HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Usai mengerjakan tuģas sekolah, Velo langsung mengantarkan Helen pulang, dan mereka sampai di kediaman Atmajaya saat hari hampir malam, setelah itu Velo langsung pulang ke rumahnya.
Jam sepuluh malam Helen pergi ke bandara untuk menjemput William Papanya, tadi saat masih di restoran William mengirim pesan pada Helen kalau dia akan pulang, dan mungkin pesawat yang di tumpanginya akan mendarat di bandara tepat jam sebelas malam, sebenarnya Helen sudah beberapa kali menghubungi Antonio meminta dia untuk mengantarkannya ke bandara, namun nomor Antonio sulit sekali di hubungi, jadi Helen memutuskan menjemput Papanya sendiri.
Helen tiba di bandara tepat jam setengah sebelas lebih lima menit.
''Hais,, pesawat Papa masih lama'' gumam Helen, lalu dia duduk di kursi tunggu yang ada di dalam bandara sembari memainkan ponselnya.
Helen terlihat beberapa kali menguap, bahkan matanya juga sudah sangat merah menahan kantuk, biasanya Helen selalu tidur tepat waktu ya itu jam sepuluh malam, tapi karna tidak ada yang bisa di mintai tolong untuk menjemput Papanya, jadi Helen memutuskan menjemput Papanya sendiri, sebenarnya ada beberapa pelayan pria yang bisa mengemudikan mobil, tapi jam sebelas malam sudah waktunya mereka beristirahat, jadi Helen tidak ingin menganggu mereka.
Helen melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul sebelas kurang sepuluh menit, dan sebentar lagi pesawat yang di tumpangi Papanya akan mendarat, sedangkan matanya benar benar sudah tidak kuat lagi, di tambah batrai di ponselnya juga hampir habis, mana tidak bawa charger, genap sudah.
Lalu Helen memutuskan mengirim pesan pada Papanya, memberitahu kalau dirinya menunggu di kursi tunggu dekat lobi, agar William bisa langsung menemukan keberadaannya, karna sebentar lagi ponselnya akan mati, dan benar saja setelah mengirim pesan untuk William ponsel Helen benar benar mati.
''Hoamm,,, huh gue ngantuk banget lagi''' gumam Hana sembari menutup mulutnya karna menguap.
Sepuluh menit kemudian pesawat komersil yang membawa William akhirnya mendarat di bandara dengan selamat, sebenarnya William memiliki jet pribadi, hanya saja William menggunakannya di waktu mendesak saja.
Setelah turun dari pesawat William bergegas mencari putri kesayangannya di kursi tunggu dekat lobi, dan saat sampai di sana William melihat putrinya duduk sendirian di kursi tunggu.
''Sayang''
Helen langsung menoleh saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
''Papa!'' seru Helen, dia langsung beralari ke pelukan papanya.
Brukk
''Papa, Helen kangen'' rengek Helen di pelukan William dengan manja.
''Papa juga kangen banget sama kamu'' tukas William mengecup pucuk kepala putrinya dengan penuh kasih sayang, sejak kematian istrinya saat ini hanya Helen dunia William.
''Gimana kabar Papa selama di London?'' tanya Helen melonggarkan pelukannya.
''Seperti yang kamu lihat, Papa baik dan sangat sehat'' jawab William.
Helen tersenyum dan kembali memeluk Papanya, untuk melepaskan rasa rindu setelah di tinggal hampir tiga bulan oleh Papanya.
''Papa, ayo kita pulang'' ajak Helen.
''Ayo''
Papa dan Anak itu berjalan keluar dari bandara dengan bergandengan, lebih tepatnya Helen bergelayut manja di lengan kanan William, sedangkan tangan William sebelah kiri untuk menarik koper bawaannya.
''Sayang, Antonio mana?, kok kamu nyetir sendiri?'' tanya William saat sampai di parkiran, karna melihat mobil BMW milik putrinya, biasanya jika Helen pergi di antar oleh Antonio, maka mobil yang di bawa sudah pasti mobil rolls royce.
''Om Anton sulit di hubungi, jadi Helen pergi sendiri'' jawab Helen apa adanya.
William mengangguk faham, lalu dia memasukkan kopernya di bagasi mobil.
''Sini biar Papa yang nyetir'' pinta William setelah menutup bagasi.
'' Ga papa, biar Helen saja lagian Papa pasti capek habis menempuh perjalanan berjam jam'' tolak Helen.
''Ya sudah kalau gitu''
William tidak memaksa, lalu dia masuk ke dalam kursi samping kemudi.
