Alih-alih menjadi gadis penebus hutang, Ailyn justru dinikahi oleh seorang rentenir.
Awalnya Ailyn mengira jika rentenir itu berbadan gendut dan botak.
Ternyata.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shim Chung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan Pengkhianatan
Ailyn dan Ian sudah sampai di panti asuhan yang tercantum di alamat, keduanya berjalan ke arah panti asuhan yang tampak sepi itu.
Tak lama terdengar suara anak-anak dan mereka langsung keluar panti untuk bermain.
Pasti mereka sedang belajar maka dari itu suasananya tampak sepi.
Saat melihat ada Ailyn dan Ian yang datang, mereka tampak ketakutan lalu kembali lagi masuk ke dalam.
"Ada apa dengan mereka? Apa kita semenakutkan itu?" tanya Ian.
Ailyn menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak beres!"
Bersamaan dengan itu, seorang wanita yang menjadi ibu panti mengecek. Ibu panti ingin melihat siapa yang datang ternyata ada dua anak muda di sana.
"Maaf kami tidak menerima kunjungan," ucapnya berhati-hati.
"Kami datang dari jauh dan ingin melihat anak-anak yang ada di sini," balas Ailyn.
"Mereka takut dengan orang baru jadi maafkan kami," Ibu panti tetap menolak kunjungan.
"Tunggu!" Ian menyela lalu memberikan kartu pelajarnya.
"Kami hanya seorang pelajar!"
Ibu panti melihat Ailyn dan Ian secara bergantian, dia menghela nafasnya karena sepertinya mereka tidak berbahaya.
"Beberapa waktu lalu ada segerombolan orang datang kemari dan menghancurkan panti ini, mereka mengancam lalu membawa beberapa anak di sini jadi kami semua mengalami trauma setelah kejadian itu," jelas Ibu panti.
Ailyn dan Ian merasa terkejut mendengarnya.
"Bagaimana dengan anak-anak yang dibawa?" tanya Ailyn.
"Mereka sudah kembali dan kami sedang berusaha menyembuhkan trauma mereka jadi maafkan kami, kami benar-benar tidak bisa menerima kunjungan," Ibu panti mencoba mengusir Ailyn dan Ian secara halus.
Namun, Ailyn justru meminta berbicara empat mata dengan ibu panti.
"Saya sebenarnya kemari karena bibi Ain," ucap Ailyn memberitahu.
"Maksudnya Aina?" tanya Ibu panti memperjelas.
"Kami tidak bisa menghubungi Aina semenjak anak-anak kembali!"
Ailyn tidak bisa memberitahu jika Bibi Ain sudah meninggal pasti akan membuat seisi panti lebih syok.
Tapi, gadis itu menemukan fakta baru jika ternyata Bibi Ain yang selama ini membangun panti asuhan karena wanita itu tidak bisa memiliki anak.
Jadi, Bibi Ain menggunakan uangnya untuk membangun panti asuhan.
Pasti ini alasan kenapa Bibi Ain sampai mengkhianati Derick karena sang bibi ingin melindungi anak-anak panti.
Tanpa mau mendengarkan hal ini, Derick justru menyiksa Bibi Ain sampai sekarat.
"Ailyn..." panggil Ian yang melihat gadis itu menangis setelah berbicara pada Ibu panti.
"Ada apa?"
Ailyn tidak menjawab tapi justru memeluk Ian di sana yang membuat pemuda itu bingung.
"Ceritakan semua padaku, Ailyn!" pinta Ian.
"Semuanya sangat rumit, aku tidak bisa cerita," ucap Ailyn. Perasaannya sungguh campur aduk sekarang.
"Aku tidak pernah memaksamu bercerita tapi kali ini aku mohon, aku ingin tahu semuanya!" pinta Ian.
Ailyn semakin menangis karena sudah terjebak dengan permainannya sendiri, dia menyesal sudah berusaha menjadi istri yang baik dan memberikan semuanya untuk Derick. Seharusnya dari awal memang dia berusaha kabur dari rentenir kejam itu.
"Aku sudah tidak punya apa-apa lagi," ucap Ailyn kemudian.
Ian berusaha menghapus air mata gadis itu dan membuat Ailyn tenang.
Dari sini Ian jadi sadar kalau memang Ailyn menumpuk banyak beban.
"Apapun itu, aku siap mendengarkan dan tetap memandangmu sebagai Ailyn yang aku kenal," bujuk Ian.
jadi pengin kata keramat berapa tahun kemudian terus ketemu sama aylin lagi.
semangat aylin