih," sapa David pada pengurus panti asuhan tersebut. Laki-laki itu juga meraih tangan wanita tua yang telah merawatnya untuk dicium. Kemudian Sofia mengikuti.

"Waalaikumsalam, Dave, Sofia. Bagiamana kabar kalian?" tanya Bu Asih dengan suara khasnya yang lembut.

"Alhamdulillah baik. Seperti biasa kami ke sini ingin memberikan sebagian dari gaji kami untuk panti asuhan ini." David memberikan sebuah amplop coklat pada Bu Asih.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak. Semoga rejeki kalian semakin bertambah." Doa Bu Asih pada keduanya.

"Aamiin," sahut sepasang suami istri tesebut.

"Ayo, silakan duduk dulu. Ibu ambilkan minum."

"Tidak usah repot-repot, Bu," ucap Sofia tidak enak.

Bu Asih tersenyum. "Tidak apa-apa."

David pun mengajak istrinya duduk di teras panti asuhan. Tiba-tiba mereka mendengar suara tangis bayi. "Apa ada penghuni baru di panti asuhan ini, Bu?" tanya David pada Bu Asih yang baru keluar dengan membawa dia cangkir teh yang diletakkan di atas nampan.

"Iya, baru seminggu yang lalu. Bayi perempuan itu diletakkan begitu saja di depan pintu. Ibu jadi tidak tega. Padahal saat itu hujan begitu lebat," terang Bu Asih panjang lebar.

"MasyaAllah tega sekali orang yang telah membuang bayi itu," ucap Sofia.

"Padahal tidak sedikit orang yang belum memiliki keturunan. Tapi mereka yang diberi kemudahan malah menyia-nyiakan titipan yang amatlah berharga itu," timpal David.

"Entahlah ibu pun tidak tahu siapa yang telah membuang bayi malang itu. Dia begitu sehat dan gemuk. Tidak ada cacat sedikitpun. Ibu hanya bisa berbaik sangka pada orang tuanya. Mungkin dia menitipkan anak itu di sini karena kekurangan biaya untuk membesarkannya. Semoga suatu saat dia ingat untuk menjemputnya kembali." Bu Asih sungguh sangat bijak dengan pemikirannya tersebut.

"Apa boleh kami melihatnya?" tanya Sofia meminta izin.

"Tentu saja boleh. Tapi minum dulu tehnya nanti dingin," perintah Bu Asih pada sepasang suami istri tersebut. David dan Sofia pun mengikuti permintaan Bu Asih. Mereka mencicipi teh hangat di tengah udara malam hari yang begitu dingin karena bulan ini masih masuk musim penghujan.

Bu Asih mengajak David dan Sofia ke dalam. Dia memperlihatkan bayi yang sedang meminum air susu dari botol. "Dia cantik sekali. Kira-kira berapa usianya?" tanya Sofia.

"Mungkin kurang lebih dua mingguan. Waktu itu dia masih merah. Tapi orang yang meninggalkan dia membungkus anak ini dengan selimut tebal," jawab Bu Asih.

"Bu, berapa orang yang bekerja di sini untuk membantu ibu?" tanya David.

"Hanya dua orang," jawab Bu Asih.

"Apakah ibu dan dua orang ini bisa mengatur anak-anak di sini? Kalau kekurangan tenaga kenapa tidak merekrut satu orang lagi?" usul David.

"Ibu sudah mencari tambahan orang tapi belum ada yang berminat bekerja di sini."

"Apa karena gaji? Ibu dapat menggunakan uang yang kami setorkan tiap bulan untuk menggaji mereka," usul David.

"Tentu, nak. Sayangnya kami belum menemukan orangnya," jawab Bu Asih lagi.

"Nanti saya bantu cari, Bu," balas Sofia. Dia juga merasa kasian karena jumlah anak-anak panti yang diasuh lumayan banyak. Jika hanya tiga orang mungkin kewalahan.

"Terima kasih banyak." David dan Sofia sama-sama mengangguk.

Tak lama kemudian mereka pamit pulang. Di tengah perjalanan menuju ke apartemen David. Sofia mendadak lapar. "Mas, bolehkan kita beli camilan dulu. Tapi apa jam segini ada yang buka ya?" tanya Sofia. Saat dia melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Masih, kita cari saja. Mau makan apa? Martabak atau nasi goreng?" tanya David memberikan pilihan.

"Wah nasi goreng boleh tuh, Mas. Apa kita boleh pulang agak larut. Aku ingin makan di tempa." Sofia menyampaikan keinginannya pada sang suami.

"Tentu saja sayangku." David mengusap kepala istrinya dengan sayang. Saat David melihat tenda warung makan yang menjual nasi goreng, dia pun menepikan mobilnya. Mereka turun lalu memesan nasi goreng.