Helen juga masuk ke dalam jok kemudi, lalu menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan kemudianya meninggalkan parkiran bandara.
Sedangkan di sebuah rumah kecil, yang letaknya sangat jauh dari penduduk, terlihat seorang pria duduk di kursi yang terletak di sudut kamar, tengah menghisap nikotin yang terselip di jari jarinya, dan matanya menatap nyalang ke arah gadis muda yang meringkuk di atas lantai dingin, dengan keadaan matanya yang di tutup serta kedua kaki dan tangannya terikat.
''Lepaskan gue!'' teriak gadis itu meronta ronta berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya, namun bukannya lepas tapi malah semakin membuat kulitnya terluka, karna bergesekan dengan tali yang di ikat kuat.
''Siapa lo?, kenapa lo culik gue, ha!'' teriak gadis itu yang tak lain adalah Hana.
Tadi saat hari hampir menjelang malam, Hana yang berada di kontrakan sendirian, pergi untuk membuka pintu depan, karna dia fikir itu Ibunya yang baru kembali setelah mencari pekerjaan.
Ceklek
''Gimana Bu, Ibu udah,,,'' Hana tidak lagi melanjutkan perkataannya, karna terkejut melihat pria berbadan besar berdiri di depannya.
''Siapa kamu?'' tanya Hana panik.
''Kamu tidak perlu tahu siapa aku'' sahut pria itu lalu membekap mulut Hana hingga pingsan.
Dan saat bangun Hana terkejut sekaligus panik, karna matanya di tutup dan kedua tangan dan kakinya di ikat.
Kembali ke saat ini.
Hana semakin panik dan ketakutan, saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.
Pria yang tadi duduk di sudut ruangan itu kini berdiri di depan Hana, dan menatap Hana dengan tajam, lalu kakinya yang mengenakan sepatu pantofel menginjak betis Hana dengan sangat kuat.
''Akhhhhhh!!!!!'' teriak Hana suaranya melengking memenuhi ruangan kosong itu.
Pria itu menyunggingkan sudut bibirnya, melihat Hana yang berteriak kesakitan, menurutnya itu seperti lagu pengantar tidur di telinganya.
Hiks,, hiks,, ampun sakit'' tukas Hana menangis tersedu sedu, kakinya rasanya seperti sudah mau patah.
Tak cukup sampai di situ, pria itu berjongkok di depan Hana, lalu menyundutkan rokoknya yang masih menyala di bahu Hana dan menekannya.
''Ahhhhh,,,,,,,!!!'' Hana kembali berteriak kesakitan.
Sedangkan di tempat lain, Mira begitu panik mencari keberadaan Hana, tadi saat pulang dari mencari pekerjaan, Mira melihat pintu kontrakannya terbuka lebar, dia berfikir jika ada pencuri yang masuk ke kontrakannya, tapi yang paling Mira khawatirkan adalah Hana bukan barang barangnya, dia takut pencuri itu melukai Hana, Mira bergegas masuk ke dalam namun dia merasa aneh saat melihat kontrakannya masih dalam keadaan rapi, lalu Mira mencari Hana di kamarnya tapi gadis tidak ada, dan saat kembali keluar ke depan teras Mira di buat panik dan cemas, saat melihat sepasang sandal milik Hana berserakan di depan teras.
Saat ini Mira mencari Hana dengan menangis tersedu sedu, Mira takut kalau terjadi sesuatu sama Hana, hampir tiga jam lebih Mira berkeliling mencari Hana, namu sampai detik ini Mira sama sekali belum menemukan keberadaan Hana.
''Hiks,, Hana, kamu di mana Nak?, jangan buat takut Ibu'' gumam Mira terisak.
Mira yang sudah frustasi karna tidak menemukan keberadaan Hana, dia sampai tidak fokus saat menyebrangi jalan raya, hingga sebuah mobil yang melaju kencang dari arah utara menabraknya, membuat tubuhnya terpental dan jatuh ke aspal dengan kasar.
Sedangkan mobil yang menabrak Mira, langsung menghentikan mobilnya begitu saja, yang mengakibatkan beberapa kendaraan di belakangnya mengalami kecelakaan beruntun, termasuk sebuah mobil BMW yang terhimpit di antara dua truk kontainer.
plinplan
Hellen dan om Anton
pasti kuat menghadapi cobaan
ulet bulu
stiap orang ganteng kamu suka
apalagi jika tau om Anton lebih tajir
punya dua perusahaan
kirain kamu sudah melahirkan
karna di p rks 🤔🤔
cintamu diterimah💪💪