Indonesia
NovelToon NovelToon
Lelaki Tua Itu Suamiku

Lelaki Tua Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Duda / Romansa
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Arip

Nayla wanita muda berusia 20 tahun, yang baru saja masuk ke jenjang perkuliahan, dengan jurusan ekonomi. Ia wanita manis dan ceria, sedikit galak, harus menerima kenyataan jika kedua orang tua menjodohkannya dengan sosok lelaki berumur 40 tahu.

Lelaki bersetatus lajang, bernama Daniel itu membuat Nayla tak nyaman. Terlebih lagi dengan umurnya yang terbilang tua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Arip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Pak Daniel."

Kedua wanita yang ada dihadapan Bu Sri membalikkan badan, melihat Daniel sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Lelaki tua itu tersenyum ramah dihadapan Bu Sri.

"Saya dengar dari Nayla anda sedang sakit. Sekarang bagaimana dengan kondisi anda?"

Pertanyaan Bu Sri membuat Nayla mengigit bibir, ia melirik ke arah Leora, memberi suatu kode agar kebohongan keduanya tidak terungkap.

Daniel mengerutkan dahi, ia heran dengan pertanyaan Bu Sri," saya sakit?"

Leora mulai memegang jidat sang papih dengan memperlihatkan wajah kuatirnya. "Ya ampun papih kan lagi sakit, kenapa keluar kamar. Yuk balik lagi ke kamar, papih harus banyak istirahat."

Leora mengedipkan kedua matanya, mendorong tubuh Daniel untuk masuk ke dalam kamar.

Sedangkan Nayla berusaha membujuk sang ibu, untuk segera beristirahat.

"Mama, Nayla antar mama ke kamar yuk. Mama pasti cape."

Merangkul bahu Bu Sri, tampak wanita tua itu mengeluh dengan berucap." Padahal mama mau liat ke adaan calon mantu mama. Takut besok dia nggak kuat di acara pernikahannya."

"Besok saja, pasti ke adaan bandot tua itu." ucap Nayla tanpa sadar membuat sang ibu menghentikan langkahnya.

"Ta-di kamu bilang apa?" tanya sang ibunda yang tak jelas mendengar ucapan anak semata wayangnya itu.

"Ehh, itu!" balas Nayla tersenyum dihadapan Bu Sri, gadis itu mencoba mengalihkan pembicaraan."Mah, tuh papah."

Wanita tua itu bergegas berjalan menuju kamar, mencari sang suami. " Nayla nggak ada papah kamu."

Gadis itu berlari menjauh dari pertanyaan sang ibunda, ia bergegas masuk ke dalam kamar Leora.

"Nayla."

Bu Sri membalikkan badan sembari memanggil nama anaknya. Hanya saja setelah ia membalikkan badan ke arah Nayla, gadis itu sudah tidak ada dihadapannya, padahal belum beberapa detik melangkahkan kaki ke arah sang suami yang ditunjuk anaknya. Nayla sudah kabur begitu saja.

"Anak itu, beraninya membohongi orang tua."

Sampai di kamar Leora. Nayla bergegas menutup pintu kamar sahabatnya itu. Menyenderkan punggung pada pintu dalam kamar, tangan Nayla perlahan memegang dadanya, ia merasakan detak jatung yang berpacu cepat dari sebelumnya.

"Haduh, Nayla bisa bisanya ceroboh saat bicara di depan mama." ucap Nayla memukul jidatnya sendiri.

Tok .... Tok ....

Gedoran pintu mengangetkan Nayla, gadis itu takut dengan kemarahan sang ibunda. Berulang kali gedoran dari pintu kamar Leora terdengar semakin keras, tetap saja Nayla diam membisu. Rasa takut terus menyelimuti hati dan pikirannya, sampai gedoran pintu itu tak lagi terdengar oleh kedua telinganya.

"Sepertinya aman, mama sudah pergi."

Nayla perlahan membalikkan badan menghadap ke arah pintu kamar, memegang klop pintu lalu membuka pintu dengan sangat pelan. Gadis itu mengintip sedikit.

Dan ...

Dor.

"Astaga naga, Leora, lu. Ihhh, nyebelin."

Leora tertawa terbahak bahak melihat Nayla terkejut." Bisa bisanya lu ketakutan gitu, emang tadi lu sama nyokap lu gimana?"

"Gimana maksud loh?"

Melihat Nayla sedikit bingung dengan pertanyaan Leora, gadis itu menarik tangan Nayla masuk ke dalam kamar.

"Tadi nyokap lu nggak curigakan soal lu keluar dari kamar papih gue?"

U

"Oh masalah itu, ehh. Enggak sih. Cuman..."

"Cuman apa?"

Nayla sedikit ragu menjelaskan sang ibunda kepada Leora.

"Bahas besok aja lah, gue ngantuk. Pengen tidur."

Nayla mulai merebahkan tubuh di atas kasur, menarik selimut dan tertidur pulas.

"Ya elah nih, anak malah tidur."

Saat Leora ikut merebahkan tubuh, suatu bayangan melintas di jedelanya. Ia terkejut, bangkit kembali dari ranjang tempat tidur melihat bayangan yang tak sengaja ia lihat.

"Bayangan apa tadi?"

Mengucek kedua mata, Leora takut jika ia salah melihat. Menghampiri jendela kamarnya, mencoba memastikan apa yang ia lihat.

1
Ermawiah
ini kapan kelanjutan nya
Sabiya
gue kira mau minum kopi kemasan
Sabiya
masalahnya itu papi kamu udah tua Le..
Sabiya
lah si bibi lihat lagi
Sabiya
Nah kan emang dia orangnya
Sabiya
so pasti Om
Sabiya
apa jangan2 nih orang yg bkal dijodohkan sama Nayla
Sabiya
baik
Sabiya
Whattt.. duda lagi. g kasihan itu si Nayla
Sabiya
astaghfirullah tua amat, kek umur Om gue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!