"Nasi goreng spesial pakai telor dua satu pedas satu lagi tidak ya, Mang," kata David menyampaikan pesanannya.

"Makan sini?" tanya penjual nasi goreng tersebut. David mengangguk.

Sambil menunggu mereka mengobrol ringan. "Bagaimana dengan kehamilan kamu sayang? Apa ada keluhan?" tanya David pada istrinya.

"Tidak ada selain mual muntah di pagi hari saja, Mas," jawab Sofia.

"Itu hal yang wajar sayang. Hampir semua ibu hamil mengalaminya," ungkap David menjelaskan.

"Apa Dokter Safa juga merasakannya ya dulu? Aku jadi penasaran."

"Aku tidak tahu saat dia hamil anak pertama tapi hamil anak kedua kalau tidak salah ingat malah suaminya yang mengalami hamil simpatik."

"Oh ya? Kenapa saat aku hamil tidak mas David saja yang mengalami hamil simpatik ya?" goda Sofia. David tertawa lebar.

"Kalau bisa diminta aku juga akan menanggung segala beban penderitaan kamu selama hamil sayang," jawabnya dengan wajah yang berubah serius.

Jantung Sofia berdebar kencang mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut suaminya.

"Nasi gorengnya silakan dinikmati." Ucapan penjual nasi goreng tersebut membuyarkan lamunan Sofia.

"Terima kasih," kata David.

Sesaat sebelum menyendokkan makanan ke dalam mulutnya, David melihat istrinya senyum-senyum sendiri.

"Ada apa, Sayang?" tanya David heran.

"Ah tidak ada apa-apa, Mas. Ayo makan setelah itu langsung pulang. Sebenarnya aku sudah mulai mengantuk," ungkap Sofia.

"Baiklah, tapi makannya jangan tergesa-gesa." Sofia mengangguk patuh.

Baru makan tiga sendok makan, Sofia mengehentikan suapannya. "Aku kenyang, Mas." Sofia mendorong piring yang masih penuh dengan nasi goreng tersebut.

"Kenapa nggak dihabiskan? Ini enak sekali lho sayang," bujuk David. Ujung-ujungnya pasti dia yang akan menghabiskan sisa makanan istrinya.

"Ayo buka mulutnya aku suapin ya." David menyodorkan sesendok nasi goreng itu. Sofia menggelengkan kepalanya.

"Perut aku sudah kenyang, Mas," jawabnya sambil mengusap perutnya.

David meluruhkan bahu. Dia tahu percuma saja memaksa istrinya menghabiskan makanan. "Baiklah, akan aku habiskan sisamu," kata David dengan lesu.

"Mas David kok kayaknya nggak ikhlas gitu sih?" tuduh Sofia. Tapi dia hanya menggoda suaminya.

David pura-pura senyum. "Kata siapa nggak ikhlas. Ikhlas kok ikhlas banget malah," jawabnya agar istrinya percaya. Dia tidak mungkin menolak permintaan Sofia. Lagi pula sayang jika makanan itu harus dibuang.

"Tapi jangan salahkan aku jika besok kamu melihat badanku tiba-tiba bengkak," gurau David. Sofia tertawa lepas mendengar ocehan suaminya.

Jangan lupa kirim bunga atau kopi sebagai penyemangat ya

Love u 😘😘😘

1
Visitor5833
bagus
Visitor5833
bagus
sherly
mantullll pak dokter bisa banget buat Sofia mumet
sherly
ya ampun dokter david
Sri Handayani
ceritanya seru
Ita rahmawati
weh udh ngakuin aja si lidya,,jgn² diem² mereka udh jadian 🤗
Ita rahmawati
halah si erik lebai,,cuma liat kiss nys aksa sekilas aja trus dijauhin 🙄🙄🙄
Ita rahmawati
asal mangap aja tuh mulut si fabian 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Ita rahmawati
ambil ambil nti nyesel 🙄🙄
Ita rahmawati
pak duda pinter modusin buat anaknya 😅😅
Ita rahmawati
jodohnya fabian nih baru muncul
Ita rahmawati
bengek si aksa 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Ita rahmawati
eh knp ibu sm adek nya mati 😭😭😭
Ita rahmawati
knpa juga hrus ad yg denger,,basing aj sih ngomongnya gk liat tempat 🤭
Ita rahmawati
kn anaknya
Ita rahmawati
pasti ank erik
Ita rahmawati
kirain lupa sm sepedanya 😅
Ita rahmawati
ada aja yg jahat ya 😔😔
Ita rahmawati
april 🥺🥺
Ita rahmawati
kan bisa berantem ngapa gk digibeng aj tuh buapak yg gk ad akhlak itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!