Indonesia
NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:180.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

BLAM!

​Lantai marmer itu hancur berantakan. Vindicator memuntahkan darah segar, seluruh tulang rusuk dan tulang belakangnya retak parah. Ia lumpuh total hanya dalam satu serangan.

​Devan berjongkok, menatap Vindicator yang sedang meregang nyawa dengan mata tajam.

​"Bram Sanjaya yang mengirimmu, bukan?" bisik Devan pelan. "Katakan padanya di neraka nanti, aku sendiri yang akan mengantarnya menyusulmu besok pagi."

​Devan berdiri, membiarkan sisa napas Vindicator habis. Ia mengambil ponsel dari saku celananya, menekan satu nomor.

​"Arya," ucap Devan datar kepada Kapten Intelijen di seberang sana. "Ada lima tumpukan sampah asing di ruang tamuku. Bersihkan dalam waktu lima belas menit, atau aku yang akan melemparnya ke halaman kantormu."

​Devan menutup teleponnya, lalu menjentikkan jarinya, menyalakan kembali sakelar utama listrik rumah yang tersembunyi.

​Lampu kristal kembali menerangi ruangan yang kini tampak seperti medan perang. Devan berbalik, tatapan matanya yang membunuh seketika melembut saat melihat Clarissa yang masih berdiri mematung.

​Ia melangkah mendekati istrinya, merengkuh pinggang wanita itu, dan menariknya ke dalam pelukan yang hangat.

​"Kau tidak terluka, kan?" tanya Devan, nada suaranya dipenuhi kekhawatiran yang tulus.

​Clarissa menggeleng pelan di pelukan suaminya. Alih-alih takut melihat kekejaman Devan, Clarissa justru terkesan, matanya berbinar penuh kekaguman dan gairah yang menggebu-gebu. Ia melingkarkan lengannya di leher Devan.

​"Aku merusak ruang tamumu yang mahal," goda Devan sambil mengusap pipi Clarissa yang merona.

​"Persetan dengan ruang tamu," bisik Clarissa agresif. "Bawa aku ke kamar. Sekarang."

​Devan menggoda nakal. Tanpa membuang waktu, ia menggendong tubuh istrinya , meninggalkan kekacauan di lantai bawah untuk diurus oleh pasukan intelijen yang sedang dalam perjalanan. Malam itu, di tengah ancaman kematian, hubungan mereka berdua akhirnya melampaui batas formalitas secara langsung.

Sinar mentari pagi menembus celah gorden kamar utama, menyinari wajah damai Clarissa yang masih terlelap. Selimut tebal menutupi tubuh polosnya yang dipenuhi tanda kemerahan, bukti bisu dari badai gairah yang menyapu mereka semalaman suntuk.

Devan sudah terbangun. Ia duduk di tepi ranjang, mengenakan kemeja hitamnya dengan perlahan agar tidak membangunkan istrinya. Matanya menatap Clarissa dengan kelembutan yang luar biasa. Tangannya terulur, mengusap helaian rambut yang menutupi wajah cantik wanita itu.

Clarissa menggeliat pelan, mengerang dengan suara serak, namun matanya tetap terpejam erat karena kelelahan yang teramat sangat. Devan tersenyum tipis, mengecup kening istrinya dengan sayang.

"Tidurlah yang nyenyak, Bos. Aku harus pergi membuang sampah sebentar," bisik Devan pelan.

Devan beranjak dari ranjang, merapikan kerahnya, dan berjalan keluar kamar. Begitu pintu kamar tertutup, kelembutan di matanya lenyap seketika, digantikan oleh sorot mata yang sangat tajam. Sang suami yang penyayang telah kembali menjadi Dewa Perang yang haus darah.

Halaman Depan Kediaman Clarissa

Sebuah mobil antipeluru berwarna hitam pekat sudah terparkir rapi di halaman. Kapten Arya berdiri bersandar di pintu mobil, tampak tegang. Semalaman penuh, ia dan tim intelijennya bekerja keras membersihkan kekacauan di ruang tamu Clarissa, menghapus segala jejak pertarungan.

Melihat Devan keluar dari pintu utama, Arya langsung menegakkan tubuh dan memberi hormat.

"Lapor, Jenderal. Kelima mayat tentara bayaran telah kami urus. Tidak akan ada jejak yang mengarah ke rumah ini," lapor Arya dengan cepat.

"Bagus," jawab Devan singkat sambil masuk ke kursi penumpang. "Bagaimana dengan target utama pagi ini?"

Arya masuk ke mobil dan menyalakan mesin. "Seluruh akses keuangan Keluarga Sanjaya telah dibekukan sejak pukul empat pagi tadi oleh Bank Sentral atas instruksi militer. Bukti penyelundupan senjata dan pendanaan ke jahatan mereka sudah divalidasi. Mereka sekarang tidak lebih dari tikus yang terperangkap."

Devan menyengir mematikan. "Ayo kita sapa tikus-tikus itu."

1
ZAHRANI
ngapain di ulang😏
ZAHRANI
bukannya 5%,harusnya kan jadi 15%,kok 20%,darimana itu thor,jangan korupsi😏
Hendra Irawan
kerennnn 👍
echa purin
👍👍👍👍
Agang Junior
mirip cerita "Dikira satpam rendahan rupamya mantan raja tentara" di novel satunya
Achmad Rozy
cepet banget menguasai ilmu naga itu 🤭
MAWI
assseeeeek
MAWI
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap
Mr T
👍
Aisyah Suyuti
good
Tatan Utari
iya lieur yg nyetir bisa gantian, kapan tukeran nya
yohana imetriuli
wah Thor.. td mo pulang si depan yg nyetir, lha ini kok si Clarisa yg nyetir... kapan tukerannya thorr 😄😄😄🤭
yohana imetriuli: devan mksud ku ikii
total 1 replies
Retno Palupi
bingung saya, yg setor dr kantor Devan, d jln kok jd Clarissa yg nyetir 🤭
Azzura Salma
agak risi sma panggilanx devan ke istrix kok bos terus,,sedangkan clarissa udh mulai mesra. kdg sayang kdg suamiku.
Indra
Rejeki nomplok nih
JJ opa
Dewa perang di lawan🤣🤣🤣
Musa Lamovic
maw komen bab yg pendek eh sdh ada yg nulis tuh
kiyoe: hehehe awalan merintis kak maaf
total 1 replies
Tiara Bella
aku mampir Thor salam kenal 😍😍
kiyoe: salam kenal kembali kak Tiara Bella terimakasih sudah mampir hihi🤭
total 1 replies
Muezza UnU
good
Ria Gazali Dapson
siap² siska n riko , jdi ob🤣😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!